Anda di halaman 1dari 14

INOVASI PENDIDIKAN

Dosen : Nasrah Nasir, S.Pd., M.Pd

Mata Kuliah : Pengantar Pendidikan


Kelompok 6
Nurrahmadani A
1 1916041007

Anisya Rahmaniah Nasra


2 1916041013

Hariani
3 1916042005

Nabilah Qatrunada
4 1916042009

Deviani L
5 1916042023

Muhammad Akbar
6 1916042025
Pengertian dan Hakikat
Inovasi Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, inovasi diartikan pemasukan
atau pengenalan hal-hal ang baru: penemuan baru yang berbeda dari yang
sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya baik menyangkut gagasan,
metode, atau alat (2001:333).
Inovasi pendidikan disini dimaksudkan adalah suatu perubahan yang
baru dan bersifat kualitatif, berbeda dengan (hal yang ada) sebelumnya
serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai
tujuan tertentu dalam pendidikan (Suryobroto, 1990: 127).
Yang dimaksud kata “baru” dalam pengertian tersebut adalah apa saja
yang belum dipahami, diterima, atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi
meskipun mungkin bukan merupakan hal yang baru lagi bagi orang lain.
Sementara itu, maksud kata “kualitatif” adalah bahwa inovasi tersebut
diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan
tertentu dalam pendidikan (Suryobroto, 1990: 127).
Prinsip-Prinsip Inovasi Pendidikan
Peter M. Drucker dalam bukunya Innovation and
Enterpreneurship (Tilaar 1999: 356), mengemukakan
bahwa beberapa prinsip inovasi adalah sebagai berikut

01 Inovasi memerlukan analisis berbagai


kesempatan dan kemungkinan terbuka

02 Inovasi bersifat konseptual dan perseptual

03 Inovasi harus dimulai dengan yang kecil

Inovasi diarahkan pada kepemimpinan


04 atau kepeloporan
Arah Inovasi Pendidikan

Development (pengembangan)
Invention (penemuan)

01 02
Pembaharuan harus mengalami pengembangan
Invention meliputi penemuan/ sebelum masuk dalam dimensi skala yang
penciptaan tentang suatu hal besar. Development sering bergandengan
yang baru. Invention dengan riset sehingga prosedur “Research &
merupakan adaptasi dari hal- Development” digunakan dalam pendidikan
hal yang telah ada.

Diffusion (Penyebaran) Adaptation (Penyerapan)

Persebaran ide baru dari


sumber kepada 03 04 Beberapa tahap yang
penting dalam penerapan
inovasi pendidikan
pemakai/penyerap yang
terakhir
Masalah yang Menuntut Inovasi

Perkembangan ilmu pengetahuan


dan teknologi
01

Pertambahan penduuduk
02
Meningkatnya animo masyarakat
untuk memperoleh pendidikan
03
yang lebih baik dan berkualitas

Menurunnya kualitas
pendidikan 04

Persoalan relevansi 05
Tujuan Inovasi Pendidikan
Tujuan utama inovasi adalah berusaha meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan
dari sumber-sumber tenaga, uang, sarpras, termasuk struktur dan prosedur organisasi.
Selain itu, inovasi pendidikan dilakukan untuk memecahkan masalah pendidikan dan
menyongsong arah perkembangan dunia kependidikan yang lebih memberikan
harapan kemajuan lebih pesat. Secara lebih rinci tentang maksud–maksud diadakan
inovasi pendidikan ini adalah sebagai berikut :
Pembaruan pendidikan sebagai Inovasi pendidikan sebagai upaya
tanggapan baru terhadap masalah- untuk mengembangkan pendekatan
masalah pendidikan yang lebih efektif dan ekonomis.
Tugas pembaruan pendidikan yang terutama Adapun sifat pendekatan yang diperlukan untuk
adalah memecahkan masalah-masalah yang pemecahan masalah pendidikan yang kompleks
dijumpai dalam dunia pendidikan, baik dalam dan berkembang itu harus berorientasi pada hal-
cara yang konvensional maupun cara yang hal yang efektif dan murah, serta peka terhadap
inovatif. Inovasi dan pembaruan pendidikan timbulnya masalah-masalah baru dalam dunia
juga merupakan suatu tanggapan baru pendidikan.
terhadap masalah kependidikan yang nyata-
nyata dihadapi.
Sasaran Inovasi Pendidikan

