Anda di halaman 1dari 69

p pp


 
  p   pp 
 
  
 
 

c 
 
 
˜ 

± Matakuliah : Teologi Islam
± Kode :
± Bobot : 2 sks
± Prasarat : -
± Status MK : Wajib
ð  
± Matakuliah ini mempelajari teologi
dalam Islam, mulai dari Syiƞah,
Khawarij, Muƞtazilah, Asyƞariyah,
Jabariyah, Qadariyah, Maturidiyah,
sampai teologi modern abad ke-20
Standar Kompetensi
Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa
diharapkan mampu:
 Memahami sejarah asal-usul teologi dalam Islam
 Memahami ajaran2 teologi2 dalam Islam
 Memahami pemikiran para teolog Islam dalam
perdebatan mereka tentang masalah ke-Tuhanan
dan kemanusiaan
 Memahami relevansi teologi islam dalam
kehidupan kekinian, khususnya kegunaan bagi
pencerahan dan kesejahteraan umat Islam dan
masyarakat pada umumnya
Materi Perkuliahan
u 


 
  
 


 
  
 
  
 
 !"
 #$"
  "
 %"
 &"
 #"
Materi Perkuliahan
2 
' ("'


( 

"
 


#") )
 
*"
+ 

 
,
 -.

  / /)

0
#
 
0 #

1 )&!

(
 2
+ 
*
   
Perkuliahan ini sangat menekankan pada
aspek proses dan hasil studi, maka untuk
mencapai tujuan pembelajaran di atas,
digunakan beberapa strategi yang ramah
kemanusiaan, seperti: ceramah dengan
dukungan media Audio/Visual, Power Pont
& LCD, Diskusi/Tanya jawab, dll.
p 
 Al-Asy'ari. t.t. Al-Ibanah 'an Ushulid-Diyânah. Beirut : Darul-
Kutub Al-Mu'assasah.
 Ali, A.K.M. Ayyub. 2004. Aliran Maturidiyyah, dalam M.M. Sharif
(Ed.). Aliran-aliran Filsafat Islam. Bandung: Nuansa Cendekia.
 Amal, Taufik Adnan. 1990. Islam dan Tantangan Modernitas:
Studi atasPemikiran Hukum Fazlur Rahman. Bandung: Mizan.
 Amin, Ahmad. 1987. Dhuha al-Islam. Kairo: Dar al-Ma'arif
 Arkoun, Mohammed. 1990. Menuju Pendekatan baru Islamơ,
dalam jurnal Ulumul Qurƞan, Nomor 7 vol II 1990.
p 
 Asysyaukani Luthfi. 1994. Islam dalam Konteks Pemikiran Pasca-
Moderne :Pendekatan Menuju Kritik Akal Islamơ, dalam jurnal Ulumul
Qurƞan, omor 1, vol. V 1994.
 _________. 1998. Tipologi Pemikiran dan Wacana Arab
Kontemporer, dalam jurnal Pemikiran Islam vol. I nomor 1, Juli-
Desember 1998.
 Esack, Farid. 1997. Qurƞan, Liberation and Pluralism: An Islamic
Perspective of Interriligious Solidarity against Oppression. Oxford:
Oneworld
 Farhat, Muhamad Nur. 1997. Al-Bahtsu Ɲanil-ƝAql : Hiwâr maƞa fikril-
Hâkimiyah wan-Naql. Kairo: Dârul-Hilâl.
 Hanafi, Hassan. 1983. Qadhaya Mu`ashirat fi`Fikrina Al-
Mu`ashir.Beirut: Darut-Tanwir lith-Thiba`atin-Nasyr
Referensi
 Hye, M. Abdul. 2004. Aliran Asy'ariyyah, dalam M.M. Sharif
(Ed.). Aliran-aliran Filsafat Islam. Bandung: Nuansa Cendekia.
 Nasr, Seyyed Hossein dan William C. Chittick. 2001. Islam
Intelektual: Teologi,Filsafat dan Ma'rifat. Depok: Perenial Press.
 Nasution, Harun. 1986. Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah
Analisa Perbandingan. Jakarta: UI Press.
 Nurhakim, Moh. 2001. Neomodernisme dalam Islam. Malang:
Universitas Muhammadiyah Malang.
 Putro, Suadi. 1996. Mohammad Arkoun tentang Islam dan
Modernitas.Jakarta: Paramadina
Referensi
 Al-Qarasyi, Abdul-Qadi, Al-Jawahirul-Mudh'iyyah. Beirut: Darul-
Kutub Al-Mu'assasah
 Qardhawi, Yusuf. 1402. Ash-Shahwahtul-Islâmiyyah bainal-
Juhûd wat-Tatharruf. Kairo: At-Taqwa.
 Al-Syahrastani. t.t. Kitab al-Milal wa al-Nihal. Kairo: Darul-
Ma'ârif.
 _________. 1993. Tema-tema Poko Al-Qur'an. Bandung:
Pustaka
 Talimah, Isham. 2000. Al-Qardhawi Faqîhan. Kairo: Dârut-Tauzî
Wan-Nasyr Al- Islâmiyah.
 Valiuddin, Mir. 2004. Aliran Mu'tazilah, dalam M.M. Sharif (Ed.).
Aliran-aliran Filsafat Islam. Bandung: Nuansa Cendekia.
 
