Anda di halaman 1dari 52

Penyajian Data

Departemen Ilmu Kedokteran Gigi


Pencegahan/Kesehatan Gigi
Masyarakat
Fakultas kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara

Darmayanti Siregar, drg., M.KM


PENYAJIAN DATA

RAW DATA
DIPROSES
DIKLASIFIKASI

DITABULASI

PRESENTASI

SEMINAR JURNAL
Tujuan Penyajian Data
 Menunjukkan distribusi subjek menurut nilai
atau kategori variabel tertentu
 Membandingkan 2 angka atau lebih
 Menampilkan perubahan nilai suatu variabel
tertentu menurut waktu
 Menunjukkan hubungan antara 2 variabel

Penyajian data harus dilakukan dengan ringkas,


sehingga dapat menggambarkan informasi
secara sederhana, lugas, dan komunikatif.
PENYAJIAN DATA

Data dapat disajikan dengan berbagai macam cara:


A. Tekstular/Tulisan: Penyajian data dengan narasi (kalimat)
B. Tabel: Distribusi frek, distribusi relatif, tabel silang, dll
C. Grafik/Diagram: Bar, Histogram, poligon, box plot, scatter
plot, line, pie, dll

Pemilihan bentuk didasarkan pada tujuan penyajian


PENYAJIAN TEKSTULAR
· Menggunakan bahasa yg benar
· Ringkas tetapi efektif PENYAJIAN TABULAR:
· Menghindari bahasa berbunga · Judul tabel lengkap
· Paragraf mengandung: · Badan tabel terdiri dari
.Tema .Variabel/konsep
.Data/fakta pendukung tema .Distribusi frek
.Pendapat/opini .Distribusi proporsi
.Uji statistik (bila perlu)
· Hindari tabel yg kompleks
· Desimal seperlunya
PENYAJIAN GRAFIKAL · Hindari duplikasi (tabel
kemudian diikuti oleh teks
· Histogram
dan/atau grafik)
· Diagram Bar/batang
· Diagram Pie/lingkar
· Diagram Line/Garis
· Diagram Scatter/Tebar
· Diagram Box-plot
Penyajian dalam bentuk TULISAN
 Tujuan:
 Memberikan keterangan dari keseluruhan prosedur,
hasil-hasil, dan kesimpulan-kesimpulan yang dibuat
dengan menggunakan tulisan (text).
 Tidak dapat mencakup banyak gambaran angka
statistik karena tidak efektif
 Contoh yg salah (menyajikan angka dg text):
Daerah Jawa-Madura dibagi menjadi 5 daerah,
yaitu DKI Jakarta 560 km2, Jawa Barat 46.317 km2,
Jawa Tengah 34.206 km2, dan Jawa Timur
(termasuk Madura) seluas 47.922km2
CONTOH PENYAJIAN TEKS

TEMA
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia
masih tinggi bila dibandingkan dengan
negara tetangga. Data Bank Dunia tahun
1995 menunjukkan bahwa AKI di Indonesia
DATA
adalah 600 per 100.000 kelahiran, sedang
Thailand hanya sebesar 100 per 100.000
kelahiran; Singapura 50/100.000 kelahiran..
dst. Data SKRT 1995 juga menunjukkan
tingkat AKI yang relatif sama, yaitu
550/100.000 kelahiran . Hal ini menunjukkan OPINI
bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia
masih memprihatinkan.
Penyajian dalam bentuk TABEL
 Tujuan:
 Penyajian data dalam bentuk angka yang disusun secara teratur
dalam kolom dan baris sehingg dapat memberikan gambaran
atau perbandingan
 Tabel yang baik harus sederhana dan self-explanatory
 Bagian-bagian dalam tabel:
 Nomor
 Judul (menjelaskan 4W =apa, siapa, dimana, dan kapan)
 Stub (judul baris)
 Box head (judul kolom)
 Body (tempat nilai dalam sel)
 Total (kolom/baris)
 Footnote
 Sumber data utk data sekunder
Bagian-bagian Tabel
TABLE No... JUDUL….
Bagian-bagian Tabel
 Judul
 Biasanya ditempatkan di atas tabel, harus jelas, singkat, dan lengkap
 Judul yang baik akan menjawab: what, when, dan where

 Stub:
 Kolom paling kiri, termasuk kepala kolom tersebut
 Stub memberi suatu keterangan/penjelasan secara terperinci tentang
gambaran pada tiap baris dan badan tabel

 Box head:
 Ini termasuk kepala kolom. Box head memberi keterangan/penjelasan
secara terperinci tentang gambaran tiap kolom dari badan tabel

