Anda di halaman 1dari 16

 

DISUSUN OLEH :
• JIHAN SHOFA SALSABILA
TUGAS SOSIOLOGI (30701900098)
TEMA:
STRATIFIKASI SOSIAL • NADA RUSYDA GHANI
(30701900120)
• NANDA ZANU ADITYA
(30701900124)

FAKULTAS PSIKOLOGI • NAUFAL HAIDAR FATIH


Universitas Islam Sultan Agung (30701900126)
Semarang, Jawa Tengah • NILA ARUM RISKIYANI
2019 (30701900128)
  • RADILA DWI WAHDINI
(30701900139)
DEFINISI STRATIFIKASI SOSIAL

• Stratifikasi berasal dari kata stratum atau strata yang berarti lapisan dan fikasi
(fication) Bahasa Rumanianya facere yang berarti membuat. Dua kata
tersebut dapat diartikan sebagai pembuatan lapisan
• Stratifikasi sosial berguna sebagai pemersatu, penggolongan individu yang
berbeda, sebagai alat untuk menyusun serta sebagai alat kontrol
PITIRIM A.
SOROKIN
• Bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan
penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-
Gambar tokoh kelas secara bertingkat. Sorokin
menjelaskan bahwa dasar dan inti lapisan-
lapisan dalam masyarakat adalah karena
tidak adanya keseimbangan dalam
pembagian hak-hak dan kewajiban-
kewajiban, kewajiban-kewajiban dan
tanggung jawab nilai-nilai sosial dan
pengaruhnya di antara anggota masyarakat.
SOERJONO SOEKANTO (1982)
• Dalam suatu masyarakat ada sesuatu yang
dihargai, maka hal itu akan menjadi bibit yang
Gambar tokoh dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis
dalam masyarakat itu. Lapisan-lapisan tersebut
dalam masyarakat ada sejak manusia mengenal
kehidupan bersama dalam masyarakat, Lapisan
masyarakat tersebut memiliki banyak bentuk-
bentuk yang dapat diklasifikasikan dalam tiga
macam kelas, yaitu ekonomis, politis, dan yang di
dasarkan pada jabatan-jabatan tertentu dalam
masyarakat
LAPISAN MASYARAKAT BERDASARKAN UMUMNYA
(HASSAN SHADILY)

• Keadaan senasib, dengan paham ini kita mengenal lapisan yang


terendah, yaitu lapisan pengemis, lapisan rakyat, lapisan
masyarakatdan sebagiannya.
• Persamaan batin atapun kepandaian, misalnya lapisan terpelajar
dan sebagiannya.
TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL

• Startifikasi sosial terjadi karena ada sesuatu yang dibanggakan oleh setiap
orang atau kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Statifikasi ini dapat
dapat terjadi pada setiap masyarakat, bahkan terjadi pada masyarakat yang
paling sederhana sekalipun.
• Stratifikasi sosial dapat terjadi dengan sendirinya dalam masyarakat, dapat
pula dibentuk dengan sengaja dalam rangka usaha manusia untuk mengejar
cita-cita bersama.
POKOK – POKOK TERJADINYA PROSES LAPISAN
MASYARAKAT

1. Pada sistem pertentangan yang ada dalam masyarakat, sistem


demikian hanya mempunyai arti khusus bagi masyarakat –
masyarakat tertentu.
2. Sistem lapisan yang dapat dianalisis dalam berbagai arti
SISTEM LAPISAN DAPAT DIANALISIS DALAM ARTI – ARTI:

1. Distribusi hak – hak istimewa yang objektif seperti penghasilan , kekayaan,


keselamatan (kesehatan, laju kejahatan);
2. Sistem pertanggaan yang diciptakan oleh para warga masyarakat (prestise
dan penghargaan)
3. Kriteria sistem pertentangan dapat berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan
kelompok, kerabat tertentu, milik, wewenang atau kekuasaan;
4. Lambang – lambang kedudukan, seperti tingkah laku hidup, cara berpakaian,
perumahan, keanggotaan pada suatu organisasi;
5. Mudah sukarnya bertukar kedudukan;
6. Solidaritas diantara individu atau kelompok – kelompok sosial yang
menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial masyarakat
seperti:

 Pola – pola interaksi (struktur klik, keanggotaan organisasi, perkawinan dan


sebagainya)
 Kesamaan atau ketidaksamaan sistem kepercayaan, sikap dan nilai – nilai;
 Kesadaran akan kedudukan masing – masing;
 Aktivitas sebagai organ kolektif.
SISTEM LAPISAN MASYARAKAT