± Kehadiran 20 %
± Keaktifan dlm diskusi 15 %
± Tugas Terstruktur 15 %
± Quis 10 %
± UTS 20 %
± UAS 20 %
Total 100 %
Ket:
1. Uts: dari awal hingga tengah semester
2. Uas: dari pasca mid hingga akhir semester
3. Tidak ada ujian susulan
KONTRAK BELAJAR
± Keterlambatan ditolerir selama 15 menit
± Sendal dan kaos harus diganti dengan
sepatu dan kemeja
± Tdk boleh rambut panjang
± Izin boleh lewat sms
± Tidak ada ujian susulan, kecuali sakit dan
ada surat izin dari dokter
Kontrak belajar
Yang diharapkan Yang tidak diharapkan

Aktif (kreatif,komunikatif) Pasif (malas, ngantukƞan)


On time Come late (toleransi 15 menit)
Bertanggung jawab Bersendal, oblong, bertindik
Tenang (saat diharapkan) (cowok
Hp silent Hp dering/nelpon di kelas
Sepatu Ujian susulan (kecuali dpt
Izin lewat sms menunjukkan surat keterangan
sakit dari dokter)
CONTOH PENILAIAN
3# 3040 4050
0# 35
0- 0# 6440  ' 78 7 7 05
#/(
20% 15% 15% 20% 20% 100%
u 9-u-- 

:2:; <=

 :-: <

 +2+; >=

2 2++ >

+ u22 2

: -- 4
MOTTO

Jangan takut bermimpi,


karena hari tidak selamanya
malam.
j  

Sukses Surga

Allah Surga Bumi


Gagal Neraka

Manusia= Makhluk surga, bukan makhluk bumi


à
±        ±     
   
  

 
    
        
               
              
= =   =


AL-QUR·AN + AS-SUNNAH

  SISTEM KHDPN


1. POLITIK
= 
2. EKONOMI


 3. SOSIAL
4. PENDDKN
AQIDAH 5. IPTEK
6. HANKAM
7. DLL

TARIKH/SEJARAH
Latar Belakang
 ë         
      
  ! " #ë 
 $      
         
     
%
 !ë $     &   
 
   
 

=


˜ 

˜ ˜  ˜ 



˜ ˜   
PENGERTIAN
 Bahasa; (Yunani:Theo, ͞Allah,Tuhan͟Logia,
͞kata-kata, ucapan͟) adalah wacana yang
berdasarkan nalar mengenai agama, spiritualitas
dan Tuhan
 ˜stilah; ilmu yang mengkaji dan membahas
sistem keyakinan, sistem kepercayaan (kredo)
dan struktur aqidah kaum muslim dengan
menngunakan dalil-dali yang meyakinkan atau
berdasarkan wahyu dan rasio.
 ˜

