Anda di halaman 1dari 18

OM SWASTYASTU

TERAPI OKSIGEN DALAM


KEGAWATDARURATAN
NAMA KELOMPOK :
1. LUH PUTU AYU UTAMI DEWI (P07120217032)
2. I PUTU PERMANA ADI WIJAYA (P07120217033)
3. PUTU INDAH PRATIWI (P07120217034)
4. GUSTI AYU SEPTIAN MAYA DWI UTAMI (P07120217035)
5. KOMANG AYU WINDAYANTI (P07120217037)
KONSEP DASAR RESPIRASI

A. Pengertian Respirasi
Suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat
hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia dalam bernafas
melakukan proses menghirup oksigen dalam udara bebas lalu membuang
karbondioksida ke lingkungan.
B. Alat-Alat Pernafasan Pada Manusia
1) Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
2) Faring (Tenggorokan)
3) Batang Tenggorokan (Trakea)
4) Pangkal Tenggorokan (Laring)
5) Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
6) Paru-paru (Pulmo)
C. Proses Pernafasan
 Pernafasan dada
 Pernafasan perut

D. Volume Dan Kapasitas Paru


 Tidal Volume (VT)
 Inspiratori Reserve Volume (IRV)
 Expiratori Reserve Volume (ERV)
 Residual Volume (RV)
 Kapasitas Vital/Vital Capacity (VC)
 Kapasitas Paru Total
 Kapasitas Residu Fungsional
 Kapasitas Inspirasi
E. Skema Udara Pernafasan

Udara cadangan inspirasi


1500
Udara pernafasan biasa 500
Kapasitas Total Udara cadangan ekspirasi
Kapasitas Vital
500

Udara sisa (residu) 100

F. Hubungan Energi Dan Pernafasan


Energi yang dihasilkan oleh proses pernafasan akan digunakan untuk
membentuk molekul berenergi, yaitu ATP (Adenosin Tri Phospate).
DEFINISI TERAPI OKSIGEN

Terapi oksigen adalah memasukkan oksigen tambahan dari luar ke


paru melalui saluran pernafasan dengan menggunakan alat sesuai
kebutuhan. (Standar Pelayanan Keperawatan di ICU, Dep.Kes. RI,
2005).

Terapi oksigen dapat dilakukan dengan cara :


1. Meningkatkan kadar oksigen inspirasi /FiO2 (Orthobarik)
2. Meningkatkan tekanan oksigen (Hiperbarik).
OKSIGEN SEBAGAI OBAT
Oksigen sebagai obat dikemas dalam tabung bertekanan tinggi
dalam bentuk gas, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai
rasa dan tidak mudah terbakar tetapi menunjang proses
pembakaran. Di dalam tabung silinder pada suhu 700F mempunyai
tekanan 1800-2400 psig. Berat molekul 32.00, berat jenisnya
1,1052, temperatur kritisnya –118,40C.
Beberapa asesoris dari tabung oksigen :
1. Pengatur tekanan (regulator)
2. Sistem perpipaan oksigen sentral
3. Meter aliran
4. Alat humidifikasi
5. Alat terapi aerosol
6. Pipa atau kanul atau kateter serta alat pemberinya.
 TUJUAN TERAPI OKSIGEN

Terapi oksigen memiliki tujuan diantranya untuk :


1. Meningkatkan konsentrasi O2 pada darah arteri sehingga masuk
ke jaringan untuk memfasilitasi metabolisme aerob
2. Mempertahankan PaO2> 60 mmHg atau SaO2> 90 % untuk :
Mencegah dan mengatasi hipoksemia / hipoksia serta
mempertahankan oksigenasi jaringan yang adekuat
Menurunkan kerja nafas dan miokard
Menilai fungsi pertukaran gas.
INDIKASI TERAPI OKSIGEN

