Anda di halaman 1dari 14

Akuntabilitas Profesional untuk

Kepentingan Publik
Martinah Kussumowati
2017017220
Luvita Ajeng Mandasari
2017017251
Gita Febriani 2017017254
Dwi Astuti S 2017017270
Akuntabilitas Ekspektasi
Pemangku Kepentingan
dan Kerangka Tata Kelola
A. Mendedikasikan Kembali Peran
Akuntan Profesional untuk
Kepentingan
1. Harapan Publik terhadap Kalangan Profesional
Umum
Layanan yang disediakan oleh sebuah profesi sanagt penting bagi
4. Prioritas Tugas, Loyalitas, dan
masyarakat, sehingga mereka siap untuk memberikan hak-hak Kepercayaan dalam Tugas Fidusia
kepada suatu profesi yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi Seorang akuntan professional telah diberi hak untuk
mereka juga akan memastikan bahwa seorang professional tersebut menyediakan jasa fidusia yang penting bagi masyarakat
dapat melakukan tugasnya dengan baik dan benar seperti yang karena dia bertanggung jawab untuk mempertahankan
diharapkan. kepercayaan, Seorang akuntan professional juga
2. Harapan Masyarakat dari Seorang Akuntan Profesional diharapkan untuk mempraktikkan keahliannya tersebut
dengan penuh kejujuran, integritas, objektivitas, serta
Seorang akuntan professional diharapkan memiliki keahlian teknis
menghindari kekeliruan untuk memastikan bahwa mereka
khusus terkait dengan akuntansi dan pemahaman yang lebih tinggi
yang mengandalkan keahlian tersebut dapat dipercayai
di bidangnya daripada orang awam di bidang terkait selain itu ia
juga diharapkan untuk menaati standar-standar khusus yang
dikeluarkan oleh badan professional terkait tempatnya 5. Kerahasiaan: Ketat atau Diberikan
bekerja.terkadang penyimpangan dari norma-norma ini dapat Wadah/Difasilitasi
menyebabkan berkurangnya kredibilitas atau kepercayaan terhadap
profesi secara keseluruhan. Pada revisi Kode Etik tahun 2005, IFACdi mana terdapat
konflik diantara prinsip-prinsip yang mendasar, yang dalam
3. Dominasi Nilai Etis Diatas Teknik-Teknik Akuntansi hal ini dapat terjadi antara kerahasiaan dan kepentingan
atau Audit public. Kode etik diantaranya menyarankan bahwa akuntan
Kebanyakan akuntan dan juga selainnya menganggap bahwa professional mempertimbangkan untuk mendapatkan
penguasaan akuntansi dan/atau teknik audit adalah hal yang sangat “nasihat professional dari badan professional yang relevan
penting sine qua non (merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan) atau penasihat hukum, dan dengan demikian mendapat
dari profesi akuntansi. Akan tetapi hanya sedikit skandal keuangan bimbingan tentang isu-isu etis tanpa melanggar
yang disebabkan oleh kesalahan metodologis dalam penerapan kerahasiaan”.
teknik
B. Implikasi-Implikasi Layanan yang
Ditawarkan
Nilai Tambah
Penjaminan Kritis oleh
Kredibilitas menjadi
nilai tambah yang kritis
dan Jasa-Jasaberubah
Peran akuntan bisa
sesuai kebutuhan seorang
yang dihasilkan oleh
seorang akuntan
Lain manajemen, misal dalam
bidang perpajakan dan Akuntan
profesional. Semakin
tinggi kepatuhan
perencanaan keuangan. akuntan maka semakin
Profesional tinggi kredibilitas dan
semakin baik pula
reputasinya.
Peraturan
Independensi Standar
SEC dan IFACBertujuan untuk menghindari Perilaku yang Integritas, kejujuran dan
situasi dimana penilaian objektivitas sangat penting dalam
independen yang harus Diekspektasika pelaksanaan tugas. Disertai
digunakan oleh auditor agar kompetensi guna menambah nilai
dapat menilai dengan adil n kritis seorang akuntan, sehingga
sesuai posisi yang diambil oleh organisasi akuntan profesional
client audit ketika ada mendisiplinkan anggotanya yang
penyimpangan dari komitmen tidak menerapkan nilai-nilai etis.
utamanya yaitu melindungi
kepentingan publik.
C. Penilaian dan Nilai-Nilai
1
Pentingnya Pertambahan Nilai
Seorang professional mungkin berbuat salah dalam penilaiannya tentang potensi
akibat dilemma etika atau tentang keseriusan akibat tersebut mereka yang harus
menanggung akibatnya.Oleh karena itu, kredibilitas profesi ada pada nilai-nilai yang
didukungnya, nilai-nilai etika pribadi dan professional dari masing-masing anggota,
dan kualitas penilaian yang digunakan.

