Anda di halaman 1dari 42

TSUNAMI

Program Pascasarjana UNY


2019
Awesome
Presentation
Oleh:
Arum Mawardani (19726251023)
Ardila Safitri (19726251030)

Pendidikan Fisika B
TERMINOLOGI TSUNAMI
Tsunami berasal dari kata Bahasa Jepang. Tsu berarti “pelabuhan” dan nami berarti “gelombang”.

Istilah ini pertama kali muncul di kalangan nelayan Jepang.


Karena panjang gelombang tsunami sangat besar pada saat
berada di tengah laut, para nelayan tidak merasakan
adanya gelombang ini. Namun setibanya kembali ke
pelabuhan, mereka mendapati wilayah di sekitar pelabuhan
tersebut rusak parah. Karena itulah mereka menyimpulkan
bahwa gelombang tsunami hanya timbul di wilayah sekitar
pelabuhan, dan tidak di tengah lautan yang dalam.
PENGERTIAN TSUNAMI
Tsunami adalah rangkaian gelombang laut
yang mampu menjalar dengan kecepatan
hingga lebih 900 km per jam,

Tsunami dapat terjadi apabila dasar laut bergerak


secara tiba-tiba dan mengalami perpindahan
vertikal. Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat
mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara
tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan
kesetimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini
mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang
ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar
yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
GEMPA BUMI BAWAH LAUT

Penyebab
Tsunami TANAH LONGSORAN LEMPENG BAWAH LAUT

90% tsunami adalah akibat


gempa bumi bawah laut
LETUSAN GUNUNGAPI DASAR LAUT

HANTAMAN METEOR DI LAUT


Tsunami Akibat Gempa Bumi Bawah Laut
Gempa tektonik merupakan salah satu gempa yang
diakibatkan oleh pergerakan lempeng bumi. Jika gempa
semacam ini terjadi di bawah laut, air di atas wilayah
lempeng yang bergerak tersebut berpindah dari posisi
ekuilibriumnya. Gelombang muncul ketika air ini
bergerak oleh pengaruh gravitasi kembali ke posisi
ekuilibriumnya. Apabila wilayah yang luas pada dasar
laut bergerak naik ataupun turun, tsunami dapat terjadi

Berikut ini adalah beberapa persyaratan terjadinya tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi :
• Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)
• Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
• Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun
Faktor Gempa yang Menghasilkan Tsunami
Tidak semua gempa menghasilkan tsunami, hal ini tergantung beberapa faktor utama seperti tipe sesaran
(fault type), kemiringan sudut antar lempeng (dip angle), dan kedalaman pusat gempa (hypocenter).

FAULT TYPE
01
Tipe sesaran naik sangat efektif memindahkan
volume air yang berada diatas lempeng untuk
bergerak sebagai awal lahirnya tsunami .

DIP ANGLE
02
Kemiringan sudut tegak antar lempeng yang bertemu.
Semakin tinggi sudut antar lempeng yang bertemu.
(mendekati 90o), maka semakin efektif tsunami yang
terbentuk.

HYPOCENTER
03
Semakin dangkal kedalaman pusat gempa, maka
semakin efektif tsunami yang ditimbulkan.
DIAGRAM IDEAL DARI SIKLUS ZONA SUBDUKSI YANG
MENGHASILKAN GEMPA BUMI BESAR DAN TSUNAMI
DIAGRAM IDEAL YANG MENUNJUKKAN PROSES BAGAIMANA
TSUNAMI DIHASILKAN OLEH GEMPA BUMI

Gempa bumi pecah di dasar laut Tsunami bergerak cepat di laut dalam
mendorong air ke atas mulai mencapai kecepatan hingga 900
tsunami km/jam (ketinggian gelombang < 1m)

