Anda di halaman 1dari 18

Sistem rangka pada hewan

vertebrata dan invertebrata


PENGERTIAN SISTEM RANGKA
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang
memberikan dukungan fisk pada makhluk hidup.
Sistem rangka umumnya dibagi menjadi menjadi tiga
tipe : eksternal, internal dan basis cairan(rangka
hidrostatik). Walaupun sistem rangka hidrostatik
dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua
jenis lainnya karena tidak adanya struktur
penunjang.
Jenis rangka pada hewan
Tulang-tulang yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka
atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis
:
• Eksoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup.
Skeleton jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat
rendah kecuali Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum
Mollusca, Class Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.
• Endoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup.
Skeleton jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces,
Amphia, Reptilia, Aves dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis
Kura-kura dan Penyu. Selain itu terdapat juga di pada hewan
Invertebrata Phyllum Mollusca, Class Cephalopoda, species Loligo
sp/cumi-cumi.
 
Sistem rangka pada hewan dibagi
menjadi dua yaitu :
Fungsi rangka
1. rangka sumbu (rangka aksial), dan - Memberikan bentuk tubuh
rangka anggota . Rangka aksial makhluk hidup.
meliputi tengkorak (cranium), - Melindungi organ-organ
tulang belakang (kolumna tubuh yang vital.
vertebralis), tulang rusuk (costae) - Menahan dan
menegakkan tubuh.
dan tulang dada (sternum). - Tempat pembentukan sel
2. Rangka anggota (rangka darah.
apendikular) meliputi gelang bahu - Tempat perlekatan otot.
- Tempat
(gelang pectoral) dengan rangka penimbunan/penyimpanan
anggota depan, dan gelang pinggul zat kapur.
(gelang pelvic) dengan rangka - Sebagai alat gerak pasif.
anggota belakang  
 
Sistem rangka pada hewan vertebrata
Pisces
Bentuk ikan merupakan interaksi antara system rangka
dengan system otot serta evolusi dalam adaptasi kedua
system tersebut terhadap lingkungannya .Rangka yang
menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan
atau tulang sejatiTulanga tengkorak pada ikan berfungsiuntuk
melindungi otak karena otak merupakan organ yang lembut
tetapi mempunyai peranan yang besar bagi kehidupan .
Struktur rangka terdiri atas 2 bagian, yaitu kerangka aksial dan
rangka apendikular. Pisces rangka aksial terdiri dari tulang-
tulang tengkorak (180 tulang), dan kolumna vertebralis.
Tulang-tulang tempurung terdiri atas tengkorak sebagai
tempat otak, capsula untuk tempat pasang pasang organon
sensoris (penciuman, optik, pendengaran) dan kerangka
viceralis, yang merupakan bagian pembentuk tulang rahang
dan penyokong lidah insang untuk digunakan. Tengkorak
(tempurung) kepala menempel dekat sekali dengan columna
vertebralis, oleh karena itu ikan tidak dapat memutar
pertahanan. Gigi biasanya ada pada tulang premaxillary
dentary, vomer dan tulang palatine (Jasin, 1984).
 
Aves
Rangka burung terdiri atas tengkorak, ruas-ruas tulang belakan,
tulang-tulang dada dan gelang bahu, tulang-tulang gelang panggul,
tulang-tulang anggota dan sayap, dan tulang-tulang anggota tubuh
belakang.
Sebagian tulang berongga dan ringan, hal ini berguna untuk
mengurangi berat, tertutama pada burung-burung yang bisa
terbang tinggi. Di samping itu. tulang dadanya kuat dan besar, ini
berfungsi untuk melekatnya otot-otot yang berfungsi untuk tebang.
Tulang dadanya mempunyai tonjolan-tonjolan yang disebut krista
sterni (limas tulang dada) dan tiga pasang spina sterni (taju tulang
dada).
Tengkorak burung normal beratnya sekitar 1% dari berat badan
keseluruhan burung. Mata burung ditempatkan sebagian besar
tengkorak dan disetujui oleh cincin mata- sklerotik, cincin tulang
kecil yang diganti mata. Sistem tulang belakang (kolumna
vertebralis) aves dapat digunakan secara terbuka 5 bagian, terdapat
vertebra servikalis (tulang belakang), vertebra torakalis (bagian
badan), synsacrum (menyatu pada tulang punggung, juga menyatu
pada pinggul), vertebra kaudalis (ekor), dan pygostyle (ujung ekor) 
 
