Anda di halaman 1dari 18

PERTEMUAN 11

AUDIT PERSEDIAAN
Pengertian Persediaan
Persediaan adalah aset:
(a) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal,
(b) dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau
(c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan
dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Biaya persediaan
Biaya persediaan harus meliputi biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain
yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap
untuk dijual atau dipakai (present, location and condition)

Biaya persediaan harus dihitung menggunakan rumus biaya masuk pertama


keluar pertama (MPKP atau FIFO), rata-rata tertimbang (weight average cost
method) atau masuk terakhir keluar pertama (MTKP atau LIFO)
Metode Pencatatan Persediaan

Metode Buku
Yaitu mencatat seluruh transaksi mutasi dan saldo persediaan baik kuantitas dan
harga

Metode Phisik
Yaitu mencatat seluruh transaksi persediaan hanya pada saat pembelian.

Fungsi-fungsi dalam siklus persediaan dan pergudangan


 Proses pesanan pembelian,
 Proses penerimaan bahan baku,
 Proses penyimpanan bahan baku,
 Proses produksi,
 Proses penyimpanan barang jadi,
 Proses pengiriman barang jadi
Kerumitan Audit Persediaan

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerumitan audit persediaan:


1. Persediaan umumnya merupakan komponen utama dalam neraca yang
memiliki nilai yang material
2. Persediaan dapat tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan
pengendalian fisik dan penghitungannya
3. Persediaan umumnya memiliki jenis yang sangat beragam dan kuantitas
yang banyak
4. Persediaan dapat mencakup bahan baku (raw material), bahan penolong
(indirect material), barang dalam proses (work in process), dan barang jadi
(finished goods)
5. Penilaian persediaan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, karena faktor
umur persediaan dan alokasi biaya pabrikasi
6. Adanya kewajiban menerapkan metode penilaian persediaan secara
konsisten
Pengujian atas Akuntansi Biaya
Dalam melaksanakan audit atas akuntansi biaya, auditor harus memperhatikan empat
aspek:
1. Pengendalian fisik atas persediaan
Dilakukan dengan pengamatan fisik dan wawancara untuk dapat menentukan
apakah sudah dilakukan pengendalian fis ik persediaan secara memadai
2. Dokumen dan catatan terkait dengan transfer atau pemindahan barang
Dilakukan dengan memahami pengendalian intern yang terkait dan melakukan
pengujian keberadaan dan akurasi pemindahan barang untuk menentukan
kebenaran jumlah, deskripsi, dan tanggal.
3. Berkas induk persediaan perpetual (perpetual inventory master file)
Pengujian master file dilakukan dengan pemeriksaan dokumen yang terkait dengan
mutasi pada master file. Master file yang akurat dapat mengurangi pengujian fisik
inventory.
4. Pencatatan harga per unit
Pengujian harga per unit dilakukan dengan menil ai akurasi data biaya baha baku,
tenaga kerja langsung, dan overhead; serta metode akumul asi biaya yang digunakan
I. Pengamatan Fisik Persediaan
Paragraf 3 SA Se ks i 331 (PSA No. 07) menyatakan:
Jika kuantitas sediaan hanya ditentukan melalui penghitungan fisik, dan semua penghitungan
dilakukan pada tanggal neraca atau pada suatu tanggal dalam periode yang tepat, baik sebe
lum maupun sesudah tanggal neraca, maka perlu bagi auditor untuk hadir pada saat
penghitungan fisik sediaan dan, melalui pengamatan, pengujian dan permintaan keterangan
memadai, untuk meyakinkan dirinya tentang efektivitas metode penghitungan fisik sediaan
dan mengukur keandalan yang dapat diletakkan atas representasi klien, kuantitas dan
kondisi fisik sediaan Artinya:
 Ada perbedaan antara pengam atan (observasi) dengan penghitungan fisik
 Klien bertangg ung jawab untuk menyusun prosedur yang akurat untuk perhitungan fisik
 Tanggung jawab auditor adalah mengevaluasi dan mengamati prosedur penghitungan fisik
yang dilakukan oleh klien dan mangambil kesimpulan mengenai eksistensi fisik persediaan
Merancang Detail Test of Balances – untuk
Persediaan
Existence
Accuracy
Completeness
Classification
Cut-off
Realizable Value
Right
Existence (Keberadaan)
Audit objec tive :
1. Persediaan yang dicatat secara fisik ada
2. Prosedur pengamatan fisik :
a. Pilih sample secara acak tag number pada catatan dan
bandingkan dengan tag number yang ditempelkan pada
persediaan aktual
b. Amati apakah ada pemindahan persediaan selama
penghitungan fisik persediaan

Comment: tujuannya adalah untuk menemukan persediaan fiktif


yang dimasukkan dalam catatan persediaan
Accuracy (Keakuratan)
Audi t objective : Persediaan dihitung dengan akurat

Prosedur pengamatan fisik :


