Anda di halaman 1dari 42

PENGARUSUTAMAAN

GENDER BIDANG
KESEHATAN

TOT YANKES USIA SEKOLAH DAN


REMAJA
DINI & ULI
tazkiahaidar@gmail.com
khikmatul2018@gmail.co
m
Dini :
08156984536
Uli :
081318552528
Widyaiswara BBPK
Jakarta
SENAM SMARTPHONE
Tujuan Pembelajaran
Umum
Setelah mengikuti pembelajaran
tentang materi “Konsep
Gender” peserta dapat
memahami tentang apa yang
dimaksud dengan “GENDER”
dengan benar (tidak terjadi
kerancuan)
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ttg materi
“Konsep Gender”, peserta dapat:
 Menjelaskan perbedaan “Jenis Kelamin
(sex)” dan “Gender”
 Menyebutkan kerancuan yg sering terjadi
terkait dengan pemahaman ttg Gender
 Menjelaskan implikasi yg dpt terjadi akibat
pembedaan perempuan dan laki-laki
Latar Belakang

Pentingny
a • Faktor resiko dan
penekana determinan,
n • Berat, lama dan status
Responsif penyakit,
gender • Perbedaan dalam
pada persepsi keadaan
bidang sakit,
kesehatan • Akses untuk dan
: pemanfaatan
pelayanan juga
dampak kesehatan
Latar Belakang
Faktor
biologis,
jenis • Perempuan secara
kelamin dan faktor biologis
sosial cenderung mempunyai
(gender) angka harapan hidup
yang yang lebih panjang
berpengaru daripada laki-laki.
h terhadap • Dalam kehidupannya,
kesehatan perempuan lebih
(Profil banyak mengalami
kesehatan kesakitan dan tekanan
reproduksi daripada laki-laki.
Depkes,
Latar Belakang

Kebijakan kesehatan belum


sensitivegender sehingga berimplikasi
sangat rendah pada “ Health
Development Index” bahkan terburuk
di negara-negara ASEAN

INPRES No. 9/ 2000 tentang


pengarusutamaan Gender Dalam
Pembangunan Nasional dan SK Menkes
No. 878/ Menkes/ SK/ XI/2006, tentang
Struktur Tim PUG-BK
GENDER ?
Pengertian Gender
1. Sex adalah perbedaan jenis
kelamin yang ditentukan
secara biologis, yang
secara fisik melekat pada
masing-masing jenis
kelamin, laki-laki dan
perempuan
2. Gender adalah perbedaan
dalam hal tanggung jawab,
persifatan, peran, fungsi,
hak prilaku yang dibentuk
oleh masyarakat yang
karenanya bersifat relatif,
Gender ?
 Perpektif
/ Cara Pandang / Pemahaman
yang diberikan oleh suatu kelompok
masyarakat budaya terhadap PEMBEDAAN
“perempuan” dan “laki-laki” dalam relasi
kehidupan sosial
 SIAPA
 BAGAIMANA SIFAT-SIFAT
 APA PERAN / POSISI / KEGIATAN
 Berbeda
antara satu kelompok budaya/
masyarakat dengan kelompok lainnya
Sex Gender
3. Kesetaraan gender
(Gender Quality)

Keadaan Tanpa Diskriminasi (Sebagai Akibat


Dari Perbedaan Jenis Kelamin) Dalam
Memperoleh Kesempatan, Pembagian Sumber-
sumber Dari Hasil Pembangunan, Serta Akses
KESETARAAN GENDER

• Kesamaan kondisi bagi laki-laki & perempuan utk


memperoleh kesempatan serta hak-haknya sbg
manusia, agar mampu berperan & berpartisipasi dlm
kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya,
pendidikan & pertahanan & keamanan nasional
(hankamnas), serta kesamaan dlm menikmati hasil
pembangunan tsb

• Juga meliputi penghapusan diskriminasi & ketidak


adilan struktural, baik terhadap laki-laki maupun
perempuan.
4. Keadilan gender (Gender
Equity)
keadilan (fairness, justice) dalam distribusi
manfaat dan tanggung jawab antara laki-
laki dan perempuan, yang didasari atas
pemahaman bahwa laki-laki dan
perempuan mempunyai perbedaan
kebutuhan dan kekuasaan
 Suatu proses & perlakuan adil terhadap
perempuan & laki-laki.
 Dengan keadilan gender berarti tidak ada
pembakuan peran, beban ganda, subordinasi,
marginalisasi & kekerasan terhadap perempuan
maupun laki-laki
5.Peran gender

Peran ekonomi dan


social yang dipandang
layak oleh masyarakat
untuk diberikan
kepada laki-laki atau
perempuan
Pelayanan responsif gender :

Pelayanan yang
dilakukan dengan
memasukkan
perbedaan-perbedaan
pengalaman aspirasi,
kebutuhan dan
permasalahan
perempuan dan laki-
laki dalam proses
pelayanan
Ilustrasi yang mencakup sejumlah citra
positif , termasuk :
1. Seorang anak perempuan pergi ke
sekolah,
Ilustrasi yang mencakup sejumlah citra
positif , termasuk :

