Anda di halaman 1dari 52

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

(Abstraksi dibuat tgl 31 Maret 2006 : 52 slides)


UNTUK PERGURUAN TINGGI

Abstraksi ini dibuat oleh Prof. Sudjarwadi dari buku


Dikti dengan sedikit modifikasi dan ilustrasi serta
contoh aplikasi khusus dari Prof. Wahyudi T. Kimia
UGM
BAHAN DARI BUKU DIREKTORAT PEMBINAAN AKADEMIK DAN
KEMAHASISWAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2005

Abstraksi oleh Prof. Sudjarwadi dari buku Dikti, refleksi, dan input para kolega, 31 Maret 2006 1
Apa yang dimaksud dengan
kurikulum pendidikan tinggi?

a. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi


maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaiannya dan
penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi (SK Mendiknas No.
232/U/2000 Ps. 1 butir 6)
b. Kurikulum dipahami sebagai dokumen dan sebagai bahan
pembelajaran yang nyata dalam pendidikan tinggi dan menjadi dasar
penyelenggaraan program studi dengan cakupan :
1. Kurikulum Inti yang mencirikan kompetensi utama
2. Kurikulum Institusional yang merupakan bagian dari kurikulum
pendidikan tinggi, komplementer dengan Kurikulum Inti, disusun
dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta
ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan (SK Mendiknas No.
232/U/2000 Ps. 7)
2
Apakah saat ini Depdiknas atau Ditjen Dikti
mengeluarkan Kurnas yang dapat digunakan
sebagai standar kurikulum program studi PT di
Indonesia ?
Depdiknas khususnya Ditjen Dikti tidak mengeluarkan Kurnas atau
(Kurikulum Nasional), namun mengeluarkan pedoman umum dalam
penyusunan kurikulum bagi setiap program studi yang ada di PT di seluruh
Indonesia dalam bentuk SK Mendiknas No. 232/U/2000. Semangat dari
Kepmen tersebut adalah untuk memberikan keleluasaan dan kebebasan
berkreasi bagi setiap PT dalam mengembangkan kurikulumnya sesuai
dengan minat dan kemampuan penyelenggaraannya. Setiap program studi
dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi seluruh potensi dirinya agar
menjadi yang terbaik, melampaui suatu standar minimal.
Rambu-rambu kurikulum inti PT dikeluarkan dalam bentuk SK Mendiknas
045/U/2002. Dengan rambu-rambu tersebut setiap PT memiliki pola dan
patokan yang terukur serta dapat didiskusikan antar peer groups, sehingga
masing-masing PT dapat menonjolkan keunggulannya, namun tetap
disertai tanggungjawab khususnya pada stakeholder-nya.
3
Apakah tolok ukur yang digunakan dalam proses
pengembangan kurikulum saat ini ?

Tolok ukur dari pengembangan kurikulum saat ini adalah kualitas (mutu).
Merujuk pada visi pendidikan tinggi seperti yang ditulis pada HELTS
(Higher Education Long Term Strategy) maka kurikulum yang
dikembangkan harus mendukung : “ education that effectively links to
student needs, develops student intellectual capability to become
responsible citizens, and contributes to the nation’s competitiveness ”.
Secara teknis, pengembangan kurikulum saat ini memberikan paradigma
baru dalam penyusunan kurikulum berbasis kompetensi pada pendidikan
tinggi. Jadi kata kuncinya adalah kompetensi. Beberapa hal yang dapat
dikatakan sebagai kekhasan pada perancangan kurikulum ke depan adalah
mengenai pergeseran dari istilah kurikulum berdasar pada isi (content
based curriculum) menuju pada kurikulum berdasar pada kompetensi
(competence based curriculum) atau dikenal sebagai KBK.

4
Nampaknya memang ada perbedaan istilah pada sistem
kurikulum baru yang berdasar pada SK Mendiknas
No.232/U/2000 dan No. 045/U/2002 tersebut, perbedaan itu
apakah sekedar istilah saja atau ada alasan yang menjadi
dasar perubahan nama kelompok mata kuliah ?