 Body:
 Terdiri atas kolom-kolom dan hanya berisi angka-angka
Jenis- jenis Tabel
 Tabel Induk (Master Table), lebih 2 var
 Tabel Silang (Cross-table), 2 variabel
 Tabel Distribusi frekuensi:, 1 variabel
 Tabel distribusi frekuensi
 Tabel distribusi frekuensi relatif (%)
 Tabel distribusi frekuensi kumulatif
 Tabel distribusi frekuensi relatif kumulatif (%)
Tabel Induk / Tabel Master
 Menyajikan semua data yang tersedia secara terperinci, sehingga pembaca
dapat memperoleh setiap informasi yang diinginkan
 Tabel Induk (Summary Table), Merupakan ringkasan hasil dari berbagai
variabel (> 2 variabel). dimuat dalam 1 (satu) tabel. Tabel ini sangat efisien

Tabel 1. Penggolongan dari lahir hidup menurut ras ibu,


tempat melahirkan, dan penolong kelahiran di Kota X, 1999
Contoh Tabel induk
Tabel Silang
 Untuk menyajikan penemuan seringkas dan seefektif mungkin
 Berfungsi sebagai data/informasi untuk topik yang akan
didiskusikan dlm text
 Merupakan tabel silang dari 2 (dua) variabel atau lebih.
 Bertujuan membandingkan 2 atau lebih variabel yang terkait

Tabel 2. Kelahiran hidup dan kelahiran mati menurut penolong


persalinan di Kab. A, tahun 1999

Lengkapi
dengan
persentase
supaya
interpretasi
mudah
Tabel Distribusi Frekuensi
 distribusi frekuensi
 distribusi frekuensi relatif (%)
Tabel 3. Berat Badan Bayi Pengunjung Puskesmas X, Juni 1999
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
 Distribusi frekuensi kumulatif
 Distribusi frekuensi kumulatif relatif (%)

Tabel 3. Berat Badan Bayi Pengunjung Puskesmas X, Juni 1999


Teknik Pembuatan Tabel
 Judul
 Apakah tabel telah memiliki judul ?
 Apakah judul sudah menggambarkan isi tabel, termasuk subyek,
orang, tempat dan waktu ?
 Apakah judul tabel telah didahului oleh Tabel # ?
 Baris dan kolom
 Apakah tiap baris dan kolom telah memiliki judul yang jelas ?
 Apakah satuan ukuran telah dicantumkan ?
 Apakah katagori yang digunakan sesuai dengan data ?
 Apakah jumlah total baris dan kolom telah ada
 Catatan kaki
 Apakah tiap kode, singkatan dan simbol telah dijelaskan ?
 Apakah semua eksklusi telah dijelaskan ?
 Jika data bukan data primer, apakah sumber data telah dicantumkan ?
Penyajian dalam bentuk GRAFIK
 Grafik haruslah Sederhana & Self Explanatory
 Bagian-bagian Grafik
 Nomor
 Judul
 Aksis (sumbu X)
 Ordinat (sumbu Y)
 Plotting data
 Legend/Keterangan
 Sumber
Teknik Pembuatan Grafik
 Judul
 Apakah grafik telah memiliki judul ?
 Apakah judul sudah menggambarkan isi tabel,
termasuk subyek, orang, tempat dan waktu ?
 Apakah judul tabel telah didahului oleh Grafik # ?
 Aksis
 Apakah tiap aksis sudah diberi label dengan singkat
dan jelas ?
 Apakah satuan ukuran telah dijelaskan pada label
aksis?
 Apakah skala aksis sudah jelas ?
 Apakah skala aksis sesuai dengan data yang ada ?
 Apakah sumbu x dan y mulai dari nol ?
Manfaat Grafik
 Mengembangkan beberapa variabel,
beberapa kategori suatu variabel. Satu
variabel pada waktu dan tempat berbeda
 Meramalkan perubahan yang terjadi dengan
berjalannya waktu
 Mengetahui hubungan dua variabel atau
lebih
 Memberikan informasi kepada masyarakat
Kerugian Grafik

 Lebih sulit dibuat


 Keterangan data tidak rinci
 Harus dibuat dengan benar. Perhitungan
salah  penilaian salah
 Informasi terbatas, bila banyak data 
membingungkan
PEDOMAN PEMBUATAN GRAFIK
1. Dua sumbu : horizontal : x  Absis
vertikal : y  Ordinat
Variabel tidak tergantung :x
Variabel tergantung :y
2. Jenis kertas: biasa/semilogaritme
3. Sumbu ordinat (vertikal) : 60-70% panjang absis,
atau sama panjang. Bila terbalik  salah
4. Skala harus seimbang
5. Sebaiknya tidak menggunakan angka dalam
grafik
6. Grafik diawali titik nol.
F