Guru Siswa Kurikulum Fasilitas


Lingkungan sosial
Peran guru dalam Peran siswa dalam Inovasi kurikulum adalah masyarakat
Dalam inovasi
inovasi di sekolah tidak inovasi pendidikan gagasan atau praktik pendidikan, fasilitas
terlepas dari tatanan adalah sebagai kurikulum baru dengan ikut memengaruhi Dalam menerapkan inovasi
pembelajaran yang di penerima pelajaran, mengadopsi bagian- kelangsungan inovasi pendidikan, lingkup social
lakukan di kelas. Guru pemberi materi bagian yang potensial yang akan ditetapkan. masyarakat tidak
harus tetap pelajaran pada dari kurikulum tersebut Tanpa fasilitas, secara langsung terlibat
memperhatikan sesama temannya, dengan tujuan pelaksanaan inovasi dalam perubahan
sejumlah petunjuk, bahkan guru. memecahkan masalah pendidikan tidak akan tersebut, tetapi bisa
kepentingan siswa, di atau mencapai berjalan baik membawa dampak, baik
samping harus tujuan tertentu positif maupun negatif,
memerhatikan suatu
dalam pelaksanaan
tindakan inovasinya.
pembaharuan pendidikan
Bentuk-Bentuk Inovasi Pendidikan
Top-down model Bottom-up model
Top-down model, yaitu inovasi pendidikan Inovasi yang lebih berupa bottom-up model
yang diciptakan oleh pihak tertentu sebagai dianggap sebagai suatu inovasi yang langgeng
pimpinan/atasan yang diterapkan kepada dan tidak mudah berhenti karena para
bawahan, seperti halnya inovasi pendidikan pelaksana dan pencipta sama-sama terlibat,
yang dilakukan oleh Kemendiknas dan mulai dari perencanaan sampai pada
Kemenag selama ini. pelaksanaan. Oleh karena itu, masing-masing
Inovasi seperti ini dilakukan dan diterapkan bertanggung jawab terhadap keberhasilan suatu
kepada bawahan dengan cara mengajak, inovasi yang mereka ciptakan.
menganjurkan, bahkan memaksakan suatu Bottom-up model adalah model inovasi dan
perubahan untuk kepentingan bawahannya. hasil ciptaan dari bawah serta dilaksanakan
Contoh inovasi yang dilakukan oleh Depdiknas sebagai upaya meningkatkan penyelenggaraan
adalah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), Guru dan mutu pendidikan. Model inovasi yang
Pamong, Sekolah Persiapan Pembangunan, diciptakan berdasarkan ide, pikiran, kreasi, dan
Guru Pamong, Sekolah kecil, Sistem inisiatif dari sekolah, guru atau masyarakat yang
Pengajaran Modul, Sistem Belajar Jarak Jauh, umumnya disebut model Bottom-Up Innovation.
dan lain-lain.
Contoh Inovasi Pendidikan
1. Pembinaan personalia
Pendidikan yang merupakan bagian dari sistem sosial tentu menentukan personal (orang) sebagai komponen sistem.
Inovasi yang sesuai dengan komponen personal misalnya: peningkatan mutu guru, sistem kenaikan pangkat, aturan tata
tertib siswa, dan sebagainya.
2. Banyaknya personal dan wilayah kerja
Sistem sosial tentu menjelaskan tentang berapa jumlah personalia yang terikat dalam sistem serta dimana wilayah
kerjanya. Inovasi pendidikan yang relevan dengan aspek ini misalnya: berapa rasio guru siswa pada satu sekolah dalam
sistem PAMONG pernah diperkenalkan ini dengan rasio 1 : 200 artinya satu guru dengan 200 siswa. Sekolah Dasar di
Amerika satu guru dengan 27 siswa, perubahan besar wilayah kepemilikan, dan sebagainya
3. Fasilitas fisik
Sistem sosial termasuk juga sistem pendidikan mendayagunakan berbagai sarana dan hasil teknologi untuk mencapai
tujuan. Inovasi pendidikan yang sesuai dengan komponen ini misalnya: perubahan bentuk tempat duduk (satu anak
satu kursi dan satu meja), perubahan pengaturan dinding ruangan (dinding batas antar ruang dibuat yang mudah dibuka,
sehingga pada diperlukan dua ruangan dapat disatukan), perlengkapan perabot laboratorium bahasa, penggunaan
CCTV (TVCT- Televisi Stasiun Terbatas), dan sebagainya.
4. Penggunaan waktu
Suatu sistem pendidikan tentu memiliki perencanaan penggunaan waktu. Inovasi yang relevan dengan komponen ini
misalnya: pengaturan waktu belajar (semester, catur wulan, pembuatan jadwal pelajaran yang dapat memberi
kesempatan siswa/mahasiswa untuk memilih waktu sesuai dengan keperluannya, dan sebagainya).
Contoh Inovasi Pendidikan
5. Perumusan tujuan
Sistem pendidikan tentu memiliki rumusan tujuan yang jelas. Inovasi yang relevan dengan komponen ini, misalnya:
perubahan tujuan tiap jenis sekolah (rumusan tujuan TK, SD, SMP, SMU, SMK disesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan tantangan kehidupan), perubahan rumusan tujuan pendidikan nasional dan sebagainya.
6. Prosedur
Sistem pendidikan tentu mempunyai prosedur untuk mencapai tujuan. Inovasi pendidikan yang relevan dengan komponen
ini misalnya: penggunaan kurikulum baru, cara membuat persiapan mengajar, pengajaran individual, pengajaran
kelompok, dan sebagainya.
7. Peran yang diperlukan
Dalam sistem sosial termasuk sistem pendidikan diperlukan kejelasan peran yang diperlukan untuk melancarkan jalannya
pencapaian tujuan. Inovasi yang relevan dengan komponen ini, misalnya: peran guru sebagai pengguna media (maka
diperlukan keterampilan menggunakan berbagai macam media), peran guru sebagai pengelola kegiatan kelompok, guru
sebagai anggota team teaching, dan sebagainya.
8. Wawasan dan perasaan
Dalam interaksi sosial biasanya berkembang suatu wawasan dan perasaan tertentu yang akan menunjang kelancaran
pelaksanaan tugas. Kesamaan wawasan dan perasaan dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan pendidikan
yang sudah ditentukan akan mempercepat tercapainnya tujuan. Inovasi yang relevan dengan bidang ini misalnya:
wawasan pendidikan seumur hidup, wawasan pendekatan keterampilan proses, perasaan cinta pada pekerjaan guru,
kesediaan berkorban, kesabaran sangat diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kurikulum pendidikan yang
disempurnakan, dan sebagainya.
Contoh Kebijakan Inovasi Pendidikan

1. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)


PPSP bersifat nasional dan mulai dilaksanakan pada tahun 1972 di bawah pimpinan sebuah Team beranggotakan 11 orang
yang diketuai oleh Direktur Jendral Pendidikan. Sebagai landasan penyelengaraan PPSP ini adalah “Basic Memorandum
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan” pda saat itu, yang berisikan gagasan – gagasan baru tentang struktur dan
metodologi pendidikan.
2. Pengajaran Dengan Sistem Modul
Modul merupakan program pengajaran mengenai suatu satuan bahasan yang sengaja disusun secara sistematis,
operasional, dan terarah untuk digunakan oleh anak didik. Modul ini disertai pula pedoman penggunaannya untuk para
pendidik. Sistem pengajaran dengan modul bertujuan terutama untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belajar
mengajar di sekolah, terutama yang berkaitan dengan penggunaan waktu, dana, fasilitas, dan tenaga secara tepat guna
dalam mencapai tujuan secara optimal.
3. Proyek Pamong
Pamong merupakan singkatan dari pendidikan anak oleh masyarakat, orang tua dan guru. Proyek ini merupakan program
bersama antara pemerintah Indonesia dengan INNOTECH (Educational Innovation Technology), SEAMEO (South East
Asian Ministry of Educational Organization). Proyek pamong berkewajiban untuk menguji efektivitas dan ekonomis tidaknya
pelaksanaan konsep tentang pengelolaan berbagai pengalaman belajar yang diperoleh terutama melalui sumber-
sumber bukan guru
Contoh Kebijakan Inovasi Pendidikan

4. SMP Terbuka
Sekolah terbuka ialah suatu subsistem pendidikan formal yang tujuannya didasarkan pada SMP formal yang dapat
diselenggarakan di luar gedung sekolah atau diorganisasi secara nonformal denga menggunakan kurikulum yang berlaku
untuk SMP. Dalam hal penyajian pendidikan melalui pendekatan multimedia, hanya sekitar 10% melalui tutorial dan
selebihnya yaitu sekitar 90% dengan multimedia.
5. Proyek Pengembangan Pendidikan Guru (P3G)
Proyek Pengembangan Pendidikan Guru yang dimulai sejak tahun 1977, memusatkan perhatiannya kepada pembinaan
dan perbaikan kualitas pendidikan guru dengan melalui berbagai usaha, diantaranya penataran dan lokakarya, penyediaan
sarana-sarana yang penting berupa pembangunan-pembangunan Pusat Sumber Belajar (PSB) atau Learning Resource
Center (LRC) beserta isinya dan pengembangan kurikulum pendidikan guru.
6. Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Pada Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1974 tentang REPELITA II bagian III Bab XXII tercantum pola dasar KKN
dan pengertiannya adalah sebagai berikut : “KKN sebagai intrakurikuler dilaksanakan dengan penempatan mahasiswa dari
suatu tingkat studi tertentu dalam kesatuan-kesatuan antar disiplin ilmu pengetahuan (interisipliner) di daerah-daerah
meliputi sejumlah desa untuk waktu tertentu (misalnya 6 bulan). Para mahasiswa disiapkan terlebih dahulu dengan
berbagai bidang keterampilan, sehingga di samping keahliannya dalam jurusan masing-masing, mereka dapat kemampuan
untuk memecahkan berbagai problem pedesaan secara menyeluruh, di bawah koordinasi dari para dosen
pembimbing, Para mahasiswa peserta KKN ini dapat membantu para pemuda potensi desa di dalam pengembangan
desa menuju kepada swadaya masyarakat desa.
Thank you
Semoga bermanfaat untuk kita semua
Jika masih ada yang belum dimengerti silahkan bertanya