Hal lain yang khas pada pengembangan KBK (Kurikulum Berbasis


Kompetensi) adalah pengistilahan pada kelompok matakuliah. Sebelumnya,
kita mengenal MKDU atau MKU (matakuliah umum), MKDK (matakuliah
dasar keahlian) dan MKK (matakuliah keahlian) pada sistem kurikulum
sebelum SK 232/U/2000. Pada saat ini, pengelompokan mata kuliah
mengikuti SK Mendiknas 232/U/2000 menjadi MPK (atmakuliah
pengembangan kepribadian, MKK (matakuliah keilmuan dan ketrampilan),
MKB (matakuliah berkarya) MPB (matakuliah perilaku berkarya), dan yang
terakhir MBB (matakuliah berkehidupan bersama). Pada SK Mendiknas No.
045/U/2002 pengelompokan seperti ini dipertegas bukan sebagai kelompok
matakuliah akan tetapi sebagai elemen-elemen kompetensi
(pasal 2 ayat 1 dan 2) yang isi dan metode pembelajaran dapat dikreasi
secara bebas oleh setiap PT disesuaikan dengan rambu-rambu yang
ditetapkan. Sekali lagi, bukan kelompok mata kuliah, tetapi elemen-elemen
kompetensi. 5
Terdapat alasan yang dapat dijadikan landasan perubahan. Kurikulum
baru melihat konteks pendidikan tinggi secara lebih luas, jika pada
kurikulum sebelumnya (sesuai SK Mendiknas 056/U/1994) domain variabel
masukan dari proses pendidikan adalah permasalahan internal perguruan
tinggi dan kondisi diseputarnya dengan target keluaran pada penguasaan
ilmu pengetahuan dan teknologi, namun pada model kurikulum yang baru
konteks yang dituju lebih kepada kebudayaan dan pengembangan
manusia secara komprehensif. ( Sebagai contoh: UGM memberi makna
spesifik pada KBK dan diuraikan ringkas di belakang)
Komponen yang menjadi pertimbangan juga lebih menyeluruh dan bersifat
mendunia, lebih universal. Dengan kurikulum yang baru tersebut
diharapkan perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang
berkebudayaan dan mampu berperan baik secara lokal, regional, dan juga
tidak canggung untuk berperan secara internasional. Rujukan yang
menjadi inspirasi dikembangkannya sistem kurikulum yang baru adalah
The Four Pillars of Education in the 21st century (UNESCO) yang akan
menginspirasi kurikulum dengan learn to know, learn to do, learn to be,
dan learn to live together. Dari empat pilar itu akhirnya, … dengan
modifikasi kontekstual Indonesia, ditemukan rambu-rambu yang paling
tepat untuk dijadikan inspirasi elemen-elemen kompetensi.
6
Gagasan dan cita-cita yang melandasi the four pillars sangat mulia,
sehingga diperlukan pemahaman yang benar. Telah sering terjadi
kekeliruan kajian KBK,  pengembangan kurikulum ke arah sistem
yang baru menjadi salah penanganan yang berupa: ‘ hanya
memindahkan nama mata kuliah pada kelompok matakuliah lama ke
kelompok matakuliah sistem baru’. Apabila hal salah tersebut
dilakukan (berarti keliru), maka kegiatan pengembangan kurikulum
baru itu menjadi kehilangan makna, bahkan menjadi sia-sia.

Perubahan yang dilakukan seharusnya ditekankan kepada prinsip-


prinsip yang mendasar, yaitu pada pemahaman ide secara holistik.
Dalam mengembangkan kurikulum yang baru ini, harus didasarkan
pemahaman bahwa kurikulum merupakan bagian terintegrasi dari
keseluruhan sistem pendidikan yang dikembangkan pada PT dan
sekaligus menjadi interface dengan masyarakat atau stakeholder-nya.
Bukan sekedar susunan nama matakuliah yang dikelompokkan
mengikuti pengelompokan baru atau nama-nama baru.
7
Bagaimanakah penjelasan tentang pengelompokan mata
kuliah berdasar SK Mendiknas 232/U/2000 Pasal 1 Ayat 7-11
tersebut?

Pengelompokan mata kuliah dalam Kepmendiknas tersebut


sesungguhnya sudah jelas. Hal penting yang perlu dipahami adalah
pengelompokan matakuliah ini bukan tujuan utama dari pergeseran
konsep kurikulum. Pada SK Mendiknas No.045/U/2002 apa yang
menjadi interpretasi dari pengelompokan matakuliah MPK, MKK, MKB,
MPB dan MBB telah disempurnakan sebagai elemen kompetensi
dengan rincian : (1) Landasan Kepribadian; (2) Penguasaan Ilmu dan
Ketrampilan, (3) Kemampuan berkarya, (4) Sikap dan Perilaku dalam
Berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan
yang dikuasai, (5) Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat
sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. Dengan memahami
elemen kompetensi dalam menyusun kurikulum secara tepat,
pengelompokan matakuliah diganti dengan peta kurikulum yang
sering disebut matrix kurikulum. Pada kurikulum berbasis kompetensi,
pertimbangan utamanya adalah menyusun dan mendiskripsikan
kompetensi pada program studi secara tepat dan benar.
8
Apa yang dimaksud dengan
kompetensi ?

Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh


tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk
dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-
tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK Mendiknas No.
045/U/2002, Ps. 21)

Pernyataan ini tentu belum jelas tanpa


refleksi dan penjabaran spesifik ke
orientasi program studi yang dibicarakan
9
Apa yang dimaksud dengan
Kurikulum berbasis kompetensi ?

Adalah kurikulum yang disusun berdasarkan atas elemen-


elemen kompetensi yang dapat menghantarkan peserta didik
untuk mencapai kompetensi utama, kompetensi pendukung,
dan kompetensi lain sebagai a method of inquiry yang
diharapkan. Yang dimaksud dengan method of inquiry
diantaranya adalah suatu metode pembelajaran yang
menumbuhkan hasrat besar untuk ingin tahu, meningkatkan
kemampuan untuk menggunakan atribut kompetensi guna
menentukan pilihan jalan berkehidupan di masyarakat,
meningkatkan cara belajar sepanjang hayat (learning to learn
dan learning throughout life)
10
Apa ciri-ciri rancangan
kurikulum berbasis kompetensi ?