  ˜ ˜˜    ˜


OBJEK
ó ILAH (TUHAN); kepercayaankepada an ang

aa a°  


ó NUBUWWAH ° 
ó SAM·IYAT °eatyangdiperolelewat
pendengarandarieryangeyakinkan,yakni
alQr·andanal-adit,ialnya:alakr,ari
iyaat,azakr,dll
SUMBER
6 =erdeal,yaital-Qr·andanadit,
dianadidalanyaeatdatayang
erkaitandenganoyekkajiandalail
teologi/taid,yakniketanan,kenaian,
dana·iyat
6 =eritorik,yaitperkeangan
peikiranyangerkaitandenganoyek
kajianil eologi/ aid

 
=


  Q°  

  Q°=
p  





     
 
 

p  

      
      

     
 
  

       
     

!      " 
  

#$%&' )%p#&p#((

&%& p%('&

* +,'-(&-(&,(%,
#((#,
#   # 
0 1


. /  

p 
 

'
    # 
 1
2

. /   & 3

# 
0 1
   
4   5 
 
   / 
6  
     
 

# 
 1
 
  / 
6  
 /  
 
  
  /  
 744         
" 
 

± Ilmu Kalam; j erarti‰ yang
enggnakanlogikaata ,,ata
 inaakankalâkarenaepelajari
iliniardengankaladanpara
pakarnyadiettakallin
 Ilmu Ushuluddin; jaakdari 
daararenait, daar-daar
agaa alala,yangpalingendaar
adalayaadatyangencakplla=wt
danai
aad=awarenait,l
lddinendalaiegalaaltentang
lladan
aad
 

± Ilmu Tauhid; ë artinyapengeaan
arenanya,l aidadalailyang
eaaegalaaltentanglla=wt
dalarangkaengeakan-ya
± Ilmu Aqidah;
 adalajaakdari
   yangartinyadogaarenait,l
kidaadalailyangepelajaridoga-
dogala
± Ilmu al-ð 
lilyang
enjadikanproleatikazat °ifat
°eagaiproletaa
PERSEPSI UMAT ISLAM

u 
     
     
  
   
 
   
 
     
  
       
        !  
 

  
" 
     
    
          
    
        

        
# $      %
     
  
                
  
          

 
 
   
SEJARAH PERKEMBANGAN
TEOLOGI ISLAM (TAUHID/KALAM)
T
   ,? . terbagi
dalam;
1. Periode Pra Klasik (610-650 M)
2. Periode klasik (650-1250 M),
3. Periode pertengahan (1250-1800 M)
4. Periode modern (1800 dan setererusnya)
Periode Pra Klasik (610-650 M)
a. FasePembentukan Agama (610-622 M)
b. Fase Pembentukan Negara (622-632)
c. Fase Praekspansi (632-650 M)
Periode klasik (650-1250 M),

  yang berkembang adalah 
 
sunnatullah atau 
  yang berdasarkan pada
hukum alam (natural law), yaitu;
1. Lahirnya didukung oleh lahirnya iklim dialog antara
dunia   dengan alam pemikiran Yunani
2. Prinsipnya keberimanan yang berdasarkan hanya
pada rasio, kajiannya murni filsafat.
3. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
filosofis.
4. Produk 
  yang dihasilkan adalah 
  yang
dibangun berdasarkan argumen-argumen logis-
rasional.
Periode klasik (650-1250 M),

  di abad klasik ini semangat
pemikirannya yang cenderung
antoposentris/Qadariyah. Paham ini terkenal
dengan nama free wil,.dan free act. Artinya
manusia mempunyai kebebasan atau
kemerdekaan dalam menentukan hidupnya.
Seluruh prestasi yang dihasilkan oleh manusia
bukanlah dari Tuhan melainkan dari
manusianya sendiri karena manusia diyakini
mempunyai kekuatan dan kapabelitas untuk
menghasilkan prestasi tersebut.
Periode pertengahan (1250-1800 M)
Ciri-ciri 
  periode ini adalah:
- Kedudukan akal rendah
- Ketidakbebasan dalam kemauan dan perbuatan
- Kebebasan berpikir yang diikat oleh banyak dogma
- Ketidakpercayaan kepada sunnatullah dan
kausalitas
- Terikat pada arti literal al-Qurƞan dan Hadits
- Statis dalam sikap dan berpikir
÷  ÷   '()*'+**,

