Anda di halaman 1dari 25

Dinda Ayu Carmila (191510301049)

Ananda Tata Anggraini (191510301040)

Ahmad Amin Badofi (191510301042)

Moh. Khairon Najib (191910201043)

Lutfiah Ramdaini (192110101111)


Idea : gagasan, konsep,
pengertian dasar, cita-
Ideologi
cita
Logos : ilmu

Secara harfiah, ideologi berarti ilmu


mengenai pengertian dasar, ide.
1.Sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai bersama
oleh suatu masyarakat.

Nilai yang terkandung dalam ideologi menjadi cita-cita atau


tujuan yang hendak diwujudkan dalam kehidupan
bermasyarakat.

2.Sebagai pemersatu masyarakat dan juga menjadi prosedur


penyelesaian konflik yang terjadi di dalam masyarakat.

Nilai dalam ideologi merupakan nilai yang disepakati bersama


sehingga dapat mempersatukan masyarakat itu, serta nilai
bersama tersebut dijadikan acuan bagi penyelesaian suatu masalah
yang mungkin timbul dalam kehidupan masyarakat yang
bersangkutan.
Inti pemikiran : Kebebasan Individual

Latar belakang : Sebagai respons terhadap kekuasaan negara


yang absolut dan otoriter yang membatasi kebebasan dan hak-
hak warga negaranya.

Landasan : Manusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi,


tanpa harus diterapkannya aturan-aturan ketat yang bersifat
mengekang.

Ciri-ciri :
- Kebebasan sebesar-besarnya bagi setiap individu
- Penolakan terhadap pembatasan, terutama dari pemerintah
dan agama.
- Ekonomi pasar relatif bebas
Inti pemikiran : Perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas
dimasyarakat, sehingga negara hanya sasaran antara.

Latar belakang : Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl


Marx dan Friedrich Engels, sebuah manuskrip politik yang pertama kali
diterbitkan pada 21 Februari 1848.

Landasan : Penolakan kondisi masa lampau, analisa yang cenderung


negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada, resep perbaikan untuk masa
depan, dan rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan
tercapainya tujuan yang berbeda-beda.

Ciri-ciri :
- Kesamaan kesempatan bagi semua orang
- Penghapusan seluruh besar hak-hak milik pribadi dan negara.
- Negara tanpa strata (tanpa kelas)
- Pemerintahan otoriter
Pancasila sebagai ideologi:

cara pandang dan metode bagi seluruh


bangsa Indonesia untuk mencapai cita-
citanya, yaitu dengan kesatuan dan persatuan
bangsa Indonesia yang bersumber dari
kebudayaan Indonesia.
1. Terbuka

 Nilai-nilai dan cita-cita digali dari kekayaan


adat istiadat, budaya dan religius
masyarakatnya.
 Menerima reformasi.
 Penguasa bertanggung jawab pada
masyarakat sebagai pengemban amanah
rakyat.
2. Komprehensif

 Mengakomodasi nilai-nilai dan cita-cita yang


bersifat menyeluruh tanpa berpihak pada
golongan tertentu
 Negara mengakomodasi berbagai idealisme

yang berkembang dalam masyarakat yang


bersifat majemuk.
 Nilai-nilai falsafah yang mendasar dan
rasional
 Teruji kokoh dan kuat sebagai dasar negara
 Nilai-nilai pancasila sesuai dengan budaya
Indonesia
 Mampu mengakomodir berbagai kepentingan
masyarakat yang majemuk dan beragam
 Pandangan/Visi Hidup

 Sumber dari segala sumber


hukum
1. Kelebihan :

 Dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih adil dan


makmur
 Merupakan jalan tengah antara Liberal dan Komunis
 Memberi inspirasi akan tata masyarakat bebas
 Menjadi sumber etik sosial
 Sebagai instrumen politik untuk melihat kinerja
pemerintah dan untuk melawan ketidakadilan sosial
dan segala manifestasinya
2. Kekurangan :

 Memberi kesempatan kebebasan yang cenderung


menjadi anarki
 Adanya kemungkinan masuknya kepentingan neoliberal
 Terlalu normatif
 Dianggap tidak jelas karena hanya mengambil jalan
tengah diantara komunis dan liberal
 Pancasila justru membuat bangsa mengambil
keburukan Liberal dan Komunis bersama-sama
 Perbedaan

1. Kepemilikan individu dibatasi 1. Kepemilikan individu tidak


pada kepentingan yang tidak dibatasi sama sekali.
menjadi hajat hidup orang 2. Aspek pemerintah dan
banyak. keagamaan dilarang untuk
2. Bercampurnya dicampuradukkan.
kepemerintahan dengan aspek 3. Penolakan terhadap
agama. pembatasan oleh pemerintah
3. Masih adanya pembatasan dan agama.
oleh pemerintah dan agama.
 Persamaan

Sama-sama menganut sistem demokrasi, di


mana semua orang berhak menyuarakan
pendapatnya.
 Perbedaan

1. Hak milik pribadi dan negara 1. Penghapusan seluruh hak milik


dipisahkan dengan jelas dan pribadi dan negara menjadi hak
diperbolehkan sesuai peraturan. milik bersama.
2. Menimbulkan adanya kelas dalam 2. Terciptanya negara tanpa kelas
masyarakat dengan penanganan 3. Pemerintahan cenderung otoriter
masing-masing. agar rakyat dapat diatur
3. Pemerintah yang demokratis. sepenuhnya
ANY
QUESTION ?
?!!!
Studi Kasus
Rakyat yang main hakim sendiri + hak
kemanusian yang tidak berjalan = bertentangan
dengan pancasila sila kedua dan sila kelima
Hal ini merupakan pengkhianatan terhadap
pancasila
Apakah Pancasila sudah menjadi ideologi
negara kita secara nyata??
Kenyataannya, kerap kali masih ada beberapa
kasus pelanggaran terhadap Pancasila yang
terjadi
Salah satu kasus yang terjadi adalah kasus
yang berhubungan dengan masalah agama
Pancasila Sila I:
Ketuhanan Yang Maha Esa
 Mengembangkan sikap hormat menghormati
dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda
terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
 Membina kerukunan hidup di antara sesama
umat beragama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
 Mengembangkan sikap saling menghormati
kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaanya masing masing
 Tidak memaksakan suatu agama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
kepada orang lain.
Namun, butir-butir sila 1 Pancasila nampaknya
banyak dilupakan oleh masyarakat Indonesia
sekarang ini
Terjadinya pertengkaran, kerusuhan,
diskriminasi atau fanatisme beragama yang
berlebihan telah melupakan nilai-nilai hormat
menghormati dan bekerjasama, kerukunan
hidup , kebebasan menjalankan ibadah yang
dijunjung tinggi dalam Pancasila
Tidak sedikit masalah agama yang beredar dan
terus mengancam kedamaian dan keutuhan
negara kita ini
Agama yang diakui di Indonesia ada 6, yaitu
Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan
khonghucu.
Jadi, kerukunan dan hormat menghormati
antar umat beragama harus kita junjung
tinggi sebagai bukti pengamalan ideologi
Pancasila
Ideologi Pancasila mengakui dan
mengagungkan keberadaan agama