1. Menyatakan secara jelas rincian kompetensi peserta didik


sebagai luaran proses pembelajaran
2. Materi ajar dan proses pembelajaran didesain dengan orientasi
pada pencapaian kompetensi dan berfokus pada minat peserta
didik
3. Lebih mensinergikan dan mengintegrasikan penguasaan ranah
koqnitif, psikomotorik dan afektif.
4. Proses penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada
kemampuan untuk berkreasi secara prosedural atas dasar
pemahaman penerapan, analisis, dan evaluasi yang benar pula
5. Disusun oleh penyelenggara pendidikan tinggi dan pihak-pihak
berkepentingan terhadap lulusan pendidikan tinggi (masyarakat
profesi dan pengguna lulusan)
11
Apa yang dimaksud dengan kompetensi utama,
kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya ?

Kompetensi Utama ialah kemampuan seseorang untuk


menampilkan kinerja yang memadai pada suatu kondisi pekerjaan
yang memuaskan
Kompetensi Pendukung ialah kemampuan seseorang yang
dapat mendukung kompetensi utama
Kompetensi Lain ialah kemampuan seseorang yang berbeda
dengan kompetensi utama dan pendukung, namun membantu
meningkatkan kualitas hidup  kompetensi komprehensif utuh
terpadu memerlukan perhatian yang mendalam juga pada bagian
ini.

12
Apa wujud pengakuan
kompetensi seseorang ?

Pengakuan kompetensi seseorang dinyatakan dalam bentuk


sertifikat kompetensi yang dapat diberikan oleh penyelenggara
pendidikan atau lembaga pelatihan kepada peserta didik dan
warga dan warga masyarakat untuk melakukan pekerjaan tertentu
setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan
pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi (UU No.
20/2003 tentang SISDIKNAS Ps. 61 ayat (3))

Perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan dan dinyatakan


berhak menyelenggarakan pendidikan profesi dan vokasi, melalui
kerjasama dengan ikatan profesi dapat memberikan sertifikat
kompetensi bagi peserta didik setelah lulus uji kompetensi.
13
Mengapa diperlukan kompetensi utama, pendukung
dan kompetensi lain dalam kurikulum perguruan
tinggi di Indonesia ?

a. Memberikan kemampuan adaptasi terhadap perubahan sangat


cepat dalam lapangan kerja dengan tingkat ketidak pastian
yang tinggi, sifat pekerjaan dan perkembangan masyarakat
yang semakin tidak dapat diperkirakan dengan ketelitian yang
cukup (dari terra forma ke terra incognita)
b. Untuk mengantisipasi pekerjaan dengan persyaratan
kompetensi yang sifatnya kompetitif dan tidak mengenal batas-
batas fisik wilayah, negara dan pemerintahan
c. Untuk memfasilitasi proses pendidikan sepanjang hayat, dalam
bentuk proses belajar menemukan a method of inquiry
seseorang

14
Apakah elemen kompetensi yang dimaksud
dalam Kepmendiknas No. 045/U/2002 itu?

a. Landasan kepribadian  ini penting untuk kompetensi


komprehensif utuh terpadu
b. Penguasaan ilmu dan ketrampilan
c. Kemampuan berkarya
d. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian
berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai
e. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai
dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

15
Apa hubungan antara tujuan pendidikan
dengan kompetensi ?

Dalam setiap Program Studi tentu telah terumuskan MISI dan


TUJUAN pendidikan yang salah satu jabarannya selalu merupakan
kualifikasi lulusan (kompetensi) yang akan dihasilkan. Rumusan
kompetensi lulusan tersebut merupakan rumusan “OUTCOMES”
yaitu suatu bentuk kemampuan yang nantinya akan ditunjukkan
atau dibuktikan di lapangan pekerjaan yang dipilihnya. Oleh sebab
itu, dalam rumusan kompetensi ini sebaiknya mengacu pada
harapan bidang kerja (profesi) yang mana saja yang mungkin
dapat diraih oleh lulusannya nanti.

16
KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP PT sekarang dan masa
depan  (dilihat dari sinyal pasar dan science vision)

SOCIETAL INDUSTRI- PROFESSI-


NEEDS AL NEEDS NAL NEEDS

KURIKULUM

VISI MISI PS FASILITAS

RENSTRA

Catatan sdw: dari tayangan pak Mursid 17


Siapa yang berwenang menyusun kompetensi
lulusan dan bagaimana prinsip penyusunan
kompetensi ?

a. Pada prinsipnya kompetensi disusun oleh program studi bersama


pihak-pihak berkepentingan terhadap lulusan (hasil didik), … dan
kompetensi berorientasi pada kebutuhan atau tuntutan kemampuan
berkarya, di masyarakat. Masyarakat adalah masyarakat terinstitusi
mencakup masyarakat profesi, masyarakat industri/bisnis maupun
masyarakat luas
b. Prinsip penyusunan kompetensi juga pandangan ilmu pengetahuan
ke depan (science vision): (i) mengantisipasi bidang kerja/kehidupan
yang kemungkinan berubah pada 4-5 tahun ke depan, (ii) mengacu
pada standar kompetensi dari pihak-pihak berkepentingan, (iii)
memungkinkan lulusan untuk mengembangkan diri dengan
kemampuan generiknya (memiliki generic skills), selain kemampuan
di bidang studinya. Selain itu juga berorientasi kepada visi sangat
jauh ke depan untuk kepentingan masyarakat luas dan bangsa.
18
Mengapa perumusan kompetensi menjadi
isu penting dalam dunia pendidikan ?