F 200

200

Coordinate line
0

scala line

0
Frame line
Contoh Grafik: Histogram
Number of visits
Number of visits

250 250

200 200

150
150

100
100

50
50

0
0
year
year 1960 1961 1962 1963
1960 1961 1962 1963

Single bar Sub divided bar


Number of visits
infants

childern
250
mother
200

150

100

50

1960 1961 1962 1963

Multiple bar
MACAM-MACAM GRAFIK
BERDASARKAN BENTUKNYA
 Grafik batang (Bar Diagram)
 Grafik lingkaran (Pie Diagram)
 Grafik garis (Line Diagram)
 Grafik titik titik (Scattered Diagram)
 Grafik model (Piktogram)
 Grafik Peta (Map Diagram)

BERDASARKAN FUNGSINYA
 Perbandingan
 Kecenderungan
 Penerangan
PERTIMBANGAN MEMBUAT GRAFIK

 Kesederhanaan
 Self Explanation
 Judul
 Keys
 Scales
 Garis-garis dalam grafik
 Notes
 Nomor Grafik
 Visual Impression
Histogram

 Dipergunakan untuk menyajikan suatu distribusi frekuensi dari data


yang kontinue/kuantitatif/numerik
 Langkah-langkah:
 Membuat batas kelas yang sebenarnya (real limit) untuk tiap-tiap
kelas interval. Contoh:

Kelas interval f real limit


13 –15 4 12,5 – 15,5
10 – 12 8 9,5 – 12,5
7–9 9 6,5 – 9,5
 Kelas interval digambarkan dengan sumbu horizontal dan
frekuensi dengan sumbu vertical. Setiap kelas digambarkan dalam
bentuk bar vertical
 Kelas terendah digambarkan paling kiri pada sumbu horizontal
 Skala frekuensi harus dimulai dengan angka 0
 Untuk data tidak berkelompok, setiap nilai harus dianggap sebagai
interval
Poligon
 Dipergunakan untuk menyajikan suatu distribusi frekuensi dari data
yang kontinue /kuantitatif/numerik
 Permukaan area frekuensi poligon sama luasnya dengan histogram
 Dipergunakan untuk membandingkan beberapa distribusi frekuensi
pada sebuah gambar
 Langkah-lamgkah:
 Membuat titik-titik tengah kelas interval yang berada pada bagian
atas bar histogram. Kemudian titik ini dihubungkan membentuk garis
yang disebut frekuensi poligon
 Frekuensi poligon harus tertutup di kedua ujungnya, sebab
merupakan area diagram dan harus sama luasnya dengan bar
histogram
Frek
10

5
t og ram
4 His
3

0
0.5 3.5 6.5 9.5 12.5 15.5

Kelas Interval
PIE DIAGRAM
 Dapat disajikan 3 dimensi
 Membandingkan kategori suatu variabel secara relatif
Ketentuan :
1. Besar lingkaran : enak dipandang
2. Kategori : 4-6
3. Tiap segmen diberi warna
4. Sudut segmen jangan terlalu kecil
Cara :
1. Data frekuensi distribusi diubah menjadi %
2. % diubah : menjadi derajat
3. Gambar setiap kategori sesuai derajat yg dihasilkan
Grafik Lingkaran (Pie)
(Data kategorik/kualitatif)
Berapa Kali Ibu Periksa Hamil, Cianjur 1995

6.8%

11.7%

1 kali
17.1% 2 kali
64.4% 3 kali
> 3 kali
GRAFIK GARIS
1. Grafik garis proporsional (%)
 Kedua variabel digambar pada titik awal
yang sama (100%)
2. Grafik frekuensi kumulatif (Ogive)
 Tabel frekuensi distribusi  diubah menjadi
frekuensi kumulatif
 Untuk mengetahui posisi individu dalam
kelompok
3. Grafik garis patah-patah
 Untuk mengetahui perubahan yang terjadi
dengan berjalannya waktu
4. Grafik garis lengkung (kurva)
Diagram Garis (Line) :
Jumlah Kasus DBD Menurut Bulan di RS
50