  yang berkembang pada periode
pertengahan ini adalah 
  Jabariyyah
yang statis dan fatalistik ini, dengan
konsep keyakinan bahwa manusia tidak
mmempunyai kehendak, tidak mempunyai
kekuasaan dan tidak mempunyai pilihan;
manusia dalam perbuatan-perbuatannya
adalah dipaksa dengan tidak ada
kekuasaan, kemauan dan pilihan baginya.
Periode Modern
Melihat dahsyatnya imbas peradaban 

terhadap dunia  , para pemikir muslim
akhirnya terlecut untuk berpikir keras merumuskan

  yang bisa membangkitkan kembali girrah
umat   untuk mencapai kejayaannya yang
telah sirna. Muncullah kemudian para mujadid baru
dalam dunia   dengan menawarkan berbagai
ide yang bertujuan memajukan dunia   dan
mengejar ketertinggalannya dari Barat. Diantaranya
adalah menghidupkan semanagat 
 
Sunnatullah, yang berdasarkan Al-Qurƞan dan Hadits
agar umat   bisa kembali berpikir jernih-
rasional dan tidak terperangkap oleh takahyyul dan
mitos-mitos agama.

  adalah keimanan yang mencari
tahu (feith seeking understanding).
Dengan demikian sebuah 
  harus
selalu digugat, diuji dan dipertanyakan
melalui perdebatan intelektual, dialog,
diskusi dan sejenisnya. Hal ini supaya
konsep 
  itu selali up to date
dengan perkembangan zaman.
Bukannya malah secara buta
membakukan konsep 
  tertentu
seperti yang dilakukan oleh gerakan
wahabi kontemporer.
r  
 
˜  !"
  !#$$%
!!& $!' %!
  !# (# 
$%' ! %!
$!   )&'
 $ !'%! %
#$% '*$+,
r  
 

           
          
 
       

 


       
° 
ï
 
       
          
     ï
r  
 

 r! r"

#$% &# '%#


r  
 

 r!
" r ('!

)*# %+#

',+*r-%#! %#'+!#.$!
r  
 

#$% '%#

)*# %+#

'"/r# !!
j 


 

    


 



 
ALI vs MU`AWIYAH

Khawarij Mu`tazilah Syi`ah Murji`ah

al-Khassaniah

Ahl Sunnah dan


Qadariah al-Salihiah
Jamaah

al-Yunusiah
Jabariah Moderat
al-Husain al-Najjar
al-Ubaidiah

Jabariah al-Jahmiah

-   &  ,  

ë     $ 


-  $ 
- 

  $ 


-  $ 
-  $ 
- 

ë   


$ 
-  $ 
-  $ 
- 
 
,
.    .    /  
  
ë   

ëë 
ë   ëë 
$ 
-     
   
 ë

ë  ë  


$ 
-  $ 
- 
    %     %
÷ 
!,
,
 ,0-ë
1!2

2
$.-
3!

4
$
3
5
,
ë
/!4"6
4!2
%
4
$
3
5
,

4
2!,
ë
/!4 ÷

2
4
%0"0,
%$ë
$!0% 4
$
3
5
,
ë
/!4"6%
!
%
"6
4!2
%"6%
!
%!,
,
 4!

3
40
$ë
$!0% 
3!÷6,
2
$
%
4
%
3!÷6,
2
$
% 4
%
,
3,
"3074
%%
! "66%4
",0ë2
"ë0
%
,0%"
3

ë0
%$6
30$%.
,6,
2
$ ë0
%/
! ,6,
2
$÷63 0
ë
% ë0
%ë!4
"/
! ,6,
2
$
÷63 0
ë
%,
%0$!
%
,0%4!
 ,
%0$!
$6$0
!46%5
%
!" ÷63 0
ë
%,
%0$!
$6$0
!
ë!4
"/
!
ë
0÷0% 030" 46%5
%
!"
ë
0÷0% 030"

$!7
ëë0
%!46%ë!"46%5
%
ë0
%ë!4
",6,÷0%.
!$!7
ë ë0
%,6,÷0%.
!$!7
ë
6$6%$!%.

