Anda di halaman 1dari 12

Prinsip

membangun
logika
ilmiah
HASVIA
BERLIANI
1920332027
LOGIKA ILMIAH
“ Suatu Metode yang
memberikan kemampuan kita
melaksanakan kerja berpikir
dengan semestinya ( betul,
lurus, sahih)”
PROSES
BERPIKIR
1 2 3
Awal mulanya proses Hakikat berpikir yaitu Proses berpikir ini
logika. menjamin ketepatan penggerak mental dari
dan dan keseksamaan suatu hal kepada hal lain
dari proses berpikir, atau dari yang belum kita
agar kesimpulan yang ketahui kepada yang sudah
akan diambil tidak diketahui atau sebaliknya
keliru
HUKUM DASAR
LOGIKA
Hukum dasar logika ialah kebenaran umum yang berlaku dalam
bidang logika sebagai patokan berpikir/ kaidah pemikiran. John
stuart Mill (1806-1873) menyebutkan sebagai “postulat universal
penalaran” dan Friedrich uberweg (1826-1871) menamainya
“aksioma inferensi”

Postulat ini ada 4 jenis. Tiga pertama dirumuskan Aristoteles,


sedangkan yang keempat dirumuskan oleh Gottfried Wilhelm
Leibniz
Postulat ini ada 4 jenis. Tiga pertama dirumuskan Aristoteles,
sedangkan yang keempat dirumuskan oleh Gottfried Wilhelm
Leibniz

01. 02. 03. 04.


Principium Principium Principium Principium
indentitatis contradictionis exclusi tertii rationis
(law of (law of sufficientis
identity) (law of excluded (law of
contradiction) middle) sufficient
reason)
1. Principium indentitatis
(law of identity)
Hukum kesamaan, adalah kaidah
pemikiran yang menyatakan bahwa
sesuatu hanya sama dengan “sesuatu
itu sendiri”. Jika sesuatu itu p, maka p
identik dengan p, atau p adalah p, dapat
pula dikatakan, “ jika p maka p dan akan
tetap p”.
2. Principium contradictionis
(law of contradiction)
• Hukum kontradiksi, adalah kaidah
pemikiran yang menyatakan bahwa tidak
mungkin sesuatu pada waktu yang sama
adalah “sesuatu itu dan bukan sesuatu itu”.
Yang dimaksud ialah mustahil ada sesuatu hal
yang pada waktu yang bersamaan saling
bertentangan.
• Sir william hamilton (1788-1856)
menyebutkan hukum ini sebagai “hukum
tanpa pertentangan” (law of no contradiction)
karena kaidah itu menegaskan bahwa tidak
boleh ada sesuatu yang pada waktu yang
sama saling bertentangan.

• Contoh : siswa A cemerlang dalam


Matematika, namun tidak cemerlang dalam
3. Principium exclusi tertii
(law of excluded middle)
Hukum penyisihan jalan tengah,
adalah kaidah yang menjelaskan bahwa
sesuatu mestilah p atau bukan p dan tidak
ada kemungkinan ketiga sebagai jalan
tengah.
Jika kita rumuskan, akan berbunyi “suatu
proposisi selalu dalam keadaan benar
atau salah.
4. Principium rationis
sufficientis (law of sufficient
reason)
Hukum cukup alasan, ialah kaidah
yang melengkapi hukum kesamaan
(principium identitatis). Hukum cukup
alasan menyatakan bahwa jika
perubahan terjadi pada sesuatu, maka
perubahan itu haruslah memiliki alasan
yang cukup. Hal itu berarti bahwa tidk
ada perubahan yang terjadi begitu saja
tanpa alasan rasional yang memadai
sebagai penyebab perubahan itu.
PROSES BERPIKIR
Timbul Rasa
(DEWEY 1933) Diberi definisi
Sulit/Masalah dalam bentuk
masalah
(Problem)

Diberi definisi Ide pemecahan


dalam bentuk secara rasional
masalah (kumpulan
(Problem) data/informasi)

Simpulkan Ditemukan
pemecahan
masalah
DAFTAR PUSTAKA
Jan Hendrik Rapar. PENGANTAR LOGIKA, Asas-
Asas Penalaran Sistematis. penerbit kanisius
Mundiri, Ibid., Hal 12 dalam LOGIKA ILMIAH
oleh Choirotul umayah. Academia.edu
THANKS
! CREDITS:
This presentation template was created by
Slidesgo, including icons by Flaticon, and
infographics & images by Freepik.
Please keep this slide for attribution.