Anda di halaman 1dari 73

SISTEM SIRKULASI

Ir. Nur Rahayu Utami,


M. Si
Sistem Sirkulasi
Meliputi:
 Sistem cardiovasculer

(jantung, vasa-vasa dan


darah)
 Sistem limfatik (saluran limfe

dan limfe)
Darah berfungsi sbg pengangkut:
 O2 yg dipersiapkan dlm alat-alat
respirasi
 Zat-zat makanan
 Hormon dari kelenjar endokrin
 Substansi yg berkaitan dg

homeostasis dan kekebalan thd


bibit penyakit
 Sisa-sisa metabolisme
Limfe berfungsi:
Mengumpulkan cairan
jaringan interstitiil yg tak
teredarkan oleh aliran
darah
Untuk emulsifikasi lemak

di dalam intestinum
A. Sistem Cardiovascular
1. Cor :
 Merupakan modifikasi pembuluh darah
 Berdenyut sbg akibat reaksi sel-sel otot

terhadap elektrolit yg mengisinya


 Merupakan motor sistem peredaran

darah
 Dilengkapi dengan sistem peredaran

darah khusus: sistem coronaria, yg tda


arteri coronaria (suplay darah) dan vena
coronaria (nampung darah)
1. Cor :
Tersususn oleh 3 lapisan:
 epicardium,
 myocardium, dan
 Endocardium
Terdiri atas 2 ruang
 Ruang berdinding tipis (penerima darah): atrium
 Ruang berdinding tebal (pemompa darah):
ventricel
Terletak bebas di dalam Cavitas Pericardiale
Cor Elasmobranchii
(Pola Dasar Cor Vertebrata)

 T : Truncus Arteriosus
 C : Conus Arteriosus
 V : Venticel
 A : Atrium
 S : Sinus Venosus
 asa: apertura sinoatrialis
 aav: apertura atrioventricularis
 vsa: valvula sinoatrialis
 vav: valvula atrioventricularis
 vs : valvula semilunaris (6 set)
 DC : ductus cuveri
 H : vena hepatica
2. Sistem Arteri

Sistem arteri pada berbagai


vertebrata mempunyai
susunan yang berbeda-
beda, tetapi pada
prinsipnya mempunyai pola
dasar yang sama
Arteri (sistem tekanan tinggi
 1. Arteriola
◦ Tunika intima.
Terletak di bawah endotelium, terdapat
membrana elastika interna yang tipis.
◦ Tunika media.
Tersusun oleh 1-3 lapis otot polos yang di
antaranya terdapat serabut kolagen dan
elastis halus. Tidak terdapat membrana
elastika eksterna.
◦ Tunika adventisia.
Disusun oleh jaringan ikat kolagen
longgar
 2. Arteri. Dinding lebih tebal dibanding
arteriola. Lumen rata, teratur, dan berbentuk
oval atau bulat.
◦ Tunika intima
 Disusun oleh endotelium (epitelium skuamus
simpleks)
 Stratus subendoteliale disusun oleh serabut
otot polos
 Membrana elastika interna berisi serabut
elastis
◦ Tunia media. Berisi campuran otot polos,
serabut kolagen, serabut elastis, dan fibroblast
◦ Tunika adventisi. Berisi jaringan fibroelastis
tipis, pembuluh darah, dan saraf
 3. Aorta (arteri elastis)
◦ Tunika intima
 Endotelium berbentuk polihedral
 Stratum subendoteliale kaya akan
serabut elastis
 Membrana elastika tidak jelas karena
berhubungan dengan tunika media yang
kaya akan serabut elastis
◦ Tunika media. Didominasi oleh serabut
elastis dan otot polos yang menyebar.
Membrana elastika tidak jelas.
◦ Tunika adventisia. Berisi serabut kolagen
yang tersusun membujur dan spiral
2. Sistem Arteri
Pada pembentukan cor vertebrata:
 Aorta ventralis (AV) berhubungan

dengan conus arteriosus, terdapat di


ventral pharynx
 Ujung anterior AV bercabang-cabang

ke arah lateral, baik dexter maupun


sinister menghub aorta ventralis dg
aorta dorsalis pd ke 2 sisi di dorsal
pharynx. Cabang2 ini dis arcus
aorta/visceralis (AA)
2. Sistem Arteri
 AA melanjutkan ke posterior menjadi
sepasang Radix Aorta (RA)
 RA bersatu; melanjutkan ke caudal

