Anda di halaman 1dari 23

Brownies Tempe Makanan Sehat

Kaya Protein
Kelompok 7
1.Nawang Indah W
2.Sera Cahya S
3.Siti Rika F
Latar Belakang Masalah

Tempe merupakan makanan tradisional dan


salah satu makanan utama masyarakat
Indonesia. Produksi tempe di masyarakat
sangatlah melimpah. Tempe diminati oleh
masyarakat, selain harganya murah, tempe
juga tergolong makanan yang sehat karena
didalamnya terkandung banyak protein yang
sangat berguna bagi kesehatan tubuh sebagai
zat tumbuh terutama bagi anak-anak.
Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang


telah diuraikan, maka dapat dirumuskan
beberapa masalah, sebagai berikut:
• Bagaimanakah mengolah tempe menjadi
brownies yang menarik?
• Apa saja khasiat yang terdapat pada
brownies tempe?
Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini


adalah sebagai berikut:
• Mendeskripsikan cara mengolah tempe
menjadi makanan yang menarik
• Mendeskripsikan khasiat yang terdapat pada
brownies tempe
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diperoleh adalah:
• Memberi alternatif makanan yang lezat dan memiliki
kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Hal ini ditujukan
bagi masyarakat yang tidak mau mengkonsumsi tempe secara
langsung.
• Penulis dapat mengetahui lebih dalam tentang brownies tempe.
• Memberi masukan kepada peneliti lain sebagai bekal penelitian
yang sejenis.
• Memberi tambahan pengetahuan kepada pembaca tentang
cara mengolah tempe yang menarik.
• Memberi inovasi baru kepada pembaca bahwa tempe dapat
diolah menjadi brownies sebagai makanan cemilan sehat
dirumah
Metode Penelitian

• Wawancara
• Metode yang digunakan dalam pembuatan
brownies tempe kaya protein ini
menggunakan metode eksperimen.
Sistematika Penulisan
Penulis membagi penulisan karya tulis ilmiah yang terdiri dari :
• COVER
• ABSTRAK
• LEMBAR PENGESAHAN
• MOTTO DAN PERSEMBAHAN
• KATA PENGANTAR
• DAFTAR ISI
• BAB I PENDAHULUAN
– Latar Belakang Masalah
– Rumusan Masalah
– Tujuan Penelitian
– Manfaat Penelitian
– Metode Penelitian
– Sistematika Penulisan
• BAB II KAJIAN PUSTAKA
– Pengertian Tempe
– Kandungan dan Gizi Tempe
• BAB III PEMBAHASAN
– Cara Membuat Tempe Menjadi Brownies
– Manfaat Mengkonsumsi Tempe
• BAB IV PENUTUP
– Simpulan
– Saran
 
Klasifikasi Tempe

Cronquist dalam Pradhani (2017: 9)


kedudukan kedelai dalam sistematika tumbuhan
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
• kingdom : plantae
• divisi : spermatophyte
• sub divisi : angiospermae
• kelas : dicotyledonae
• ordo : rosales
• famili: leguminosae
• sub famili : papilionoideae
• genus : glycine
• spesies : glycine max (L.) dan soya max
Pengertian Tempe

Tempe adalah salah satu makanan tradisional khas


Indonesia. Tempe terbuat dari kedelai yang di
fermentasikan. Di tanah air, tempe sudah lama
dikenal selama berabad-abad silam. Makanan ini
diproduksi dan dikonsumsi secara turun temurun,
khususnya di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Tempe merupakan makanan yang terbuat biji kedelai
yang diproses melalui fermentasi yang secara umum
dikenal sebagai “ragi tempe”. Lewat proses fermentasi
ini, biji kedelai mengalami proses penguraian menjadi
senyawa sederhana sehingga mudah dicerna.
Menurut Atmojo dalam Purwanto (2012:
2) Tempe termasuk bahan makanan yang mudah
rusak. Masa simpan tempe segar hanya 2-3 hari
pada suhu ruang. Setelah melewati masa itu,
enzim-enzim proteolitik akan merombak protein
tempe sehingga tempe menjadi busuk.
Menurut Astawan dalam Astuti (2009: 12)
Tempe dengan kualitas baik mempunyai ciri-ciri
berwarna putih bersih yang merata pada
permukaannya, memiliki struktur yang
homogen dan kompak, serta berbau aroma khas
tempe. Tempe dengan kualitas buruk ditandai
dengan permukaannya basah, struktur tidak
kompak, adanya bercak hitam, bau amoniak dan
alkohol.
Fermentasi Tempe

Fermentasi tempe mampu menghilangkan


zat-zat yang tidak diinginkan yang terdapat pada
kedelai. Kandungan protein dalam tempe dapat
disejajarkan dengan daging. Dengan demikian,
tempe dapat menggantikan daging dalam
susunan menu yang seimbang (Deliani,2008: 15)
Kandungan dan Gizi dalam Tempe

