Anda di halaman 1dari 26

Konsep SNI Gempa 2010

Tim Struktur SNI XXX-2010


Elemen Kunci untuk Perencanaan
Struktur Tahan Gempa

Kuat Lateral Perlu


RSNI 03-1726-10:
Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk
Struktur Bangunan Gedung
RSNI ini mengacu pada ASCE 7-2010

Detailing untuk Daktilitas


Perlu penyesuaian SNI 03-2847-02 Pasal 23  dapat
mengacu pada ACI 318-08 Ch 21 (str beton)
Perlu penyesuaian SNI 03-1729-00 Pasal 15  dapat
mengacu pada AISC Seismic Provision (str baja)
RUANG LINGKUP STRUKTUR
7. Perencanaan Umum Struktur Bangunan Gedung (ASCE 7-10
Ch 12)
8. Kriteria Desain Struktur yang Disederhanakan untuk Dinding
Penumpu atau Sistem Rangka Bangunan Sederhana (ASCE 7-10
Ch 12.14)
9. Persyaratan Desain Gempa pada Unsur Nonstruktural (ASCE 7-
10 Ch 13)
10. Persyaratan Perancangan dan Pendetailan Bahan (ASCE 7-10 Ch
14) – (?)
11. Pengaruh Gempa Pada Struktur Bangunan Non Gedung (ASCE
7-10 Ch 15)
12. Prosedur Respons Riwayat Waktu Gempa (ASCE 7-10 Ch 16)
13. Struktur dengan Isolasi Dasar (ASCE 7-10 Ch 17)
14. Interaksi Tanah-Struktur untuk Desain Bangunan Tahan Gempa
(ASCE 7-10 Ch 17)
Peta untuk SS ; T=0,2 detik
Peta untuk S1; T=1,0 detik
Tabel 5.3-1 Klasifikasi Situs
Kelas Situs vs (m/detik) N atau N ch su (kPa)

A. Batuan Keras > 1500 N/A N/A

B. Batuan 750 sampai 1500 N/A N/A

C. Tanah Keras, Sangat Padat dan


350 sampai 750 >50 > 100
Batuan Lunak

D. Tanah Sedang 175 sampai 350 15 sampai 50 50 sampai 100

E. Tanah Lunak < 175 <15 < 50


Atau setiap profil tanah yang mengandung lebih dari 3 m tanah dengan
karateristik sebagai berikut :
1. Indeks plastisitas, PI > 20,
2. Kadar air, w > 40 %, dan
3. Kuat geser niralir s  25kPa
u

F. Tanah Khusus, yang Setiap profil lapisan tanah yang memiliki salah satu atau lebih dari
membutuhkan analisis respons karakteristik berikut:
situs yang mengikuti Pasal 15.1 - Rawan dan berpotensi gagal atau runtuh akibat beban gempa seperti
(Section 21.1) mudah likuifaksi, lempung sangat sensitif, tanah tersementasi
lemah,
- Lempung sangat organik dan/atau gambut (ketebalan H > 3 m),
- Lempung berplastisitas sangat tinggi (ketebalan H > 7,5 m dengan
Indeks Plasitisitas, PI > 75),
- Lapisan lempung lunak/medium kaku dengan ketebalan H > 35 m
Keterangan: N/A = tidak dapat dipakai dengan su < 50 kPa.
Koefisien Lokasi, Fa
Kelas Parameter respon spektra percepatan Gempa Tertimbang Maksimum
Lokasi untuk perioda pendek, Ss
Ss  0.25 Ss = 0.5 Ss = 0.75 Ss = 1 Ss ≥ 1.25
A 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8
B 1 1 1 1 1
C 1.2 1.2 1.1 1 1
D 1.6 1.4 1.2 1.1 1
E 2.5 1.7 1.2 0.9 0.9
F Pasal 11.4.7
(ASCE 7-10)

