Anda di halaman 1dari 30

Pembuatan

Pembuatan Radiofarmaka 153Sm-EDTMP Untuk


Radiofarmaka 153 Sm-EDTMP Untuk
Pengobatan
Pengobatan Kanker Tulang Metastasis
Kanker Tulang Metastasis

KELOMPOK 3

1. RITA PUSPIANA (18650129)

2. FIDIANA RATNASARI (18650132)

3. ZAKIA ALBA AURORA (18650139)

4. ALTHUR VALENTINO.R. (18650141)

5. NINA NUR JANNAH (19650332)


PENDAHULUAN

BAHAN DAN CARA KERJA

PEMBUATAN

HASIL DAN PEMBAHASAN


PENDAHULUAN

Kanker tulang metastasis terjadi pada


kebanyakan penderita kanker, seperti penderita
kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-
paru

Kanker ini menyebabkan rasa nyeri


yang kuat dan kronis serta sering
diobati dalam jangka waktu yang
panjang dengan analgesik narkotik
PENDAHULUAN

Salah satu alternatif yang terbaik saat ini


adalah radioterapi internal dengan
menggunakan samarium-153 etilen diamin
tetra metilen fosfonat 153Sm-EDTMP

Pengobatan kanker tulang metastasis


yang telah dicoba antara lain : Penyinaran
dengan radiasi dari luar tubuh. Tapi
jaringan sekitar sel kanker akan rusak
PENDAHULUAN
Pengobatan dengan radiofarmaka secara
in-vivo juga dikembangkan dan dicoba
secara klinis, misal : P-32 dan Y-90. Namun
jarang digunakan karena ES nya sangat
bahaya. Misal : P-32 dapat menekan
pembentukan sel-sel darah dan
akumulasinya dalam hati cukup tinggi

Samarium-153 adalah radiostop yang


memancarkan berbagai energi sinar β
dengan energi max 640, 710, dan 810 KeV
dengan waktu paruh fisis 46,3 jam
BAHAN DAN CARA
KERJA

Etilen diamin tetrametilen fosfonat, natrium


dihidrogen fosfat, dinatrium hidrogen fosfet,
etanol, amoniak, chelex dan kertas Whatman no.3

Alat pencacah sinar γ (Capintec-CRC 12), pH meter


(fisher scientific), γ mini assay, timbangan
analitik, pipet mikro (ependorf), penyaring bakteri
0,22 μm (millex).
BAHAN DAN CARA
KERJA
40 mg Sm2O3 diirradiasi dalam reaktor serba
guna, dengan fluks neutron 1.2543 x 10 14 neutron
cm-2 sec-1 , 15 MW selama 120 jam. Hasil irradiasi
dilarutkan dalam 3ml HCl 1 N + 3ml aquadest.
Kemudian aktivitas larutan diukur dengan alat
pengukur aktivitas sinar γ
PEMBUATAN
Penyiapan Larutan Samarium-153 dan EDTMP
Hasil
irradiasi
Dinaikkan pHnya menjadi 4 dengan
penambahan NaOH 1 N

Larutan stok EDTMP dibuat 2


macam
Sebagian dilarutkan dalam larutan dapar
fosfat Ph 7,5 dan sebagian lagi dilarutkan
dalam larutan saline
PEMBUATAN
Formulasi Radiofarmaka 153
Sm-EDTMP
Menentukan pH optimal
formulasi
Perbandingan mol samarium dan EDTMP
(1:1)
pH akhir larutan diatur masing-masing 5,
7,5 dan 10

Pengaturan pH ditambah larutan HCl 2 N /


NaOH 2 N, dengan volume masing-masing
formulasi 5ml dan inkubasi 1 jam
PEMBUATAN
Formulasi Radiofarmaka 153
Sm-EDTMP
Menentukan perbandingan mol yang
optimal
Perbandingan mol samarium dan EDTMP
dalam dapar fosfat dibuat dengan
perbandingan 1:1, 1:5, 1:10, 1:50, dan
1:100
pH akhir larutan dipertahankan sekitar 7,5
– 8,0