ë0
%!,,
ë63!
2 ë0
%!,,
ë63!
2 ë0
%,
ë63!
2

ë0
%ë62
,6%46265
$!"
%
,
%0$!
ë!4
",6,÷0%.
!4
.
4
%

2
,3
.%
2
,3
.% ë
7/!4 "6 6
$
%"6÷
4

÷!2!
%4
2
,÷63 0
ë
%%.

,
%0$!
"6ë!"
,6%8!֑

2
,$6,6$ë

4
2

"
2
,
22

4
2
,
"20" "
2
,
22
9
4!,
"
2
,
22
.
%5$08!
&'(')*'+&,-
$,$&,./+/0&'(')$(/$
&1/,/&',
2    
           
  
         
2      
  
    
 
   
 
2 1   
   
  
 

 
         
&1/,/0,/$
 * !  !           
         3    
4   
 5 6         
 45      
    
    
      
  7   7     
    
(//,&(/$/-)
u $
   
    
         
   


    
 0    
  
  
 
       

  
      
',&-/
*     
  
         

          
  
  !  
    
 7   
6',*8(/%  /    
. . 
*            
 
           
 
    
         
 


&',
u /  
   3    
        
 
     3  
   
     0 
 3    
   
         
  
    3   %
  3       
    
   
     
&',
 /     /      
   
   3  
 !      
  
   
   
            

        
  
        
*&'+&&,6$,
u +       

 
          
         
     *        
     
       

           

    

           
  /          
     4  5  

      
*&'+&&,6$,
 6     

   
   ! 

     8   

     33  33       % 
       0      

      3    0  
        3       
 
     
             *    
       3    
              
  
  
 7  
*&'+&&,6$,
" .   
!    
 * 
           
  
   7
         %   
   
 
         
    '         
    !   
    
    4   5 45     *
                  3  %
           
  

     
 
                
          
'0&,/'-/(/
u +9/8./-
 6/36/8./-
" '/(/8.+
u+9/8./-
 $     3   3*3  
!  
          
 ! 
          : *!    
  3-    33-
    
 3; 5   
   
  
    

    
 +    3-  
        
       !  !      
       0 
         
   
  3-
  1    
  
    
    

      
<  
   /  3-  33-<

                
     

    
   

     3   
=    !! 3 !!  
$       4  5       
           
6/36/8./-
* 
 3              
          .         
        !       


       
2  >          33   33  
         ?  
   

 >         
        
  
  
         
2 <  
          ! 3 
  
     ;           
              
      
6/36/8./-
2

          !       
    
  !   

    ! 
    3    % 

        3   
 !
  
 =  
          
                      3
 
  
   
2 <   3< 

      <
  
    
            !   
 
   
      
  
 ;
              
!   !         !
   
        
2    
      !   
            

      ?       
   %       
   
 
    
"'/(3'/(/8.+
 
        
   
  
   

    5 %
      

 $4( 5
       
 
   4  5       
 & 0           
     3        

     
  
       3  
            
,  
        
      

   

  3
   3   
 
1///-
    
   
   

      
      
      
      
         
       .      
    !  
 3    
 
  3       3  

       
   
         3   
     
KRITERIA ALIRAN SESAT
(Menurut Fatwa MUI)

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6


(enam) dan rukun Islam yang 5 (lima)
2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak
sesuai dengan dalil syarƞi (Al-Quran dan As-
sunah);
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran.
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi
Al-Quran;
10 KRITERIA ALIRAN SESAT
5. Melakukan penafsiran Al-Quran yang
tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi
sebagai sumber ajaran Islam;
7. Menghina, melecehkan dan atau
merendahkan para nabi dan rasul;
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW
sebagai Nabi dan Rasul terakhir;
10 KRITERIA ALIRAN SESAT
9. Merubah, menambah dan atau
mengurangi pokok-pokok ibadah yang
telah ditetapkan oleh syariƞah, seperti haji
tidak ke Baitullah, shalat fardlu tidak 5
waktu.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil
syarƞi, seperti mengkafirkan mu-slim
hanya karena bukan kelompoknya.