Anda di halaman 1dari 30

PERAWATAN PASIEN YANG DIPANTAU

Kelompok 1 :

Zonna Aditya K
Patrisia Anastasia S
Anisatul Munawaroh
Lani Pratiwi
Kustin Indriani
Fitriani Eka
Hindun Maysaroh
Pemantauan Pemantauan kesejahteraan janin adalah suatu
upaya untuk menilai keadaan janin dikaitkan
kesejahteraan dengan aktifitas janin, kesehatan ibu, keadaan
janin plasenta, cairan amnion, keadaan tali pusat dan
kontraksi uterus.

Tujuannya Deteksi dini hipoksia, ganguan pertumbuhan,


cacat bawaan, dan infeksi

1. Deteksi resiko kehamilan


Upaya 2. Penanganan faktor resiko
3. Sistem rujukan
4. Perawatan intensif neonatus
Pengkajian Klinis
• Pengkajian klinis dimulai sejak awal hingga
akhir kehamilan, sebagai dasar didapatkan dari
riwayat klien dan pemeriksaan fisik yang
komprehensif.
• Pengakjian klinis terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Parameter subyektif pengkajian janin
2. Parameter obyektif pengkajian janin
1. Parameter subyektif pengkajian janin
a. Taksiran partus
b. Quickening terjadi pada 16-22 minggu
c. Penghitungan gerak janin akhir trimester 3
2. Parameter obyektif pengkajian janin
a.Evaluasi ukuran uterus tiap kunjungan untuk menentukan
taksiran berat janin
b.Denyut jantung janin (djj) dengan fetoskop sejak usia 17 –
22 minggu, dengan laenec 20 minggu, dengan doppler 10-12
minggu usia gestasi
c.Palpasi abdomen dilakukan setelah 24-28 minggu
d.Pemeriksaan Laboratorium
e.Pemeriksaan lainnya : Amniosentesis, Chorionic villus
sampling (CVS), Urine & Darah Maternal
Pengkajian Kesejahteraan Ibu dan Janin Tiap
Trimester
Trimester I
Pemeriksaan ultrasonografi digunakan untuk:
1. Mengkaji usia kehamilan
2. Mengevaluasi adanya kelainan kongenital
3. Mendiagnostik adanya perdarahan
pervaginam
4. Mengevaluasi pertumbuhan janin
5. Pendukung test prenatal spt: amniosentesis
Trimester II
Tinggi Fundus TFU yang lebih tinggi dari normal :
Uteri Kehamilan ganda, Polihidramnion, Fetal
makrosomi, Kandung kemih ibu penuh

TFU yang lebih rendah dari normal:


Presentasi janin yang abnormal, IUGR ,
Kongenital anomali, Oligohidromnion

Selama trimester II DJJ merupakan


Denyut Jantung pemeriksaan yang rutin dilakukan.
Janin Funandoskop sudah mulai dapat
digunakan (18-20 mgg)
Primigravida : mulai terdeteksi antara
Pergerakan minggu 18-20 gestasi
Janin Multigravida: minggu 16 gestasi
Trimester II
Tujuan:
1. Mengkaji usia kehamilan
USG 2. Mendiagnosa adanya kehamilan ganda
3. Mengkaji pertumbuhan janin
4. Mengindentifikasi kelainan kongenital
5. Mengkaji lokasi plasenta

Aspirasi cairan amnion melalui tusukan


pada abdomen bagian uterus untuk
Amniosentesis analisa cairan amnion. Dilakukan pada
pertengahan awal kehamilan yaitu
minggu 14- 20 kehamilan untuk
mendeteksi adanya kelainan genetik
Trimester III
1. Pergerakan Janin
a. Meningkat: setelah makan, menggerakkan abdomen,
berjalan maka janin lebih aktif
b. Janin memiliki periode tidur: > 20 menit
c. 2-3 minggu seblm partus: pergerakan menurun karena
bagian janin mulai masuk PAP.
2. Pemeriksaan Laboratorium
d. Estriol
Estriol adalah hormon yang dihasilkan oleh plasenta,
menggunakan bahan yang dibuat oleh hati janin dan
kelenjar adrenal.
e. Cairan Amnion untuk mengetahui kematangan paru
Peran tenaga kesehatan dalam pemantauan

