Anda di halaman 1dari 11

TEKNIK PEWARNAAN DALAM SITOLOGI

HARVINA ANWAR

PO. 714203192010
PENDAHULUAN
Sitologi berasal dari kata :
- Sitos = Sel
- Logos = Ilmu Pengetahuan
jadi sitologi adalah ilmu yang mempelajari sel mencakup sifat – sifat fisiologi
seperti struktur, interaksi sel, daur hidup sel, pembelahan sel hingga kematian sel.
sitologi merupakan cabang ilmu biologi yang berhubungan dengan studi tentang sel
struktur sel, fungsi dan biokimia.
Robert Hooke pada tahun 1965 melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus
menggunakan mikroskop, Hooke melihata adanya ruangan kecil yang menyusun
gabus kemudian ruangan kecil itu diberi nama sel.
Pada abad ke-19, teori sel dikembangkan yang menunjukkan bahwa sel adalah uni
dasar dari organisme.
PENGERTIAN

Pemeriksaan sitologi adalah pemeriksaan cairan tubuh manusia yang


kemudian diproses, yaitu dilakukan fiksasi dan pemberian pigmen
kemudian dilakukan pembacaan dengan mikroskop.
Pada pemeriksaan sitologi dapat dilakukan pada cairan tubuh (darah,
urine dan cairan serebrospinal) atau bahan yang disedot (ditarik
keluar melalui hisap kejarum suntik) dari tubuh.
Misalnya contoh umum sitologi diagnostik adalah evaluasi Pap
serviks (disebut tes Papanicolaou atau pap smear), agar evaluasi
sitologi dapat dilaksanakan, bahan yang akan diperiksa di sebar ke
slide kaca dan diwarnai.
PEWARNAAN
Pewrnaan jaringan bertujuan agar dapat mempertajam atau memperjelas
berbagai elemen tisu, terutama sel – selnya, sehingga dapat dibedakan dan
ditelaah dengan mikroskop.

seperti merupakan peraturan, hematoxylin digunakan terlebih dahulu dan


setelah melalui proses diferensiasi, maka barulah eosin digunakan. Pertukaran
tempat keduanya akan menimbulkan kesukaran karena pewarna hematoxylin
akan mewarnai lebih cepat daripada pewarna panduannya yang berperan sebagai
countersain yang intensitas pewarnaannya diatur tanpa mempengaruhi
pewarnaan hematoxylin.

Pewarna yang sring digunakan adalah hematoxylin dan eosin, Hematoxylin akan
memberi warna biru pada nukleus, sementara eosin memberi warna merah muda
pada sitoplasma.
ilmu yang mempelajari tentang pewarnaan jaringan disebut histokimia
FIKSASI SAMPEL

Fiksasi sampel adalah cara mengawetkan sampel dengan bahan kimia


tertentu agar sel yang terkandung dalam sampel tidak rusak / lisis
Pemilihan bahan kimia untuk difiksasi disesuaikan dengan metode
pewarnaan yang akan dilaksanakan.
Bahan kimia untuk fiksasi adalah :
alkohol 95 %
alkohol 70 %
Methanol
alkohol 50%
Ether – alkohol 95%
METODE FIKSASI DAN PEWARNAAN

Pewarnaan Papanicolaou
Bahan Fiksasi Alkohol 95%
Lamanya Fiksasi 15menit

Pewarnaan Gimza
Bahan Fiksasi Methanol
Lamanya Fiksasi 5 menit

Untuk sampel berupa cairan, digunakan cairan fikasasi Alkohol 50%


sejumalah cairan sampel

Untuk sputum tampung direndam dalam alkohol 70%.


TEKNIK PEWARNAAN
Teknik pewarnaan sitologi yaitu
1. Pewarnaan Papanicolauo, terdapat 5 tahapan dalam metode pewarnaannya
yaitu :
a. Fiksasi
b. Pewarnaan inti
c. Pewarnaan sitoplasma
d. Penjernihan
e. Mounting
2. Pewarnaan Giemsa, terdapat 3 tahapan dalam metode pewarnaannya
a. Fiksasi
b. Pewarnaan dengan larutan giemsa
c. Mounting
TEKNIK PEWARNAAN PAPANICOLAOU
1. Sediaan apusan difiksasi dengan alkohol 95% 15 menit
2. Alkohol 80% 10 celup
3. Alkohol 70 % 10 celup
4. Alkohol 50% 10 celup
5. Aquadest 10 celup
6. Harris Hematoxylin 3 – 5 menit
7. Cuci dengan air mengalir
8. HCL 0,25% 3 – 4 celup
9. Cuci dengan air mengalir
10. Lithium 0,5% 10 celup
11. Cuci dengan air mengalir
12. Alkohol 50% 10 celup
LANJUTAN
13. Alkohol 70% 10 celup
14. Alkohol 80% 10 celup
15. Alkohol 95% 10 celup
16. OG 6 3 – 5 menit
17. Alkohol 95% 10 celup
Alkohol 95% 10 celup
Alkohol 95% 10 celup
18. EA 50 3 – 5 menit
19. Alkohol 95% 10 celup
Alkohol 95% 10 celup
Alkohol 95% 10 celup
20. Xylol 3 menit
21. Tutup dengan entelan
TEKNIK PEWARNAAN GIEMSA

1. Sediaan apus setelah benar – benar kering fiksasi dengan metanol selama 5 menit,

angkat dan biarkan kering diudara

2. Masukkan kedalam larutan giemsa yang telah diencerkan selama 30 menit,

angkat, cuci dengan air mengalir, keringkan diudara

3. Masukkan kedalam xylol selama 3 menit

4. Tambahkan 1- 2 tetes entelan

5. Tutup dengan cover glass

6. Bersihkan sisa entelan yang melekat pada kaca objek sehingga siap diberi label.
TERIMA KASIH