- Hitung ulang perhitungan fisik persediaan yang dibuat klien
- Bandingkan hasil penghitungan dengan perpetual inventory
master file
- Catat hasil penghitungan klien untuk pengujian berikutnya
Comment: mencatat hasil penghitungan klien pada kertas kerja
untuk mendokumentasikan dan agar klien tidak mengubah
hasil perhitungan
Completeness (Kelengkapan)
Audi t objective :
Persediaan y ang ada telah dihitung dan diberikan “ tag”
Prosedur pengamatan f isik :
- Examine (periksa) persediaan untuk memastikan sudah di-tagged
- Observe (amati) apakah ada pemindahan persediaan selama
penghitungan fisik persediaan
- Inquire (tany akan) apakah ada persediaan di tempat lain
- Hitung dan bukukan nomor tag

Comment: perhatian khusus diberikan pada kelompok persediaan


dengan kuantitas besar
Classification (Klasifikasi)
Audi t objective :
Persediaan di klasifikasikan secara benar dalam “tag”
Prosedur pengam atan fisik :
- Examine (periksa) deskripsi pada tag dan bandingkan dengan
fisik persediaan
- Evaluasi apakah persentase penyelesaian untuk barang dalam
proses (WIP) pada tag adalah rasional
Comment: pengujian ini merupa kan tahap awal dari tujuan
akurasi
Cut-off (Pisah Batas)
Audit objective : Pembelian dan penjualan persediaan dicatat pada periode yang
tepat.
Prosedur pengamatan fisik :
1. Catat dalam kertas kerja, nomor-nomor dokumen pengangkutan (shipping
document) yang diguna kan pada akhir tahun
2. Pastikan bahwa persediaan untuk dokumen di atas sudah dikeluar kan dari
catatan persediaan
3. Amati area pengiriman untuk melihat persediaan yang akan dikirim
4. Catat dalam kertas kerja, nomor-nomor dokumen penerimaan (receiving report)
y ang digunakan pada akhir tahun. Pastikan bahwa persediaan untuk dokumen
di atas sudah dimasukkan dalam catatan persediaan (goods intransit)
5. Amati area penerimaan untuk melihat persediaan yang seharusnya dimasukkan
dalam catatan persediaan

Comment: mendapatkan informasi cut-off yang benar mengenai penerimaan dan


pengiriman persediaan merupakan hal yang sangat penting dalam
pengujian persediaan
Realizable Value (Nilai yang Dapat Direalisasikan)
Audi t objective :
Persediaan yang usang atau tidak terpakai dikeluarkan dari
catatan atau dilakukan pencatatan terpisah.

Prosedur pengamatan fisik :


Inquire (tanyakan) pegawai atau manajemen klien untuk
menentukan persediaan yang usang, rusak, berkarat, atau
ditempat kan pada tempat yang tidak semestiny a
Right (Hak)
Audi t objective : Klien memiliki hak atas persediaan yang
tercatat dalam “tag”

Prosedur pengam atan fisik :


1. Inquire (tanyakan) tentang konsinyasi atau persediaan
konsumen yang mungkin dimasukkan dalam persediaan
klien
2. Waspadai persediaan yang dipisahkan atau ditandai
sebagai bukan milik klien
Audit atas Penetapan Harga (Pricing) dan Kompilasi
Inventory price test: mencakup seluruh pengujian untuk
menilai apakah unit price yang ditetapkan oleh klien sudah
tepat (FIFO,LIFO dll)
Inventory compilation test: mencakup pengujian terhadap
ikhtisar fisik persediaan, perkalian ulang harga dengan
kuantitas, footing ikhtisar persediaan, dan trace (penelusuran)
jumlah totalnya ke ledger
1. Klien bertanggung jawab untuk menyusun prosedur yang
akurat untuk perhitungan fisik
2. Tanggung jawab auditor adalah mengevaluasi dan
mengamati prosedur penghitungan fisik yang dilakukan
oleh klien dan mengambil kesimpulan mengenai eksistensi
fisik persediaan
Audit Akuntansi Biaya
 Pengendalian akuntansi biaya,
 Pengujian akuntansi biaya,
 Pencatatan perpetual,
 Pencatatan unit cost.

Prosedur Analitis
 Bandingkan prosentasi gross margin tahun berjalan dengan tahun lalu,
 Bandingkan perputaran persediaan tahun berjalan dengan tahun lalu,
 Bandingkan unit cost persediaan tahun berjalan dengan tahun lalu,
 Bandingkan besarnya nilai persediaan tahun berjalan dengan tahun lalu
 Bandingkan biaya manufaktur tahun berjalan dengan tahun lalu.
Observasi phisik persediaan
 Pengendalian persediaan,
 Keputusan audit : Waktu, sampel dan seleksi item yang dipilih
 Pengujian observasi phisik

Audit pricing dan kompilasi


 Pengendalian pricing dan kompilasi,
 Prosedur pricing dan kompilasi
 Penilaian persediaan : Pada waktu pembelian dan pemakaian
Hubungan diantara berbagai test

Pengujian
Siklus Perolehan
dan pembayaran
Pengujian
Siklus Personalia
Bahan baku Barang Dlm Proses Dan penggajian

Saldo awal
Saldo awal + Barang Jadi
+ Bahan baku
Pembelian +
- Saldo awal
Upah
Saldo akhir +
+
= CGM
Overhead
Pemakaian -
-
Saldo akhir
Saldo akhir
=
=
CGS
CGM

Pengujian Persediaan:
•Test akuntansi biaya Pengujian
•Test observasi phisik Siklus penjualan
•Test pricing dan kompilasi Dan penerimaan