Anda di halaman 1dari 12

OTONOMI

DAERAH
PPT 4
Martini
LATAR BELAKANG

• Sistem sentralistik pada masa Orde Baru


• Ancaman disintegrasi bangsa
• Dikeluarkannya TAP MPR Nomor
V/MPR/2000 tentang Pemantapan Persatuan
dan Kesatuan Nasional
 perlu diselenggarakannya
OTONOMI DAERAH
DASAR HUKUM OT-DA
• UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang
Pemerintahan Daerah
• UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah
• UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi
Daerah
• UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Otonomi
Daerah
HAKEKAT OT-DA
• Kebebasan daerah yang nyata dan bertanggung
jawab
• Kewenangan daerah mencakup semua bidang
pemerintahan, kecuali kewenangan di bidang:
1. politik luar negeri
2. pertahanan keamanan
3. Peradilan
4. Moneter
5. Fiskal
6. Agama
7. serta kewenangan bidang lain yang
ditetapkan dengan PP (Pasal 10 Ayat (3) UU
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah)
PENGERTIAN OT-DA

Kewenangan daerah otonomi untuk mengatur


dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat menurut prakarsa sendiri
berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan (UU
Nomor 22 Tahun 1999)
PRINSIP OT-DA
• Otonomi yang seluas-luasnya
• Otonomi nyata
• Otonomi yang bertanggung
jawab
CIRI-CIRI OT-DA
DI INDONESIA
• Daerah otonom tidak memiliki kedaulatan
atau semi kedaulatan seperti di negara
federal
• Desentralisasi dimanfaatkan dalam bentuk
penyerahan atau pengakuan atas urusan
pemerintahan
• Pengaturan dan pengurursan kepentingan
masyarakat setempat sesuai dengan
prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi
masyarakat
TUJUAN OT-DA
• Meningkatkan kesejahteraan
rakyat

• Meningkatkan pelayanan umum

• Meningkatkan daya saing


daerah
DAMPAK OT-DA
DAMPAK POSITIF DAMPAK NEGATIF
SUMBER PENERIMAAN
PELAKSANAAN OT-DA
Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Daerah

Pajak daerah Dana bagi hasil dari pajak dan SDA

Retribusi daerah Dana alokasi umum

Hasil pengelolaan kekayaan daerah Dana alokasi khusus

Lain-lain pendapatan asli daerah yang


sah
• Prospek otonomi daerah
• Aspek ideologi
• Aspek politik
• Aspek ekonomi
• Aspek sosial budaya
• Aspek hankam
• Perkembangan otonomi
daerah
ANALISA KASUS