Penelitian terhadap nilai gizi tempe


terus dilakukan dan dari penelitian
tersebut diperoleh hasil bahwa tempe
mengandung elemen yang berguna
bagi tubuh, yakni: asam lemak, vitamin,
mineral, dan antioksidan.
Cara Pemanfaatan menjadi Brownies
Brownies dapat di santap di berbagai macam acara dan suasana,
seperti selingan sarapan pagi, makan sore, snack pada waktu
luang, jamuan acara baik pesta pernikahan, ulang tahun,
selamatan dan lain- lain.
Bahan:
• 4 butir Telur
• 1 3/2 gula pasir
• 1 1/2 Tepung Terigu
• 1 1/2 Margarin
• 120 gr Tempe; kukus, dan haluskan
• ¾ Cokelat bubuk
• 1 sdt ovalet
• Susu cokelat cair 1 sachet
Gambar 1 Gambar 3
Gambar2

Gambar 4

Gambar 6
Gambar 5
Khasiat Tempe untuk Kesehatan

Khasiat dari tempe adalah sebagai berikut:


(1) Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah
dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare
(2) Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan
sehingga menurunkan tekanan darah,
(3) Mengandung superoksida desmutase yang dapat
mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung
(4) Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan
rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya
zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat
dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut
terkandung dalam tempe
(5) Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe
mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh
karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang
bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi
(6) Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda
pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol,
(7) Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker
(8) Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan
kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang
menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif
(9) Mencegah timbulnya hipertensi
(10) Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat
mencegah osteoporosis
(Deliani,2008: 11)
Simpulan

• Berdasarkan pembahasan pada BAB III, maka dapat


disimpulkan sebagai berikut:
• Cara pemanfaatan tempe adalah sebagai inovasi atau trobosan
baru dalam mengolah tempe menjadi brownies.
• Tempe memiliki 3 khasiat bagi tubuh manusia. Diantara khasiat
dari tempe adalah sebagai berikut:
1. Tempe kaya protein sehingga mudah dicerna sehingga dapat
mengatasi diare.
2. Mengandung zat besi, sehingga menurunkan tekanan darah.
3. Mengandung superoksida desmutase yang dapat
mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
Saran
• Sering-seringlah mengkonsumsi
tempe karena selain harganya
murah tempe juga memiliki
banyak khasiat bagi kesehatan
tubuh. Jika bosan mengkonsumsi
tempe karena pengolahannya
hanya itu-itu saja, bisa mencoba
inovasi baru dalam mengolah
tempe agar lebih menarik untuk
memakannya seperti
mengolahnya menjadi brownies.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Nurita Puji. 2009. Sifat Organoleptik Tempe Kedelai yang dibungkus Plastik dan Daun Pisang dan
Daun Jat. (online),(http://eprints.ums.ac.id/5714/1/J_300_060_022.pdf, diakses 26 Desember 2017)
 
Badan Standardisasi Nasional. 2012. Tempe : Persembahan Indonesia untuk Dunia. (online),(
http://www.bsn.go.id/ploads/download/Booklet_tempe-printed21.pdf, diakses 13 Desember 2017)
 
Deliani, 2008. Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kadar Protein, Lemak, Komposisi Asam Lemak dan
Asam Fitat pada Pembuatan Tempe. (online), (http://repository.usu.ac.id/bitstream/
handle/5823/08E00293.pdf, diakses 26 Desember 2017)
 
Pradhani, Okta Elok. 2017. Uji Efektivitas Agens Tanaman Kedelai. (online), (https://respiratory.ump.ac.id
/4326/3/OKTA%20ELOK%20PRADHANI%20BAB%20II.pdf, diakses 25 Desember 2017)
 
Purwanto, Mia. 2012. Perubahan Nilai Gizi Tempe Berbahan Baku Kedelai. (online), (
http://respiratory.uksw.edu/bitstream/631/2/T1_652007019_BAB%25201.pdf, diakses 25 Desember
2017)
 
Suhartanti, Pratiwi Dwi. 2010. Karakteristik Fisik Biji Beberapa varietas Kedelai dan Pengaruh Lama
Fermentasi Terhadap Karakteristik Kimia Tempe. (online), (
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/14046/Mjg30DM=/Karakteristik-fisik-biji-beberapa-varieta
s-kedelai-glycine-max-dan-pengaruh-lama-fermentasi-terhadap-karakteristik-kimia-tempe-abstrak.pdf
, diakses 27 Desember 2017)
GLOSARIUM
Aflatoksin : senyawa racun yang dihasilkan oleh jamur.
Antibakteri : zat yang dapat menganggu pertumbuhan
bahan mematikan bakteri dengan cara menganggu
metabolisme mikroba yang merugikan.
Enzim fitase : enzim yang tergolong mampu
menghidrolisis senyawa.
Fermentasi : proses produksi energi dalam sel dalam
keadaan anaerobik(tanpa oksigen).
Fosfor : mineral yang ditemukan dalam makanan.
Hidrolisis : reaksi kimia yang memecah air menjadi
kation hidrogen dan anion hidroksida.
Inositol: komponen utama membran sel yang
berikatan dengan molekul fosfatidilkolin
Kapang : mikroorganisme yang termasuk dalam
anggota kingdom fungi yang membentuk hifa.
Kolesterol : lemak yang terdapat didalam aliran darah.
Protein : protein adalah zat makanan berupa asam –
asam amino yang berfungsi sebagai pembangun dan
pengatur bagi tubuh.
Rhizopus : jamur yang memfermentasikan
oligosporus kacang kedelai menjadi tempe.
Toksin : zat beracun yang diproduksi didalam sel atau
organisme hidup.