Anda di halaman 1dari 13

Pendidikan Agama Islam

Toleransi Antar Umat Beragama

Disusun oleh :
- Moh. Khairon Najib (191910201043)
- Ahmad ishamul ayady Akmal (191910201045)
Pendahuluan

Toleransi berasal dari kata Latin tolerare yang berarti bertahan atau
memikul.
Toleran diartikan dengan saling memikul walaupun pekerjaan itu tidak
disukai atau memberi tempat kepada orang lain, walaupun kedua belah
pihak tidak sependapat
Padanan kata toleransi dalam bahasa adalah tasamuh yang berarti
saling mengizinkan dan saling memudahkan
Toleransi berarti sikap menenggang, membiarkan, membolehkan, baik
berupa pendirian, kepercayaan, dan kelakuan yang dimiliki seseorang
atas yang lainnya.
Di kalangan umat beragama senantiasa berkembang pandangan yang
bercorak partikular, yaitu klaim kebenaran agama (religious truth
claim). klaim ini berarti menegasikan (to exclude) agama lain. adanya
monopoli kebenaran yang eksklusif-konservatif.

2
Toleransi agama di Indonesia

 Indonesia, secara tipikal merupakan masyarakat yang


plural, terutama pluralitas yang bercorak primordial,
pluralitas yang disebabkan adanya perbedaan karena
unsur bawaan, termasuk agama.
 Secara historis, tuduhan bahwa agama ikut andil dalam
memicu konflik dan sebagai sumber konflik antar umat
bergama memang sulit dibantah.
 Umat beragama seringkali bersikap memonopoli
kebenaran ajaran agamanya.
 Umat beragama seringkali bersikap konservatif, merasa
benar sendiri (dogmatis).

3
A. Islam Agama Rahmat Bagi Seluruh
Alam
1. Makna Agama Islam
Agama islam adalah agama yang mengandung ajaran untuk
menciptakan kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan
kehidupan umat manusia pada khususnya, dan semua makhluk
hidup pada umumnya.
Al-Baqarah ayat 256

“tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam), sesungguhnya telah jelas
Jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu, barang siapa yang ingkar
Pada thogut (syaithan) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah
Berpegang pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui”

4
UKHUWAH
ukhuwah berasal dari bahasa arab yang kata
dasarnya adalah akh yang berarti saudara,
sehingga kata ukhuwah berarti persaudaraan.

5
Wathoniyah
Berlaku bagi
sesama bangsa
dan negara
6
Ukhuwah Islamiyah

َ ُ ‫ون ْخ َو! ٌة فََأ ْص ِل ُحوا بَنْي َ َأخ ََو ْيمُك ْ َوات َّ ُقوا اهَّلل َ ل َ َعلَّمُك ْ تُ ْرمَح‬
• ‫ون‬ َ ُ‫ن َّ َما الْ ُم ْؤ ِمن‬
‫ِإ‬ ‫ِإ‬
• Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara
kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah,
supaya kamu mendapat rahmat. (Al Hujurat: 10)

7
Ukhuwah Wathoniyah

• ‫اَي َأهُّي َا النَّ ُاس اَّن َخلَ ْقنَامُك ْ ِم ْن َذ َك ٍر َوُأنْىَث ٰ َو َج َعلْنَامُك ْ ُش ُعواًب‬
‫ِإ‬
‫َوقَ َبائِ َل ِل َت َع َارفُوا ۚ َّن َأ ْك َر َممُك ْ ِع ْندَ اهَّلل ِ َأتْ َقامُك ْ ۚ َّن اهَّلل َ عَ ِل ٌمي‬
‫ِإ‬ ‫ِإ‬
ٌ‫َخبِري‬

• Artinya: “ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan


kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujarat
Ayat 13) 8
Ukhuwah Insaniyah

