Anda di halaman 1dari 27

PENGAUDITAN SIKLUS

PENDAPATAN

KELOMPOK 2

Tanti Yuni Lestari (B.211.17.0070)


Chusni Nurlaila Qodriyah (B.211.17.0076)
Anggia Pratiwi (B.211.17.0083)
Ratna Novita Sari (B.211.17.0128)
SIFAT SIKLUS PENDAPATAN
Siklus pendapatan suatu perusahaan berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan pertukaran barang atau jasa antara perusahaan tersebut dengan
pelanggan.
Siklus pendapatan perusahaan dagang meliputi kelas transaksi sebagai
berikut :
1. Penjualan kredit
2. Penerimaan kas
3. Penyesuaian penjualan
Transaksi-transaksi tersebut mempengaruhi rekening-rekening berikut :
1. Penjualan 1. Potongan penjualan
2. Piutang dagang 2. Retur penjualan
3. Harga pokok penjualan 3. Kerugian dan Biaya piutang tak
4. Kas tertagih
5. Persediaan barang dagangan 4. Cadangan kerugian piutang
TUJUAN AUDIT

Tujuan audit siklus pendapatan adalah untuk memperoleh bukti mengenai masing-masing asersi
signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo siklus pendapatan. Tujuan audit ditentukan
berdasarkan atas kelima kategori asersi laporan keuangan yang dinyatakan oleh manajemen.

Asersi Pelaporan dan

Asersi Hak dan


Pengungkapan
5
Kewajiban
Asersi Keberadaan atau
Keterjadian 2 3 4
Asersi Penilaian dan
Asersi Kelengkapan
1 Pengalokasian
MATERIALITAS

Transaksi penjualan adalah sumber


utama pendapatan operasional
banyak perusahaan, dan merupakan
komponen utama yang menentukan
laba bersih. Pengaruh material dari
transaksi penjualan kredit
disebabkan oleh tingginya frekuensi
penjualan kredit diberbagai
perusahaan.
RISIKO
BAWAAN

Faktor yang menyebabkan tingginya risiko bawaan siklus pendapatan ini, antara lain:
• Volume transaksi yang tinggi
• Penentuan waktu pengakuan pendapatan berkaitan dengan standar akuntansi yang ambigu,
dilakukannya estimasi, dan kompleksitas perhitungan
• Piutang dagang mungkin salah dklasifikasikan dalam piutang lancer dan piutang tidak lancer
karena ada kesulitan dalam memperkirakan waktu pelunasan
• Sifat khas
• Adanya potensi terjadi manipulasi dalam transaksi penyesuaian penjualan untuk menutup
korupsi
STRATEGI
AUDIT

Strategi audit yang sering dipakai


adalah pendekatan tingkat risiko
pengendalian yang ditetapkan lebih
rendah (low Assesed Level Of
Control Risk). Faktor lain yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih
strategi audit adalah pertimbangan
cost benefit.
PEMAHAMAN STRUKTUR
PENGENDALIAN INTER

Komponen struktur pengendalian intern :


a. Lingkungan Pengendalian
Faktor kunci dalam lingkungan pengendalian untuk mengurangi risiko terjadinya penyelewengan dalam laporan
keuangan dengan kecenderungan untuk over statement utuk pendapatan dan piutang dagang tergantung pada
kebijakan manajemen untuk mengadopsi standar yang tinggi terhadap integritas dan nilai-nilai etika.
b. Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko perlu dipertimbangkan oleh auditor tentang kondisi-kondisi yang berpengaruh pada risiko yang
ada
c. Informasi dan Komunikasi (Sistem Akuntansi)
Pemahaman terhadap sistem akuntansi yang ada dalam siklus pendapatan adalah untuk mengetahui bagaimana
prosedur sistem akuntansi perusahaan dengan benar. kaitannya dengan informasi dan komunikasi, sistem
informasi mencakup metode dan catatan yang digunakan untuk pelaksanaan prosedur akuntansi yang diterapkan
oleh perusahaan.
d. Pemantauan
Komponen ini menyediakan feedback bagi manajemen apakah kebijakan pengendalian dan prosedur yang
diterapkan dalam siklus penetapan sudah diterapkan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen.
PERTIMBBANGAN AKTIVITAS
PENGENDALIAN / TRANSAKSI PENJUALAN
KREDIT

