Anda di halaman 1dari 16

SEDIAAN

AEROSOL INHALASI
Disusun oleh
Miftadevi Audy Prayogo AKA19002
Naura Maisa Rahma AKA19014
Nur Janah AKA19020
Sediaan yang mengandung satu atau lebih zat
berkhasiat dalam wadah yang diberi tekanan, berisi
propelan atau campuran propelan yang cukup untuk
memancarkan isinya hingga habis (menurut FI III)
SISTEM AEROSOL

SISTEM 3
SISTEM 2
FASE
FASE
(GAS, CAIR,
(GAS DAN
PADAT ATAU
CAIR)
CAIR

3
S -Terdiri atas larutan zat aktif dalam
propelan cair dan propelan bentuk uap
I - Sebagai Pelarut digunakan  etanol,
propilenglikol, PEG untuk menambah
SISTEM 3 FASE
S kelarutan zat aktif
- Fase gas dan fase cair atau fase gas
Terdiri dari suspensi atau emulsi zat
aktif, propelan cair dan uap propelan.
dan fase padat untuk aerosol yang
T berbentuk serbuk
Suspensi terdiri dari zat aktif yang
dapat didispersikan dalam sistem
- Fase cair dapat terdiri dari komponen
E zat aktif / campuran zat aktif dan
propelan dengan zat tambahan yang
sesuai seperti zat pembasah atau bahan
propelan cair / komponen propelan yang
M dilarutkan di dalamnya Yang termasuk
pembawa padat seperti talk dan silica
koloida.
system ini antara lain :
2             a. aerosol ruang (space
Aerosol system 3 fase ini beroperasi
sprays) : insektisida, deodorant
F             b. aerosol pelapis permukaan
pada tekanan 15 p.s.i.g ( pounds per
square in gauge) pada suhu 21ºC.
(surface coating sprays) : cat, hair
A sprays
Aerosol system dua fase ini beroperasi
S pada tekanan 30 – 40 p.s.i.g (pounds per
square in gauge) pada suhu 21ºC.
E
A 1. Jika suatu gas yang dicairkan berada daalam wadah yang tertutup,
maka sebagai dari gas tersebut akan menjadi uap dan sebagian

E
lagi tetap cair. Dalam keaadaan keseimbangan, fase uap naik,
K fase cair turun.

C 2. Komponen zat aktif dari obat dilarutkan / di dispersikan dalam

R
fase cair dri gas tersebut.
E 3. Fase uap gas memberi tekanan pada dinding dan pernukaan fase

A cair.

O
4. Jika pada fase cair dimasukan tabung yang pangkalnya melekap
R pada katup dan hanya ujungnya yang masuk ke fase cair, maka

R karena tekanan uap tersebut, fase cair akan naik melalui tabung

S
ke lubang katup.
J 5. Jika tombol pembuka ( actuator ) ditekan, katup terbuka, fase

A cair didorong keluar selama actuator ditekan.


6. Fase gas yang berkurang akan terisi kembali oleh fase cair yang
A O menguap.
7. Fase cair yang keluar bersama zat aktif, karena titik didihnya
terlampaui, akan menguap di udara menyebabkan terjadinya bentuk
L semprotan atau spray.
K K
1. Mudah digunakan dan sedikit
E kontak dengan tangan 1. Harga mahal E
2. Bahaya kontaminasi tidak 2. Mudah terbakar dan
U ada karena wadah kedap bertekanan K
udara 3. Seringnya obat
N 3. Iritasi yang disebabkan menjadi kurang U
oleh pemakaian topikal efektif
T dapat dikurangi 4. Efikasi klinik R
4. Takaran yang dikehendaki biasanya tergantung
U dapat diatur pada kemampuan pasien A
5. Bentuk semprotan dapat menggunakan MDI
N diatur dengan baik dan benar N
6. Penggunaan aerosol 5. MDI biasanya
G merupakan proses yang mengandung obat yang G
“bersih” sedikit tidak terdispersi
A memerlukan “pencucian” oleh A
pemakainya
N N
DOSIS

INHALASI
AEROSOL

o Anak : 100 mcg (1 hisapan) dan dapat dinaikkan menjadi


200 mcg (2 hisapan) bila perlu

o Dewasa 100-200 mcg (1-2 hisapan) 3-4 kali sehari


Apa yang dimaksud
dengan Inhalasi ?