Sifat sistem lapisan di dalam masayarakat dapat bersifat tertutup (closed


social stratification), terbuka (open social stratification) dan campuran.
Sistem lapisan tertutup adalah membatasi kemungkinan
pindahnya seseorang dari suatu lapisan ke lapisan yang lain, baik
yang merupakan gerak keatas atau kebawah.
 Sistem lapisan terbuka adalah setiap anggota masyarakat
mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri
untuk naik lapisan, atau malah jatuh dari lapisan yang atas ke bawah.
Sistem lapisan campuran adalah gabungan dari stratifikasi terbuka
dan tertutup. Sebagai contoh seorang masyarakat bisa bermutasi
untuk bekerja sebagai pimpinan dan tidak memungkinkan untuk
menjadi bangsawan atau tokoh dalam masyarakat. Stratifikasi sosial
campuran biasanya terjadi dalam lingkungan masyarakat yang
memiliki susunan yang heterogen.
KELAS KELAS DALAM MASYARAKAT

Kelas sosial adalah semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu lapisan, sedangkan
kedudukan mereka itu diketahui oleh masyarakat umum.
Beberapa pendapat tentang kelas sosial seperti :
 Kurt B. Mayar, isitilah kelas hanya dipergunakan untuk lapisan yang berdasarkan atas unsur-unsur
ekonomis, sedangkan lapisan yang berdasarkan atas kehormatan kemasyarakatan dinamakan kelompok
kedudukan (status group).
 Max Weber, membuat pembedaan antara dasar-dasar ekonomis dan dasar-dasar kedudukan sosial,
dan tetap menggunakan istilah kelas bagi semua lapisan.
 Josep Schumper, terbentuknya kelas dalam masyarakat karena diperlukan untuk menyesuaikan
masyarakat dengan keperluan-keperluan yang nyata
DASAR LAPISAN MASYARAKAT
 Ukuran kekayaan
Bagi yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan teratas. Misalnya, dapat
dilihat dari bentuk rumah, mobil pribadi, cara berpakaian, serta kebiasaan untuk berbelanja
barang mahal, dll.
 Ukuran kekuasaan
Bagi yang memiliki kekuasaan atau wewenang terbesar menempati lapisan atasan.
 Ukuran kehormatan
Orang yang paling disegani dan dihormati mendapat tempat yang teratas. Ukuran semacam ini,
biasanya dijumpai pada masyarakat tradisional.
 Ukuran ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Akan tetapi,
ukuran tersebut terkadang menyebabkan adanya akibat-akibat negatif karena ternyata bahwa
bukan mutu ilmu pengetahuan yang dijadikan ukuran, tetapi gelar kesarjanaannya.
UNSUR – UNSUR LAPISAN MASYARAKAT
• Kedudukan (status)
Kedudukan merupakan tempat seseorang dalam suatu pola tertentu dan seseorang dapat memiliki
beberapa kedudukan. Ada 2 macam yaitu :
 Ascribed status : kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memerhatikan perbedaan-perbedaan
rohaniah dan kemampuan. Kedudukan ini didapat karena kelahiran.
 Achieved status : kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usaha-usaha yang disengaja
• Peranan (role)
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seseorang yang melaksanakan hak-hak dan
kewajibannya
 Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam
bermasyarakat.
 Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai
organisasi.
 Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial.
LAPISAN YANG SENGAJA DISUSUN

Sistem pembagian kekuasaan dan wewenang dalam berorganisasi


tersebut di bedakan ke dalam :
Sistem fungsional yang merupakan pembagian kerja kepada
kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus
bekerjasama dalam kedudukan yang sederajat;
Sistem skalar yang merupakan pembagian kekuasaan menurut
tangga kedudukan dari bawah ke atas.
MOBILITAS SOSIAL (GERAK SOSIAL)

Gerak sosial adalah gerak dalam struktur sosial, yaitu pola pola tertentu yang mengatur organisasi suatu
kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat sifat hubungan antara individu dalam kelompok itu dan
hubungan antar individu dengan kelompoknya.
Tipe Tipe gerak sosial yang prinsipil ada 2 macam :
• Horizontal, yaitu bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari satu kelompok sosial yang
satu ke kelompok sosial yang sederajat.
• Vertical, bila individu atau objek sosial lainnya berpindah dari satu kelompok sosial ke kelompok sosial
lainya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, maka terdapat 2 jenis gerak sosial yang vertikal
yaitu yang naik dan yang turun.
FUNGSI STRATIFIKASI SOSIAL
• Sebagai suatu alat yang digunakan untuk pendistribusian hak dan juga kewajiban, sebagai
contoh dalam menentukan kedudukan, jabatan , penghasilan seseorang dan lain sebagainya.
• Sebagai alat untuk mempersatukan dengan mengkoordinasikan terhadap bagian-bagian yang
ada dalam struktur sosial yang berfungsi untuk mencapai tujuan yang sudah di tentukan
sebelumnya.
• Sebagai alat untuk penempatan individu ataupun seseorang dalam suatu strata (lapisan)
tertentu di dalam struktur sosial.
• Sebagai penentu tingkatan mudah atau tidaknya dalam bertukar status ataupun kedudukan
didalam struktur sosial.
• Untuk memecahkan berbagai persoalan yang terjadi didalam lingkungan masyarakat.
• Serta untuk mendorong masyarakat agar dapat bergerak sesuai fungsinya.