Anda di halaman 1dari 15

1.

PLANING
2. ORGANIZING
3. ACTUATING
4. CONTROLLING
1. PRODUK YANG DIHASILKAN DALAM JUMLAH
BESAR DENGAN BIAYA PER UNITNYA RENDAH
2. TUJUAN PRODUKSI UNTUK MENGUASAI
PASAR
3. PRODUK DIJUAL DIPASAR BEBAS
4. HAMPIR TIDAK ADA VARIASI PRODUK,
KARENA SEMUA PRODUK YANG DIBUAT SAMA
5. HARUS ADA PERSEDIAAN UNTUK MEMENUHI
PERMINTAAN PADA MASA TUNGGU
CONTOH PENENTUAN BIAYA PRODUKSI
DIKETAHUI BIAYA PRODUKSI UNTUK
MENGHASILKAN 100 UNIT BARANG YAITU :
•BIAYA BAHAN BAKU Rp.3.000.000,-
•BIAYA TENAGA KERJA Rp. 550.000,-
•BIAYA LAIN-LAIN (SEWA ALAT, GAJI
PIMPINAN, PERAWATAN MESIN, DSB)
Rp. 450.000,-
TOTAL BIAYA Rp.4.000.000,-
JIKA KEUNTUNGAN YANG DIHARAPKAN
20% DARI TOTAL BIAYA PRODUKSI,
BERAPA BIAYA PRODUKSI / UNIT & HARGA
SATUAN /UNITNYA
1. HEMAT BIAYA PRODUKSI, KARENA
BARANG DIBUAT DALAM JUMLAH YANG
BESAR
2. EFISIENSI WAKTU, KARENA PRODUKSI
MASSAL BIASANYA DILAKUKAN OLEH
MESIN SECARA CEPAT
3. TINGKAT KEAKURATAN TINGGI DAN
KECILNYA RESIKO KESALAHAN
4. TINGKAT PRODUKSI CEPAT
1. KEGIATAN PRODUKSI SANGAT KAKU
2. KURANG BERAGAMNYA VARIASI PRODUK
3. BIAYA YANG DIKELUARKAN UNTUK
MEMBELI MESIN-MESIN PRODUKSI
SANGAT MAHAL, JUGA BIAYA
PERAWATANNYA
4. TIDAK ADANYA JAMINAN
PERENCANAAN PRODUKSI
MERUPAKAN PERENCANAAN
MENGENAI PRODUK APA DAN
BERAPA YANG AKAN DIPRODUKSI
OLEH PERUSAHAAN YANG
BERSANGKUTAN DALAM SATU
PERIODE YANG AKAN DATANG
1. MEMINIMALKAN BIAYA DAN
MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN
2. MEMAKSIMALKAN KEPUASAN
PELANGGAN TERHADAP PRODUK
3. MEMINIMALKAN ADANYA PERUBAHAN
NILAI PRODUKSI
4. MEMINIMALKAN PERUBAHAN TENAGA
KERJA
5. MEMAKSIMALKAN PERLENGKAPAN DAN
INVENTARIS PABRIK
1. MENJAMIN RENCANA PRODUKSI BARANG
MAUPUN PENJUALAN BARANG
2. MENGUKUR KAPASITAS PRODUKSI YANG
KONSISTEN TERHADAP RENCANA
PRODUKSI
3. ALAT UNTUK MEMONITOR HASIL
PRODUKSI
4. MEMINIMALKAN PERUBAHAN TENAGA
KERJA
5. MEMAKSIMALKAN PERLENGKAPAN DAN
INVENTARIS PABRIK
1. FAKTOR INTERNAL
* Kapasitas mesin dan peralatan
* Produktivitas tenaga kerja
* Kemampuan pengadaan dan penyediaan
2. FAKTOR EKSTERNAL
* Kebijakan pemerintah
* Inflasi
* Bencana Alam
1. PENETAPAN WAKTU
2. PENETAPAN KUANTITAS PRODUK
3. MENGHITUNG KEPERLUAN BIAYA
4. PENETAPAN JUMLAH TENAGA KERJA
5. PENETAPAN PERALATAN
6. PENETAPAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU
1. ROUTING
2. SCHEDULLING
3. DISPATCHING
4. FOLLOW UP