INHALER
Sediaan obat atau larutan atau
suspensi terdiri dari satu atau
lebih dari satu obat yang diberikan
melalui saluran nafas hidung atau
mulut untuk memperoleh efek lokal
atau sistematik.
ALAT TERAPI INHALASI

Metered Dose Inhaler


(MDI)

Dry Powder Inhaler


(DPI)

Nebulizer
Produk-produk
Metered Dose Inhaler
(MDI)
P Metered Dose Inhaler
E (MDI)
N
C G
A G
R U
N
A A
A
N
11
5. Lakukan inspirasi secara
1. Lepaskan
P penutup aerosol
perlahan. Pada awal inspirasi,
tekan MDI seperti pada gambar.
Lanjutkan inspirasi anda
E selambat dan sedalam mungkin

N 4. Letakkan
C G
mouthpiece di
antara kedua bibir,
6. Tahan nafas
selama kurang lebih
katupkan kedua 10 detik agar obat
A G 2. Pegang tabung
bibir kuat-kuat dapat bekerja

R U obat diantara ibu


jari dan jari
7. Keluarkan nafas
secara perlahan
telunjuk kemudian
N
A A
kocok seperti di
gambar
8. Kumur setelah
pemakaian
(mengurangi ES
A 3. Ekspirasi maksimal.
Semakin banyak udara stomatitis)
yang dihembuskan,
N semakin dalam obat
dapat dihirup
E
DERAJAT SEMPROTAN
V Caranya:
1. Pilih tidak kurang dari 4 wadah
A 2. Tekan actuator masing-masing wadah selama 2 sampai 3
detik

L
3. Timbang sesama masing-masing wadah, celupkan ke dalam
penangas air pada suhu 250 C sampai tekanan tetap
4. Keluarkan wadah dari penangas air dan keringkan

U 5. Tekan actuator masing-masing wadah selama 5,0 detik,


lalu timbang masing-masing wadah
6. Masukkan kembali ke dalam penangas air bersuhu tetap dan
A ulangi percobaan tiga kali untuk masing-masing wadah
7. Hitung derajat semprotan rata-rata masing-masing wadah

S  
dalam gram per detik.

I
E PENGUJIAN KEBOCORAN

V
Caranya :
1. Dipilih 12 wadah, catat tanggal dan waktu (pembulatan sampai ½ jam)
2. Ditimbang wadah satu persatu (pembulatan sampai mg), catat bobot

A
sebagai W1
3. Dibiarkan wadah dalam posisi tegak selama tidak kurang dari 3 hari pada
suhu kamar

L
4. Ditimbang kembali wadah satu persatu, catat bobot sebagai W2
5. Dihitung waktu perobaan dan catatwaktu sebagai T (dalam jam)
6. Dihitung derajat kebocoran (Dkb) masing-masing wadah dalam tiap tahun

U
dengan rumus:
Dkb =(W1-W2) x (365/T) x 24 Bobot tertera dalam etiket
7. Sediaan memenuhi syarat jika DKb rata-rata tiap tahun dari 12 wadah

A tidak lebih dari 3,5% dan jika tidak satupun bocor lebih dari 5%
pertahun
8. Jika satu wadah bocor lebih dari 5% pertahun, tetapkan DKb dengan

S menggunakan 24 wadah lainnya


9. Sediaan memenuhi syarat jika dari 36 wadah, tidak lebih dari 2 wadah
yang bocor lebih dari 5% pertahun dan tidak satupun wadah lebih dari 7%

I pertahun, dari bobot yang  tertera pada etiket.


E
V PENGUJIAN TEKANAN
A Caranya:
1. Dipilih tidak kurang dari 4 wadah

L
2. Dilepaskan tutup, celupkan dalam penangas air pada suhu
tetap 250 C sampai tekanan tetap
3. Dikeluarkan wadah dari penangas, kocok baik-baik

U 4. Dilepaskan akuator an keringkan


5. Diukur tekanan dengan memasang alat ukur tekanan pada
tangkai katup
A 6. Dibaca tekanan dalam wadah pada alat pengukur tekanan. 

S
I
Thanks!
ANY QUESTIONS?