Anda di halaman 1dari 31

PENYAKIT JARINGAN KERAS GIGI

Pembimbing : drg. Anny Rufaida, Sp.KG

Oleh : Dewi Ayu Kusumawati

LABORATORIUM GIGI DAN MULUT


RSUD KANJURUHAN KEPANJEN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2020
ANATOMI
Karies Gigi

Karies gigi merupakan suatu Karies ditandai adanya Karies gigi timbul karena interaksi empat
penyakit jaringan keras gigi, yaitu demineralisasi jaringan faktor yaitu host yang meliputi gigi dan
enamel, dentin, dan sementum,
yang disebabkan oleh aktivitas keras gigi yang kemudian saliva, mikroorganisme, substrat serta waktu
bakteri yang memfermentasikan diikuti oleh kerusakan atau lamanya proses interaksi antar faktor
suatu karbohidrat. bahan organiknya. tersebut
Karies Gigi
pH turun pH < 5,7 demineralisasi

pH Naik pH 5,7-7,0 Remineralisasi

Proses demineralisasi yang berulang-


ulang yang tidak diimbangi dengan
proses remineraliasi ini lah yang
mengakibatkan terjadinya karies gigi.
Tanda dan Gejala
Nyeri Gangguan Mengunyah

Gangguan Makan Gangguan Komunikasi

Gangguan Tersenyum
Etiologi Streptococcus mutans
Members of the mitis, anginosus, and
salivarius groups of the streptococci
Propionibacterium
Enterococcus faecalis
Actinomyces Scardovi
Bifidobacterium Prevotella
Eubacterium Selenomonas
Lactobacillus Dialister
Parvimonas Fusobacterium
Rothia Pseudoramibacter
Veillonella
Atopobium
Granulicatella
Leptotrichia
Thiomonas
Prevalensi

UMUR RAS JENIS KELAMIN LETAK GEOGRAFIS

KEBIASAAN SOSIAL EKONOMI ORAL HYGINE


MAKAN
Klasifikasi

Akut
Perkembangan karies secara cepat dalam jangka waktu yang pendek

Kronik
Perkembangan karies lambat dalam waktu yang lama
.
Jaringan yang terkena
Lokasi

01 Class I : pit and fissure (Oklusal)

02 Class II : bagian aproximal gigi posterior (P dan M, meluas sampai


oklusal)

Class III : Bagian aproximal gigi anterior, belum mencapai ⅓ incisal gigi
03

04 Class IV : Bagian aproximal gigi anterior, sudah mencapai ⅓ incisal gigi

Class v : ⅓ bagian cervikal anterior atau posterior pada bagian labial,


05 lingual, palatal, maupun bukal

06 Class VI : incisal edge gigi anterior, dan ujung cusp gigi posterior
Patofisiologi
Plak terdiri dari sisa makanan
dan bakteri

Bakteri melakukan fermentasi


substrat karbohidrat (sukrosa dan
glukosa)

Produksi asam sehingga pH plak


akan menurun.

Demineralisasi pada
permukaan gigi

Karies
patofisiologi
Menyebabka
Adanya n ngilu bila
lubang pada terkena
jaringan keras rangsang
gigi coklat panas,
atau hitam dingin, atau
manis.

Bila mencapai
pulpa  Infeksi dapat
menyebabkan menjalar ke
proses jaringan tulang
peradangan, penyangga gigi,
sehingga timbul sehingga dapat
rasa sakit yang terjadi abses.
berdenyut.
Tatalaksana
Lesi non-kavitasi Lesi Berlubang

1. Mempertahankan
1. jika dentin terlibat,
struktur gigi
2. Mencegah kerusakan remineralisasi jauh
gigi lebih lanjut lebih sulit dan
3. Diet yaitu restorasi gigi
pengurangan biasanya
frekuensi gula olahan diindikasikan
4. Remineralisasi gigi 2. Restorasi gigi
5. Remineralisasi gigi 3. Pencabutan gigi
adalah proses dimana 4. Dental sealant
mineral dikembalikan
ke struktur molekul
gigi itu sendiri.
Pencegahan & Kontrol

Kebersihan mulut
Menyikat gigi yang benar
dan flossing untuk
mencegah pembentukan
plak Modifikasi Diet Kalsium & Flouride
Meminimalkan camilan, Makanan yang Kalsium membuat enamel
lebih tahan thd
kenyal dan lengket (seperti buah kering atau demineralisasi
permen) Permen karet yang mengandung Fluoride mengikat kristal
hidroksiapatit dalam
xylitol (alkohol gula) membantu mengurangi enamel.
biofilm gigi.
Pulpitis Definisi
Peradangan atau inflamasi Akibat dari karies Maupun trauma yang ditandai
dari pulpa dental yang sudah masuk ke dengan gejala utama berupa rasa
dalam pulpa gigi sakit pada gigi
Klasifikasi