Umumnya, aktivitas pengendalian yang relevan dengan audit atas siklus pendapatan
dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang berkaitang dengan:
 Review kerja
 Pengolahan informasi
 Pengendalian fisik
 Pemisahan tugas
Aktivitas pengendalian yang dapat mecegah terjadinya salah saji dalam siklus
pendapatan antara lain adalah:
Pemisahan fungsi-fungsi yang terlibat dalam sistem penjualan kredit
Penggunaan dokumen yang telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
Pengeluaran barang yang hanya didasarkan pada dokumen yang terkait
Setiap pencatatan yang harus dilandasi oleh dokumen sumber (faktur penjualan) dan
dokumen pendukung yang lengkap
Berikut merupakan aktivitas pengendalian penjualan kredit :
 Dokumen dan Catatan
 Fungsi Penjualan Kredit
 Fungsi Penerima Order Pelanggan
 Fungsi Persetujuan Kredit
 Fungsi Pemenuhan Order Penjualan
 Fungsi Pengiriman Barang Dagang
 Fungsi Penagihan Pada Pelanggan
 Fungsi pencatat penjualan
ILUSTRASI PELAKSANAAN
PENJUALAN KREDIT

Pertama-tama, order pelanggan diterima oleh pegawai bagian penerima order. Berdasarkan order
pelanggan tersebut, pegawai bagian order penjualan mengakses secara on-line dengan program
tertentu untuk menentukan persetujuan dan memperoleh informasi bahwa order tersebut tidak melebihi
batas kredit yang disyaratkan. Program yang digunakan secara otomatis mengeakses ke persediaan
barang dagangan untuk meyakinkan bahwa barang yang dipesan oleh pembeli ada di gudang.
Tembusan dari order penjualan yang telah disahkan diserahkan pada bagian gudang untuk
menyiapkan barang dan mempersiapkan pengiriman. Selanjutnya computer akan mentransfer data
tersebut ke dalam data pengiriman barang dan member perintah untukmencetak dokumen pengiriman
barang. Bagian penagihan membandingkan antara dokumen pengiriman dan order penjualan. Bila
semua transaksi telah dipeoses, program billing akan membuat perbandingan antara hasil
pemrosesan computer dengan batch manual yang dibuat oleh pegawai bagian billing. Akhirnya
faktur penjualan dicetak di departemn EDP dan didistribusikan pada bagian-bagian yang membutuhkan.
PENGHIMPUNAN DAN PENDOKUMENTASIAN
PEMAHAMAN

Penghimpunan dan pemahaman dapat dilakukan dengan cara :


 Review pendahuluan (preliminary review)
Tujuan dari review pendahuluan adalah menentukan apakah keyakinan atas
pengendalian intrn layak dan membatasi pengujian substantive atas penjualan, piutang
dagang, dan penerimaan kas
 Dokumentasi sistem
Biasanya auditor mendokumentasikan pemahaman terhadap sistem
pengendalian intern dengan flowchart, kuesioner dan deskripsi naratif.
 Deskripsi naratif
Menjelaskan kondisi sistem pengendalian intern dalam bentuk tulisan,
bisa digunakan untuk tahap yang tidak kompleks dan transaksi yang
terkait tidak material, misalnya kas kecil.
 Mengevaluasi bagan alir transaksi
Auditor menguji pemahamannya mengenai sistem dengan melakukan
evaluasi bagan alir trasaksi.
PENETAPAN RISIKO
PENGENDALIAN