1. Pasien hipoksia
2. Pasien Gagal Nafas
3. Pasien dengan Kegagalan Transportasi Oksigen
4. Pasien dengan Kegagalan Ekstraksi Oksigen
5. Pasien dengan Peningkatan Kebutuhan Terhadap Oksigen
6. Pasien pasca anesthesia trauma anastesia umum dengan gas gelak atau
N2O
7. Oksigenasi cukup, paru normal, sedangkan sirkulasi tidak normal
8. Pasien yang membutuhkan pemberian oksigen konsentrasi tinggi
9. Pasien dengan tekanan partial karbondioksida ( PaCO2 ) rendah.
KONTRA INDIKASI TERAPI OKSIGEN

1. Pada klien dengan PPOM (Penyakit Paru Obstruktif Menahun)


2. Face mask tidak dianjurkan pada klien yang mengalami muntah-
muntah
3. Jika klien terdapat obstruksi nasal maka hindari pemakaian nasal
kanul.
TEKNIK PEMBERIAN OKSIGEN

Sistem Aliran Rendah : Sistem Aliran Tinggi :


• Low flow low • Sungkup muka dengan
concentration venturi / Masker Venturi
• Kateter nasal (High flow low
• Kanul nasal / kanul concentration)
binasal / nasal prong • OEM Mix-O Mask
• Low flow high • Bag and Mask /
concentration resuscitator manual
• Sungkup Muka • Selang T / T piece /
Sederhana Briggs adaptor
• Sungkup Muka • Sungkup terbuka / Face
dengan Kantong tent
Rebreathing / • Collar trakeostomi
PEDOMAN TERAPI OKSIGEN
Langkah-langkah baku yang harus diikuti sebelum memberikan terapi oksigen
adalah: Tentukan status
oksigenasi pasien
dengan
pemeriksaan
klinis dan
pemeriksaan
Analisis gas
darah. Pilih sistem yang
Apabila dianggap akan digunakan,
perlu ubah cara (aliran rendah
pemberiannya. atau tinggi).

Tentukan
Periksa analisis konsentrasi
gas darah secara oksigen yang
periodic dengan dikehendaki:
selang waktu tinggi (>60%),
minimal 30 Pantau sedang (35-60%)
menit keberhasilan atau rendah
terapi oksigen (<35%)
dengan
pemeriksaan fisik
pada sistem
RESIKO TERAPI OKSIGEN

1. Terhadap sistem respirasi


 Depresi nafas
 Keracunan oksigen
 Nyeri substernal

2. Terhadap susunan saraf


3. Pada mata
MENENTUKAN DOSIS PEMBERIAN OKSIGEN

1) PAO2 = (PB - PH2O) x FiO2 - (PaCO2 astrup x 1,25) = (760 - 47) x FiO2 - PaCO2 astrup x 1,25)
2) PaO2 = 713 x FiO2 - 1,25 x PaCO2 astrup
3) PaO 2 astrup = PaO 2 yang diinginkan
PAO2 yangdidapat PAO2 baru
4) Selanjutnya bila sudah didapat PAO2 baru, cari FiO2 baru dengan rumus 1
FiO2 = 150 + AaDO2 x 100% = ……..%
760
AaDO2 = PAO2 – PaO2

Keterangan :
• PAO2 : tekanan oksigen alveoli
• PaO2 : nilai diambil dari hasil AGD
KOMPLIKASI

1. Retensi karbondioksida.
2. Asidosis respiratorik (Guyton & Hall 2000).
3. Penurunan dorongan hipoksik untuk bernapas (Smith 2004).
4. Kekeringan mukosa dan disfungsi mukosiliar (Bourke 2003).
5. Dehidrasi akibat sekresi respirasi dan retensi sputum (Pilkington
2004).
6. Atelektasi (kolaps paru).
7. Toksisitas oksigen.
8. Risiko kebakaran.
TANDA DAN GEJALA KERACUNAN OKSIGEN

A. Terjadi penurunan vital capacity (Vc)


B. Paraesthesia, sakit sendi, mual dan muntah
C. Atelectesia
D. Perubahan mental dan gangguan penglihatan
KASUS KEDADURATAN SISTEM
PERNAFASAN
1. Pneumotoraks
2. Pneumonia
3. Flail Chest
4. Status Asmatikus
5. Gagal Napas Akut (Acute Respiratory Failure)
TERIMA KASIH