Anda di halaman 1dari 26

ASKEP PADA PASIEN KEGAWATAN

KARDIOVASKULER

Nama Kelompok 2 :
1.Oyang Putra Pangestu (201701002)
2.Dea Oktavika Cahyani (201701004)
3.Dwi Elma Miftahul J (201701017)
4.Ria Ain Harini (201701020)
5.Nur Rohmah Febriyanti (201701022)
6.Anita Rumahenga (201701025)
7.Nur Laily (201701042)
8.Yuninda Anggun Safitri (201701043)
9.Marlina Batmomolin (201601197)
PENGKAJIAN

1. Identitas pasien
Nama : Tn.K
Usia : 53 tahun
Agama : Kristen Protestan
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jakarta Timur
DX. Medis : STEMI Anterior Ekstensif,
Killip 1, TIMI score 3/14.
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama : Nyeri Dada
b. Riwayat penyakit sekarang :
Tn.K mengatakan nyeri dada 1 hari SMRS pada malam hari saat
istirahat namun nyeri dada hilang timbul dengan skala nyeri 2/10. nyeri
dada memberat dirasakan sejak 3,5 jam SMRS, nyeri dada seperti
diremas, menjalar ke punggung bagian belakang, keringat dingin dan
disertai muntah 1x saat pasien memperbaiki mesin mobilnya. Kemudia
klien dibawa ke RS.Jayakarta (onset 1 jam) nyeri dirasakan 9/10 dan
diberikan terapi O2 nasal 4lpm, ISDN 2x5mg PO; CPG 300mg PO; aspilet
160mg PO. Lalu pasien dirujuk ke RS.Ambarawa melalui SPGDT dan tiba
di IGD RS.Ambarawa onset 3,5 jam dan mengatakan nyeri dada menjalar
ke belakang dg skala 6/10
P : Nyeri dada
Q : Seperti diremas
R : Pada bagian punggung menjalar ke bagian belakang punggung
S : skala 6
T : selama 3,5 jam
c. Riwayat Penyakit Dahulu :
keluarga mengatakan bahwa pasien memiliki
riwayat penyakit hipertensi tidak terkontrol,
riwayat merokok 1,5 bungkus per/hari sejak
usia 18 tahun sampai saat ini, memiliki
kebiasaan minum alkohol dan tidak patuh
minum obat hipertensi.
d. Riwayat penyakit keluarga :
keluarga mengatakan bahwa tidak ada
keluarga yang memiliki riwayat penyakit DM
ataupun hipertensi.
PENDEKATAN PENGKAJIAN ABCD

1.Airway:
Jalan Nafas:Obstruksi Jalan Nafas (-),sekret
(-),suara nafas tambahan (-),px terpasang alat
bantu nafas O2 nasal 4 Lpm
2.Breathing
-Frekuensi Pernafasan :21x/mnt
-Irama Pernafasan:Reguler
-Bunyi Nafas:Vesikuler
-Bunyi Nafas Tambahan :Tidak ada
-Retraksi Dinding dada:Tidak ada
-Otot Bantu Nafas: Tidak ada
3.Circulation
-HR:93x/m
-Akral Hangat
-TD:130/82 mmhg (MAP 98 mmHg)
-Capillari revill time <3 detik
-SpO2: 96%
-Sianosis :Tidak Ada
-Auskultasi Jnatung :S1 S2 tunggal
-Irama Nadi: Reguler
-Suhu:36,4°C
4.Disability
-Kesadaran:Compesmentis,GCS (E4V5M6)
5.Eksposure
-Tidak Ada cidera pada seluruh bagian tubuh.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
No Tgl Pemeriksaan Hasil Nilai Normal

1. 25-12-2018 Laboratorium -Hb:15,6 g/dl -Hb : 14-18g/dl


-HCT:46,5% -HCT : 40-54%
-RBC 5,21 juta//uL -RBC : 4,3-5,6
-NRBC : 0 juta/mcl
-MCV 89,3 fL -NRBC : 0
-MCH 29,9 pg -MCV : 82-92 fl
-MCHC 33,5% -MCH : 27-31 pg
-CV:12,4% -MCHC : 30-36
-WBC:20.470/u %
- PLT 320 ribu/uL. -CV : 4-10%
-WBC : 3.500-
10.500/u
-PLT : 150-390
ribu/uL
No Tgl Pemeriksaa Hasil Nilai Normal
n
2. 25-12-2018 Enzim -CKMB 84 U/L -CK/CPK
Jantung -Troponin T 186 (creatin posfo
Kinase) normal :
Laki-laki 5-35
Ug/ml atau 30-
180 IU/L
-LDH (laktat
dehidrogenase):
normal pada
Laki-laki 80-240
U/L
-Tromponin:<
0,16 Ug/L
-SGOT
normal : Laki-
laki s/d 37 U/L
-SGPT :Laki-laki :
s/d 42 U/L
No Tgl Pemeriksaan Hasil Nilai
Normal
3. 25-12-2018 Fungsi Ginjal -Ureum 24 mg/dl -20-40mg/dl
-BUN 11 mg/dl -0,75-1,5
-Kreatinin 0,89 mg/dl
mg/dl
-GFR 98
ml/menit/1,73 m2