Saat tsunami mendekati Tsunami menghantam daratan


daratan, ia melambat menjadi menghancurkan semua yang dilaluinya
sekitar 45 km / jam tetapi terjepit (palung gelombang mungkin datang
ke atas, dengan ketinggian lebih dulu, memperlihatkan dasar laut)
bertambah
Tsunami Aceh 2004
Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi
dengan kekuatan 9 Skala Richter di kedalaman 30 km
dasar laut sebelah baratdaya Aceh membangkitkan
gelombang tsunami dengan kecepatan awal sekitar
700 km/jam. Gelombang ini menjalar ke segala arah
dari pusat tsunami dan menyapu wilayah Aceh dan
Sumatera Utara dengan kecepatan antara 15 - 40 km
per jam dan tinggi gelombang 2 hingga 48 meter.
Korban jiwa mencapai 250.000 orang lebih. Dalam 3
jam setelah gempabumi, negara-negara di kawasan
Samudera Hindia juga terkena tsunami.
Peta Jalur Tsunami Aceh 2004
Peta yang menunjukkan jalur tsunami
yang dihasilkan oleh gempa 9,1 SR di
lepas pantai barat Sumatra,
Indonesia. Garis putus-putus biru
adalah lokasi gelombang tsunami
setiap jam setelah gempa bumi.
Perhatikan bahwa gelombang tsunami
membutuhkan waktu sekitar 7 jam
untuk mencapai Somalia di pantai
timur Afrika.
Tsunami Aceh 2004

Gempa bumi 9,2 SR terjadi di mana lempeng-lempeng India dan


Australia raksasa sedang ditundukkan ke timur laut di bawah
lempeng mikro Burma. Dalam gempa bumi ini, lempeng mikro
Burma bergerak sekitar 20 m (~ 65 kaki) ke barat-barat daya
sepanjang zona subduksi miring.

Bintang emas ini menempatkan episentrum goncangan


utama gempa bumi 9,1 SR pada 26 Desember 2004.
BEFORE
Tampilan satelit Banda Aceh, ibukota provinsi
Indonesia di ujung utara pulau Sumatra,
sebelum gempa bumi dan tsunami pada
tanggal 26 Desember 2004.

AFTER
Dua hari setelah tsunami, jelas bahwa
hampir semua pembangunan telah rusak
atau hancur. Perhatikan bahwa garis pantai
di bagian atas foto telah terkikis secara luas,
hanya menyisakan beberapa pulau kecil.
Tsunami Akibat Longsoran Lempeng Bawah Laut
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan
gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami.
Tsunami Akibat Gunungapi
Tsunami yang disebabkan gunung berapi
dapat dipicu oleh ledakan bawah laut atau oleh
aliran piroklastik yang besar. Aliran piroklastik
yaitu campuran panas gas vulkanik, abu dan
balok yang bergerak dengan kecepatan
puluhan kilometer per jam yang masuk ke
dalam badan air. Penyebab lainnya ketika
sebuah kawah besar terbentuk karena
runtuhnya atap kamar setelah letusan.
Tsunami Krakatau 1883
Tahun 1883, letusan Gunung Krakatau
di Indonesia mengakibatkan Tsunami
yang dahsyat. Ketika gelombangnya
menyapu pantai Lampung dan Banten,
kira-kira 5000 kapal hancur dan
menenggelamkan banyak pulau kecil.
Gelombang setinggi 12 lantai gedung
ini, kira-kira 40 m, menghancurkan
hampir 300 perkampungan dan
menewaskan lebih dari 36000 orang.
Tsunami Akibat Hantaman Meteor Di Laut

Tumbukan dari benda luar angkasa


seperti meteor merupakan gangguan
terhadap air laut yang datang dari arah
permukaan. Tsunami yang timbul karena
sebab ini umumnya terjadi sangat cepat
dan jarang mempengaruhi wilayah pesisir
yang jauh dari sumber gelombang.
Sekalipun begitu, apabila pergerakan
lempeng dan tabrakan benda angkasa
luar cukup dahsyat, kedua peristiwa ini
dapat menciptakan megatsunami.
Tanda-Tanda Tsunami

Pada umumnya di Indonesia didahului


dengan gempabumi besar dan susut laut
Di Indonesia tsunami terjadi dalam
waktu kurang dari 40 menit setelah
gempabumi besar di bawah laut

Terdapat selang waktu antara waktu


terjadinya gempabumi sebagai sumber
tsunami dengan waktu tiba tsunami di pantai

Gelombang air laut datang secara


mendadak dan berulang dengan
energi yang sangat kuat
Tsunami lokal

Jenis-jenis tsunami Tsunami regional

Tsunami jarak jauh


Tsunami lokal
Tsunami lokal adalah tsunami yang
menyebabkan kerusakan dalam jarak
relatif dekat dengan peristiwa yang
menyebabkan tsunami. tsunami lokal
biasanya terjadi karena adanya gempa
bumi atau longsoran bawah laut yang
disebabkan oleh erupsi gunung berapi.
Tsunami lokal merupakan tsunami
dengan sumber gempa yang lokasinya
dekat, dengan tingkat kerusakan tidak
lebih dari 100km dari sumber gempa.
Terjadi sekitar 10-20 menit setelah
gempa.
Tsunami regional