1. Berespon terhadap kebutuhan dan tuntutan konsumen


(klien).
a. Mengkaji: indikasi test, kesiapan fisik, psikologis dan
pengetahuan klien
b. Menetapkan masalah: Cemas, takut, tidak nyaman, risiko
infeksi (bergantung metode yang digunakan) atau pun
risiko cedera
2. Ciptakan hubungan saling percaya
3. Jelaskan kepada klien dan keluarga tentangg prinsip
pemeriksaan kesejahteraan janin, kolaborasi dengan dokter
dalam pemberian informasi, informed consent
4. Klarifikasi informasi (peran advokasi)
5. Beri dukungan saat dilakukan test
6. Pemantuan janin secara eksternal memerlukan
kerjasama dengan klien terutama adanya keterbatasan
gerak
7. Siapkan klien: posisi yang nyaman
8. Siapkan dan cek alat
9. Tentukan area djj
10. Letakkan transducer USG dan tokografi pada tempat
yang tepat
11. Kaji dan mempertahankan keakuratan rekaman
12. Interpretasi hasil
Selama pemantauan:
1. Perubahan posisi ibu
2. Tanda-tanda vital
3. Relokasi transducer
4. Intervensi yang dilakukan ketika pola djj tidak
normal
5. Tandatangan dan waktu hasil rekaman dievaluasi
5. Mengevaluasi proses dan hasil pemantauan
6. Klien dan keluarga memahami pentingnya test
7. Test dilakukan tanpa komplikasi
8. Mendokumentasikan hasil
Pemantauan Eksternal
Proses pemeriksaan yang dilakukan
pada janin secara invasive untuk
mengetahui kesejahteraan dimana
pemeriksaan ini dilakukan dengan
memeriksa pada permukaan perut ibu.
MACAM-MACAM PEMANTAUAN
EKSTERNAL
1. NST
1. STETOSKOP PINARD
2. FETOSKOP
2. AUSKULTASI • 3. STETOSKOP DIGITAL

3. TRANDUSER
ULTRASOUND

4. USG

5. FECG
Non Stress Test
(NST) Dilakukan unuk menilai DJJ hubungannya
dengan gerakan/ aktivitas janin, menilai
apakah bayi merespon stimulus secara
normal dan apakah bayi menerima cukup
oksigen
PROSEDUR
1. Pasien ditidurkan secara santai semi fowler 45 derajat miring ke kiri
2. Tekanan darah diukur setiap 10 menit
3. Dipasang kardio dan tokodinamometer
4. Frekuensi jantung janin dicatat
5. Selama 10 menit pertama supaya dicatat data dasar bunyi
6. Pemantauan tidak boleh kurang dari 30 menit
7. Bila pasien dalam keadaan puasa dan hasil pemantauan selama 30 menit
tidak reaktif, pasien diberi larutan 100 gram gula oral dan dilakukan
pemeriksaan ulang 2 jam kemudian (sebaiknya pemeriksaan dilakukan pagi
hari setelah 2 jam sarapan)
8. Pemeriksaan NST ulangan dilakukan berdasarkan pertimbangan hasil NST
secara individual
AUSKULTASI
Stetoskop Pinard/ Laennec
Stetoskop manual yang digunakan pada
atau monoaural
usia kehamilan 17-22 minggu

PROSEDUR
1. Tempat mendengarkan harus tenang
2. Mencari daerah atau tempat dimana kita akan mendengarkan biasanya
merupakan punggung bayi. Setelah daerah ditemukan, stetoskop pinard
di pakai bagian yang berlubang luas ditempatkan ke atas tempat atau
daerah dimana kita akan mendengarkan. Sedangkan bagian yang luasnya
sempit ditempatkan pada telinga kita, letakkan tegak lurus
3. Kepala pemeriksa dimiringkan, perhatian dipusatkan pada denyut
jantung janin. Bila terdengar suatu detak, maka untuk memastikan
apakah yang terdengar itu denyut jantung janin, detak ini harus disesuai
dengan detak nadi ibu. Bila detakkan itu sama dengan nadi ibu, yang
terdengar bukan jantung janin, tetapi detak aorta abdominalis dari ibu.
4. Setelah nyata bahwa yang terdengar itu betul-betul denyut jantung janin
maka dihitung untuk mengetahui teraturnya dan frekuensinya denyut
jantung janin itu.
AUSKULTASI
Stetoskop manual yang digunakan pada
Stetoskop Janin Fetoscope
usia kehamilan > 28 minggu

PROSEDUR

1. Baringkan Ibu hamil dengan posisi telentang


2. Lakukan pemeriksaan Leopold untuk mencari posisi
punggung janin
3. Letakkan stetoskop pada daerah sekitar punggung
janin
4. Hitung total detak jantung janin
AUSKULTASI
Alat ini menarik karena benar-benar pasif
Stetoskop Digital (tidak ada energi yang ditransmisikan
kejanin) dan biaya rendah, sehingga dapat
dilakukan dalam jangka panjang dan
sering
PROSEDUR