4. 25-12-2018 Elektrolit -Na:135-145


mmol/L
-K:3,5-5,3
-Natrium 134 mmol/L
mmol/L -CI:95-105
-Kalium 4,0 mmol/L mmol/L
-Klorida 97 mmol/L -K : 8,8-10,4
-Kalsium Total 2,26 mg/dl
mmol/L Mg : 1,8-2,2
-Magnesium 2,0 mg/dl
mg/dl
No Tgl Pemeriksaan Hasil Nilai Normal

4. 25-12-2018 Laboratorium -GDS 119 Pada Pria


Glukosa mg/dl. -Glukosa
Puasa : 80 –
100 (mg/dl) 
-Glukosa Post
prandial : 100
- 120 (mg/dl) 
-Glukosa
Sewaktu : <
150 (mg/dl)
ANALISA DATA
NAMA: TN.K UMUR: 53 THN
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1. DS: Px mengatakan nyeri dada 1 hari Faktor resiko Nyeri akut
SMRS pada malam hari saat istirahat
namun nyeri dada hilang timbul. Endapan lipoprotein
nyeri dirasakan memberat sejak 3,5
jam SMRS, nyeri dada seperti diremas, Konstruksi arteri
menjalar ke punggung bagian koronaria
belakang .
P : Nyeri dada Aliran darah ke
Q : Seperti diremas jantung turun
R : Pd bg dada menjalar ke punggung
belakang O2&nutrisi turun
S : skala 6
T : selama 3,5 jam Jaringan miokard
DO: iskemik
- Keadaan umum Compesmentis
- Wajah tampak meringis Suplai o2 tdk
- Wajah tampak gelisah seimbang
- Skala nyeri 6/10.
- TD:130/82 mmhg Metabolisme
- HR:93x/m anaerob
- RR: 21x/mnt
- Suhu:36,4°C Timbunan asam
laktat
No Data Etiologi Masalah
2. DS : Faktor resiko Resiko perfusi
Px mengatakan memiliki hipertensi miokard tidak
kebiasaan minum alkohol, efektif
memiliki riwayat penyakit
Minum obat
hipertensi tidak terkontrol, dan
px tidak patuh minum obat hipertensi tidak
hipertensi. teratur
DO :
- Px mual Resiko perfusi
-TD : 130/82 mmHg miokard tidak
-HR : 93 x/menit reguler efektif
-RR : 21x/menit
-SpO2 96%,
-RBC 5,21 juta//uL
-CV:12,4%
-WBC:20.470/u
-Hasil lab
CKMB 84 U/L
Troponin T 186
-Hasil EKG
• Gambar 1 :STEMI Anterior
Ekstensif adanya sadapan di
lead 1,avL,V1-V6
• Gambar 2:STEMI
Anteroseptal Adanya
sadapan di lead V1-V4
• Gambar 3:STEMI Anterior
ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
3. DS: pasien mengatakan nyeri dada Kurangnya Resiko
sampai punggung belakang , nyeri di asupan dan O2 Penurunan
rasakan seperti di remas pada arteri curah
DO:
coronaria jantung
-terpasang O2 nasal 4 lpm
-nadi : 93x/m
-Irama Pernafasan Reguler Hipoksia jaringan
-Bunyi Nafas Vesikuler jantung
- Akral Hangat
-TD:130/82 mmhg (MAP 98 mmHg) Kepayahan sel
-Capillari revill time <3 detik jantung
-SpO2: 96%
-Hasil lab
CKMB 84 U/L
Resiko Penurunan
Troponin T 186 curah jantung
-Hasil EKG
• Gambar 1 :STEMI Anterior
Ekstensif adanya sadapan di lead
1,avL,V1-V6
• Gambar 2:STEMI Anteroseptal
Adanya sadapan di lead V1-V4
• Gambar 3:STEMI Anterior Adanya
Tinversi pada V1-V4
DIAGNOSA
1. Nyeri akut b.d agen cedera fisiologis
( iskemik ) d/d bersikap protektif, gelisah,
pola nafas berubah
2. Resiko perfusi miokard tidak efektif b.d
hipertensi d/d ketidakpatuhan pasien
dalam minum obat hipertensi
3. Resiko penurunan curah jantung b.d
perubahan irama jantung d/d gambaran
EKG aritmia
INTERVENSI KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi
1. Nyeri akut b.d Setelah dilakukan 1. Manajemen nyeri ( 1.08238
agen cedera tindakan )
fisiologis keperawatan selama a) observasi
( iskemik ) d/d 1x24 jam diharapkan  Identifikasi
bersikap tingkat nyeri pasien lokasi,karakteristik,durasi,fr
protektif, menurun dg KH : ekuensi,kualitas,intensitas
gelisah, pola 1. Keluhan nyeri nyeri
nafas berubah menurun (5)  Identifikasi skala nyeri
2. Meringis menurun  Identifikasi respon nyeri
(5) non verbal
3. Gelisah menurun  Identifikasi faktor yg
(5) memperberat dan
4. Frekuensi nadi memperingan nyeri
sedang ( 3 )  Identifikasi pengaruh nyeri
5. Tekanan darah terhadap kualitas hidup
sedang ( 3 )  Monitor keberhasilan terapi
komplementer yg sudah
diberikan
 Monitor efek samping