Catatan : Gunakan interpolasi linier untuk menentukan nilai antara Ss


Koefisien Lokasi, Fv
Kelas Parameter respon spektra percepatan Gempa Tertimbang Maksimum
Lokasi untuk perioda 1,0 detik, S1
S1  0.1 S1 = 0.2 S1 = 0.3 S1 = 0.4 S1 ≥ 0.5
A 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8
B 1 1 1 1 1
C 1.7 1.6 1.5 1.4 1.3
D 2.4 2 1.8 1.6 1.5
E 3.5 3.2 2.8 2.4 2.4
F Pasal 11.4.7
(ASCE-07-10)
Catatan : Gunakan interpolasi linier untuk menentukan nilai antara S 1
Penentuan SDS, SD1 dan Kategori Desain Gempa (KDG)

Tentukan Kategori Resiko

Tentukan SS dan S1
SS = parameter respon spektra percepatan pada perioda pendek
S1 = parameter respon spektra percepatan pada perioda 1-detik
Ss dan S1 diperoleh dari peta gempa

Tentukan Kelas Lokasi


Kelas lokasi tergantung pada kondisi tanah – yang diklasifikasikan sesuai kecepatan
rambat gelombang geser, SPT, atau kuat geser niralir

Tentukan SMS dan SM1


Parameter respon spektra percepatan untuk gempa tertimbang maksimum, yang telah
disesuaikan dengan kelas lokasi;
SMS = Fa Ss SM1 = Fv S1
Fa dan Fv bergantung pada kelas lokasi dan pada nilai Ss dan S1

Tentukan SDS dan SD1


Parameter respon spektra percepatan desain
SDS = 2/3 x SMS SD1 = 2/3 x SM1
RESPONSE SPEKTRA DESAIN

(g)

Sumber: ASCE 7-10


Kategori Desain Gempa (KDG)
Pengklasifikasian ini dikenakan pada struktur
berdasarkan Kategori Resiko Bangunan (KRB)
dan tingkat kekuatan gerakan tanah akibat gempa
yang diantisipasi di lokasi struktur bagunan

KDG: A
Resiko gempa meningkat
B
dan
C
Persyaratan desain dan
D detailing gempa meningkat
E
F
Kategori Resiko Bangunan (KRB)

Faktor Keutamaan,
Kategori Resiko Deskripsi
I

Fasilitas penting
(Rumah sakit, kantor polisi dan pemadam
IV kebakaran, emergency shelters, dll) 1.5
Bangunan yang mengandung bahan
yang sangat beracun
Bangunan yang memiliki resiko tinggi
terhadap jiwa manusia pada saat terjadi
III kegagalan (gedung dengan > 300 org, 1.25
fasilitas day care dengan kapasitas >150
org, sekolah dengan kapasitas >250, dll)

Bangunan lain yang tidak masuk dalam


II KRB I, III, atau IV
1.0

Gedung dan struktur lainnya yang


memiliki resiko rendah terhadap jiwa
I manusia pada saat terjadi kegagalan
1.0
(fasilitas pertanian, gudang, sementara)
Penentuan Kategori Desain Gempa
Kategori Desain Gempa dievaluasi berdasarkan Tabel 4.5-
3 dan 4.5-4 berikut. Kategori Desain Gempa yang diambil
adalah yang paling berat dari kedua tabel tersebut.

Kategori Resiko Bangunan


Nilai
SDS I atau II III IV

SDS< 0.167g A A A
0.167g ≤ SDS < 0.33g B B C
0.33g ≤ SDS < 0.50g C C D
0.50g ≤ SDS Da Da Da
Kategori Resiko Bangunan
Nilai
SD1 I atau II III IV

SD1< 0.067g A A A
0.067g ≤ SD1 < 0.133g B B C
0.133g ≤ SD1 < 0.20g C C D
0.20g ≤ SD1 Da Da Da

a
Untuk lokasi dengan S1 ≥ 0.75g: KDG = E untuk KRB I, II, atau III
KDG = F untuk KRB IV
KDG Versus Resiko Kegempaan