menjadi Aorta Caudalis/Dorsalis


 Pasangan AD/RA dan AV

berhubungan dan letaknya berderet-


deret pada umumnya jumlahnya ada 6
pasang (AA I sd AA VI)
2. Sistem Arteri

6 Pasang AA:
 AA I : AA Mandibularis
 AA II : AA Hyoideus
 AA III-VI : AA III-VI
Pola Dasar Sistem Arteri
(Embrio Vertebrata)
 AA I : Arcus Aorta I
 AA II : Arcus Aorta II
 AA III : Arcus Aorta III
 AA IV : Arcus Aorta IV
 AA V : Arcus Aorta V
 AA VI : Arcus Aorta VI
 AV : Aorta Ventralis
 RA : Radix Aorta
 AD : Aorta Dorsalis
3. Kapiler (sistem pertukaran)
 Dibatasi oleh endotelium yang intinya
menonjol ke arah lumen. Sitoplasma tipis.
 Terkadang dapat terlihat eritrosit pada

lumen. Terdapat lima macam kapiler,


◦ 1. Kapiler kontinyu. Tidak memiliki porus
dalam dinding endoteliumnya
◦ 2. Kapiler berjendela. Memiliki pori-pori
yang besar di sepanjang dinding
endoteliumnya
◦ 3. Kapiler sinusoidal. Lebar dan tidak
teratur. Membrana basalis tidak jelas
 4. Sinusoid. Terdapat di antara lember-
lempeng hepatosit tersusun radier dengan
sentral vena sentralis. Dibatasi oleh sel
endoteium dan sel Kupffer
 5. Sinus venosus. Lebih lebar dibanding

sinusoid. Membran basalis diskontinyu.


Dinding bersifat nonfagositik
4. Sistem Vena
 Sistem vena pada berbagai
vertebrata juga mempunyai pola
dasar yang sama, hanya kemudian
mengalami modifikasi atau variasi
 Ada atau tidak adanya saccus

vittelinus pada perkembangan


embrio menentukan pola sistem
vena
Vena (sistem tekanan darah rendah)
 Dibandingkan arteri dinding vena lebih tipis dan
diameternya lebih lebar
◦ 1. Tunika intima
 Tipis
 Endotelium berbentuk poligonal
 Sangat sedikit jaringan subendotelial
 Tidak mempunyai membrana elastika
◦ 2.Tunika media
 Tipis
 Berisi otot polos yang tersusun radierr dan serabut
elastis halus
◦ 3. Tunika adventisia. Tersusun otot polos membujur,
terutama tersusun oleh jaringan fibroelastis
Pola Dasar Sistem Vena
Pola dasar Sistem Vena, terdiri atas:
 V. Cardinalis (anterior, posterior dan

communis)
 V. Porta Renalis
 V. Porta Hepatis & Sinus Hepatica:

setelah dewasa (embryo: V. Vittelina


dan V. Subintestinalis)
 V. Caudalis
 V. Branchialis
 V. Subclavia
 V. Abdominalis
 V. Pulmonalis
Sistema Porta
 Yaitu:sistem vena yang dimulai
dengan anyaman kapiler pada suatu
organ (satu organ atau lebih) dan
berakhir pada anyaman kapiler
suatu organ lain
 Ada 3 macam sistema porta:

- SP Hepatis
- SP Renalis
- SP Hypothalamus-hypophysialis
Sistema Porta Hepatis

Vasa capilaria trac.dig, pancreas,lien

Vasa capilaria hepar

COR
Sistema Porta Renalis

Vasa capilaria cauda

Vasa capilaria ren

COR
Sistema Porta Hypothalamus

Vasa capilaria hypothalamus

Sinusoid lobus anterior hypophysis

COR
PISCES
Cor pada Pisces
 Tipe:peredaran darah tunggal
 Bagian-bagian:

