Anda di halaman 1dari 23

Saeful Bachri

208701000
Agroteknologi
Fak. Sains & Teknologi
UIN SGD Bandung
2010
“Dan allah menurunkan dari langit air (hujan)
dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi
sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang
mendengarkan (pelajaran).”
Q.S. An-Nahl: 65
 Mahkota Dewa

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)


  Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
     Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
        Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
           Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
              Sub Kelas: Rosidae
                Ordo: Myrtales
                   Famili: Thymelaeaceae
                     Genus: Phaleria
                         Spesies: Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.
 Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang
(perenial), tinggi 1 - 2,5 m.
 Akar tunggang.
 Batang berkayu, silindris, tegak, warna cokelat,
permukaan kasar, percabangan simpodial, arah
cabang miring ke atas.
 Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun
berhadapan (folia oposita), warna hijau tua,
bentuk jorong hingga lanset, panjang 7 - 10 cm,
lebar 2 - 2,5 cm, helaian daun tipis, ujung dan
pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip
(pinnate), permukaan licin, tidak pernah meluruh
 Bunga tunggal, muncul di sepanjang
batang dan ketiak daun, bertangkai
pendek, mahkota berbentuk tabung
(tubulosus) - berwarna putih
 Buah bulat, panjang 3 - 5 cm, buah muda
berwarna hijau - setelah tua menjadi
merah, bentuk dengan biji bulat, keras -
berwarna cokelat, daging buah berwarna
putih - berserat dan berair Perbanyaan
Generatif (biji)
 Mahkota dewa tumbuh subur di tanah yang
gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200
m dpl.
 Suhu tidak terlalu menjadi masalah yang
signifikan dalam penanaman mahkota dewa.
 Tanaman dari biji biasanya sudah berbuah
pada umur 10 - 12 bulan.
 A. Pengolahan Tanah
Tanah lebih dulu digemburkan serta diberi pupuk dasar
yang berupa pupuk kandang. Takaran pupuk kandang
yang diberikan adalah 20ton/ha. Sebagai tanaman keras,
mahkota dewa membutuhkan membutuhkan lubang
tanam. Lubang tanam digali (30x 30x30 ) cm. Tanah
galian ditumpuk terpisah antara tanah lapisan atas dan
tanah lapisan bawah. Lubang tanam dibiarkan terbuka
selama minimal seminggu agar terkena udara luar, sinar
matahari, dan hujan.
 B. Pengadaan Bibit
Salah satu aspek penting dalam budidaya mahkota dewa
adalah penyiapan bibit. Bibit yang baik akan memberikan
hasil yang baik pula selain didukung oleh faktor lain.
Dalam budidaya mahkota dewa, ada dua jenis bibit yang
dapat digunakan, yaitu bibit dari fase generatif (biji) dan
bibit dari fase vegetative (stek batang atau cangkok).
C. Penanaman
Penanaman mahkota dewa tidak tergantung musim,
meski demikian, perawatan tanaman merupakan
kegiatan yang harus dilakukan setiap petani, terlebih bila
usaha budidaya tersebut berorientasi pada hasil yang
baik.
 D. Penyulaman
Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati atau
pertumbuhannya tidak normal untuk
digantikan dengan tanaman yang baik.
E. Pemupukan
Pada prinsipnya pupuk yang diberikan pada tanaman
obat dianjurkan berasal dari bahan alami atau pupuk
organik seperti pupuk bokasi. Penggunaan pupuk kimia
atau anorganik tidak dianjurkan karena menimbulkan
residu kimia yang dapat muncul pada buah. Padahal
buah mahkota dewa dimanfaatkan sebagai bahan obat.
Tentu saja hal ini akan sangat berpengaruh pada
kesehatan penggunaannya.
 F. Penyiraman
Penyiraman perlu dilakukan pada saat tanam dan
sesudah tanam saat tanaman masih kecil. Hanya saja
bila hari hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Setelah
tanaman berumur 6 bulan sesudah tanam, penyiraman
relatif tidak diperlukan karena jangkauan perakarannya
sudah dalam.
G. Penyiangan
Penyiangan harus dilakukan secara berkala sepanjang
tahun karena mahkota dewa termasuk
tanaman tahunan. Penyiangan dilakukan melihat gulma
yang tumbuh di sekitar tanaman. Umumnya penyiangan
pada mahkota dewa dilakukan 3-4 kali.
 H. Penanganan hama dan penyakit
Mahkota dewa mempunyai musuh alami
berupa hama pengganggu. Hama yang
biasanya muncul adalah belalang, kutu
putih, dan ulat buah. Hama ulat buah
memang masih jarang menyerang
tanaman mahkota dewa.
Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif
seperti:

 Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun


di dalam tubuh

 Saponin, yang bermanfaat sebagai:


• sumber anti bakteri dan anti virus
• meningkatkan sistem kekebalan tubuh
• meningkatkan vitalitas
• mengurangi kadar gula dalam darah
• mengurangi penggumpalan darah
 Flavonoid
• melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan
mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
• mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi
penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
• mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner
• mengandung antiinflamasi (antiradang)
• berfungsi sebagai anti-oksidan
• membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan
atau pembengkakan

 Polifenoll
• berfungsi sebagai antialergi
1. Teknik Rebusan
2. Teknik Rendam
 Efek Samping

Efek samping yang dapat timbul akibat meminum air rebusan


buah atau daun mahkota dewa untuk pertama kali adalah rasa
pening kepala. Ia bergantung pada kadar kepekatan air rebusan
yang dibuat. Jika teramat pekat, kadar pusing kepala agak terasa.
Peminum harus bersabar dan bertahan kerana setelah meminum
untuk kali yang kedua atau ketiga, keadaan akan menjadi stabil.

 Tindakan Yang Perlu Diambil Jika keadaan Luar Biasa


1. Banyak minum air putih dengan tujuan untuk mengencerkan air
rebusan mahkota dewa yang telah diminum.
2. Minum susu segar
3. Berhenti minum air rebusan mahkota dewa kalau efek samping
berkelanjutan.
Irisan kulit dan buah
mahkota dewa yang
telah dikeringkan

Produk dikemas dengan


cara tradisional
Produk mahkota
dewa yang telah
dikemas dengan
lebih modern
 Anna Winata di Bogor dan Retno di Bekasi
juga merasakan sehat kembali dari sakit
kanker rahim berkat mahkota dewa.
 Ny. Parlan di Balikpapan pun berhasil
menormalkan kadar gula darahnya berkat
tumbuhan obat ini.
 Masih banyak lagi contoh keberhasilan
yang lain.
 Di Yogyakarta pernah ada yang mencoba
menelan bijinya mentah-mentah. Hasilnya
dia merasakan tubuhnya sangat panas,
seperti terbakar api, dan buang-buang air
terus-menerus. Namun, setelah tidur,
keesokan harinya, tubuhnya terasa sangat
segar.
 Di Depok pernah ada yang mencoba
memakan buahnya begitu saja.
Hasilnya, orang itu langsung mabuk.
1. Wanita hamil dilarang menkonsumsi obat ini, karena akan
berakibat pada meningkatnya kontraksi otot rahim yang
sangat berbahaya bagi kondisi kehamilan.

2. Wanita yang sedang haid dilarang untuk mengkonsumsi


obat herbal ini karena mahkota dewa dapat mencairkan
darah dan menggerus dinding rahim secara berlebihan,
serta sulit untuk mengering.
3. Tidak dianjurkan untuk meminum obat ini secara berlebihan
meskipun notabene berupa obat herbal alami, karena dosis
tinggi akan dapat merubah sifat obat ini menjadi toxin.
 thibbunnabawi.wordpress.com
 http://www.suarakarya- online.com/news.html?id=120307 diakses
5/10/2010
 http://radensomad.com/manfaat-dan-kegunaan-tanaman-dan-buah-
mahkota-dewa.html diakses 5/10/2010
 http://mahkotadewa.co.cc/kesehatan/mahkota_dewa.html diakses
5/10/2010
 http://www.plantamor.com/index.php?plant=977
 http://www.indonesiaherbal.com/forum/index.php?topic=43.0
diakses 5/10/2010
 http://www.cakap.net/index.php?showtopic=1058 diakses
5/10/2010
 www.iptek.net.id - www.pdpersi.co.id