Code Tingkat Resiko Kegempaan

Rendah Menengah Tinggi

RSNI 1726-10 KDG KDG KDG


A,B C D, E, F

SRPMB/M/K SRPMM/K SRPMK


SDSB/K SDSB/K SDSK

SRPM = SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN


SDS = SISTEM DINDING STRUKTUR
B; M; K = BIASA; MENENGAH; KHUSUS
Sistem Struktur
A. Sistem dinding penumpu
B. Sistem rangka bangunan gedung
C. Sistem rangka penahan momen
D. Sistem ganda dengan SRPMK
E. Sistem ganda dengan SRPMM
F. Sistem interaksi SDSB dan SRPMB
G. Sistem kolom kantilever
H. Sistem struktur baja yang tidak didetail
khusus untuk menahan gempa

Parameter sistem:
Koefisien modifikasi respon = R
Parameter kuat lebih sistem = Ωo
Faktor perbesaran defleksi = Cd
Batasan tinggi  berdasarkan KDG
Nilai R, Ωo dan Cd
Nilai R, Ωo dan Cd
Nilai R, Ωo dan Cd
Nilai R, Ωo dan Cd
Nilai R, Ωo dan Cd
Nilai R, Ωo dan Cd
R

Ω0
Cd
Sistem Struktur dan Batasan
Nilai Parameter Pasal dimana Persyaratan Ketinggian (ft) a,e
Tipe Struktur Non Gedung R Ωo Cd
Pendetailan Ditetapkan A& C D E F
Gempa untuk B
Rak penyimpanan (struktur baja) 8.5.3 4 2 3.5 NL NL NL NL NL
Struktur Non
Sistem rangka gedung:
Gedung Serupa Rangka bresing konsentris baja
khusus
AISC 341 6 2 5 NL NL 160 160 100

Rangka bresing konsentris baja AISC 341 3¼ 2 3¼ NL NL 35b 35b NPb


Gedung biasa
Dengan tambahan ketinggian AISC 341 2½ 2 2½ NL NL 160 160 100
yang diijinkan
Tanpa batasan ketinggian AISC 360 1.5 1 1.5 NL NL NL NL NL

Sistem rangka penahan momen:


Rangka momen baja khusus AISC 341 8 3 5.5 NL NL NL NL NL

Rangka momen beton bertulang 14.2.2.6 & ACI 318, termasuk pasal 8 3 5.5 NL NL NL NL NL
khusus 21
Rangka momen baja menengah AISC 341 4.5 3 4 NL NL 35c,d NPc,d NPc,d

Dengan tambahan ketinggian AISC 341 2.5 2 2.5 NL NL 160 160 100
yang diijinkan
Tanpa batasan ketinggian AISC 341 1.5 1 1.5 NL NL NL NL NL

Rangka momen beton bertulang ACI 318, termasuk pasal 21 5 3 4.5 NL NL NP NP NP


menengah
Dengan tambahan ketinggian ACI 318, termasuk pasal 21 3 2 2.5 NL NL 50 50 50
yang diijinkan
Tanpa batasan ketinggian ACI 318, termasuk pasal 21 0.8 1 1 NL NL NL NL NL

Rangka momen baja biasa AISC 341 3.5 3 3 NL NL NPc,d NPc,d NPc,d

Dengan tambahan ketinggian AISC 341 2.5 2 2.5 NL NL 100 100 NPc,d
yang diijinkan
Tanpa batasan ketinggian AISC 360 1 1 1 NL NL NL NL NL
Rangka momen beton bertulang ACI 318, tidak termasuk pasal 21 3 3 2.5 NL NP NP NP NP
biasa
Dengan tambahan ketinggian ACI 318, tidak termasuk pasal 21 0.8 1 1 NL NL 50 50 50
yang diijinkan

Anda mungkin juga menyukai