Amfibi
Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang
disokong oleh bagian yang lunak. Pada fase berudu
tulangnya masih lunak dan menjadi keras pada fase
dewasa. Pada sambungan-sambungan tulang masih
diselesaikan dengan permukaan yang licin. Pada katak,
tulang yang panjang dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu
bagian atas pada bagian tengah yang disebut diaphyse
dan kedua ujung yang disebut epiphyse.
Sebagian besar amfibi memiliki dua pasang tungkai
dengan 4 jari (digiti) kaki pada kaki depan dan 5 jari
pada jari depan. Jumlah digit pada amfibi mungkin ada
yang mengurangi 2 buah. Tungkai belakang berkurang
seperti pada salamander, dan pasangan tungkai tidak
ada pada Caecillia. Tungkai biasanya tidak memiliki
kuku, tetapi ada tanduk pada jari-jarinya. Tulang
punggung bersambung dengan kepala dan ekstraksi
bekerja menyokong tubuh dan melindungi sumsum,
terdiri atas 9 columna vertebralis dan urostyle.
Reptil 
Sistem rangka pada kadal kebun dapat di
bedakan menjadi dua bagian yaitu
endoskeleton dan ensoskeleton
1. Eksoskeleton; Dihasilkan dari epidermis,
terdiri dari sisik (skuama) menanduk
yang menyelubungi permukaan dan
posisi seperti sususnan genting. Bentuk
squama kadal berbeda antara bagian
kepala, badan, ekor.
2. Endoskeleton; terdiri dari sekeleton
aksial dan apendikular. Sekeleton aksial
terdiri tengkorak, kolumna vertebralis,
tulang dada dan rusuk.
Mamalia
Tulang tengkorak mamalia hanya terdiri dari
35 tulang atau kurang dari itu. Meskipun
lebih dari sedikit, tetapi tulang-tulang
tengkorak mamalia lebih kuat dan lebih
padat. Rangka tulang terdiri dari tulang-
tulang kotak otak (kranium) dan tulang-
tulang wajah. Pada reptilia dan mamalia,
kolumna vertebralis dibagi menjadi 5 bagian,
yaitu vertebra servikalis (leher), vertebra
torakalis (punggung), vertebra lumbalis
(sabuk), vertebra sakralis (sakral atau pelvis),
dan vertebra kaudalis (ekor). Ruas vertebra
servikalis pertama disebut tulang atlas, dan
ruas yang kedua disebut tulang aksis.
2.2 Jaringan otot pada Invertebrata
Porifera
struktur tubuh sponge ditompang oleh rangka
luar (eksoskeleton) berupa rangka/spikula dari
bahan kapur (CaCO3), zat kersik, dan zat
tanduk (spongin) skeleton keras yang terdiri
atas berbagai jenis spikula. Spikula yaitu unsur
keras yang tersusun dari kalsium karbonat,
atau silika dan kolagen. Spikula dan sel-sel
sponge semuanya terdapat di dalam matriks
jelly berprotein. Tidak semua sponge
mempunyai skeleton, skeleton tersusun dari
jelly colloidal yang sederhana. Skeleton
disekresi oleh sel-sel sclerocyte dan
spongocyte.Setiap spikula disekresi secara
interselular di sekitar fiber sponging.
Arthropoda
Tubuh artropoda tertutup oleh eksoskeleton
(exoskeleton), rangka luar. Selubung ini dibuat dari
protein berlapis-lapis dan polisakarida yang disebut
kitin. Eksoskeleton dapat terdiri dari zirah tebal dan
keras yang dilindungi beberapa bagian tubuh (misalnya
kepala), namun setipis kertas dan lentur di lokasi-lokasi
lain (misalnya juta ekor. Kokoh Pe ke persendian).
Eksoskeleton melindungi hewan dan menyediakan titik-
titik pelekatan untuk otot yang menggerakkan embelan.
Tubuhnya dapat dibedakan atas kepala (caput), dada
(toraks) dan perut (perut). Jika dipotong menjadi dua,
maka diubah simetri bilateral. Mulutnya ada di bagian
ujung anterior dan anus ada di ujung posterior.
Mempunyai alat-alat tubuh yang telah dilengkapi alat
pencernaan, yaitu mulut, kerongkongan, usus, dan
anus. Respirasi dengan insang, trakea, permukaan
tubuh, atau dengan paru-paru buku. Hewan ini sudah
memiliki sistem saraf, darah, ekskresi, dan juga indra.
Annelida
Filum Annelida adalah satu-satunya kelompok
Trokozoa yang bersegmen dan memiliki selom.
Selom ini telah berkembang dengan sempurna dan
berisi cairan yang berfungsi sebagai rangka
hidrostatik. Oleh karena itu, cacing ini termasuk ke
dalam kelompok triploblastik selomata Annelida
adalah cacing protostom dengan tiga lapisan sel,
saluran cerna dengan mulut dan anus, sebuah
dinding tubuh dengan otot membujur dan
melingkar.Rongga tubuh coelomic dibentuk karena
menggunakan embrio mesoderm. Epidermis luar
diselubungi oleh kulit ari tipis, sejenis bulu-bulu
chitinous ('chaetae atau setae').
NEMATODA

