Anda di halaman 1dari 12

MODUL 9

PEMBELAJARAN 9

MENYATUKAN
NILAI-NILAI SUBKULTUR

1
BAB 10 Menyatukan Nilai nilai Subkultur
• Perubahan Tidak Berbentuk Linear
• Memetakan Subkultur dalam Organisasi
• Tantangan untuk Menemukan Nilai-Nilai Kolektif
• Memotret Subkultur
• Merajut Nilai-2 Subkultur Menjadi Budaya
Korporat
• Visioning : Proses Menyatukan Nilai-Nilai
Budaya Korporat
• Penutup

2
MENYATUKAN NILAI-NILAI SUBKULTUR
• Manusia-manusia organisasi pada suatu ins
titusi akan meningkatkan ikatan emosional
pada kelompoknya (subkultur) bukan pada
keseluruhan institusi jika terjadi tekanan, ra
sa takut, cemas, tidak percaya pada masa
transisi.
• Transformasi nilai-2 orgss harus menyentuh
nilai-2 subkultur, tdk bisa langs dilakukan
melalui kultur organisasi scr menyeluruh.

3
• Faktor penghambat perubahan ada pada
tingkat subkultur, bukan pd manusia lintas
subkultur (umumnya berada di layer atas).

PERUBAHAN TIDAK BERBENTUK LINEAR


• Kemajuan yang dicapai dalam suatu proses
perubahan dapat berbentuk linear seperti
kita mengeja huruf alfabet.

4
• Transformasi organisasi yg dilakukan dng
menyentuh nilai-2 orgss perlu mempertim-
bangkan berbagai kemungkinan yg akan
muncul dari sisi manusia.
• Akan berhadapan dng puluhan kelompok
dimana masing-2 kelompok akan bereaksi
terhadap stimulus perubahan atasan mau-
pun respon subkultur lainnya.

5
MEMETAKAN SUBKULTUR DLM ORGANISASI
• Dlm masa transisi, budaya perusahaan akan
ter-pecah-2 dlm budaya kelompok-2, mng-2
mempunyai subkultur sendiri-2.
• Budaya korporat (Corporate Culture) akan
sulit untuk dikenali.

TANTANGAN UNTUK MENEMUKAN NILAI-


NILAI KOLEKTIF .
• Mengakui keragaman dan mengangkatnya
ke permukaan sbg suatu kekayaan institusi.
6
• Tantangan terbesar seorang transformer adl
mencari cara terbaik utk menggabung-
gabungkan nilai-2 tersebut kedalam suatu
alunan musik yg indah didengar.

MEMOTRET SUBKULTUR
• Utk memetakan subkultur kita hrs memotret
seluruh subkultur tersebut, meskipun hal tsb
tidak mudah.

7
• Pimpinan perubahan dibantu oleh sebuah
team dari berbagai bagian yg diberi wewe-
nang untuk mengakses seluruh unit dalam
perusahaan/institusi.
• Pimpinan harus punya cukup waktu untuk
momotret, mendengarkan, mengarahkan,
dan menggerakkan teamnya.
• Adakalanya dibutuhkan bantuan pihak keti
ga misalnya konsultan yg kredibel dan ahli.
• Diperlukan alat bantu: Bagan Organisasi,
Carrier track, hub kerja, dan forum diskusi.
8
• Pemotretan dilakukan dengan beberapa
observasi dan field study.
• Ditemukan 2 jenis subkultur: Subkultur yg
sangat jelas kediriannya dan subkultur yang
kurang menonjol

MERAJUT NILAI-NILAI SUBKULTUR MENJADI


BUDAYA KORPORAT
• Output pada pemotretan subkultur adlh se-
buah dokumen yg kaya dng informasi dan
cerita yg mengandung nilai-2 dari subkultur.
9
• Membutuhkan keterlibatan semua pihak utk
merumuskan semacam common grounds
diantara subkultur-2 dan merajut-nya ke dlm
sebuah ikatan bersama.

• VISIONING: PROSES MENYATUKAN NILAI-2


BUDAYA
• Visioning adalah sebuah proses yg menya-tukan
mozaik-2 nilai-2 dari masing-2 sub-kultur menjadi
sebuah rumusan yg diteri-ma semua pihak.

10
Proses dilakukan dengan 3 tahap:
1. Merumuskan nilai-2 masing-2 subkultur.
2. Membawa niali-2 subkultur-2 tsb kedlm se
buah forum utk merumuskan nilai-2 bersa-
ma.
3. Memperkaya nilai-nilai dan visi.

Tujuan akhir dari visioning adl utk menemu-


kan nilai-2, perilaku, kebiasaan-2, pandang
an-2, dari setiap subkultur yg dpt dipakai
untuk membentuk kultur baru.
11
PENUTUP
• Proses rekonstruksi nilai-2 ini masih hrs ber
langsung beberapa langkah lagi ke depan.
• Apa yang dihasilkan sampai tahap ini baru
berupa konsep.

E.Tugas.
• Secara berkelompok diskusikan materi tsb,
kelompok dibagi menjadi, kelompok pro
dan kontra.
12