Anda di halaman 1dari 17

TUGAS compounding  and dispensing 

PROBLEMA COMPOUNDING SEDIAAN CAIR

Dosen: Dra. Herdini, M.Si

EFI RATNA SARI 19340164


Kelas A
PROBLEM COMPOUNDING PADA
SEDIAAN CAIR
Sediaan cair merupakan sediaan dengan wujud cair, mengandung satu
atau lebih zat aktif yang terlarut atau terdispersi stabil dalam medium,
Compounding yang homogen pada saat diaplikasikan.

PENGGOLONGAN
ORAL
SEDIAAN CAIR • Syrup
Pembuatan (preparation) • Elixir
• Suspensi
Pencampuran (mixing) • Emulsi
TOPIKAL
Pemasangan (assembling) • Larutan otik
• Lotion
Pembungkusan (packaging) • Gargarisma
• Collyrium
• Litus oris
Pemberian label (labelling) • Guttae ophtalmic
• Guttae nasales
• Emphitema
PROBLEM COMPOUNDING PADA
SEDIAAN CAIR

Pengatasan
kontaminasi
mikroba

Pengatasan
Pengatasan problema
problem pembuatan
oksidasi suspensi dan
emulsi
1. PENGATASAN KONTAMINASI
MIKROBA
 Kontaminasi mikroba dari bahan baku selalu
akan dibawa ke produk, sedangkan kontaminasi
lebih lanjut biasanya diperoleh dari peralatan
dan lingkungan, dari operator proses dan bahan
kemasan.
 Contoh sediaan liquid yang berpotensi besar
terkontaminasi mikroba adalah sediaan sirup.
 Sirup adalah sediaan yang komposisi terbesar
adalah air sebagai pelarut. Karena komposisi
terbesar dari sediaan ini adalah air maka, sirup
rentan sekali terkontaminasi oleh mikroba sebab
air adalah media yang sesuai untuk
(Bloomefield,2007)
1. PENGATASAN KONTAMINASI
MIKROBA
Untuk mengantisipasi tumbuhnya mikroba pada
sediaan dapat diatasi dengan :
 zat pengawet atau zat anti bakteri
 Menjaga stabilitas
a. Memperkecil ukuran partikel sehingga zat mudah
terlarurut
b. Mempertahankan PH karena zat aktif stabil pada
pH tertentudiperlukan dapar untuk
mempertahankan pH sediaan
c. uji sterilitas untuk mengetahui kontaminasi
mikroba pada alat ataupun kemasan biasanya
digunakan

(Bloomefield,2007)
2. Pengatasan problem oksidasi

 Terjadinya oksidasi atau interaksi sediaan dengan


oksigen bebas di udara pada sediaan cair dapat
diatasi dengan :
 pada waktu pengemasan dibuat sedemikian
rupa, sehingga terdapat sedikit mungkin
oksigen pada wadah obat cairan.
 Penambahan bahan anti oksidan pada produk
obat yang dapat mengurangi oksigen bebas.

(Syamsuni,2006)
3. Pengatasan problema pembuatan suspensi dan emulsi

a. Pengatasan problema pembuatan suspensi

 Problem yang dihadapi dalam proses pembuatan suspensi


adalah cara memperlambat penimbunan partikel serta
menjaga homogenitas dari pertikel.
 Cara tersebut merupakan salah satu tindakan untuk menjaga
stabilitas suspensi.
Ukuran partikel
Beberapa faktor
yang mempengaruhi Kekentalan / Viskositas
stabiltas suspensi Jumlah Partikel /
adalah: Konsentrasi
Sifat / Muatan Partikel

(Syamsuni,2006)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stabiltas
Suspensi Adalah:
a. Ukuran Partikel
Ukuran partikel berbanding terbalik dengan luas penampang Sedangkan antar
luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier.
Artinya semakin besar ukuran partikel maka semakin kecil luas
penampangnya.
b. Kekentalan / Viskositas
Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan
tersebut, makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun  (kecil). 
c. Jumlah Partikel / Konsentrasi
Apabila di dalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar, maka
partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering
terjadi benturan antara partikel tersebut. Benturan itu akan menyebabkan
terbentuknya endapan dari zat tersebut, oleh karena itu makin besar
konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel
dalam waktu yang singkat.
d. Sifat / Muatan Partikel
Suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran
bahan yang sifatnya tidak terlalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan
terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar
larut dalam cairan tersebut.
3. Pengatasan problema pembuatan suspensi dan emulsi

b. Pengatasan problema pembuatan EMULSI

Emulsi Emulsi dikatakan tidak stabil bila mengalami


merupakan hal-hal seperti dibawah ini :
a. Creaming yaitu terpisahnya emulsi
sistem dua fase, menjadi dua lapisan, dimana yang satu
yang salah satu mengandung fase dispers lebih banyak
cairannya daripada lapisan yang lain. Creaming
terdispersi bersifat reversibel artinya bila dikocok
dalam cairan perlahan-lahan akan terdispersi kembali
lain dalam b. Inversi fase yaitu peristiwa berubahnya
bentuk tetesan tipe emulsi W/O menjadi O/W atau
kecil. Untuk sebaliknya dan sifatnya irreversible.
menyatukan
sistem dua fase (Syamsuni,2006)
tersebut
distabilkan NEXT…
3. Pengatasan problema pembuatan suspensi dan emulsi