Tsunami regional menyebabkan


tingkat kerusakan dengan jarak 100-
1.000 km dari titik bawah laut
Your Text Here Your Text Here Your Text Here
terjadinya
Easy to change
tsunami. Terjadi
Easy to change
sekitar 1-
Easy to change
3 jam setelah
colors, photos gempa.
colors, photos colors, photos
and Text. and Text. and Text.
Tsunami jarak
jauh
Tsunami jarak jauh disebut juga
dengan tele-tsunami/ocean wide
tsunami yang merupakan kejadian
tsunami yang sangat kuat dan daya
hancur
Your Textbesar.
Here Jarak
Yourtempuh
Text Here tsunami

ini Easy
lebih dari
to change
colors, photos
1.000 km dari titik
Easy to change
colors, photos
bawah and Text.laut terjadinya
and Text. tsunami.
Terjadi sekitar 3-8 jam setelah
gempa.
Dampak tsunami

Kerusakan prasarana Memakan korban jiwa


lalu lintas (jalan kereta,
jalan raya dan
pelabuhan)

Suplai air Kerusakan rumah tinggal

Listrik Kerusakan bangunan


pantai
Dampak tsunami

Merusak industri Telepon


minyak

Pencemaran lingkungan Merusak sektor prikanan

Timbulnya berbagai Merusak sektor


macam bibit penyakit kehutanan
Pencegahan : bencana ini tidak dapat dicegah
namun hanya bisa diminimalisir kerugian dan
korban dari bencana.
 Mitigasi :
secara fisik (struktural), berupa buatan maupun alami.
• pembuatan Break water (pemecah gelombang),
• sea wall (tembok laut),
• shelter (tempat perlindungan).
• aritficial hill (bukit buatan),
• vegetasi pantai,
• retrofitting (penguatan konstruksi bangunan)
 Mitigasi :
non fisik (non struktural).
• Pemetaan zonasi daerah rawan Tsunami
• Pendidikan
• Pelatihan
• Penyadaran masyarakat
• Tata ruang
• Zonasi
• Relokasi
• Peraturan peundangan
• Penerapan pengelolahan wilayah pesisir terpadu (Integrated Coastal Zone
Management/ICZM)
Contoh upaya fisik alami
Hutan pantai
(penanaman cemara atau waru laut)
Hutan buatan (beton )
dan tembok laut
Rumah panggung dengan arah orientasi bangunan sejajar
dengan arah penjajaran arah tsunami atau tegak lurus dengan
pantai agar tekanan air yang menghantam bangunan lebih kecil
Konstruksi bangunan
modern vs tradisional
Model konstruksi
shelter
Pola zonasi ramah tsunami
Pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami.

Strategi Mitigasi Pembangunan tempat evakuasi (shelter) di sekitar daerah


dan Upaya pemukiman, pembangunan tembok penahan tsunami pada
garis pantai yang berisiko, penanaman mangrove serta

Pengurangan tanaman lainnya di sepanjang garis pantai untuk meredam


gaya air tsunami

Risiko Meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal


khususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang
tsunami dan cara-cara penyelamatan diri
terhadap bahaya tsunami

Melaporkan secepatnya jika mengetahui


tandatanda akan terjadinyan tsunami kepada
petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi,
Stasiun Radio, SATLAK PB maupun institusi
terkait.
Kesiapsiagaan dan upaya
Sebelum terjadi tsunami
mitigasi
Menghindari tempat tinggal di daerah pesisir pantai
yang landau kurang dari 10 meter dari permukaan
Mitigasi bencana adalah upaya laut.
yang dilakukan oleh segala pihak
terkait untuk mengurangi dampak Menanam tanaman yang mampu menahan
dari bencana alam yang terjadi. gelombang seperti bakau, palem, ketapang, waru dan
beringin
mitigasi bencana tsunami
merupakan sebuah sistem yang Mengikuti tata guna lahan yang disiapkan oleh
dirancang untuk mendeteksi pemerintah
tsunami yang terjadi, kemudian
memberikan peringatan guna
mencegah jatuhnya korban jiwa. Membuat bangunan bertingkat dengan ruang aman
dibagian atas

