Anda di halaman 1dari 63

VITAMIN LARUT AIR

Rizki Eka Sakti Octaviani


Vitamin B Kompleks
Vitamin B1 (Tiamin)

Vitamin B2 (Riboflavin)

Vitamin B3 (Asam nikotinat/Niasin)

Vitamin B5 (Asam Pentotenat)

Vitamin B6 (Piridoksin)

Vitamin B7 (Biotin)

Vitamin B9 (Asam Folat)

Vitamin B12
Vit. B1 (Tiamin)
Merupakan kristal putih yang sedikit larut
alkohol, bau dan rasanya seperti ragi
Mudah dioksidir sehingga terjadi tiokhrom
(tiokhrom dipakai untuk penentuan kadar
tiamin)
Inaktif bila direduksi atau kena sinar UV
Relatif stabil terhadap asam atau pemanasan
kering sampai 100°C, tetapi mengalami
destruksi lambat pada pemanasan basah
Enzim tiaminase (dalam ikan mentah tertentu)
bersifat tidak tahan panas, dapat membuat
tiamin menjadi inaktif
Di alam bebas terdapat dalam bentuk tiamin HCl
Absorbsi dan penyimpanan
Sintesis
Metabolisme
Tiamin dapat disintesa tumbuhan dan jasad
renik (termasuk bakteri dalam usus manusia
Dalam bentuk bebas mudah diabsorbsi di usus
Tidak dapat disimpan tubuh dalam jumlah
besar
Kelebihan tiamin akan diekskresi melalui urine
tidak keracunan
Setelah diabsorbsi di otak dan hati, tiamin
mengalami fosforilasi menjadi bentuk aktifnya,
yaitu tiamin pirophosphat (TPP) fosforilasi
terjadi atas bantuan enzim tiamin
pirofosfotransferase (tiamin pirofosfokinase)
yang prosesnya butuh ATP
Fungsi Utama
Sumber Tiamain
Penyebab kekurangan Tiamin
Akibat Kekurangan Tiamin
Vitamin B2 (Riboflavin)

Dalam bentuk murni, riboflavin alkali kristal


kuning.
Riboflavin larut air, tahan panas, oksidasi dan
asam, tetapi tidak tahan alkali dan cahaya
terutama sinar ultraviolet.
Dalam proses pemasakan tidak banyak yang
rusak.
Fungsi Vitamin B2
Membantu proses energi
Berperan metabolisme lemak, karbohidrat,
dan protein
Mengatur pertumbuhan dan reproduksi
vitamin B2 juga menjamin kesehatan kulit,
kuku dan pertumbuhan rambut.
Mengatur aktifitas kelenjar tiroid
Meningkatkan kekebalan tubuh
Absorbsi Vitamin B2
Metabolisme Vit. B2

Riboflavin di bebaskan dari ikatan-ikatan protein


sebagai FAD dan FMN di dalam lambung yang
bersuasana asam.
FAD dan FMN kemudian di dalam usus halus
dihidrolisis oleh enzimpirosfosfatase dan fosfatase
menjadi riboflavin bebas.
Riboflavin di absorpsi dibagian atas usus halus
secara aktif oleh proses yang membutuhkan natrium
untuk kemudian mengalami fosforilasi hingga
menjadi FMN di dalam mukosa usus.
Metabolisme Vit. B2

Riboflavin dan FMN dalam aliran darah sebagian


besar terikat pada albumin dan sebagian kecil pada
imonoglobulin G.
Riboflavin dan metabolitnya disimpan didalam hati,
jantung dan ginjal, dalam bentuk FAD yang mewakili
70-90% vitamin tersebut. Konsentrasinya lima kali
FMN dan lima puluh kali riboflavin.
Sebanyak 200 µg riboflavin dan metabolitnya
dikeluarkan melalui urin tiap hari tergantung pada
konsumsi dan kebutuhan jaringan
Sumber Vitamin B2
berbagai produk olahan susu, ragi, dan hati.
tiram, daging tanpa lemak,jamur, brokoli,alpukat,
salmon
ikan berminyak seperti mackerel, belut, dan hering 
telur, kerang,biji bunga matahari, dan kacang-
kacangan
Kekurangan (Defisiensi) vitamin B2
Tanda-tanda kekurangan baru akan terlihat setelah
beberapa bulan kekurangan konsumsi riboflavin.
Tanda-tanda awal kekurangan riboflavin antara lain
mata panas dan gatal, tidak tahan cahaya,kehilangan
ketajaman mata, bibir, mulut serta lidah sakit dan
panas., yang disebut ariboflavinosis
Kelebihan intake vitamin B2
tekanan darah menjadi rendah,
mengalami kelelahan,
anemia atau kurang darah,
mengalami mual dan muntah.
Vitamin B3 (Asam Nikotinat/Niasin)
Absorbsi Vitamin B3
Metabolisme

Penyerapan nicotinamide atau asam nikotinat


berlangsung cepat dalam lambung dan usus kecil.
Niacin digunakan dalam dua bentuk koenzim, yaitu
nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) dan
nicotinamide adenine dinucleotide Fosfat (NADP).
NAD digunakan dalam banyak reaksi yang
melibatkan produksi energi. NADP lebih sering
berada dalam proses biosintesis, seperti dalam
sintesis asam lemak dan kolesterol
Fungsi Vitamin B3

Berperan dalam proses reduksi-


oksidasi (pernafasan sel, glikolisa,
sintesa lipida)
Berperan dalam reaksi pembentukan
serotonin
Akibat Kekurangan Niasin
Sumber Niasin
Vitamin B5 (Asam Pentotenat)
Asam pantotenat diperlukan untuk
membentuk koenzim A (CoA) dan
berperan pada metabolisme protein,
karbohidrat, dan lemak.
Vitamin B6 (Piridoksal)
Yang paling stabil adalah piridoksal
yang digunakan untuk fortifikasi
Hilang 45% pada pemasakan daging,
dan 20-30% pada pemasakan sayuran
Selama sterilisasi, mengalami reaksi
dengansistein membentuk vitamin
yang inaktif yang terjadi karena
adanya panas
Vitamin B6 dapat ditemukan terutama
terikat pada protein di dalam makanan.
Sumber yang sangat baik adalah daging
ayam, hati, daging sapi, ikan (herring,
tuna, salmon, trout), kacang dan bijian
(terutama biji bunga matahari),kedele,
dan sereal fortifikasi. Jumlah yang lebih
kecil terdapat pada buah-buahan dan
sayuran
Vitamin B7 (Biotin)

Juga disebut vitamin H


Terdiri dari cincin
tetrahydrothiophene dengan asam
valerat terikat pada cincin tersebut
Biotin merupakan koenzim
metabolisme asam lemak dan leusin
serta berperan pada glukoneogenesis
Vitamin B9 (Asam Folat)

Berasal dari kata folium (bahasa Yunani) =


daun
Terdiri dari:
cincin heterobisiklik pteridin
asam glutamat
para amino asam bensoat (PABA)
Merupakan kristal kuning yang sedikit larut
air
Stabil pada pemanasan dalam suasana netral
dan alkali
Vitamin B12 (Kobalamin)