Perumusan kompetensi menjadi isu penting dalam dunia


pendidikan dalam rangka memberikan keleluasaan untuk memilih
dan mengembangkan dirinya yaitu dengan kompetensi utama
yang dilengkapi dengan kompetensi pendukung dan kompetensi
lainnya. Kata kunci memilih, ‘choice’ adalah sangat penting.
Choice yang tepat atas desain kompetensi adalah fondasi sukses
masa depan, baik sukses pribadi peserta didik maupun
masyarakat, dan akumulasinya di Indonesia adalah sukses bangsa.

19
Bagaimana langkah-langkah dalam menyusun
kurikulum berbasis kompetensi ?

Cara menyusun kurikulum berbasis kompetensi banyak sekali


alternatifnya. Yang utama adalah melibatkan pihak-pihak
berkepentingan dan yang tidak boleh dilupakan adalah para dosen
dan staf yang akan menjadi pelaku implementasinya.

Proses co-creation bersama para dosen amatlah penting oleh karena


dalam proses tersebut terjadi pembelajaran dan rasa memiliki. Rasa
memiliki akan memperlancar implementasi seperti yang kita yakini
bahwa setiap individu suka mengerjakan program baru yang ia ikut
terlibat menciptakannya.

Salah satu contoh urutan penalaran yang dibuat di suatu jurusan di


suatu perguruan tinggi (contoh tidak untuk copy-paste,
namun untuk acuan) disampaikan pada beberapa slide setelah slide
ini (dibuat oleh Prof. Wahyudi T. Kimia UGM)
20
Kerangka Sistem Pembelajaran
Visi

Misi

Tujuan (Kompetensi)

Struktur Kurikulum

Silabus
RPKPS =
Rencana RPKPS
Program dan
Kegiatan Pelaksanaan Pembelajaran
Pembelajaran
Semester Evaluasi Pembelajaran 21
Visi : (masa depan →
persiapan)

1. Wawasan Nasional
2. Kualitas Internasional
1. Dinamika Global
3. Flexibilitas
2. Luasnya Krida Teknik Kimia
4. Kepribadian Baik
3. Kompetisi Global
5. Life-long Learning
4. Indonesia Kaya SDA
6. Kepekaan Kebutuhan Masyarakat
7. Pemanfaatan Berkelanjutan SDA
22
Visi (Versi Panjang)
Menyadari perkembangan dunia yang sangat cepat dan luasnya ruang
lingkup aplikasi teknik kimia, lulusan teknik kimia UGM perlu mempunyai
kemampuan fleksibilitas untuk pengembangan kemampuan profesionalnya.
Selain itu, karena era globalisasi menuntut kemampuan kompetisi bangsa
Indonesia, perlu pula lulusan mempunyai kualitas internasional dan
sekaligus wawasan nasional. Disadari pula bahwa kekayaan sumber daya
alam Indonesia cukup besar, namun pemanfaatannya belum optimal,
sehingga lulusan perlu berperan serta pada pengolahan sumber daya alam
Indonesia menjadi produk bernilai ekonomis tinggi secara berkelanjutan.
Untuk menunjang itu semua, perlu pula lulusan mempunyai kepekaan
terhadap kebutuhan masyarakat, mampu melakukan pengembangan diri
secara berkelanjutan, dan yang sangat esensial pula mempunyai nilai-nilai,
sikap mental, dan etika yang baik.

Visi (Versi Pendek)


Menghasilkan lulusan yang bermoral baik, berwawasan nasional,
berkualitas internasional, dan mempunyai fleksibilitas dalam
pengembangan diri. 23
Visi → Misi :
1. Penalaran
1. Wawasan Nasional 2. Student Centered Learning
2. Kualitas Internasional 3. Permasalahan Riil
3. Flexibilitas 4. Atmosfer Akademik:
4. Kepribadian Baik * Pengembangan Kepribadian
5. Life-long Learning * Entrepreneurship
6. Kepekaan Kebutuhan Masyarakat 5. Kemauan dan Keahlian
7. Pemanfaatan Berkelanjutan SDA Pemanfaatan SDA
Berkelanjutan
24
Misi

Jurusan Teknik Kimia, FT-UGM mendidik mahasiswa agar


mempunyai penalaran yang baik dengan sistem pembelajaran
berorientasi student learning dan berbasis permasalahan riil di
masyarakat dan dunia industri dimana atmosfer akademis
diarahkan untuk mendorong pengembangan kepribadian dan
wawasan entrepreneurship. Selain itu, lulusan disiapkan pula untuk
memiliki kemauan dan keahlian untuk memanfaatkan potensi
sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan.