Ada lima tahap penetapan risiko pengendalian ,yaitu:


a) Mengidentifikasi salah saji potensial yang dapat terjadi
b) Mengidentidikasi pengendalian yang dapat diterapkan untuk
mencegah dan mendeteksi salah saji.
c) Menghimpun bukti melalui pengujian pengendalian mengenai
apakah rancangan dan operasi pengendalian adalah efektif.
d) Mengevaluasi bukti yang dihimpun
e) Melakukan penetapan atau penilaian risio pengendalian.
PENGUJIAN PENGENDALIAN

Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan untuk siklus


pendapatan dibedakan atas prosedur:
o Pengujian pengendalian pengiriman barang dagang
o Pengujian pengendalian penagihan
o Pengujian penagihan pencatatan
o Pengujian pengendalian retur penjualan
o Pengujian pengumpulan kas
o Pengujian piutang yang tak tertagih
PENGUJIAN PENGENDALIAN
DENGAN BANTUAN KOMPUTER

Auditor dapat menggunakan bantuan komputer untuk pengujian pengendalian jika


pengendalian umum yang diterapkan perusahaan cukup memadai dan juga dengan
mempertimbangkan efektivitas pengendalian umum yang berkaitan dengan
perubahan-perubahan program dan keamanan file. Test audit dengan bantuan
komputer dapat meliputi:
1) Penggunaan software audit atau program utility untuk melakukan
serangkaian cek untuk mendeteksi order penjualan dokumen pengiriman,
faktur penjualan yang hilang atau terulang pada file komputer.
2) Mendesain, menyeleksi, dan mengevaluasi sampul dokumen pengiriman.
3) Menyeleksi dan mencetak suatu sampel harga jual dari file induk harga jual
untuk dibandingkan dengan harga yang ditetapkan oleh manajemen.
PERTIMBANGAN AKTIVITAS PENGENDALIAN -
TRANSAKSI PENERIMAAN KAS DARI TRANSAKSI
PENJUALAN

Aktivitas pengendalian yang relevan dengan audit atas sistem penjualan tunai dapat
digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan:
Review kinerja
Pengolahan informasi
Pengendalian fisik
Pemisahan tugas

Aktivitas pengendalian dapat dilakukan dengan sistem penjualan tunai untuk mengatasi:
1. Penerimaan kas telah disetor ke bank tetapi belum dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
2. Penerimaan kas telah dicatat dalam jurnal penerimaan kas tapi belum disetor ke bank.
3. Penerimaan kas telah salah diposting.
4. Penerimaan kas dicatat dalam jurnal dengan jumlah yang salah.
5. Pencatatan penerimaan kas dilakukan pada periode akuntansi yang salah.
Dokumen dan catatan: Fungsi-fungsi dalam penjualan tunai:
a. Remittance Advice Fungsi penerimaan kas
b. Prelist Fungsi pendepositan kas di bank
c. Kertas perhitungan kas Fungsi pencatat penerimaan kas
d. Laporan ringkasan kas harian
e. Slip deposit tervalidasi
f. File transaksi penerimaan kas
g. Jurnal penerimaan kas

Prosedur pengendalian ditetapkan dengan cara:


a. Pengendaian akses
b. Pemisahan tugas penjurnal dan pemosting
c. Pengecekan atau penjualan dilakukan berdasar ikhtisar kas harian
d. Pengecekan independen atas kesesuaian jumlah penjurnalan dan posting dengan prelist
atau dengan ikhtisar kas harian dan slip deposit tervalidasi
e. Rekonsiliasi bank periodic oleh karyawan yang tidak terlibat stratifikasi
PENGHIMPUNAN DAN
PENDOKUMENTASIAN PEMAHAMAN

Penghimpunan pemahaman dapat dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan


atau wawancara, observasi, menelaah dokumen rumah atau menelaah kembali
pengalaman auditor pada audit periode sebelumnya dengan klien tersebut.
Dokumen pemahaman yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner, flowchart,
atau memo naratif.
PENETAPAN RISIKO
PENGENDALIAN

