Anda di halaman 1dari 11

IDENTITAS NASIONAL PADA REMAJA

NAMA :
• ADINDA ALIKA PUTRI (19001)
• L I D YA R O S D I A N A (19046)
• O KTA V I U S E K O S U A N T O S O (19062)
• P U T R I R A H AY U (19070)
• R AT U L U T F I YA Z A H R A A R S Y ( 1 9 0 7 2 )
• J E SSE N IA SHA R E E L UMBORA (19037)
IDENTITAS NASIONAL

Identitas adalah ciri-ciri, sifat-sifat yang melekat pada suatu hal


sehingga menjadi khas atau keunikan untuk membedakan hal satu
dengan yang lain. Nasional adalah bangsa. Jadi identitas nasional
adalah ciri khas suatu bangsa dan tidak dapat di samakan dengan
bangsa yang lain. Unsur : suku bangsa, agama, bahasa kebudayaan

Identitas nasional di kalangan remaja


Saat ini indonesia mengalami krisis identitas karna kemajuan
teknologi serta perkembangan globalisasi, maraknya generasi muda
yang terbawa budaya-budaya asing dari cara berbicara, bertingkah
laku, berpakaian, serta bersosialisasi dengan masyarakat.
KASUS

Dikalangan remaja pada era globalisasi saat ini,


banyak yang tidak mengenal bahkan tidak melestarikan
identitas nasional bangsa indonesia. Sebenarnya ini
merupakan kasus yang sudah sering terjadi. Hanya saja
kurangnya kesadaran dari remaja itu sendiri. Semakin
banyak remaja menggunakan pakaian, tingkah laku,
gaya hidup, cara berbahasa dan lain sebagainya yang
mengikuti budaya ke barat – baratan/korea korean .
PEMBAHASAN

Saat ini wawasan kebangsaan dinilai menurun dan generasi

muda kian mengalami krisis identitas. Perkembangan generasi muda

dirasakan cukup mengkhawatirkan dan perlu mendapatkan perhatian

serius. hal itu terjadi tak lain karena pemuda memiliki karakteristik

unik, yakni labil, sedang dalam taraf mencari identitas, serta

mengalami masa transisi. Hal itu membuat mereka cenderung tidak

mampu menahan godaan dari proses perubahan global. Namun,

semua pihak terutama orang tua dan guru tidak cepat menghakimi

remaja dengan perilaku menyimpang.


LANJUTAN

Tanpa adanya pemahaman yang mendalam terhadap


kehidupan remaja, niscaya yang dilakukan hanyalah tindakan
menghakimi atau sekedar menyalahkan mereka sebagai
anak nakal yang tak patuh pada nasihat orang tua.
Kenakalan remaja kini tak lagi sekedar aktivitas seperti
membolos sekolah, merokok, minum-minuman keras atau
sekedar menggoda lawan jenis. Mereka kini seringkali terlibat
tawuran layaknya preman, terjerumus dalam penggunaan
obat-obatan terlarang dan kehidupan seksual pranikah.
DAMPAK GLOBALISASI PADA
KALANGAN REMAJA
o Dampak positif dari globalisasi bagi remaja :

a) Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka berkerja keras, disiplin,


mempunyai jiwa kemandirian, rasional (melih yang baik & benar), supotrif
dan lain sebagainya.

b) Tingkat kehidupan yang lebih baik, dibukannya industry yang memproduksi


alat-alat komunikasi contohnya Mudah meperoleh informasi dan ilmu
pengetahuan, Lebih mudah dalam mengerjakan tugas sekolah kuliah dan
kerja. dan transportasi yang canggih, Cepat dalam berpergian merupakan
salah satu usaha mengurangi penggangguan dan meningkatka taraf hidup
masyarakat. Contonya goojek & grab.
c) Dapat berbicara dengan bahasa asing, mudah berkomunikasi dengan orang
asing, berfikir kreatif.
o Dampak negatif dari globalisasi bagi remaja :

 Pola hidup konsumtif, contohnya membeli barang atau makanan

yang tidak terlalu di butuhkan seperti membeli strarbucks, shushi,

topoki, Samyang, badan yang di tato,membeli stik exo, poster

poster idola luar negri, membeli barang brandit yang mahal dan

lainnya.

 Sikap individualistrik, remaja yang merasa di mudahkan dengan

teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan

orang lain dalam beraktivitas, kadang mereka lupa bahwa mereka

adalah makhluk sosial. contohmya seperti terlalu sibbuk main

handphone sehingga lupa bersosialisasi dengan tetangga sekitar


 Gaya hidup kebarat-baratan/korea koreaan, tidak semua budaya

asing baik dan cocok di terapkan di Indonesia. Budaya negatif yang

mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi menghormati

kepada orang yang lebih tua, kehidupan bebas remaja, lebih

senang mendengarkan lagu lagu asing di banding lagu nasional

Indonesia, berpakaian yang kurang menutup aurat, berbicara di

campur dengan bahasa asinng dan lain sebagainya.

 Kesenjangan sosial, seserang yang melakukan pembunuhan karena

sering di bully.
KESIMPULAN

Dapat ditarik kesimpulan dari kasus tentang krisis identitas

pada remaja adalah usia remaja sangat mudah terpengaruh pada

era globalisasi. Karena diusia remaja sangat mudah mengikuti

perkembangan zaman. Semakin berkembangnya zaman maka

remaja selalu ingin mencoba dan memiliki rasa ingin tahu. Jadi

sebagai seorang remaja harus lebih selektif dalam memilih

bahkan mengikuti perkembangan zaman. Tidak mudah terbawa

pada perkembangan era globalisasi yang negative.


SARAN
1. Kepada pembaca remaja, penulis mnyarankan agar para remaja mampu

melalui pembentukan identitas dirinya dengan baik dan bijak.

2. Kepada orang tua, penulis menyarankan agar dapat menjaga hubungan

yang hangat dan harmonis dengan anak-anaknya serta anggota lain.

3. Kepada masyarakat, penulis menyarankan agar dapat membantu remaja

yang sedang pencari jati dirinya atau pembentukan diri dengan cara

menciptakan lingkungan yang konduktif serta bebas dari perilaku-

perilaku yang menyimpang dari norma-norma masyarakat.

4. Untuk peneliti selanjutnya, penulis menyarankan agar pneliti selanjutnya

dengan keterbatasan yang dimiliki oleh penulis maka, diharapkan adanya

penelitian lanjutan yang mengungkap lebih banyak mengenai krisis

identitas pada remaja.


TERIMAKASIH