25
Tujuan (Kompetensi)
Lulusan Teknik Kimia, FT-UGM, memiliki:
1. Penguasaan konsep-konsep fundamental Teknik Kimia.
2. Kemampuan inovatif dalam pemanfaatan sumber daya alam
untuk kesejahteraan manusia.
3. Penguasaan Teknik Produk dan Perancangan Proses dengan
menjunjung tinggi keselamatan masyarakat.
4. Pemahaman perilaku dan sifat-sifat bahan berdasarkan
pengetahuan struktur makro dan mikro serta komposisi bahan.
5. Pemahaman prinsip-prinsip peralatan industri kimia.
6. Penguasaan cara-cara perhitungan sebagai basis pengambilan
keputusan teknik.
7. Penguasaan teknik evaluasi ekonomi sebagai dasar analisis
kelayakan suatu proyek.
8. Kemampuan merancang dan melaksanakan eksperimen, serta
mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data.
26
Tujuan (Kompetensi)
(Lanjutan)
9. Kesadaran dan kepedulian atas perlindungan dan pelestarian
lingkungan.
10. Penghayatan nilai-nilai, perilaku, dan etika ahli teknik kimia
profesional.
11. Dasar-dasar yang cukup bagi pengembangan diri yang
berkelanjutan.
12. Kemampuan berkomunikasi dan kerja tim yang baik.
13. Kemampuan antisipasi dan adaptasi terhadap berbagai
perkembangan.
14. Kemampuan inovatif, kreatif, dan kompetitif.
15. Kemauan dan kemampuan yang cukup untuk mengikuti isu-isu
kontemporer.

27
Bagaimana cara merumuskan
science vision?

Setelah contoh dari Prof. Wahyudi di atas, kita akan merenungkan


amanah science vision. Merumuskan pemahaman masa depan
melalui science vision dapat dilakukan melalui diskusi
pakar/pengajar dalam sebuah forum komunikasi baik formal
maupun informal yang berulang-ulang sampai disepakati prediksi
kompetensi lulusan di masa yang akan datang. Pertimbangan
kemajuan ilmu dan teknologi 10-20 tahun ke depan mendominasi
pemikiran ini. Acapkali pemikiran pakar dituangkan dalam tulisan
tentang science vision dan mendorong keberanian penetapan
kurikulum untuk menjadi trend setter perkembangan IPTEKS di
masa yang akan datang. Bagi PT Indonesia sebaiknya science
vision itu berorientasi pada pengelolaan pemanfaatan secara bijak
atas SDA ( Sumber Daya Alam) yang kita miliki bersama.

28
Kita lihat SDA
Nilai-nilai (values), karakter dan
Indonesia
penguasaan IPTEKS, leadership
INSANI

Kebudayaannya

BUATAN (Hardware,
SUMBERDAYA Software) Flora

Hayati

FISIK
Fauna

ALAM
Tanah, Air
Apa sebaiknya dilakukan Energi Matahari,
berdasar keseimbangan Non-Hayati Angin
Science Vision
dan Market Signal ?? Mineral dan benda-
benda lain
29
Bagaimana cara mendapatkan
informasi untuk merumuskan
market signal ?

Market signal diperoleh dengan cara jajak pendapat (tracer study)


menggunakan alat bantu kuesioner yang teruji dan diedarkan
kepada pengguna lulusan (users) dan alumni serta asosiasi
profesi. Biasanya tracer study ini dapat juga digunakan untuk
melihat tingkat relevansi antara kurikulum dengan dunia kerja (job
description dan job analysis)

30
Bagaimana mempertemukan antara science
vision dengan market signal dalam merumuskan
kompetensi ?
Hasil pemikiran faktual dari para pakar terhadap market signal diformulasikan
untuk dapat mengetahui forward outlook dari kompetensi kebutuhan
pengembangan bidang kehidupan.
Forward outlook kompetensi pekerjaan ini kemudian dikonfirmasi dengan
informasi terdokumentasi, untuk selanjutnya dicarikan arah pengembangan
IPTEKS ke depan dalam bentuk tataran state of the art IPTEK yang
bersangkutan, dan outlook kompetensi. Setelah dikonfirmasikan dengan para
pengguna dan alumni serta asosiasi profesi, maka tersusunlah formulasi
kompetensi untuk suatu pekerjaan tertentu. Status kompetensi yang akan
dituju dengan rancangan KBK (kompetensi utama, kompetensi pendukung,
atau kompetensi lainnya) ditentukan oleh penyelenggara PS (Program Studi)
yang bersangkutan. Contoh : Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan
profesi dengan sertifikat pengakuan kompetensi untuk berkarya di bidangnya
atau lingkungan kedinasan yang bersangkutan (UU No. 20/2003 tentang
SISDIKNAS Ps. 29).

