Anda di halaman 1dari 8

BAB 1

DASAR – DASAR PROSEDUR


PENGAUDITAN LAPORAN KEUANGAN
A.Maksud dan Tujuan Bab Ini

 Ilmu auditing bersifat sangat dinamis menyesuaikan dengan kondisi


lingkungan yang berubah. Apabila mahasiswa sudah memiliki kerangka berfikir
yang jelas, diharapkan para mahasiswa mampu memahami, merancang, dan
mengembangkan berbagai macam program auditing. Perekayasaan program
audit sangat tergantung pada kondisi lingkungan dari obyek yang diaudit.
 Secara garis besaar, prosedur audit laporan keuangan dapat dipilah menjadi
dua tahap. Tahap pertama adalah penyusunan program audit untuk pengujian
pengendalian. Sedangkan tahap kedua adalah penyusunan program audit
untuk pengujian substantif. Auditor dapat memilih pendekatan pengujian
terutama substantif, auditor merencanakan prosedur pemahaman struktur
pengendalian intern yang kurang ekstensif, auditor merencanakan untuk
memperluas pengujian substantif. Auditor juga bisa menggunakan pendekatan
resiko pengendalian rendah, auditor merancang untuk melakukan pemahaman
dan pengujian terhadap SPI secara ekstensif.
Pendekatan audit tidak didasarkan pada pendekatan pos atau
rekening tetapi dikempangkan menjadi pendekatan siklus.
digambarkan sebagai berikut:

sebagai berikut:

Siklus
Siklus
Pengeluaran
Pendapatan

Kas

Siklus Produksi Siklus Personalia

Siklus Investasi
dan Pendanaan
B. PERANCANGAN PROGRAM AUDIT
UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN

 Pemahaman terhadap sistem informasi akuntansi mutlak


diperlukankarena pada dasarnya audit merupakan
pengujian yang sistematis terhadap sistem informasi
akuntansi klien.
C. PERANCANGAN PROGRAM AUDIT
UNTUK PENGUJIAN SUBSTANTIF
 Pengujian substantive merupakan tahap audit yang memberikan bukti
kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh pihak manajemen.
Perancangan program pengujian substantif ditentukan oleh tujuan audit
yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam pelaksanaan program
pengujian substantif ini auditor melaksanakan berbagai macam
prosedur untuk menentukan apakah saldo akun yang disajikan di dalam
neraca sudah menunjukkan jumlah yang sesungguhnya. Dalam tahap
pengujian ini berarti auditor melakukan verifikasi atas dipenuhinya
kelima asersi manajemen ( keberadaan dan keterjadian, kelengkapan,
penilain & alokasi, hak & kewajiban serta penyajian & pengungkapan).
Sebelum melakukan pengujian substantif, auditor
memerlukan tingkat risiko deteksi yang diterima.
Penentuan risiko deteksi dapat dilakukan
apabilasudah memiliki pemahaman yang memadai
atas Struktur Pengendalian Intern. Tingkat resiko
deteksi :
1. Prosedur Audit Awal (Initial Procedure)
2. Prosedur Analitis
3. Pengujian Detail Transaksi
4. Pengujian Detail Saldo
5. Penyajian dan Pengungkapan
D. ORGANISASI BUKU

 Buku ini dibagi menjadi 3 bagian :


 1. Bagian Pertama
 2. Bagian Kedua
 a. Audit Siklus Pendapatan,
 b. Audit Siklus Pengeluaran,
 c. Audit Siklus Jasa Personalia,
 d. Audit Siklus Produksi; Persediaan,
 e. Audit Siklus Investasi dan Pendanaan
 f. Audit Saldo Kas.
 3. Bagian Ketiga
 a. Tahap Penyelesaian Audit
 b. Tahap Pelaporan