2 Pembentukan Penilaian/Pertimbangan dan Nilai-Nilai


Di masa lalu, metode Trial dan Error menjadi metode yang mapan. Namun tidak bisa
sepenuhnya digantikan oleh pelatihan yang terorganisasi sesuai dengan pengalaman
pendidikan. Program pembelajaran dapat teratur dan saling berhubungan dengan isu-
isu utama yang akan dihadapi serta dapat memberikan saran yanng etis dan praktis
agar ke depannya terdapat pengembangan dari kedua metode tersebut.
D. Sumber Pedoman Etika
a. Penentu Standar (IFAC, PCACB, FASB, IASB, CICA, ICAEW, dan sebagainya) :
- Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU)
- Standar Audit yang Berlaku Umum (GAAS)
b. Praktik-praktik standar yang dipahami secara umum
c. Studi Penelitian dan Artikel
d. Pedoman-pedoman regulator (SEC, OSC, NYSE, TSX, dll) E
Option
e. Keputusan Pengadilan
f. Kode etik dari :
- Atasan (perusahaan atau KAP)
C
- Badan Akuntansi Profesional Lokal Option
- Internal Federation Of
BAccountants (IFAS)
Option
A
=> Keanekaragaman sumber pedoman etika ini memberikan kontribusi yang kuat demi tercapainya
konvergensi global sehingga IASB dan pernyataan IFAC akan menjadi sumber pedoman yang penting.
Option
Dengan kode IFAC berperan sebagai kerangka etika yang dominan.
Tujuan dan Kerangka

Kode etik professional


dirancang untuk membrikan
panduan tentang perlakukan
yang diharapkan anggota
jasa dapat di terima secara
kualitas dan reputasi profesi
tidak di nodai

E. Kode
Etik
Profesional
Prinsip-prinsip dan
standar fundamental
Bertindak untuk Menjaga reputasi
kepentingan umum profesi dan
melayanni
kepentingan
umum

Bekerja integritas, Tidak dikaitkan


objektif dan dengan informasi
independent, yang sesat
kompetensi professional
serta rahasia
E. Kode Etik Profesional
01 Peraturan Umum dan khusus

Akuntansi profesional diharapkan untuk menerapkan prinsip-prinsip fundamental


dalam rangka melindungi kepentingan publik maupun kepentingan profesi dan anggota
sendiri

02 Disiplin
Anggota harus mengetahui bagaimana dan kepada siapa laporan mengenai
kekhawatiran adanya penyimpangan perilaku harus disampaikan.
03 Interpretasi aturan

Ketika profesi menemukan bahwa kekhawatiran muncul dalam profesi akibat dari
perdebatan tentang penerapan yang tepat dari sebuah aturan, klarifikasi akan
dikeluarkan dalam bentuk interprestasi , interprestasi sering merupakan adendum
04 Motivasi perubahan kode profesional
Motivasi untuk perubahan kode-kode profesional secara mengejutkan selalu
sama dan berbentuk siklus selama bertahun-tahun
E. Kode Etik Profesional
05 Kode etik profesi yang berlaku

Karena proses perubahan yang ada tidak ada mengadopsi secara persis
kode IFAC terutama jika ada perbedaan budaya atau peraturan, maka akan
layak mempelajari AICPA dan ICAO Sebagai perauran hukum yang sesuai.

06
Perbandingan kode professional internasional

akuntan yang profesional harus menyadari kebutuhan untuk


mengamati peraturan yang ketat, dan meskipun sebagian kode atau
peraturan mengenai isu-isu yang sama , kata kata berbeda dapat
digunakan dan peninjauan kembali dari kata-kata tersebut dapat
memperkaya pemahaman akan suatu topik.
Hukum dan sistem undang-undang
(Yuriprudensi)

Pertama, Hukum tampaknya menawarkan kebijaksanaan abadi paadahal


01 pada kenyataannya berubah karena hukum tersebut mencoba untuk
menyebar posisi yang dipercaya atau dianggap masuk akal oleh masyarakat.

Add Text
Kedua, dan yang lebih penting apa yang sesuai hokum
02 tidak selalu etis.
Get a modern
PowerPoint
Presentation

Ketiga, untuk kehati-hatian dalam menempatkan terlalu banyakAdd Text


03 ketergantungan pada interpretasi hukum dan perbaikan adalah Get
bahwa
mereka tampaknya tidak relevan dengan peluncuran tuntutan hukum.
a modern
PowerPoint
Presentation
Konflik kepentingan dan standar
independensi global
1. Perspektif global menurut kode IFAC
Kode etik IFAC untuk po\rofesional menyajikan pendekatan yang berguna untuk
diperiksa karena menawarkan perlakuan yang paling modern tentang persyaratan
independensi dan masalah yang terkait.

2. Jenis-jenis konflik kepentingan


3.Ruang lingkup aktivitas yang terpengaruh
Kategori pertama mengadu domba akuntan profesional dengan pemangku
kepentingan lainnya dalam lingkup bebearapa kegiatan.

4. Konflik kepentingan memenuhi layanan yang


ditawarkan
Kepentingan pribadi merupakan motivator yang sangat kuat dapat merugikan klien,
publik dan pemangku kepentingan lainnya melalui penurunan mutu layanan yang
ditawarkan oleh akuntan profesional
Konflik kepentingan dan standar independensi
global

5. Konflik kepentingan yang melibatkan penyalahgunaan


pengaruh
Keinginan yang besar dari seorang profesional untuk memperbaiki nasibnya sendiri bisa
mengarah pada penyalah gunaan pengaruh sehingga menyebabkan rusak nya indenpendensi
penilaian profesional tersebut.

6. Konflik kepentingan yang melibatkan penggunaan atau


penyalahgunaan informasi
Penyalahgunaan informasi oleh akuntan profesional dapat merugikan pemangku kepentingan yang
lain dari sisi klien atau perusahaan yang terlibat.
Insert the Sub Title of Your Presentation