b. Pengatasan problema pembuatan EMULSI


c. Koalesen dan cracking (breaking) yaitu
pecahnya emulsi karena film yang meliputi
partikel rusak dan butir minyak akan koalesen
(menyatu). Sifatnya irreversibel (tidak bisa
diperbaiki).
• Peristiwa Hal ini seperti
kimia, dapat terjadi karena: alkohol, perubahan
penambahan
PH, penambahan CaO / CaCL2
• Peristiwa fisika, seperti pemanasan, penyaringan,
pendinginan dan pengadukan. Untuk dapat mencegah
terjadinya koalesensi dapat ditambahkan emulgator atau
surfaktan yang cocok. Surfaktan menstabilkan emulsi
dengan cara menempati antar-permukaan tetesan dan
fase eksternal, dan dengan membuat batas fisik di
sekeliling partikel yang akan berkoalesensi. (Syamsuni,2006)
SOAL dan PEMBAHASAN

SOAL 1 Pembahasan
Sebuah apotek yang memiliki praktek MasalahnyaSyrup
dokter anak setiap harinya amoxicillin hanya tahan 7
mengencerkan/melarutkan 20 botol hari setelah tutup botol
Amoxicillin dry syrup. Setiap syrup yang di dibuka dan syrup
encerkan terkadang tidak selalu habis
diberikan kepada pasien dalam sehari diencerkan, sehingga
sehingga ada syrup yang telah diencerkan syrup amoxicillin bisa
tersisa di apotek. Masalah apa yang timbul terkontaminasi mikroba
setelah 7 hari dan solusinya? selama penyimpanan.
a. Terkontaminasi mikroba, diencerkan
seperlunya saja Solusinya Syrup
b. Stabilitas baik, tetap diberikan amoxicillin diencerkan
pasien seperlunya saja atau
c. Terkontaminasi mikroba, diencerkan diencerkan apabila ada
dengan alkohol 95%
d. Stabulitas baik, diencerkan denga resep masuk saja untuk
SOAL dan PEMBAHASAN

SOAL 2 Pembahasan
Cara yang benar untuk
R/ Amoxicillin dry syr I melarutkan amoxicillin
S 3 dd 5cc dry syr yaitu diukur 60ml
Pro : Ana (5th) air dengan menggunakan
Diperlukan ketepatan penambahan
pelarut. Pernyataan dibawah ini yang gelas ukur kemudian
benar jika dalam etiket tertulis Netto dimasukkan ¾ kedalam
60ml : botol lalu kocok hingga
a. Tambahkan ¾ bagian dari 60ml air terlarut dan homogen
dan tambahkan sisanya
b. Tambahkan 60ml air pada amoxicillin setelah itu tambahkan
dry syr sisa air hingga tanda
c. Tambahkan 54ml air pada amoxicillin batas.
dry syr
d. Tambahkan ½ bagian dari 60ml air
dan tambahkan sisanya
SOAL dan PEMBAHASAN

SOAL 3
Pembahasan
Seorang apoteker dibagian produksi
peristiwa berubahnya tipe
sebuah indutri obat membuat sediaan
emulsi tipe air dalam minyak namun emulsi W/O menjadi O/W
karena kesalahan formulasi, sediaan atau sebaliknya dan
emlulsi berubah menjadi tipe minyak sifatnya irreversible disebut
dalam air dan bersifat ireversibel. Inversi fase
peristiwa berubahnya tipe emulsi
kasus diatas disebut
A. Infersi
B. Coalesan
C. Creaming
D. cakeking
SOAL dan PEMBAHASAN

SOAL 4 Pembahasan
Fungsi bahan HPMC
Sebuah Industri farmasi ingin adalah sebagai agen
membuat sediaan farmasi dengan pengemulsi, agen
komposisi HPMC, BHT, metil pensuspensi dan bahan
paraben, tween 80, sukrosa. Saat untuk meningkatkan
rekonstitusi hasil yang didapatkan viskositas sediaan
terlalu kental. Apakah zat yang
harus dikurangi konsentrasinya?
a. HPMC
b. BHT
c. Metil Paraben
d. Tween 80
SOAL dan PEMBAHASAN

SOAL 5 Pembahasan
Industri farmasi akan membuat sediaan Asam sitrat (C6H8O)
sirup CTM dengan formulasi : digunakan dalam industri
CTM 4mg/5ml
Propilen glikol 30%
farmasi sebagai
Sukrosa 60% antioksidan, dan pengatur
Asam sitrat
Esensial jeruk
2%
0.5%
pH. Asam sitrat sebagai
Suset yellow qs antioksidan
natrium sitrat 2% membantu untuk menghil
Aquades ad100%.
Apakah fungsi asam sitrat dari formula angkan oksigen selama
diatas? memproduksi.
a.Antioksidan
b.Agen Pengkhelat
c.Zat aktif
d.Pengawet
PUSTAKA

Bloomfield Jonathan, Remco Polman, Peter O’Donoghue, Lars


McNaughton. 2007, Effective Speed and Agility
Conditioning Methodoligy for random Intermitten Dynamic
Type Sport, Journal of Strength and Condotioning Research
21 (4), 1093-1100
Syamsuni, 2006. Farmasetika Dasar Dan Hitungan Farmasi,
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. 29 – 31
TER I M A
KASIH