Sinus venosus
Atrium
Ventricel
Conus arteriosus  keluar
melalui Aorta ventralis
Sistem kardiovaskuler pisces
 Cor terbagi menjadi dua ruangan, yaitu satu atrium
dan satu ventrikel pada caudal atrium, sinus
venosus, dan bulbus atau conus arteriosus.
 Cor berbentuk konus, dilapisi oleh perikardium.
 Perbedaan cor pada teleostei dan selachei
◦ Teleostei
 Bulbus arteriosus kecil
 Klep satu pasang
 Dinding otot tebal
o Selachei
o Bulbus arteriosus besar dan melanjutkan diri
menjadi truncus arteriosus
o Klep berjumlah ±7 pasang
o Dinding otot tipis
Pada Osteichtyes:
 Conus dan ventricel perlahan-lahan
mendekat sampai menjadi daerah
yang pendek dengan hanya 1 set
valvula Semilunaris
 Bagian posterior dari aorta ventralis

mengalami modifikasi berdinding


tebal disebut: Bulbus arteriosus
Sistem Arteri Pisces

AA I dan II mereduksi  4
pasang
RA ke anterior  a. carotis
interna (aci) menuju otak
AV ke anterior  a. carotis
externa (ace) menuju ke
rahang dan muka
Sistem Arteri Pisces
Masing-masing AA terdiri
atas arteria branchialis
efferent (abe) dan arteria
branchialis afferent (aba);
dilengkapi dengan
anyaman kapiler darah
(tempat terjadi aerasi)

aba (dr AV)  septum


interbranchialis  abe 
RA/AD
 Darah dari bulbus arteriosus memasuki arteri
besar / aorta ventralis kemudian memasuki
insang, di dalam insang terdapat
percabangan-percabangan insang yang
disebut arteri branchialis yang tersusun atas
kapiler-kapiler, di kapiler inilah terjadi difusi
antara O2 dan CO2. Kemudian kapiler ini
menyatu pada pembuluh darah besar yang
disebut aorta dorsalis kemudian bercabang-
cabang di sepanjang vertebra, kemudian
kembali ke jantung melalui vena cardinalis
posterior dan anterior
AMPHIBI
 Cor dibagi menjadi tiga ruangan, atrium dexter;
atrium sinister; dan ventrikel. Antara atrium
dexter dan sinister dipisahkan oleh sekat yang
disebut septum interatriorum. Ventrikel
dipisahkan dengan atrium melalui sekat yang
bernama septum atrioventriculorum. Terdapat
suatu katup di antara ventrikel dan atrium yang
berfungsi untuk mencegah darah yang telah
masuk ke ventrikel kembali ke atrium, katup ini
disebut dengan valvula atrioventrikulorum.
 Pada cor juga terdapat sinus venosus yang
merupakan sebuah kantung yang berfungsi untuk
menampung darah sebelum memasuki atrium
dexter.Pembuluh darah: arteri, kapiler, dan vena
Pada Dipnoi dan Amphibia:
Alat respirasi mengalami perubahan dari
insang ke pulmo  cor berkembang menjadi 3
ruang: atrium dexter, atrium sinister dan
ventricel

Pada Dipnoi dan Urodella:


Pemisahan kedua atrium tidak sempurna,
sehingga ada campuran darah aerasi dan
non aerasi di dalam atrium melalui:
Foramen Ovale
Cor pada Amphibia

 Tipe : peredaran darah rangkap (transisional),


ada darah arteriil dan darah venosus
 Darah arteriil (dari pulmo) atrium sinister
 Darah venosus sinus venosus atrium

dexter
 Darah dari atrium dexter dan sinister 

ventricel
 Terdapat septum interatrialis
Cor Dipnoi

 V : Venticel
 AD : Atrium dexter
 AS : Atrium sinester
si  Sia : septum
a interatrialis
 FO : foramen ovale
 VP : vena pulmonalis
 VCP : vena cava
posterior

VCP
Cor Urodella

 V : Venticel
 AD : Atrium dexter
 AS : Atrium sinester
 Sia : septum interatrialis
 FO : foramen ovale
si
 VP : vena pulmonalis
a
 VCP : vena cava posterior
Cor Anura

 C : Conus Arteriosus
 V : Ventricel
 AD : Atrium dexter
 AS : Atrium sinester
 sia: septum interatrialis

si
a
 Atrium terbagi sempurna
 Foramen ovale hilang
 Ada campuran darah
aerasi dan non aerasi di
ventricel
Pada Rana sp
Conus arteriosus terbagi menjadi pylangium
dan synangium
Bagian anterior synangium, terbagi menjadi 3
arteria: - arteria carrotis (communis)
- arcus aorta
- arteria pulmocutanea
Ada 2 set valvula semilunaris, 1 set pd dasar
pylangium, dan 1 set pd batas pylangium dan
synangium ( modifikasi membentuk valvula
spiralis)
Pada Rana sp
3 arteria:
- Darah aerasi  acc  otak dan kepala
- Darah intermedier  AA  seluruh
tubuh
- Darah venosus  arteria
pulmocutanea  arteria cutanea ke
kulit dan arteria pulmonalis ke pulmo
Arteria
 Dari truncus arteriosus bercabang ke dexter