penggunaan analgesik
N Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi
o
1. Nyeri akut b) Terapeutik
b.d agen  Berikan teknik nonfarmakologis
cedera untuk mengurangi rasa nyeri (misal
fisiologis terapi musik, teknik imajinasi
( iskemik ) terbimbing, teknik hipnosis)
d/d  Kontrol lingkungan yg memperberat
bersikap nyeri (misal suhu ruangan,
protektif, pencahayaan,kebisingan)
gelisah,  Fasilitasi istirahat tidur
pola nafas  Pertimbangkan jenis dan sumber
berubah nyeri dlm pemilihan strategi
meredakan nyeri
c) Edukasi
 Jelaskan penyebab,periode,pemicu
nyeri
 Jelaskan strategi meredakan nyeri
 Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
 Ajarkan teknik nonfarmakologis
untuk mengurangi nyeri
d) Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian analgetik
( sesuaikan dengan kondisi pasien
No Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi
2. Resiko perfusi Setelah dilakukan 1. Manajemen aritmia
miokard tidak tindakan (1.02035)
efektif b.d keperawatan selama a) Observasi
hipertensi d/d 1x24 jam diharapkan  Periksa onset dan pemicu
ketidakpatuha perfusi miokard aritmia
n pasien kembali stabil dg  Identifikasi jenis aritmia
dalam minum KH :  Monitor frekuensi dan
obat 1. Nyeri dada durasi aritmia
hipertensi menurun (1)  Monitor keluhan nyeri
2. Mual menurun (1) ( intensitas,lokasi,fk
3. Gambaran EKG pencetus dan pereda)
aritmia menurun  Monitor respon
(1) hemodinamik akibat
4. Tekanan darah aritmia
sedang (3)  Monitor saturasi oksigen
 Monitor kadar elektrolit
b) Terapeutik
 Berikan lingkungan yg
tenang
 Pasang akses intravena
 Pasang monitor jantung
 Rekam EKG 12 sadapan
 Periksa interval QT sebelum
No Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi
2. Resiko perfusi  Lakukan maneuver valsava
miokard tidak  Lakukan masase karotis
efektif b.d unilateral
hipertensi d/d  Berikan oksigen sesuai
ketidakpatuha indikasi
n pasien c) Edukasi –
dalam minum d) Kolaborasi
obat  Kolaborasi pemberian
hipertensi antiaritmia
 Kolaborasi pemberian
kardioversi
 Kolaborasi pemberian
defribilasi
N Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi
o
3. Resiko Setelah 1. Perawatan jantung akut (1.02076)
penurunan dilakukan a) Observasi
curah tindakan  Identifikasi karakteristik nyeri dada
jantung b.d keperawatan (faktor pemicu dan pereda, kualitas,
perubahan selama 1x24 lokasi,radiasi,skala,durasi,frekuensi)
irama jam diharapkan  Monitor EKG 12 sadapan untuk
jantung d/d curah jantung perubahan ST dan T
gambaran pasien membaik  Monitor aritmia (kelainan irama dan
EKG dg KH : frekuensi)
aritmia 1. Gambaran  Monitor elektrolit yg dapat
EKG aritmia meningkatkan risiko aritmia
menurun (5) ( kalium,mg)
2. Tekanan  Monitor enzim jantung
darah ( CK,CKMB,Troponin)
membaik (5)  Monitor saturasi oksigen
3. Capillary  Identifikasi startifikasi pd sindrom
refill time koroner akut ( Skor TMII, Killip,
membaik (5) Crusade)
b) Terapeutik
 Pertahankan tirah baring minim 12
jam
 Pasang akses intravena
 Puasakan hingga bebas nyeri
No Diagnosa Tujuan dan KH Intervensi
3. Resiko  Sediakan lingkungan yg
penurunan kondusif untuk istirahat dan
curah jantung pemulihan
b.d perubahan  Berikan dukungan
irama jantung emosional dan spiritual
d/d gambaran c) Edukasi
EKG aritmia  Anjurkan segera
melaporkan nyeri dada
 Anjurkan menghindari
manuver (mengedan saat
BAB atau batuk)
 Jelaskan tindakan yg di
jalani pasien
 Ajarkan teknik menurunkan
kecemasan dan ketakutan
d) Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian
antiangina
 Kolaborasi pemberian
antiplatelet jika perlu
 Kolaborasi pemberian
morfin dan inotropik jika
perlu
 Kolaborasi pemberian obat
EKG GAMBAR 1
INTERPRETASI EKG GAMBAR 1
EKG GAMBAR 2
INTERPRETASI EKG GAMBAR 2
EKG GAMBAR 3
INTERPRETASI EKG GAMBAR 3