‫• اَي َأهُّي َا اذَّل ِ َين َءا َمنُوا اَل ي َ ْسخ َْر قَو ٌم ِم ْن قَ ْو ٍم َعىَس َأ ْن يَ ُكونُوا َخرْي ً ا ِمهْن ُ ْم َواَل‬
‫ِن َسا ٌء ِم ْن ِن َسا ٍء َعىَس َأ ْن يَ ُك َّن َخرْي ً ا ِمهْن ُ َّن َواَل تَلْ ِم ُزوا َأنْ ُف َسمُك ْ َواَل تَنَابَ ُزوا‬
ُ ‫اِب َأْللْ َق ِاب ِبئْ َس ااِل مْس ُ الْ ُف ُس ُوق ب َ ْعدَ ا مي َ ِان َو َم ْن ل َ ْم يَتُ ْب فَُأولَ ِئ َك مُه‬
‫ِإْل‬
)11(‫ون‬ َ ‫الظا ِل ُم‬
َّ
• Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-
olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok)
lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula
wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh
jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita
(yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri
dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang
buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk
sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka
itulah orang-orang yang zalim. (Al-Hujarat:11)
9
PLURALITAS

Pluralitas adalah keberagaman atau kemajemukan


yang terdapat dalam suatu bangsa yang mendorong
tumbuhnya persatuan dan kesatuan. Jenis - jenis
pluralitas seperti pluralitas dalam agama,pluralitas
dalam budaya,pluralitas dalam suku bangsa,pluralitas
dalam pekerjaan dan lain - lain.

10
• Pluralisme agama adalah sebuah konsep yang mempunyai makna
yang luas, berkaitan dengan penerimaan terhadap agama-agama
 yang berbeda, dan dipergunakan dalam cara yang berlain-lainan
pula:
• Sebagai pandangan dunia yang menyatakan bahwa agama
seseorang bukanlah sumber satu-satunya yang eksklusif bagi
kebenaran, dan dengan demikian di dalam agama-agama lain pun
dapat ditemukan, setidak-tidaknya, suatu kebenaran dan nilai-nilai
yang benar.
• Sebagai penerimaan atas konsep bahwa dua atau lebih agama yang
sama-sama memiliki klaim-klaim kebenaran yang eksklusif sama-
sama sahih. Pendapat ini seringkali menekankan aspek-aspek
bersama yang terdapat dalam agama-agama.
• Kadang-kadang juga digunakan sebagai sinonim untuk ekumenisme
, yakni upaya untuk mempromosikan suatu tingkat kesatuan, kerja
sama, dan pemahaman yang lebih baik antar agama-agama atau
berbagai denominasi dalam satu agama.
• Dan sebagai sinonim untuk toleransi agama, yang merupakan
prasyarat untuk ko-eksistensi harmonis antara berbagai pemeluk
agama ataupun denominasi yang berbeda-beda.
11
• Dalam pandangan Islam, sikap menghargai dan toleran kepada
pemeluk agama lain adalah mutlak untuk dijalankan, sebagai
bagian dari keberagaman(pluralitas). Namun anggapan bahwa
semua agama adalah sama (pluralisme) tidak diperkenankan,
dengan kata lain tidak menganggap bahwa Tuhan yang 'kami'
(Islam) sembah adalah Tuhan yang 'kalian' (non-Islam) sembah.
Pada 28 Juli 2005, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan 
fatwa melarang paham pluralisme dalam agama Islam. [1] Dalam
fatwa tersebut, pluralisme didefiniskan sebagai ""Suatu paham
yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan
karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu,
setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya
agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.
Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan
masuk dan hidup dan berdampingan di surga".
• Namun, paham pluralisme ini banyak dijalankan dan kian
disebarkan oleh kalangan Muslim itu sendiri.[2] Solusi Islam
terhadap adanya pluralisme agama adalah dengan mengakui
perbedaan dan identitas agama masing-masing (lakum diinukum wa
liya diin). Tapi solusi paham pluralisme agama diorientasikan untuk
menghilangkan konflik dan sekaligus menghilangkan perbedaan
dan identitas agama-agama yang ada
12