Anda di halaman 1dari 29

Studi Preformulasi

Ade Irma Fitria Ningsih


RANCANGAN
BENTUK
SEDIAAN OBAT

Sifat Fisikokimia Faktor Pasien


Bahan Obat

Pemilihan
Bentuk
Sediaan

PREFORMULASI

2
 preformulasi dapat diartikan sebagai
langkah awal yang dilakukan ketika
akan membuat formula suatu obat.

 Preformulasi meliputi pengkajian
tentang karakteristik atau sifat-sifat
dari bahan obat dan bahan tambahan
obat yang akan diformulasikan.
Lanj,,,,,
 Preformulasi dapat juga dikatakan sebagai
tahap awal dalam rangkaiaan proses
pembuatan sediaan farmasi yang berpusat
pada sifat-sifat fisika kimia zat aktif dimana
dapat mempengaruhi penampilan obat dan
perkembangan suatu bentuk sediaan farmasi.

 Dengan kata lain, preformulasi merupakan


suatu investigasi sifat sifat fisik dan kimia zat
aktif tunggal atau digabung dengan eksipien.
Lanj,,,,
 Tujuan Preformulasi
◦ untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi
formulator dalam mengembangkan bentuk sediaan yang
stabil dan ketersediaan hayati yang dapat di produksi
dalam skala besar.

 Selanjutnya, preformulasi dalam arti luas


digunakan untuk berbagai macam sediaan farmasi
tertentu, dan di definisikan sebagai pendahuluan
untuk penetapan formula akhir yang sebenarnya
dan arah kerja untuk pembuatan produk.
 Sediaan harus stabil, kompatibel, tersedia
hayati, dan dapat dibuat suatu cara yang
ekonomis.

 Studi Preformulasi awal mempelajari sifat


fisik dan kimia senyawa dengan sasaran
pemilihan formulasi sediaan dalam komposisi
yang optimal.
data-data studi praformulasi
meliputi:

 Organoleptis
 Analisis Fisikokimia
 Sifat – sifat fisikomekanik
 Sifat kristal
 Stabilitas solid
 Studi kompatibilitas
 Parameter yang mempengaruhi absorbsi
Organoleptis
 Dalam istilah organoleptis ini menekankan
bahwa preformulasi harus dimulai dengan
pemerian zat aktif, warna, bau, dan rasa zat
aktif harus dicatat dengan menggunakan
terminologi deskriptif.
Analisis Fisikokimia
 Analisis fisikokimia merupakan bagian penting dalam
preformulasi.
 Mengapa dikatakan sebagai bagian yang penting? Ya,

karena analisis fisikokimia ini dilakukan untuk


identitas dan kadar zat aktif.
 Untuk penetapan kualitatif digunakan kromatografi

lapis tipis, spektrum serapan inframerah, reaksi warna,


spektrum serapan ultraviolet, dan reaksi lainnya.
 Penetapan kadar dilakukan dengan metode

spektrofotometri, kromatografi gas, kromatografi cair


kinerja tinggi, titrasi kompleksometri, asam basa,
argentometri, dan iodometri.
Sifat-sifat Fisikomekanik
 ukuran partikel,
 luas permukaan,
 pembahasan higroskopisitas,
 aliran serbuk,
 karakteristik pengempaan,
 bobot jenis.
Ukuran partikel
 Berbagai sifat kimia dan fisik zat aktif dipengaruhi
oleh distribusi ukuran dan bentuk partikel.
 Zat aktif yang sangat halus sulit di tangani, tetapi

banyak kesulitan dapat diatasi dengan membuat


dispersi padat zat aktif dengan suatu pembawa,
seperti polimer larut air.
 Ukuran partikel mempengaruhi faktor dalam

stabilitas, cahaya, kelembaban, dan interaksi


eksipien daripada bahan kasar.
 Tidak hanya ukuran, tetapi bentuk juga

mempengaruhi aliran dan efisiensi pencampuran


serbuk dan granul.
Teknik menetapkan ukuran partikel
 Metode yang digunakan untuk memantau ukuran
partikel, antara lain metode mikroskopik,
pengayakan, penetapan volume partikel.
 Pengukuran volume partikel menggunakan alat

yang disebut coulter counter, memungkinkan


menghitung suatu diameter setara dengan volume.
 Untuk analisis kuantitatif, distribusi ukuran partikel

bahan yang berkisar lebih dari 50μm dapat


menggunakan metode pengayakan, walaupun
bentuknya mempunyai pengaruh kuat pada hasil.
Bentuk dan luas permukaan partikel

 Bentuk dan luas permukaan partikel


diperlukan karena bentuk memengaruhi
aliran dan sifat permukaan suatu serbuk dan
mempunyai pengaruh pada luas permukaan.
Sifat aliran serbuk
 Sifat aliran serbuk sangat penting untuk
pembuatan tablet yang efisien.
 Sifat aliran serbuk yang baik merupakan hal

penting untuk pengisian yang seragam dan


untuk memudahkan gerakan bahan disekitar
fasilitas produksi.
 Sifat aliran dipengaruhi oleh aliran, ukuran

partikel, bobot jenis, muatan elektrostatik


dan kelembaban.
Karakteristik pengempaan/
kompaktibilitas/ ketermampatan
 Ketermampatan adalah kemampuan
mengurangi volume di bawah tekanan.
 Manfaat dari uji kemampatan adalah memberi

petunjuk tentang sifat serbuk yang elastis,


plastis atau rapuh.
 Kompaktibilitas adalah kemampuan bahan

serbuk yang dikempa menjadi suatu tablet


dengan kekuatan regang tertentu.
Sifat terbasahi
 Sifat terbasahi dapat memengaruhi granulasi
solid, perembesan cairan disolusi ke dalam
tablet dan granul, dan adhesi bahan solut
pada tablet.
 Sifat terbasahi diuraikan dengan sudut

kontak dengan menempatkan setetes cairan


pada bahan yang dipadatkan.
 Semakin hidrofobik suatu bahan, semakin

tinggi sudut kontak.