Pemeriksaan menggunakan stetoskop digital prosedurenya


sama dengan menggunakan stetoskop konvensional tetapi
hasil dari pemeriksaannya dapat dilihat pada layar
komputer yang disebut dengan fetalphonocardiogram
(fPCG). Caranya meletakkan stetoskop digital pada
permukaan perut ibu
Transduser ultrasound Pemantauan menggunakan alat untuk
mendengarkan atau merekam detak
PROSEDUR jantung janin melalui perut ibu
1. Pasien berbaring di atas meja
2. Gel dioleskan ke perut pasien
3. Transduser akan ditekan ke kulit dan bergerak sampai detak jantung janin
ditemukan, pasien dapat mendengar detak jantung bila pemeriksaan
menggunakan doppler atau monitor elektronik
4. Selama persalinan, denyut jantung janin dapat dipantau sebentar-
sebentar atau terus menerus, tergantung pada penyakit pasien dan
janinnya.
5. Detak jantung janin akan dicatat dalam rekam medik. Dengan
pemantauan elektronik terus menerus, pola janung janin akan
ditampilkan di layar komputer dan tercetak di kertas grafik.
6. Pasien mungkin tidak di zinkan untuk bagun dari tempat tidur dengan
pemantauan denyut janin eksternal secara kontinyu.
7. Setelah prosedur selesai maka transdufer akan dilepas dan gel akan
dibersihkan.
teknik diagnostik pencitraan
Ultrasonografi menggunakan suara ultra yang digunakan
untuk mencitrakan organ internal dan
otot, ukuran struktur serta detak jantung
janin
PROSEDUR

1. Jelakan prosedur yang akan dilakukan dan izinkan pasien untuk


bertanya mengenai prosedur yang akan dilakukan
2. Berikan lembar persetujuan tindakan pada pasien untuk
ditandatangani
3. Anjurkan pasien berbaring di tempat tidur dan mengekspos bagian
perut
4. Oleskan gel ke perut pasien
5. Letakan transduser ke perut ibu dan pantau janin menggunakan usg
6. Informasikan keadaan janin pada ibu melalui layar monitor usg
7. Print hasil USG dan serahkan pada ibu
8. Bersihkan gel dari perut ibu
9. Dokumentasikan tindakan
• FECG
FECG) pengukuran diperoleh diatas
permukaan perut ibu mengandung
beberapa potensi bioelectric seperti
aktivitas jantung ibu, aktivitas jantung
janin, aktivitas otot ibu, aktivitas gerakan
janin, yang dihasilkan potensi oleh respirasi
dan aktivitas perut, dan kebisingan (noise
thermal, kebisingan yang dihasilkan dari
kontak elektroda-kulit).
PEMANTAUAN INTERNAL
Pemantauan internal, yaitu pemantauan yang
hanya bisa dilakukan jika kantong ketuban sudah
pecah.
Internal Electronic
Fetal Monitoring EFM merupakan metode untuk memeriksa
kondisi bayi dalam rahim dengan mencatat
setiap perubahan yang tidak  biasa dalam
denyut jantungnya.

Prosedur menggunakan 2 elektrode yang


dipasang pada fundus (untuk menilai aktifitas
uterus) dan pada lokasi puncetum maksimum
denyut jantung janin pada perut ibu
Internal Electronic
Contraction Monitoring

Pemeriksaan tekanan intrauterin langsung didalam


ketuban.Teknologi ini digunakan apabila dokter tidak
mendapatkan bacaan yang baik dari pemeriksaan
eksternal electronic monitoringbiasa dikenal dengan
Non StressTest. Dokter akan memasang elektroda
kebagian tubuh bayi yang paling dekat dengan
pembukaan serviks biasanya adalah kepala bayi.
Dokter juga menyisipkan kateter tekanan kedalam
rahim untuk memantau kontraksi.
DOKUMENTASI

Kategori informasi
status (chart) pasien

1. Data demografik 7. Catatan berkesinambungan


2. Riwayat kes & pemfis 8. Catatan perawat
3. Formulir persetujuan 9. Keberadaan dokumentasi
4. Diagnosa 10. Catatan laboratoriun
5. Pengobatan 11. Laporan rontgen
6. Catatan perkembangan 12. Ringkasan px pulang
Tujuan Dokumentasi

1. Sebagai sarana komunikasi


2. Sebagai tanggung jawab
3. Sebagai informasi statistik
4. Sebagai sarana pendidikan
5. Sebagai sumber data penelitian
6. Sebagai jaminan kualitas pelayanan kesehatan
7. Sebagai sumber data perencanaan asuhan berkelanjutan
DOKUMENTASI
USG FECG
DOKUMENTASI NST
DOKUMENTASI EFM
DOKUMENTASI fPCG (rekam medic
stetoskop digital)
THANK YOU