Lamanya perjalanan penyakit Luasnya kerusakan pulpa


Pulpitis Akut Pulpitis Parsialis
Pulpitis Kronis Pulpitis Totalis
Klasifikasi
Pulpitis Reversible Pulpitis Irreversible
Inflamasi Yaitu inflamasi pulpa yang tidak inflamasi parah yang tidak bisa
parah pulih walaupun penyebabnya
dihilangkan
Pulpa Penyebab hilang  inflamasi Cepat atau lambat pulpa nekrosis
hilang  pulpa normal
Gejala simtomatik  rasa sakit yang asimtomatik atau hanya
tajam dan hanya sebentar mengeluhkan gejala yang ringan

Penyebab makanan dan minuman dingin

Nyeri Tidak timbul spontan dan tidak Nyeri pulpitis irreversible ini
berlanjut bila penyebabnya dapat tajam, tumpul, setempat,
dihilangkan atau difus (menyebar) dan dapat
berlangsung hanya beberapa
menit atau berjam-jam
Pulpitis Etiologi

Bakteri

Kimiawi Mekanis
Patofisiologi

Caries mencapai pulpa Inflamasi

Produksi histamine dan bradikinine vasodilatasi dan


peningkatan permeabilitas PD Odema lokal

Menekan saraf-saraf pada pulpa

Nyeri (tingkat keparahan tergantung virulensi kuman, daya


tahan tubuh, serta pengobatan yang diberikan)
Manifestasi Klinis Pulpitis akut parsialis

Intra oral :
Keluhan Subjektif Sakit spontan,
terutama malam Inspeksi: Caries (+)
Sakit pada waktu hari, sehingga Pemeriksaan objektif Perkusi : Sakit (+)
terkena makanan mengganggu tidur Ekstra oral : tidak Tekanan : (-)
Sakit pada waktu Penderita masih bisa ada kelainan
rangsangan panas Palpasi : (-)
menunjukan gigi
atau dingin yang sakit Thermal test: Sakit
(+)
Manifestasi Klinis Pulpitis akut totalis

Penderita tidak
dapat lagi Intra oral :
Keluhan Subjektif menunjukkan gigi
mana lagi yang Inspeksi : Caries (+)
Seperti pada sakit Pemeriksaan Perkusi : Sakit (+)
partialis, hanya Objektif
pada derajat yang Pada gigi atas rasa Tekanan : Sakit (+)
lebih hebat sakit menjalar Ekstra oral : Tidak Palpasi : Mungkin
sampai ke pelipis, ada kelainan sedikit goyang
Penderita tidak sedangkan pada
dapat tidur gigi bawah rasa Thermal test : Sakit
sakit menajalar (+)
sampai ke telinga.
Manifestasi Klinis Pulpitis Kronis

Keluhan subjektif
Penderita pernah sakit hebat, kemudian lenyap. Penderita
tidak dapat menggunakkan gigi tersebut sehingga hanya
mengunyah pada satu sisi saja

Pemeriksaan Objektif
Ekstra oral : Tidak ada kelainan

Intra oral :
Inspeks : Caries (+) terlihat banyak karang gigi sebab regio gigi
tersebut tidak digunakan untuk mengunyah, self cleaning tidak ada
Perkusi : (-). Tekanan : (-). Palpasi : (-). Thermal test : (-).
Penatalaksanaan
Pemberian Analgesik

Perawatan Saluran Akar

Menghilangkan faktor
penyebab  Pulpektomi
Nekrosis pulpa
Dapat terjadi sebagian
atau seluruhnya,
tergantung pada apakah
sebagian atau
Nekrosis Pulpa adalah seluruhnya terlibat
matinya pulpa

Dapat juga terjadi


setelah injuri traumatik
yang  pulpanya rusak
sebelum terjadi reaksi
inflamasi
Patofisiologi

Kompresi
pasif pada
pulpa yang
Terinfeksi menyebakan
Karies atau mikroorganis kapiler
trauma me kolaps

Kompleks Inflamasi Jaringan


pulpa-dentin yang sekitar
terpapar ke menyebabka mengalami
lingkungan n odema hypoxia dan
oral. lokal terjadi
nekrosis.
Manifestasi

Mahkota buram atau opak, gigi


mengalami perubahan warna keabua-
Gigi terlihat normal dengan
abuan atau kecoklat-cokelatan,
pulpa nekrotik tidak
kehilangan kecemerlangan dan
menyebabkan rasa sakit
kilauan
01 04

03 02
Adanya pulpa nekrotik ditemukan
Diskolorisasi gigi adalah indikasi
hanya secara kebetulan, karena
asimptomatik pertama bahwa pulpa mati
Nekrosis Pulpa Diagnosis

Penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik


Tatalaksana
anamnesis ditemukan  simptomatik
oral dan
hygiene respon
yang supportif
kurang, pulpitis yang tidak
Pada tes dan pemeriksaan
vitalitas didapatkan penunjang
yang negatif
Pada pemeriksaan fisik ditemukan dekolorisasi pada gigi
diterapi, riwayat trauma dan adanya keluhan nyeri pada nekrosis
parsial
Penatalaksanaan

Bila perlu
pemberian obat
Gigi di sesuai indikasi: -
indikasikan untuk Antibiotika -
dilakukan Analgetika
Gigi dilakukan
perawatan dan pencabutan
dipertahankan.
(Perawatan saluran
akar)
Terimakasih