Melalui pemahaman struktur pengendalian intern klien auditor dapat mengetahui


apakah pengendalian yang diperlukan telah dirancang dan dijalankan oleh klien.
Pengujian pengendalian yang dilakukan dapat menghasilkan bukti mengenai
efektivitas rancangan dan operasi pengendalian dalam transaksi penerimaan
kas. Bukti tersebut kemudian digunakan untuk menetapkan risiko pengendalian
untuk setiap asersi yang signifikan yang terkait dengan transaksi penerimaan
kas.
PENGUJIAN PENGENDALIAN

Ada 6 langkah pengertian pengendalian penghimpunan kas dan pendepositan ke


bank :
1. Mengendalikan deposit bank sebelum dibawa personal klien ke bank.
2. Membandingkan total jumlah rupiah dalam cek dengan total tercantum dalam
slip deposit.
3. Membandingkan cek dengan rincian dalam pencatatan penerimaan kas dan
buku pembantu piutang dagang serta menilai kewajaran selang waktu
penerimaan kas dan penyetoran ke bank.
4. Membandingkan penjurnalan dalam jurnal penerimaan kas dengan daftar
deposit ke dalam laporan bank bulanan.
5. Mengusut total dalam jurnal penerimaan kas dengan posting dalam buku besar.
6. Mendokumentasikan setiap temuan penyimpangan yang diperoleh melalui ke
lima langkah diatas.
PENETAPAN PERTIMBANGAN AKTIVITAS
PENGENDALIAN - TRANSAKSI PENYESUAIAN
PENJUALAN
Aktivitas pengendalian yang relevan dengan audit transaksi penyesuaian
penjualan dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang
berkaitan dengan:
1. Review kinerja
* prosedur retur penjualan
2. Pengolahan informasi
1. Pemisahan tugas antara fungsi yang berwenang memberi otorisasi transaksi
3. Pengendalian fisik
retur penjualan dengan fungsi yang menangani dan mencatat transaksi
4. Pemisahan tugas
tersebut.
2. Penggunaan memo kredit yang diotorisasi oleh pejabat berwenang.
3. Penerimaan barang yang hanya didasarkan pada adanya otorisasi retur
penjualan.
4. Di lakukan perhitungan secara independen atas barang yang diretur.
5. Setiap pencatatan harus dilandasi pada dokumen pendukung yang lengkap.
* prosedur penghapusan piutang:
1. Pemisahan fungsi antara fungsi operasional dan fungsi pencatatan.
2. Penggunaan bukti Memorial yang terotorisasi.
3. Setiap pencatatan harus dilandasi dengan dokumen sumber dan dokumen
pendukung yang lengkap.
4. Pertanggungjawaban semua bukti Memorial secara periodik.
Dokumen Dan Catatan
a. Memo kredit, yaitu dokumen yang mengindikasikan pengurangan pendapatan
penjualan karena adanya barang terjual yang dikembalikan lagi oleh pelanggan,
atau karena pemberian potongan penjualan.
b. Jurnal retur penjualan, jurnal ini digunakan untuk mencatat dan merekam retur
penjualan.
c. Formulir otorisasi piutang tak tertagih, dokumen ini berisi otorisasi
penghapusan piutang dagang dengan mendebet rugi piutang tak tertagih.

Fungsi
Transaksi ini melibatkan fungsi penyesuaian penjualan berikut ini :
1. Pemberian potongan penjualan
2. Pemberian hak retur penjualan
3. Penghapusan piutang dagang
4. Penetapan cadangan kerugian piutang
PENGUJIAN SUBSTANTIF SALDO
PIUTANG DAGANG

Penetapan Risiko Deteksi


Dalam rangka untuk merancang pengujian substantif rumah akuntan pertama kali
harus menentukan tingkat risiko deteksi yang diterima untuk masing-masing asersi
terkait signifikan. Berapa oditur menggunakan matriks untuk mencatat dan
mengolah ikan berbagai komponen Resiko yang harus dipertimbangkan dalam
merancang tes substantif untuk setiap pernyataan saldo rekening masing-masing.
PERTIMBANGAN PROGRAM AUDIT

