Anda di halaman 1dari 20

Konsep dasar asuhan

berspesifik gender dan HAM

By. Dewi Sartika, SST.,M.K.M


Pengertian Gender
Kata „gender‟ dapat diartikan sebagai
perbedaan peran, fungsi, status dan
tanggungjawab pada laki-laki dan
perempuan sebagai hasil dari bentukan
(konstruksi)sosial budaya yang tertanam
lewat proses sosialisasi dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Dengan demikian
gender adalah hasil kesepakatan antar
manusia yang tidak bersifat kodrati. Oleh
karenanya gender bervariasi dari satu
tempat ke tempat lain dan dari satu waktu
ke waktu berikutnya. Gender tidak bersifat
kodrati, dapat berubah dan dapat
dipertukarkan pada manusia satu ke
manusia lainnya tergantung waktu dan
budaya setempat.
Gender adalah perbedaan peran,
fungsi, tanggung jawab antara laki-
laki dan perempuan yang dibentuk,
dibuat dan dikonstruksi oleh
masyarakat dan dapat berubah
sesuai dengan perkembangan
zaman akibat konstruksi sosial
Bias gender adalah suatu
pandangan yang menunjukkan
adanya keberpihakan kepada
kaum laki-aki daripada perempuan.
Relasi gender adalah menyangkut
hubungan laki-laki dan perempuan
dalam kerja sama saling
mendukung atau saling bersaing
satu sama lain.
Perspektif gender adalah
menyamakan perlakuan dan hak
antara pria dan wanita dalam arti
yang luas.
Manfaat Asuhan berpsektif Gender dan HAM

Integrasi berasal dari bahasa


inggris yaitu “integration” yang
berarti kesempurnaan atau
keseluruhan. integrasi sosial
dimaknai sebagai proses
penyesuaian di antara unsur'unsur
yang saling berbeda dalam
kehidupan masyarakat sehingga
menghasilkan pola kehidupan
masyarakat yang memilki
keserasian fungsi.
Menurut UU RI. No : 36/2009 Tentang
Kesehatan, HAM adalah seperangkat hak
yang melekat pada hak-hak keberadaan
manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa dan merupakan anugerahnya yang
wajib dihormarti, dijunjung tinggi dan
dilindungi oleh negara hukum, pemerintah
dan setiap orang demi kehormatan serta
perlindungan harkat dan martabat manusia.
HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun
diwarisi. HAM bagian dari manusia secara
utuh dan sudah ada sejak manusia lahir.
HAM berlaku untuk semua orang tanpa
memandang jenis kelamin, ras, agama,
pendidikan, politik atau asal usul sosial
budaya.
Definisi Praktik Kebidanan
Penerapan ilmu
kebidanan dimana
bidan bertanggung
jawab atas
keputusan dan
tindakan dalam
memberikan
pelayanan asuhan
pada klien selama
hamil, bersalin,
nifas termasuk
Praktik Asuhan Berspektif Gender dan HAM
dalam Kebidanan dan Lingkungan Kesehatan

Berdasarkan Permenkes
No.900/menkes/SK/VII/2002,
Praktik Kebidanan dalam asuhan
berspektif gender dan HAM
meliputi pelayanan terhadap
kebidanan, pelayanan terhadap
keluarga berencana dan
pelayanan terhadap kesehatan
masyarakat
Pelayanan terhadap kebidanan Memberikan
asuhan bagi perempuan mulai dari masa pra-
nikah, pra kehamilan, selama hamil hingga
melahirkan, nifas, menyusui, interval antar
kehamilan hingga masa menopause. Pelayanan
kepada bayi baru lahir, bayi dan balita (usia 1-5
tahun)
Pelayanan terhadap keluarga berencana
Memberikan konseling KB dan penyediaan
berbagai jenis kontrasepsi, lengkap dengan
nasihat/tindakan jika timbul efek samping.
Pelayanan terhadap kesehatan masyarakat
Memberikan asuhan bagi keluarga yang
mengasuh anak termasuk pembinaan kesehatan
keluarga, kebidanan komunitas termasuk
persalinan di rumah, kunjungan rumah, serta
deteksi dini kelainan pada ibu dan anak
Asuhan kebidanan yang dapat
diberikan pada wanita
sepanjang siklus kehidupan,
antara lain
 Bayi dan Anak
 Remaja
 Usia Lanjut
Perspektif gender terhadap masalah
kesehatan reproduksi remaja perempuan,
dapat dipengaruhi oleh dua hal sebagai
berikut
Faktor biologis yang ditetapkan oleh kromosom.
Faktor fisiologis dan bentuk biologis alat-alat
reproduksi remaja perempuan menyebabkan
mereka lebih mudah ketularan PMS dibanding
dengan anak laki-laki.
Faktor gender Faktor sosial budaya dengan
norma-norma dan ”aturan main” sangat
memengaruhi cara berpikir, sikap dan prilaku
perempuan dan laki-laki. Gender juga sangat
menentukan bagaimana hubungan antar remaja
dan bagaimana orang lain memperlakukan
remaja laki-laki dan perempuan
 