dan sinister dan masing-masing terbagi


menjadi tiga cabang,
◦ a. Arteri carotis comunis (cranial). Terbagi
menjadi dua, yaitu arteri carotis comunis
interna dan arteri carotis comunis eksterna,
bertugas untuk memvaskularisasi rongga
mulut dan otak.
◦ b. Archus aortae (medial). Berjumlah
sepasang, melengkung pada dekster dan
sinister tubuh membentuk sebuah archus
yang berjallan ke kaudal sebagai radix
aortae
 Archus aortae bercabang menjadi
◦ 1. Arteri laryngea, membawa darah ke larynx
◦ 2. Arteri occipito vertebralis, membawa darah ke
caput, otot dorsum, dan medulla spinalis
◦ 3. Arteri subclavia, membawa darah ke bahu dan
lengan
◦ 4. Arteri esophagea, membawa darah ke dorsal
esophagus
 Pada caudal archus aortae bercabang menjadi
Arteri copliaco mesenterica, kemudian bercabang
menjadi arteri hepatica dan arterigastrica ; Arteri
mesenterica; Arteri urogenitalis; Arteri lumbalis; Arteri
haemorhaidalis; Arteri illiaca comunis dextra; Arteri
illiaca comunis sinistra
 c. Arteri pulmocutanea (caudal)Berjumlah
sepasang dan bercabang menjadi arteri
pulmonaris (membawa darah ke pulmo) dan
arteri cutanea (membawa darah ke cranial
menuju dorsal caput dan abdomen)
Sistem Arteri Amphibia: urodela

 AA I dan II mereduksi
 AA V mengecil
 RA ke anterior  aci
 AV ke anterior  ace
 RA antara AA III dan IV
mengecil
 Bag AV tempat
keluarnya aci/ace
disebut: arteria carotis
communis (acc)
Sistem Arteri Amphibia: urodela

 AA VI:
mempercabangkan
arteria pulmocutanea
(apc) banyak sekali
kapiler-kapiler darah ke
kulit (sbg alat bantu
respirasi)
da  Bag dr AA VI antara RA
dan apc disebut ductus
arteriosus Botalli
Sistem Arteri Amphibia: anura

 AA I dan II mereduksi
 AA V mereduksi
 RA ke anterior  aci
 AV ke anterior  ace
 RA antara AA III dan IV
menghilang
 Ductus arteriosus
menghilang setelah
metamorfosis
Vena
Terdapat tiga macam vena
◦ Vena pulmonaris (pembuluh darah yang membawa
darah dari pulmo menuju ke atrium sinister cor)
◦ Vena cava (pembuluh darah yang membawa darah
dari seluruh tubuh, kecuali pulmo,menuju ke
atrium dexter cor). Sebelum memasuki atrium
dexter, darah akan ditampung di dalam sinus
venosus. Di dalam sinus venosus bermuara tiga
pembuluh darah, vena cava superior (satu pasang)
dan vena cava inferior (satu)
 1. Vena cava superior (vena cava cranial, vena cava
anterior) menerima darah venosus dari
 a. Vena jugularis eksterna (sepasang) yang masing-
masing menerima darah dari vena lingualis dan vena
mandibularis (mandibula)
 b. Vena subclavia, yang menerima darah dari
vena branchialis dan branchium serta vena
cutanea magna dari kulit
 2.Vena cava inferior (vena cava caudal,
vena cava posterior) menerima darah dari
 a. Vena hepatica sinistra dan dextra
 b. Vena renalis dari ren dan corpus adiposum
 c. Vena ovarica / vena spermatica dari gonade
◦ Vena yang memasuki systema portae
REPTIL
Cor pada Reptilia

 Cor beruang 3, kecuali Aligator dan


Crocodilia (4)
 Ventricel terbagi 2 oleh septum

interventriculorum, tetapi belum


sempurna  ada percampuran darah
antara ventricel dexter dan sinister
 Conus arteriosus melanjutkan diri

menjadi aorta ventralis  membelah


menjadi 3 truncus utama
Dari aorta ventralis:

Aorta pulmonalis:
- dexter dan sinister
Arcus aorta dexter:
- keluar dari ..ventricel sinister
Arcus aorta sinister:
- keluar dari ..ventricel dexter