Nematoda tidak memiliki tubuh yang beruas. Tubuh nematoda yang silindris
memiliki panjang yang lebih pendek dari 1 mm hingga lebih dari 1 m, mengatur
meruncing di ujung posterior dan tumpul di ujung anterior . Tubuh nematoda
diangkat oleh kutikula yang keras; Seiring pertumbuhan cacing, kutikula lama
dilepaskan dengan kutikula baru disekresikan dengan ukuran yang lebih besar.
Nematoda memiliki saluran pencernaan,
Platyhelminthes
Cacing pipih memiliki bentuk tubuh simetris
bilateral, tidak bersegmen, lunak, dan tentunya
pipih. Simetris bilateral ini membuat bagian kiri dan
kanan mereka simetris, juga memiliki kepala dan
ekor, serta tubuh permukaan atas dan bawah.
Platyhelminthes ini merupakan kelompok hewan
triploblastik, yaitu hewan yang memiliki tiga lapisan
embrionik: endoderm, ektoderm, dan mesoderm.
Akan tetapi, mereka tidak memiliki rongga tubuh
(selom) sehingga dapat disebut sebagai hewan
triploblastik aselomata.
Molusca
Molusca adalah hewan bertubuh lunak, namun sebagian besar dilindungi
oleh cangkang yang keras. Triploblastik Coelomata, memiliki eksoskeleton (berupa
cangko dari bahan kapur). Semua moluska memiliki tubuh yang mirip Tubuh
memiliki tiga bagian utama: kaki berotot, biasanya digunakan untuk Lernindah
tempat; massa visceral yang mengandung sebagian besar organ dalam; dan
lipatan jaringan yang disebut mantel. Mantel (mantel) membungkus massa visera
dan mensekresikan cangkang, jika moluska ini memiliki cangkang. Kelompok
ketiga utama moluska adalah gastropoda, bivalvia, dan sefalopoda
Coelenterata
Coelenterata berasal dari bahasa Yunani dari kata Coeles yang berarti rongga dan
interon yang berarti usus. Fungsi rongga tubuh pada Coelenterata ialah sebagai alat
pencernaan (gastrovaskuler). Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena
tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan
dalam atau gastrodermis) Pada tubuh Coelenterata (hewan berongga) yaitu terdiri
atas jaringan luar (eksoderm) dan jaringan dalam (endoderm) serta sistem otot yang
membujur dan menyilang (mesoglea). Coelenterata merupakan hewan invertebrate
yang memiliki rongga dengan bentuk tubuh seperti tabung dan mulut yang dikelilingi
oleh tentakel.
Echinodermata
Echinodermata (filum Echinodermata) dinamai demikian karena permukaannya
yang berduri-duri (echin adalah kata Yunanı yang berarti herduri '). Tidak berkepala ,
dan mempunyai rangka yang tersusunndari zar kapur di luar tubuhnya (eksoskeleton)
Yang tergolong ekinodermata antara lain adalah bintang laut, bulu habi, timun laut,
dan dollar pasir.
Ekinodermata melengkapi sekitar 7.000 spesies, semuanya hidup di laut.
Sebagian besar bergerak lambat, malah mungkin tidak bergerak. Ekinodermata tidak
memiliki segmen tubuh, dan sebagian besar memiliki simetri radial saat dewasa.
THANK YOU