Auditor dapat merancang program audit untuk mencapai tingkat risiko deteksi
yang dapat diterima untuk masing-masing asersi. Bila tingkat risiko deteksi yang
dapat diterima adalah rendah untuk suatu asersi, maka lebih banyak prosedur
pengujian substantif yang perlu dilakukan dan auditor perlu mengidentifikasi
efektifitas prosedur pengujiannya.
Beberapa prosedur tersebut adalah :
1) Prosedur Inisial 1) Penentuan Waktu dan Luas Konfirmasi
2) Menerapkan Prosedur Analitis 2) Menelaah Tingkat Kolektibilitas Piutang
3) Pengujian Detail Transaksi Dagang
4) Vouching Piutang dagang ke Dokumen 3) Menelusuri Piutang Tercatat ke Dokumen
Pendukung Pendukungnya
5) Melakukan Cut Off Test penjualan dan Retur 4) Disposisi Pengecualian
Pejualan 5) Prosedur Alternatif
6) Pengujian Detail saldo 6) Evaluasi Kelayakan Cadangan Kerugian
7) Konfirmasi Piutang Dagang Piutang
8) Jenis Konfirmasi 7) Membandingkan Presentasi Laporan dengan
Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum
PENGUJIAN SUBSTANTIF UNTUK
KAS
Prosedur yang terkait dengan pengujian substantive untuk kas adalah
sebagai berikut: Prosedur
Konfirmasi saldo kas pada akhir tahun termasuk uang yang
Audit Objektives dibank dan bentuk deposit yang lain
Memverifikasi keakuratan matematis catatan saldo kas:
Keberadaan, hak, penilaian 1. Memberi foot pada jurnal kas
2. Melakukan tracing ke buku besar dan rekonsiliasi yang
dipersiapkan oleh klien
Penilaian 3. Melakukan perhitungan kas yang dipegang oleh klien

Cut off test


Mendapatkan pernyataan cut off dari bank dengan
membandingkan cek yang dibatalkan, slip deposito debit atau
kredit memo dari bank
1. Melakukan verifikasi keakuratan cut off dari bank
2. Menguji informasi dan melakukan tracing terhadap
Keberadaan, kelengkapan penilaian item-item yang ada dalam rekonsiliasi
Rekonsiliasi saldo kas yang tercatat dengan konfirmasi bank
Menguji transfer antar perusahaan dan antar bank

Menelaah laporan keuangan untuk menentukan apakah:


1. Saldo kas dikalsifikasikan dengan layak
2. Pengungkapannya mencukupi
Penyajian dan pengungkapan
Konfirmasi Saldo Kas
Saldo kas yang menunjukkan deposito pada bank dikonfirmasi oleh auditor. Sebagai tambahan pada
saldo kas, informasi berkaitan dengan utang dan utang bersyarat diwajibkan dalam standar
konfirmasi bank.

Verifikasi Keakuratan Matematis


Auditor menghitung kembali perhitungan klien dan jurnal kas dan rekonsiliasi bank. Total jurnal
dibandingkan dengan rekonsiliasi bank dan melakukan tracing ke posting ke buku besar. Dana kas
kecil meskipun jumlahnya secara keseluruhan tidak material tetap dilakukan pengujian mengingat
kas sangat mudah diselewengkan.

Cut Off Test


Cut off test berkaitan dengan asersi keberadaan dan kelengkapan. Umumnya test ini melibatkan
rekonsiliasi semua dokumentasi internal dan eksternal yang berkaitang dengan saldo kas.

Menguji Penghimpunan Kemudian


Bukti terbaik kolektibilitas piutang dagang adalah penerimaan pembayaran dari pelanggan.
Pembandingan penghimpunan piutang dagang dan saldo piutang dagang pada tanggal neraca dapat
menunjukkan kelektibilitas piutang dagang.

Menelaah Pengungkapan dan Penyajian Laporan Keuangan


Auditor memberikan pertimbangan apakah penyajian saldo kas sudah diklasifikasikan secara tepat
dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. Jumlah yang diidentifikasikan
sebagaikas harus menunjukkan kas diperusahaan dan deposito yang tidak dibatasi.