2. Seorang ayah memberikan perhatian


kepada anaknya,
Ilustrasi yang mencakup sejumlah citra
positif , termasuk :
4. Sepasang suami istri bersama-sama
mengunjungi tenaga kesehatan,
Ilustrasi yang mencakup sejumlah citra
positif , termasuk :
5. Seorang ayah menggendong bayinya
sementara istri sedang menerima suntikan
 

Kumis Kalung Kuat Jenggot Jujur Lipstik Direktur Mengasuh Anak


Make-up Berbulu Berotot Boneka Bertempur Mengurus Rumah
Tukang Kayu Penjual Jamu Boros Halus Harum Matre
Bendahara Jurumasak Petinju Kekar Kelenjar Susu Macho
Sperma Melahirkan Kepala Keluarga Plin-Plan Emosional Kasar
Genit Konsisten Mulus Penambang PasirHaid Penis ASI Scrotum
Sekretaris Berani Cengeng Pemarah Gemulai Rasional Cantik
Menyulam Perawat Menteri Prostat PesolekTukang Batu Cerewet
1. Apakah perbedaan-perbedaan perempuan &
laki-laki dibawa sejak lahir?
2. Bila “YA” mana yg didapat dari lahir?
3. Peran apa yg DIANGGAP milik perempuan
4. Peran apa yg DIANGGAP milik laki-laki?
5. Peran apa yg dapat dipertukarkan antara laki-
laki & perempuan?
6. Peran apa yg HANYA dapat dilakukan
perempuan?
7. Peran apa yg HANYA dapat dilakukan laki-laki?
8. Sifat apa yg BIASANYA dianggap ada pada
perempuan?
9. Sifat apa yg BIASANYA ada pada laki-laki?
10. Sifat apa yang terdapat pada keduanya (laki-
laki & perempuan)?
Sex (Jenis Kelamin) ?

Laki-laki vs Perempuan
(PERBEDAAN)
 Biologis
 Bentuk (fisik)
 Karakteristik reproduksi (anatomi)
 Fungsi (pembuahan)
 Sifat
 Kodrati

Karakteristik Seksual
 primer 
 Kelenjar susu  Sperma
 Ovarium  Penis

 Rahim  Scrotum

 Vagina  Kelenjar Prostat

sekunder
Kumis, Jakun, Payudara
Sex Gender
Perempuan melahirkan, laki-laki tidak √
Anak perempuan lembut, laki-laki kasar √
Hanya laki-laki yang terserang kanker prostat √
Laki-laki menjadi pencari nafkah keluarga, perempuan
mengurus rumah tangga di rumah √
Pada suatu budaya hanya laki-laki memperoleh hak atas √
warisan, perempuan tidak
Perempuan mempunyai rasa cinta dan kepedulian yang √
dalam dan romantisme yang tinggi
Tugas perempuan adalah mengurus anak √
Hanya laki-laki yang memproduksi sperma √
Pemimpin laki-laki lebih baik daripada perempuan √
Seorang sekretaris yang baik adalah seorang √
perempuan
Masalahnya?
Kerancuan dlm pemahaman di
masyarakat,
karena seolah-olah gender itu:
 Sama dengan jenis kelamin (sex)
 Bersifat kodrati
 Masalah perempuan semata
 Tuntutan persamaan hak
perempuan terhadap laki-laki
(women liberation)
 Bersifat universal
Implikasi dari Masalah?

 Pemberian “label” yang tidak


selalu benar
 Diskriminasi terhadap
“stereotipi” jenis kelamin
tertentu
 Menciptakan “sub-ordinasi”
terhadap salah satu jenis
kelamin dan dapat berakibat
pada timbulnya kekerasan
 Menciptakan “marginalisasi”
terhadap salah satu jenis
kelamin
 Menciptakan “beban majemuk”
Ketidak-setaraan &
Ketidak-adilan Gender
 STEREOTIPI, pemberian “label” pd jenis
kelamin tertentu
 MARGINALISASI, ditempatkan sbg org yg tdk
memiliki peran penting
 BEBAN MAJEMUK, beban kerja lebih lama &
lebih berat
 SUB-ORDINASI, penempatan sbg org nomor 2
 KEKERASAN (ABUSING), kekerasan fisik atau
mental sbg implikasi ketidaksetaraan &
ketidakadilan
Implikasi Gender
pada Laki-laki
 Tidak boleh menangis
 Tidak pantas memperlihatkan rasa
sakit
 Tidak boleh memperlihatkan
kelemahan
 Risiko terkena penyakit lebih besar:
misalnya karena merokok, kecelakaan
kerja, kecelakaan lalu-lintas
 Tidak perlu merawat kecantikan tubuh
 Harus menjadi yang utama dibanding
perempuan
 dll
Implikasi Gender
pada Perempuan
 Tidak boleh bekerja berat
 Tidak boleh menjadi pemimpin
 Menjadi sub-ordinasi dari laki-laki
 Menjadi kelompok marginal
 Kehilangan fungsi tertentu dalam
keluarga:
akses, manfaat, kontrol, partisipasi
 Korban kekerasan
 Menerima beban majemuk dalam
keluarga
 dll
PENGARUSUTAMAAN GENDER
BIDANG KESEHATAN (PUG-BK)