Membuat dinding yang lebar, usahakan tidak sejajar


dengan garis pantai
Kesiapsiagaan dan upaya
Sebelum terjadi tsunami
mitigasi
Mempromosikan budaya pencegahan dan
keselamatan menghuni di kawasan rawan bencana
tsunami

Mitigasi bencana sebelum Mempersiapkan rencana manajemen bencana tsunami


terjadinya tsunami dapat dilakukan
dengan memberikan edukasi agar
masyarakat sadar dan siap siaga
terhadap bencana tsunami dengan Membentuk kepanitiaan dan gugus tugas di wilayah
cara : rawan bencana tsunami

Mempersiapkan peralatan untuk pelatihan mitigasi


bencana tsunami bagi siswa dan masyarakat

Mereduksi risiko bencana tsunami dalam bentuk


pendidikan formal maupun non formal
Saat terjadi tsunami

Jangan panik Jika sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai,
segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih
tinggi

Jangan menjadikan gelombang tsunami sebagai Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang
tontonan terdekat

Jika air surut dari batas normal, tsunami mingkin Jika situasi memumgkinkan, pergilah ketempat
terajdi evakuasi yang sudah ditentukan

Bergeraklah dengan cepat ketempat yang lebih tinggi Jika situasi tidak memungkinkan melakukan tindakan
ajaklah keluarga dan orang sekitar seperti di atas, carilah bangunan bertingkat yang
bertulang baja

Tetap ditempat yang aman sampai air benar-benar Jika situasi memungkinkan, pakai jas hujan dan
surut pastikan tangan anda bebas dan tidak membawa apa-
apa
Saat terjadi tsunami (jika berada di luar ruangan)

01 Bila sedang berada di pantai atau di pesisir


pantai dan merasakan bumi bergetar, segera
berlari ke tempat yang lebih tinggi dan jauh
04 Jika terseret tsunami, carilah benda yang
dapat mengapung untuk dijadikan rakit

dari pantai
Menyelamatkan diri melalui jalur evakuasi

02 Naik ke lantai yang lebih tinggi, seperti atap


rumah atau memanjat pohon 05 tsunami ke tempat evakuasi yang telah di buat

03 Tsunami juga dapat terjadi di sungai dekat


laut, jadi jangan berada di daerah sekitarnya
06
Jika berpegangan pada pohon saat terjadinya
tsunami, jangan membelakangi arah laut
untuk menghindari benturan benda yang di
bawah oleh gelombang tsunami
Saat terjadi tsunami (jika berada di gedung bertingkat)

01 Jangan menunggu peringatan tsunami


04 Membalikkan bada saat gelombang tsunami
berbalik arah ke laut

Tetap berpegangan kuat hingga gelombang

02 Jangan menghiraukan kerusakan di sekitar,


teruslah menuju lantai tertinggi 05 tsunami benar-benar reda

03 ika berpengangan pada balok atau kayu di


lantai gedung saat terjadi tsunami, jangan
membelakangi arah laut agar terhindar dari
benturan benda yang di bawa oleh gelombang
tsunami
Setelah terjadi tsunami

Menghindari instalasi listrik bertegangan tinggi dan Mencari bantuan dan bekerja sama dengan lembaga
melaporkan jika menemukan kerusakan kepada PLN pemerintah, adat, keagamaan atau lembaga swadaya
masyarakat seperti dinas sosial, BMKG, SAR, UGD,
PKM, Polda, hansip/linmas, LSM, PMI, media
massa, BPBD dan KMPB
Menghindari memasuki wilayah kerusakan kecuali
setelah dinyatakan aman
Menceritakan tentang apa yang harus dilakukan jika
ada tanda-tanda bencana tsunami akan datang kepada
keluarga, anak dan teman untuk memberingan
Menjauhi reruntuhan bangunan
pengetahuan tentang tsunami.

Mengajak sesama warga untuk melakukan kegiatan


Ketika kembali ke rumah jangan lupa memeriksa
yang positif, seperti mengubur jenazah,
kerabat satu-persatu
mengumpulkan benda-benda yang dapat digunakan
kembali dan beribadah

Tetap tenang dan sabar


Peta daerah rawan tsunami di Indonesia