Anda di halaman 1dari 16

Barier Protektif

 Gunakan kacamata
pelindung, masker,
celemek dan sepatu
tertutup.

Conny Riana Tjampakasari


6-1
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI

17
– Dipakai sebelum
melakukan tindakan
yang memungkinkan
terkena percikan cairan
tubuh pasien

– Tidak perlu memakai


gaun jika tidak kontak
dengan pasien

– Segera lepas setelah


selesai tindakan
Pakai sarung tangan
bersih/nonsteril bila
menyentuh darah, cairan
tubuh, ekskresi, peralatan
yang terkontaminasi baik
pakai sarung tangan
maupun tidak pakai sarung
tangan
Pakai sarung tangan bersih
sebelum menyentuh
membrane mucosa dan kulit
yang luka
Pakai sarung tangan steril
untuk tindakan invasif
Gunakan sarung tangan
Saat melakukan Saat memegang atau menyentuh
tindakan bedah peralatan bekas pakai

6-5 Ketika membuang limbah


Digunakan untuk menutupi
rambut dan kulit kepala sehingga
serpihan kulit dan rambut tidak
masuk kedalam luka saat
melakukan tindakan invasif
Melindungi petugas kesehatan
dari darah atau cairan tubuh
yang terpercik atau menyemprot
1. Sarung tangan
 Pegang bagian luar sarung tangan
lainnya,lepaskan
 Pegang sarung tangan yang telah
dilepas dengan menggunakan tangan
yang masih memakai sarung tangan
 Selipkan jari tangan yang sudah tidak
memakai sarung tangan dibawah
sarung tangan yang belum dilepas
dipergelangan tangan
Lepaskan sarung tangan diatas sarung tangan
pertama
Buang sarung tangan ditempat sampah infeksius

2. Kaca mata /pelindung wajah


 Untuk melepaskannya,pegeng karet/gagang
kaca mata
3. Gaun
Lepaskan tali
Tarik dari leher dan bahu dengan memegang
bagian dalam gaun pelindung saja
Balik gaun pelindung
Lipat dan gulung menjadi gulungan dan
letakkan diwadah yang telah disediakan
untuk diproses ulang atau buang di tempat
sampah infeksius
4. Masker
Jangan menyentuh bagian depan masker
karena sudah terkontaminasi
Lepaskan tali bagian bawah kemudian tali /
karet bagian atas
Buang ketempat sampah infeksius
- Gunakan masker dan
penutup mata, wajah untuk
memproteksi membrane
mukosa mata, hidung,
mulut selama prosedur
tindakan, kegiatan
perawatan pasien yang
memungkinkan terkena
percikan darah, cairan
tubuh sekresi dan ekskresi

- Segera lepas setelah


melakukan tindakan !
INGAT !
Setiap tindakan dengan risiko infeksi
harus dilaksanakan secara hati-hati dan
benar.
Tingginya angka infeksi pascatindakan
menunjukkan rendahnya mutu pelayanan

6-11
Risiko Transmisi Penyakit
Risiko transmisi HIV setelah tertusuk
jarum suntik dari pasien dengan HIV
positif adalah 4 : 1000
Risiko penularan HBV setelah tertusuk
jarum suntik dari pasien dengan HBV
positif adalah 27 - 37 : 100

6-12
Prevalensi HIV dalam darah donor di
Indonesia pada tahun 1992-2001
0.016

0.014

0.012
Per 1000 HIV-positif

0.010

0.008

0.006

0.004

0.002

0.000
1992 – 1993 – 1994 – 1995 – 1996 – 1997 – 1998 – 1999 – 2000 –
1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001

Sumber: National AIDS Programme,


Indonesia
6-13
July 2002
Mencegah Luka Tusuk
 Gunakanpinset saat mengambil jarum dan zona
aman sebagai penghantar instrumen tajam

6-14
Mencegah Luka Tusuk
Gunakan klem atau
pemegang jarum
saat memasang
atau melepaskan
pisau bedah atau
instrumen tajam
lain yang harus
disatukan atau
dipisahkan

6-15