Volume masing-masing formulasi 5ml dan


inkubasi 1 jam
PEMBUATAN
Pemeriksaan Kemurnian Radiofarmaka
153
Sm-EDTMP
Dengan menggunakan Kromatografi Kertas
Whatman 3mm

Dengan pelarut camp. amonia, etanol, dan air


( 0,1 : 2 : 4 ) sebagai eluen

Hasil menunjukkan Rf 153SmCl3 berada pada


titik 0,0 dan Rf 153Sm-EDTMP berada pada
daerah 0,9 – 1,0
PEMBUATAN
Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap
Stabilitas153Sm-EDTMP
Dilakukan terhadap sediaan 153Sm-EDTMP dengan
perbandingan mol Sm dan EDTMP (1 : 50)

Sediaan disiapkan dengan menggunakan


dapar fosfat ph 7,5

Kemurnian radiofarmaka 153Sm-EDTMP diamati


waktu ½. 1, 2, 4, 12, dan 24 jam setelah
formulasi radiofarmaka 153Sm-EDTMP
PEMBUATAN
Uji Biodistribusi Radiofarmaka 153Sm-EDTMP pada
Tikus
Dengan perbandingan mol Sm ( 1,0 mmol ) dengan
EDTMP ( 50 mmol ), dalam larutan dapar fosfat (pH
7,5)
Sebelum disuntikkan melalui intravena,
larutan disaring dengan penyaring bakteri
(millex 0,22 μm)
Dosis 0,2ml dengan aktivitas sekitar 5-6mCi
Tikus dimatikan secara berkelompok ( N = 3)
pada waktu 3, 12, 24 jam setelah penyuntikan
Darah, ginjal, hati, lambung, usus halus,
tulang, dan urin diambil dan aktivitas masing-
masing organ dinyatakan dalam bentuk
PEMBUATAN
Uji Klinis Radiofarmaka 153Sm-EDTMP
Dilakukan kerjasama dengan 3 RS, dengan 10 orang
sukarelawan
Dosis yang diberikan kepada pasien sekitar
0,5 – 1,0mCi/kg BB
Radiofarmaka diberikan kepada penderita
kanker tulang metastasis yaitu radiofarmaka
yang disiapkan dengan perbandingan mol Sm
dan EDTMP ( 1 : 25 ) atau ( 1 : 50 )
Dalam larutan fosfat pH 7,5 dan telah disaring
dengan penyaring bakteri
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Syarat sebagai sediaan obat suntik biasa
yang harus dipenuhi dalam menyiapkan
sediaan radiofarmasi 153Sm-EDTMP harus
steril, isotonis, isohidris, dan sediaan tidak
berbahaya terhadap tubuh. Maka 153Sm-
EDTMP dibuat secara aseptis dan larutan
akhir disaring dengan menggunakan
penyaring bakteri.
Untuk menghasikan sediaan isotonis dan
isohidris, sediaan disiapkan dengan
menggunakan dapar fosfat, dimana larutan
tersebut merupakan larutan yang isotonis
dan pH nya sesuai dengan pH darah
HASIL DAN
PEMBAHASAN

Syarat umum dalam menyiapkan sediaan


radiofarmasi untuk obat suntik adalah
mempunyai kemurnian radiofarmasi lebih
besar dari 95%, untuk memperoleh sediaan
radiofarmasi dengan kemurnian radiokimia
lebih besar dari 95% dilakukan optimalisasi
yaitu : jumlah samarium, jumlah EDTMP, pH
larutan, waktu induksi, dan lain-lain.
HASIL DAN
PEMBAHASAN

Bila hasil kemurnian radiokimia komleks Sm-


EDTMP lebih kecil dari 100%, maka
diperkirakan adanya hasil samping reaksi,
yaitu : ion Sm3+ dan koloid yang tidak larut
Sm(OH)3.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
HASIL DAN
PEMBAHASAN