31
Apa kelemahannya kalau perumusan
kompetensi dalam KBK hanya
mempertimbangkan market signal saja ?

Jika perumusan kompetensi dalam KBK hanya


mempertimbangkan market signal yang bersifat
antisipatif, maka lulusannya selalu akan out of date.
Disamping itu, ketergantungan kepada pasar menjadi
tinggi, padahal pasar selalu berubah sesuai dengan
kemajuan isu-isu, yang berkembang dan sangat
dipengaruhi oleh kemajuan ilmu dan teknologi yang
dikembangkan di tingkat global.

32
Apa kelemahannya kalau perumusan
kompetensi hanya mempertimbangkan
science vision saja ?

Masih ada kelemahannya yaitu perumusan kompetensi


tersebut kurang sempurna karena kurang "compatible"
dengan kebutuhan nyata dalam kehidupan sehari-hari .

33
Bagaimana proses perencanaan
pembelajaran pada KBK ?

Proses perencanaan pembelajaran dilakukan dengan


menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang
berorientasi pada mahasiswa untuk mencapai kompetensi
yang diharapkan (lihat buku Tanya Jawab Seputar Unit
Pengembangan Materi dan Proses Pembelajaran di
Perguruan Tinggi, didalamnya ada uraian tentang SCL
atau Student Centered Learning)

34
Apa syarat lulusan dikatakan kompeten ? (Ini
dapat dijawab melalui pemahaman terhadap
elemenelemen kompetensi).

a. mempunyai kemampuan berlandaskan pada


pengembangan kepribadian;
b. berkemampuan menguasai IPTEKS dan/atau kesenian
dan ketrampilan (know how & know why);
c. berkemampuan berkarya (know to do);
d. berkemampuan menyikapi dan berperilaku dalam
berkarya sehingga dapat mandiri, menilai dan mengambil
keputusan secara bertanggung jawab ( to be);
e. berkemampuan untuk hidup bermasyarakat dengan
bekerjasama, saling harga menghargai nilai-nilai
pluralisme dan kedamaian (to live together).
35
Kemampuan apa yang diharapkan dimiliki oleh PT
untuk dapat menerapkan KBK agar lulusannya
kompeten ?
Kemampuan yang harus dimiliki oleh PT dalam menerapkan KBK
adalah mampu membentuk dan memberdayakan unit pengembangan
pembelajaran berupa kelompok kerja yang kompeten atau
sekumpulan orang yang memiliki ide, motivator dan motor penggerak
yang didukung oleh : (i) kemampuan berkomunikasi secara oral
dan/atau tertulis, (ii) kemampuan menggunakan logikanya, (iii)
kemampuan mengakses data sebagi fakta dan menganalisis suatu
problema yang ditemukan, (iv) kemampuan bekerjasama dalam tim,
(v) kemampuan bekerja secara mandiri, dan (vi) kemampuan dalam
penyusunan kurikulum berdasar elemen-elemen kopmpetensi yang
benar serta kemampuan pengembangan pembelajaran. Semua itu
akhirnya akan mempunyai konsekuensi manajemen
pembelajaran yang menyangkut faktor-faktor organisasi
(networking, pengelolaan) dan konsekuensi sarana prasarana
dan finansial. 36
Untuk melaksanakan KBK, kemampuan apa yang
harus dimiliki oleh dosennya ?
a. kemampuan untuk memotivasi diri dan mahasiswa;
b. kemampuan menguasai subyek kajian untuk berperan sebagai
dinamisator dan fasilitator pembelajaran dalam subyek kajian
mata kuliah yang diampu;
c. memiliki minat dan kemampuan dalam merekonstruksi basis
pengetahuan dan metoda pembelajarn dan mata kuliah yang
menjadi tanggungjawabnya, merujuk pada kompetensi yang
menjadi tujuan mata kuliah tersebut
d. kemampuan menguasai kurikulum dimana dosen harus mengerti
dan dapat mengartikulasikan kedudukan dan keterkaitan mata
kuliahnya dengan kurikulum program studi dan profesi yang
dituju
e. mempunyai kemampuan pedagogi dimana dosen harus mampu
melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dalam subyek
kajiannya. 37
Apa yang harus dimiliki dosen agar berhasil
menjalankan KBK ?

a. naluri untuk memotivasi mahasiswa ke arah kemajuan


melalui perilaku dan sikap ketauladanan dosen;
b. minat, yaitu sikap yang mengarahkan kecenderungan
dan perhatian pada suatu keadaan;
c. niat, yaitu sikap untuk mengerahkan potensi dan
kehendak untuk bertindak dan berupaya;
d. kiat, yaitu kemampuan untuk menggunakan perilaku
(pengetahuan, ketrampilan dan sikap) dalam tindakan
untuk mencapai tujuan

f ( na, mi, ni, ki )


38
Kemampuan apa yang harus digali dari peserta didik
agar menjadi lulusan yang berkualitas ?

a. Minat ternalar terhadap profesi yang dituju


b. Kemampuan untuk belajar mandiri
c. Kemampuan pengembangan kreativitas dan kritis
d. Kemampuan yang terbuka untuk penanganan masalah
e. Kemampuan belajar dalam teamwork