40
J u m la h k a s u s

30

20 Kasus DBD

Batas atas = 33.9


10
Rata-rata = 20.4

0 Batas bawah = 6.9

Sigma level: 3
Frekuensi
kumulatif ≥ Ogive ≤

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
130 140 150 160 170 180 190 200
GRAFIK GARIS PATAH-PATAH

F
30

25

20

15

10

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bulan
Grafik distribusi kasus gastroenteritis di daerah X
perbulan selama 1 tahun

Grafik ini banyak dijumpai pada deret berkala yang digunakan untuk
mengetahui perubahan yang terjadi dengan berjalannya waktu
KURVA
Berdasarkan simetrisitas

1. Kurva simetris
Hasil pengamatan yang sangat banyak
Kurva normal
Kurva Leptokurtik
Kurva platikurik

2. Kurva Asimetris = miring


Miring ke kanan= skew positif
Miring ke kiri = skew negatif
Y

10 20 30 40 50 60 70 80 90 X Nilai Mahasiswa

Kurva nilai mahasiswa miring ke kiri


Y

10 20 30 40 50 60 70 80 90 X Nilai Mahasiswa

Kurva nilai mahasiswa miring ke kanan


BERDASARKAN TINGGI PUNCAK
1. Kurva normal = mesokurtik
= kurva Gauss
Ciri-ciri :
1. Kurva terletak di atas absis
2. Simetris berbentuk lonceng
3. Hasil jumlah observasi sangat banyak
4. Mempunyai satu puncak
5. Data kontinu
6. Luas seluruh kurva = 1 (100%)
7. Grafik mendekati sumbu x pada 3 S.D (standar deviasi)
8. Luas 1 SD = 68%, 2 SD= 95,5 %, 3 SD = 99,7 % dari
seluruh luas kurva
F

Leptokurtik

Mesokurtik

Platikurtik

1 SD
2 SD
3 SD

Kurva Lepto kurtik : distribusi rentang kecil, nilai ekstrim pada nilai kecil dan besar
BERDASARKAN JUMLAH PUNCAK
Y Y

x x
Grafik uni modal Y Grafik Bimodal

Grafik multi modal x


BERDASARKAN BENTUKNYA

Y Y

X X
Bentuk J
Bentuk L
Diagram/grafik Tebar (Scatter plot)
 Hubungan antara 2 variabel numerik
 Dipergunakan untuk menyajikan sepasang
pengamatan (paired observation) dari dua variabel
untuk memperlihatkan ada atau tidak adanya
hubungan antara dua variabel
 Tiap pasang pengamatan pada suatu individu
disajikan sebagai sebuah data diagram
 Skala X dan Y pada scater tidak perlu dimulai dari
0, sebab bukan skala frekuensi.
Diagram Tebar (scatter plot)
140000

120000

100000

80000

60000

40000
Current Salary

20000

0
0 20000 40000 60000 80000 100000

Beginning Salary
GRAFIK MODEL (PIKTOGRAM)

 Berbentuk gambar menyerupai aslinya


 Digunakan penerangan kepada masyarakat
 Setiap gambar melambangkan sebuah jumlah
tertentu

1960 ♥♥♥
1965 ♥♥♥♥ ♥ = 1000 jantung
1970 ♥♥♥♥♥
GRAFIK PETA (MAP DIAGRAM)
 Menunjukkan batas desa
 Lokasi rumah sakit/ Puskesmas
 Prevalensi penyakit pada daerah tertentu
SOAL LATIHAN I
1. Buat histogram dan frekuensi poligon data
berikut :
Tinggi Badan (cm) Frekuensi

40-49 20

50-59 25

60-69 30

70-79 40

80-89 45

90-100 30
LATIHAN II
1. Data kunjungan di PUSKESMAS tahun 2006 s/d 2008
2006 : karies 60
P. Periodontal 80
2007 : karies 55
P. Periodontal 80
2008 : karies 65
P. Periodontal 70

a. Buat grafik garis patah kunjungan di PUSKESMAS tersebut


b. Buat grafil batangnya
Soal Latihan III
Data kunjungan di PUSKESMAS tahun 2002 s/d
2005 sbb :
2002 TBC 50
DIARE 100

2003 TBC 60
DIARE 90

2004 TBC 65
DIARE 85

2005 TBC 70
DIARE 80

a. Buat grafik garis patah kunjungan di PUSKESMAS tersebut


b. Buat grafik batang kunjungan di PUSKESMAS tersebut
SOAL LATIHAN II
1. Buat histogram dan frekuensi poligon data
berikut :
Berat Badan Frekuensi
Anak* (Kg)

1-10 10

11-20 15

21-30 20

31-40 25

41-50 20

51-60 15