Strategi untuk mencapai kesetaraan &


keadilan gender melalui kebijakan &
program bidang kesehatan yg
memperhatikan kebutuhan &
permasalahan perempuan & laki-laki
kedalam perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan & evaluasi
IMPLEMENTASI
PUG-BK
DI
KEMENTERIAN
KESEHATAN
RENCANA AKSI
KEMENKES

SEMUA PROGRAM KEGIATAN


HARUS
RESPONSIF GENDER
Program/Kegiatan yang Responsif Gender
berdasar hasil Analisis Gender
1. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK) (BBPK Jakarta)
2. Penyebaran Informasi Peningkatan Cakupan
Penimbangan Bayi dan Balita di Posyandu (Pusat
Promkes)
3. Penyebaran Informasi Kesehatan ASI Ekslusif (Pusat
Promkes)
4. Peningkatan Pengetahuan Komprehensif dan Benar
tentang HIV/AIDS bagi Usia 15-24 tahun.
5. Pemilihan tenaga Kefarmasian Berprestasi (Dit. Oblik dan
Perbekkes)
6. Penyediaan Obat TB (Dit. Oblik dan Perbekkes)
LanjutanProgram/Kegiatan yang Responsif
Gender

7. Peningkatan Pengawasan Akuntabilitas Aparatur


Kementeruan Kesehatan (Inspektorat Jenderal)
8. Buku-buku Pedoman dan Modul pelatihan kesehatan
berdasarkan kebutuhan antara lain : Buku saku
pelayanan kesehatan Ibu, Buku Saku Pelayanan
Kesehatan Anak, Modul Pelatihan Pencegahan dan
Penanganan Kekerasan terhadap Anak (PP-KTA)
9. Skirining Hipotiroid Kongenital (SHK)
10. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Komputerisasi
yang dikenal dengan IMCI Computerized Adaptation and
Training Tool (ICATT)
11. MTBSM (Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis
Masyarakat)
LanjutanProgram/Kegiatan yang Responsif
Gender

12. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dengan Penjaringan


Kesehatan dan kegiatan lainnya
13. PKPR (pelayanan Kesehatan Peduli Remaja )
14. PKRT (pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu)
15. Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan
anak (KTP dan A)
16. Pelayanan Kesehatan Anak di Panti, Lapas dan SLB
17. Integrasi Posyandu PAUD
18. Komik kesehatan anak
19. Kampanye Posyandu, ASI Ekslusif, Imunisasi
LanjutanProgram/Kegiatan yang Responsif
Gender

21. Sosialisasi GP2SP (Gerakan Pekerja Perempuan Sehat


Produktif)
22. Penilaian dan pemberian penghargaan mitra bakti
husada pada perusahaan dan instansi pemerintah
yang melaksanakan kesehatan kerja khususnya
pelayanan kesehatan reproduksi (pelayanan ibu
hamil dan menyusui) di tempat kerja
23. Pelatihan konseling kesehatan lansia
24. Peningkatan kapasitas petugas konselor ASI di
Tempat Kerja
CONTINUUM OF CARE dalam pelayanan kesehatan
• Penjaringan kes. peserta didik
• Penjaringan kes. Peserta didik • BIAS
• Kespro remaja • UKS
• Konseling: Gizi HIV/AIDS,NAPZA dll • PMT-AS
• Pemberian Tablet
tambah darah
Anak SD
•Konseling Kespro
Anak SMP/A & remaja Balita
•Pelayanan KB
•KIE Kespro Catin
r ta ma • Pemantauan
•PKRT PUS & WUS a ri pe pertumbuhan &
0h an
100 ehidup perkembangan
k
Bayi • PMT

Persalinan, nifas & Lansia berkualitas


Pemeriksaan
neonatal •ASI eksklusif
Kehamilan
•Imunisasi dasar
lengkap
Pr • MP-ASI
om
Di Prev oti • P4K • APN (MAK III) dan KF •Penimbangan
a f
Hu gno entif , • Buku KIA
• IMD •Vit A
l s • Vit K 1 inj • Posyandu Lansia
ku u = a Di • ANC terpadu • Imunisasi Hep B
•MTBS
reh rati Hil ni • Kelas Ibu Hamil • Rumah Tunggu
• Peningkatan kualitas
a b f d a ir Hidup Mandiri
ilit n • Fe & asam folat • Kemitraan Bidan Dukun
ati • PMT ibu hamil • KB pasca persalinan • Perlambatan proses
f • PONED-PONEK
• TT ibu hamil Degeneratif
MARS UKS
KESIMPULAN
KESAMAAN PERSEPSI
TENTANG GENDER

TIDAK ADA LAGI kerancuan dalam
pemahaman, karena gender itu:

 TIDAK SAMA dengan jenis kelamin (sex)


 TIDAK bersifat kodrati
 BUKAN masalah perempuan semata tapi bisa

pula masalah laki-laki


 BUKAN women liberation (persamaan hak
perempuan terhadap laki-laki)
 TIDAK bersifat universal