Kelak, mereka akan menjadi lulusan


dengan kualitas kompetensi tinggi
 nation’s competitiveness

39
Subyek kajian apa yang harus diberikan agar para
lulusan berkualitas ?

a. kemampuan subyek kajian yang dilandasi oleh taksonomi


pengetahuan dan proses penguasaannya serta
keterkaitan subyek kajian;
b. kemampuan metodologi yang dilandasi oleh kemampuan
menganalisis perilaku kerja;
c. kemampuan berkehidupan bermasyarakat yang dilandasi
oleh harapan/ekspektasi masyarakat mengenai pengaruh
dan perkembangan IPTEKS terhadap hari depan
d. Kemampuan berkomunikasi
e. Kemampuan menguasai teknologi informasi

40
Agar lulusan berkualitas, bagaimana
proses pembelajaran dilakukan ?

Proses pembelajaran harus merupakan upaya bersama


antara dosen dan mahasiswa untuk berbagi (sharing),
berdialog dan mengolah informasi dengan tujuan agar
pengetahuan yang terbentuk ‘ter-internalisasi' dalam diri
peserta didik dan menjadi landasan untuk menciptakan
kemampuan belajar secara mandiri dan berkelanjutan

41
Keterlibatan apa dari peserta didik yang diharapkan
agar proses pembelajaran menjadi efektif ?

a. keterlibatan aspek Psikomotorik dan "hand on" yang


dapat terdiri dari kegiatan praktikum, kerja praktek,
magang dan kegiatan 'experimental';
b. keterlibatan aspek Kognitif yang terdiri dari kegiatan
penalaran dan penguasaan intelektualitas secara
komprehensif;
c. keterlibatan aspek Afektif yang terdiri dari tergalinya
kepekaan terhadap lingkungan, kematangan emosional,
sehingga akan menjadi lulusan yang kreatif dan kritis,
mempunyai kemampuan sebagai pengkreasi

42
Bagaimana proses pembelajaran seharusnya
dilakukan ?

a. proses berbagi dan mengolah informasi, hal ini dapat


dilakukan melalui kuliah, diskusi, seminar, studi kasus,
tugas praktikum, tugas penelitian;
b. proses internalisasi yang dilakukan melalui latihan,
responsi, tugas pekerjaan rumah, tutorial, diskusi
sejawat dan kerja kelompok;
c. proses mekanisme balikan (feedback mechanism) yang
dapat dilakukan melalui pembahasan hasil internalisasi,
catatan evaluasi pada lembar hasil tugas, pengumuman
dan komentar pada hasil kerja mahasiswa;
d. proses evaluasi yang dapat dilakukan melalui : (i)
evaluasi test, (ii) evaluasi proses yang dapat terdiri dari
assessment sejawat dan survai pendapat mehasiswa
43
Bagaimana melakukan evaluasi proses
pembelajaran secara keseluruhan ?

Evaluasi pembelajaran diantaranya terdiri dari dua macam


yaitu Evalusi Hasil dan Evaluasi Proses. Evaluasi Hasil
terdiri dari assessment berdasarkan test, atau catatan-
catatan tentang prestasi (achievement) tanpa test dan
jiga dapat dengan evaluasi diri; sedangkan Evaluasi
Proses dapat terdiri dari assessment oleh Sejawat dan
survai pendapat mahasiswa.

44
Pelaksanaan Kuliah dalam sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi ( pelaksanaan
KBK ) adalah suatu langkah perbaikan yang tidak dapat sekaligus, namun iteratif
terus menerus, selalu direncanakan perbaikan di akhir tahun ajaran berdasar
pengalaman pelaksanaan pada tahun berjalan.

rencana

h.esok lbb
d.hari ini r.rinci

Rencana kuliah
selalu ada perbaikan
tiap tahun, Pengemb
evaluasi seberapapun; besar materi
m.k lebih baik, kecil juga
dihargai