Higroskopisitas
 Jumlah lembap yang diadsorpsi oleh suatu
bobot tetap sampel anhidrat berada dalam
keseimbangan dengan lembap dari udara
pada suhu tertentu disebut “kandungan
keseimbangan lembap”.
 Zat-zat higroskopis harus disimpan dalam

suatu wadah tertutup rapat, yang lebih baik


dilengkapi dengan suatu zat pengering.
Sifat Kristal atau Polimorfisme
4. Polimorfisme adalah kemampuan suatu senyawa
untuk membentuk kristal dalam bentuk lebih dari
satu jenis kristal
 Bentuk amorf (non kristal) lebih mudah larut dari
bentuk kristalnya
Stabilitas Solid
 dalam mengimplentasikan studi stabilitas
harus memipertimbangkan dua hal, yaitu:

◦ Pengembangan suatu profil zat aktif


◦ Pada tahap dini, perlu dipertimbangkan interaksi
yang mungkin terjadi antara zat aktif dan eksipien
yang merupakan calon untuk dimasukan pada
formulasi yang diinginkan stabilitas berkaitan
dengan stabilitas fisik dan kimia.
Studi stabilitas pada suhu yang
ditingkatkan
 Menggunakan peningkatan suhu yang paling
umum sekitar 30º, 40º, 50º, dan 60º C.
 Data yang diperoleh dapat digunakan untuk

menetapkan untuk kecepatan degradasi pada


suhu yang lebih rendah.
Stabilitas fotolitik
 Banyak zat aktif menjadi pudar atau gelap
karena pengaruh cahaya.
 Hal tersebut mengakibatkan masalah estetik
yang dapat dikendalikan dengan menggunakan
wadah kaca coklat atau wadah buram dengan
menambahkan suatu zat pewarna dalam sediaan
untuk menutupi perubahan warna. Pewarna yang
digunakan untuk tujuan ini harus cukup
fotostabil.
 Selama periode ini, sampel harus sering
diperiksa terhadap perubahan penampilan dan
disimpan di bawah kondisi yang sama, tetapi
terlindung dari cahaya.
Stabilitas dalam oksidasi
 Sensitivitas tiap zat aktif terhadap oksigen
atmosfer harus dievaluasi, jika perlu sediaan
jadi dikemas di bawah kondisi atmosfer inert
dan mengandung suatu antioksidan.
 Sensitivitas zat aktif terhadap oksidasi dapat

dipastikan dengan menginvestigasi


kestabilannya dalam suatu atmosfer dengan
tekanan oksigen yang tinggi.
Studi Kompabilitas
 Suatu sediaan tablet mengandung bebrapa
jenis eksipien, yaitu pengisi, pengikat,
penghancur, lubrikan, glidan, antilekat, dan
adjuvan (jika perlu).
 Perbandingan tersebut harus konsisten

dengan perbandingan yang paling mungkin


dihadapi dalam tablet jadi dan akan
tergantung pada sifat eksipien, ukuran dan
potensi tablet.
Parameter yang Mempengaruhi
Adsorpsi
 Absorpsi zat aktif solid yang diberikan secara
oral terdiri dari dua proses berurutan yaitu
proses disolusi, diikuti dengan transportasi zat
terdisolusi.
 Sifat fisikokimia yang berkaitan dengan proses
absorpsi yaitu koefisien partisi, yang
merefleksikan kelarutan relatif dalam air dan
lemak suatu zat dan perilaku ionisasi.
 Ketiga parameter ini secara bersamaan/masing-
masing membantu mengkarakterisasi perilaku
permeasi suatu zat aktif.
Koefisien Partisi diterapkan untuk :
 penilaian kelarutan dalam air
 petunjuk respon biologis
 mengekstraksi zat aktif dari cairan berair
(terutama darah dan urine)
 membantu pemilihan kolom atau fase gerak
untuk analisi kromatografi
 menetapkan konsentrasi zat aktif dan/ pengawet
dalam fase berair seperti sediaan emulsi
 memperkirakan pelepasan zat aktif sediaan
semisolid seperti dasar salep
Contoh Pengembangan Formulasi
Sediaan Oral (Tablet)

 Pemberian  obat per-oral :


• Obat tidak larut dalam saluran cerna, akan memberikan

efek local seperti  sediaan antacida, adsorben/norit. 


• Obat terlarut dalam saluran cerna diabsorbsi, masuk

sirkulasi darah memberikan efek sistemik.

26
 Disain formula untuk kedua jenis bahan diatas berbeda:

a. Untuk efek local, kerja obat sangat dipengaruhi fenomena


permukaan dan merupakan titik kritis yang menentukan
suatu sediaan yang dibuat. 
Titik kritis: Pengaruh formulasi, cara granulasi, sifat
permukaan material pada tablet, kemampuan regenerasi dari
material di dalam saluran cerna dengan sifat permukaan yang
optimal.

b. Obat yang terlarut, disain formula haruslah bagaimana


sediaan/tablet cepat hancur dan terlarutnya obat, apakah
dilambung atau pada pH netral duodenum, tergantung
tempat absorbsinya bagian atas atau bawah usus.

27
Quissss,,,,
 Apa yang dimaksud dengan studi
preformulasi?
 Komponen apa saja yang harus diketahui

dalam melaksanakan studi preformulasi!


Jelaskan!
Kelompok diskusi/presentasi
 tablet effervecent
 cheweble tablet
 lozenges tablet
 Sublingual
 Tablet buccal
 FDT