Pengaruh ph terhadap hasil kemurnian


radiokimia kompleks 153Sm-EDTMP dengan
waktu reaksi 30 menit dilihat pada gambar
1, bahwa pengaruh ph tidak begittu nyata
terhadap hasil kemurnian radiokimia
kompleks 153Sm-EDTMP.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
HASIL DAN
PEMBAHASAN

Gambar 2 memperlihatkan pengaruh


perbandingan mol (mole ratsio) antara
samarium dengan ligan EDTMP terhadap
hasill kemurnian radiokimia 153Sm-EDTMP
pada kondisi PH = 7,5 dan waktu reaksi 30
menit.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Pada uji biodistribusi terhadap tikus memperlihatkan
aktivitas dalam bentuk % dosis obat suntik per gram
organ dari, hati, ginjal, otot, tulang, lambung, dan usus
halus. Pengamatan masing-masing dilakukan setelah 3,6
dan 24 jam penyuntikkan. Dijelaskan oleh LUO, dkk
pemberian EDMTP yang cukup besar dapat
mempengaruhi fungsi jantung tikus, dan fungsi jantung
akan menjadi normal kembali nila diberikan larutan dapar
fosfat. Dalam formulasi ini EDMTP diberikan dalam dosis
sekitar 95-190 mg, sedangkan untuk samarium sekitar
0,25-2mg. Dari hasil uji biodistribusi terhadap yikus
percobaan, diberi sediaan radiofarmasi 153Sm-EDTMP
dengan perbandingan mol antara Sm dan EDMTP satu
berbanding lima puluh, tidak satupun tikus mati.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Pada uji klinis di rumah sakit formula Sm-
EDMTP yang diberikan kepada pasien adalah
komplek dengan perbandingan mol 1: 25
atau 1: 50, dengan dosis keradioaktifan
sekitar 0,5 -1,0 mCi per kilogram BB. Dari 10
pasien penderita kanker tulang yang diberi
radiofarmaka Sm-EDMTP , akumulasi
tertinggi selalu muncu pada tulang melalui
pengamatan dengan kamera gamma.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Pada uji klinis di rumah sakit formula Sm-
EDMTP yang diberikan kepada pasien adalah
komplek dengan perbandingan mol 1: 25
atau 1: 50, dengan dosis keradioaktifan
sekitar 0,5 -1,0 mCi per kilogram BB. Dari 10
pasien penderita kanker tulang yang diberi
radiofarmaka Sm-EDMTP , akumulasi
tertinggi selalu muncu pada tulang melalui
pengamatan dengan kamera gamma.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
HASIL DAN
PEMBAHASAN
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Dari pengamatan terhadap pasien, semua
menyatakan adanya penuruna rasa sakit yang
berarti setelah beberapa hari pemberian
radiofarmaka 153Sm-EDTMPdisebabkan oleh
partikel beta yang dapat menghambat atau
menghentikan pertumbuhan sel kanker tulang
metastatis. Dan 153Sm-EDTMPjuga berkhasiat
sebagai analgesik. Pengamatan dokter dirumah
sakit menyatakan oemberian Sm-EDMTP untuk
digunakan sebgai zat paliatif dalam pengobatan
kanker tulang metastatis cukup sekali dalam
tenggang waktu 2-3 bulan .
KESIMPULAN

• Untuk endapatkan kemurnia radiokimia radiofarmaka 153Sm-


EDTMP lebi besar dari 95% diperlukan perbandingan moar
antara samatium dengan EDTMP lebih besar dari satu
berbanding sepuluh, PH antara 7,5-10,0 dan waktu reaksi 30
menit.
• Uji biodistribusi dengan menggunakan tikus percobaan,
didapatkan bahwa 153Sm-EDTMP terakumulasi lebih tinggi pada
tulang dibandingkan dengan organ lainnnya.
• Hasil uji klinis terhadap pasien yang dilaksanakan dibeberapa
rumah sakit di Jakarta dan Bandung didapatkan hasil akumulasi
153Sm-EDTMP yang tinggi pada tulang dan 153Sm-EDTMP dapat

bersifat paliatif terhadap kanker tulang metastasis.