Perspektif gender terhadap masalah kesehatan reproduksi remaja laki-laki

Remaja laki-laki mempunyai


masalah kesehatan reproduksi
yang dapat berubah menurut
siklus kehidupan, serta
dipengaruhi oleh budaya dan
praktek-praktek medis yang
berkaitan dengan kesehatan
reproduksi segera setelah mereka
lahir.
Kesehatan Reproduksi Remaja
sebagai Hak Asasi Manusia (HAM)
Kesehatan adalah hak setiap manusia yang
merupakan bagian dari harkat martabatnya
sebagai manusia. Hak-hak ini berdasarkan
pengakuan terhadap hak-hak asasi dari setiap
orang atau pasangan untuk secara bebas dan
bertanggung jawab mengambil keputusan
tentang jumlah, jarak dan waktu kelahiran
anak-anak mereka dan memiliki informasi dan
kemampuan untuk melaksanakan keputusan,
serta hak untuk mencapai derajat kesehatan
seksual dan reproduksi yang setinggi-tingginya
Perbedaan Seks dan Gender
Adanya aturan ini menegaskan laki-
laki dan perempuan mempunyai
perbedaan tugas. Perbedaan seks
dan gender:
Seks Gender
Secara biologis, kita Kita belum memilikinya pada saat
lahir. Gender dibangun dari proses
telahmemilikinya sejak lahir, sosial, merupakan perilaku
yang selalu   tidak berubah. yangdipelajari dan ditanamkan, dan
Contoh: bisadiubah.Contoh:
Hanya perempuan yang  
1. Perempuan hanya tinggal
bisamelahirkan.  dirumah dan mengurus
Hanya laki'laki yang anak,tetapi laki'laki dapat pula
memproduksi sperma tinggal di rumah danmengurus
anak seperti halnya perempuan.
2. salah satu jenis pekerjaan
bagilaki'laki adalah sopir taksi,
tetapi perempuan bisa juga
mengemudi taksisebaik yang
dilakukan oleh laki'laki.
Paradigma kebidanan
Paradigma Kebidanan
adalah suatu cara pandang
bidan dalam meberikan
pelayanan.Keberhasilan
pelayanan dipengaruhi oleh
pengetahuan dan cara
pandang bidan dalam
kaitanatau hubungan timbal
balik antara manusia/
perempuan, lingkungan,
perilaku,
pelayanankebidanan dan
keturunan
Likangaran dalam: Akultualisasi
penghargaan hak-hak perempuan
sebagai hak asasi perempuan dan
memandang hak-hak reproduksi
sebagai hak-hak perempuan
karena kita ingin menghasilkan
bidan yang sensitive gender.
lingkaran tengah: Bidan dengan
kacamata sensitive gender hak-
hak perempuan adalah hak-hak
manusia, dan hak-hak reproduksi
adalah hak-hak perempuan.
Bidan yang sensitive gender melihat
pasiennnya dari konteks kehidupan
sosialnya di masyarakat. gender
membantu mengungkap hubungan
kekuasaan yang tidak adil antara laki-laki
dan perempuan. Paradigma bidan melihat
perempuan sebagai individu yang khusus.
Kita harus menghormati setiap
perempuan.
Lingkaran luar: dalam meberikan
pelayanan kepada perempuan,
pertimbangkan: Pluralitas, etnis, usia dan
sebagainya. Toleransi dan sifat sensitif
terhadap elemen agama merupakan kunci
keberhasilan sebuah program kesehatan.
Filosofi Dasar Bidan Indonesia
yakin bahwa kehamilan atau persalinan
adalah proses alamiah, dan bukan
merupakan proses patologis, tetapi harus
diingatkan bahwa kondisi yang semula
alamiah (normal) ini dapat berubah
menjadi kondisi patologis (abnormal).
Yakin bahwa setiap perempuan mempunyai
kepribadian unik dan dia harus mempunyai
hak mengendalikan kebutuhan dirinya
sendiri dan bila patut dihormati.
Kepribadian yang unik berarti setiap
perempuan mempunyai fisik, emosi,
mental, social dan budaya yang berbeda.
Yakin bahwa tugas utama asuhan
kebidanan adalah untuk menjamin
kesejahteraan perempuandan bayi
baru lahir yang ditolongnya. Bidan
mempunyai tugas penting dalam
konseling dan pendidikan bukan
hanya bagi kliennya saja, tetapi
juga keluarga, khususnya
mengenai. prosesnormal atau
fisiologis harus dipertahankan.
tetapi, apabila timbul komplikasi
maka harusmemanfaatkan
teknologi dan rujukan yang tepat