Arcus aorta dexter dan sinister bersilangan,


terjadi kontak dan terjadi apertura kecil
disebut Foramen Panizzae
Sistem Arteri reptilia
 AA I, II dan V mereduksi
 AA IV bag kiri membentuk
hubungan tersendiri dg VD
dan bersama dg RA kiri
membentuk: AA Sinister
 AA IV bag kanan membentuk
hubungan tersendiri dg VS
dan bersama dg RA kanan
membentuk: AA Dexter
 AA VI menjadi Arteria
Pulmonalis (berasal dr Aorta
Pulmonalis keluar dr VD)
AVES
Cor pada Aves
 Chordata I dg tipe peredaran
darah ganda sempruna
 Sinus venosus menghilang
 Aorta ventralis menghilang
 Terdapat 2 vena cava anterior dan

1 vena cava posterior  atrium


dexter
 Vena pulmonalis  atrium sinister
Cor pada Aves

 Ventricel terpisah oleh septum


interventricularis
 Pembuluh darah yang meninggalkan

cor: aorta pulmonalis (dr ventricel


dexter) dan arcus aorta (dr ventricel
sinister)
 Pd aav kanan tdp 1 valv bicuspidalis
 Pd aav kiri tdp 2 valv bicuspidalis
Sistem Arteri aves

 Hampir sama dg reptilia


 AA IV kiri tdk berhubungan dg
RA/Aorta Dorsalis
 Truncus arteriosus (AV):
ke cranial  acc bercabang
menj ace dan aci
ke tengah  Arcus Aorta
(kanan)
ke caudal  Arteria Pulmonalis
MAMALIA
Cor pada Mamalia

 Tipe peredaran darah ganda


 Ada foramen ovale atau fossa

ovalis pada septum interatrialis


(pw embrio)
 Sinus venosus terdapat pada

perkembangan awal embrio


Sistem Arteri mamalia

 Hampir sama dg aves, akan tetapi:


 AA IV kanan yg tdk berhubungan

dg Aorta Dorsalis
 Jadi yg ada Arcus Aorta Kiri

dan Arteria Pulmonalis


B. Sistem Peredaran Limfe.
Berbeda dengan sistem peredaran
darah yang mengalir dua arah
(dari dan ke jantung), limfe hanya
mengalir ke satu arah, yaitu ke
Cor
Struktur Pembuluh Limfe
 Kapiler limfe (buntu) menyusup ke semua
jaringan membentuk anyaman 
mengumpulkan cairan interstitial
 Ujung lain dari kapiler bersatu 
pembuluh limfe yang lebih besar
 Pembuluh paling besar bermuara langsung
ke vena besar dekat cor

 Kapiler limfe: dinding tipis, tanpa valvula


 Pembuluh limfe: dinding lebih tebal, ada
valvula (lbh banyak dp vena); tda serabut
kolagen, elastis dan sel otot
Pada mamalia
(tidak tdp pd vertebrata tkt rendah)

 Sebelum limfe dalam pembuluh limfe masuk


dalam sistem vascularisasi darah, sebagian
besar disaring melalui Nodus Limfaticus

Nodus Limfaticus:
 NL berkapsul, melindungi sejumlah besar

limfosit, sel plasma dan makrofag


 Merupakan massa jaringan limfatik yg

tersusun dari serabut jaringan pengikat


kolagen dan retikuler serta sel-sel
reticuloendotelial
Pada mamalia
(tidak tdp pd vertebrata tkt rendah)
 Pembuluh limfe bercabang-cabang ke
seluruh Nodus.
 Letak nodus: pada jarak tertentu di sepanjang

pembuluh limfe

Pembuluh N Pembuluh
limfe L limfe >
 Pembuluh limfe dari villi
intestinalis mengumpulkan butir-
butir lemak yang diabsorbsi oleh
intestinum
 Pembuluh limfe ini disebut

Lacteal, sedangkan cairan limfe


didalamnya disebut Chilus
Faktor-faktor pendorong gerakan
limfe:

 Aktivitasotot tubuh
 Tekanan osmosis yang

ditimbulkan oleh pembuluh yang


lebih kecil
 Aksi denyutan “Lymp Heart”
Lymp Heart
 Jantung dari sistem limfatik
 Merupakan pelebaran pembuluh

limfe
 Dinding kontraktil
 Letak: dekat titik dimana limfe

masuk ke sistem vena