metode
pemberian penyampaian
nilai

45
Apa yang dimaksud dengan infrastruktur dan
sumberdaya manusia yang diperlukan dalam proses
pembelajaran ?

Infrastruktur yang diperlukan dalam proses pembelajaran


diantaranya adalah : organisasi pengelolaan PT yang sehat
dengan memperhatikan proses yang efisien dan produktif tanpa
meninggalkan mutu yang harus dicapai, Pendanaan yang
memadai, fasilitas pendukung (lab, perpustakaan, kampus)
yang memenuhi persyaratan bagi sebuah lembaga pendidikan
tinggi yaitu diantaranya dapat memberikan atmosfer akademis
yang kondusif terhadap pengembangan karakter peserta didik,
kurikulum yang dapat memenuhi harapan masyarakat
'relevance' diikuti dengan perubahan yang dinamis, manajemen
internal yang memperhatikan penjaminan kualitas dari mulai
tingkat individu sampai tingkat lembaga yang
berkesinambungan 'sustainable'.
46
Sumberdaya manusia baik akademis maupun non akademis
dengan memperhatikan peran, tugas dan fungsinya yaitu selain
pengajar juga pendidik. Sebagai pendidik, contoh di UGM
kompetensi itu dimaknai sebagai kompetensi komprehensif utuh
terpadu  meliputi nilai-nilai (values), sikap mental dan etika,
keterampilan dan ilmu pengetahuan untuk landasan tumbuhnya
berbagai kemampuan (ability). Sebagai pendidik dikehendaki
menginternalisasi makna kompetensi komprehensif utuh terpadu ini
(di UGM telah mulai, …. Namun juga masih dalam taraf
pembelajaran  lifelong learner)
Pendidik harus menjadi ahli pada bidang yang diampu dan selalu
berusaha meningkatkan dan memperbaharui kemampuan diri dalam
penguasaan bidang ilmu yang ditekuninya, menguasai kemampuan
meningkatkan daya nalar peserta didik dan merangsang proses
internalisasi dari ilmu yang diberikan kepada peserta didik, serta
dapat menjadi contoh dan teladan yang patut ditiru peserta
didiknya. ( Waah, … memang tidak mudah menjadi pendidik !)
namun bisa dilatih terus,  lifelong learner. 47
MEMBANGUN KOMPETENSI KOMPREHENSIF UTUH TERPADU MELALUI PROSES KNOWLEDGE
CREATION ( LPSK DITENGAH MEJA: LINGKARAN PEREKAT SINERGI KOMPETENSI)

Produktif, berbasis kompetensi


Belajar sepanjang hayat, selalu meningkat

N: Nilai-nilai
S: Sikap mental dan etika
N S
K: Ketrampilan
I: Ilmu Pengetahuan I K
N S
SEKI2
I K
KEKO - SEKI2 N S
SEKI2
KEKO:
Kecerdasan I K
Kolekttif N S Internalisasi
SEKI2 Eksternalisasi
I K
N S
SEKI2
SEKI2
I K Sosialisasi Implementasi

SEKI2 Kombinasi
Prof. Sudjarwadi WRS-Akademik UGM, 31 Maret 2006
48
Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan
bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia
seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,
memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan
jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri
serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan
kebangsaan.
Hal tersebut di atas dapat dilakukan dengan selalu
meningkatkan dan memperbaharui kemampuan
sumberdaya manusia dan kurikulumnya, untuk
mengevaluasi hasil proses pembelajaran diantaranya
dengan dilakukan 'tracer study' bagi para lulusan
(product) untuk memantau relevansi dan ekspektasi yang
diinginkan.

49
Bagaimana agar KBK dapat tetap
diterapkan ?

KBK dapat tetap diterapkan dengan syarat dosen secara


kreatif dapat memanfaatkan seluruh sumberdaya yang
tersedia, walaupun terbatas.

50
PROGRAM SOSIALISASI KBK DAN UNIT PEBELAJARAN 2006 - 2011

BUDAYA KBK
MAKNA MENJADI
KONSOLI- PENGEM- NETWORK KBK BENAR
KBK TRADISI
DASI BANGAN NASIONAL OPERASI
BENAR OTOMATIS DI
MANTAP MELUAS 30 % PT
KEGIATAN UTAMA

1. SDM (TRAINING)
MANTAPKAN
2. SISTEM (ORG SCL) INTEGRASI 4
NETWORK
KEGIATAN MANTAPKAN INTER-
MANTAPKAN Kelestarian
3. INOVASI UTAMA NETWORK NASIONAL
NETWORK
(ENHANCEMENT) perluasan dan
MANTAPKAN NASIONAL
NASIONAL
++ berbagai perluasan peningkatan
4. HIBAH KOMPETISI NETWORK ++ Menyiapkan dan pemantapan
ANTAR PT mentor internasional
REGIONAL dan ada studi
pemetaan nasional ++ SCL dengan RSBL beroperasi
komprehensif serta cukup sukses
experience learned NATION’S
INOVASI COMPETITIVENESS
++ menyiapkan
PEMAHA-
MAN KBK mentor nasional

2006 2007 2008 2009 2010 2011

Th 2006 (1).training agen pembaru dari 28+30 PT terpilih (2.) nurturing rintisan jurusan/prodi memulai
SCL (3). penemuan dan dukungan pada unit tokoh good practices KBK SCL utk diperluas dalam PT (4 ).
hibah dukungan bagi mentor KBK dan SCL regional, berdasar proposal. 51
… KNOWLEDGE CREATION WILL PROVIDE VEHICLE FOR BRINGING THOUGHT
TO FIND INNOVATIONS FOR THE SOLUTION OF HIGHER EDUCATION
CHALLENGES (QA WILL PARTICIPATE AND ‘KBK’ will also contribute IN
INDONESIA) FOR PROSPERITY, SECURITY, WELFARE AND EQUITY IN OUR
WORLD ….

… We are in the start of a correct way for creating new approach, it will enrich the
quality of academic programs in the near future to complete the necessary journey.
We are trying to learn a knowledge of navigation to sail through the route of
innovations … let us develop partnership in smart synergy

Disampaikan oleh Prof. Sudjarwadi di acara BAN PT, Batam 22 Desember 2005
52