Anda di halaman 1dari 35

HAMA TANAMAN KARET DAN TEKNIK

PENGENDALIANNYA

Oleh :
Kelompok 01
Kelompok : 01
Anggota :
1. Keke Sahputra Kaloko 1705101050001
2. Rifa Aulia S 1705101050014
3. Ihsan Rabbani 1705101050021
4. Maya Gustina 1705101050024
5. Husnul Khatimah 1705101050027
6. Raihan Maulina 1705101050028
PENDAHULUAN

Tanaman karet adalah salah satu jenis


tanaman perkebunan. Di Indonesia,
tanaman karet menjadi tanaman
perkebunan favorit untuk bahan baku
industri. Banyak petani yang
mengekspor hasil kebun tanaman
karet karena harganya yang
melambung tinggi. Hal itu juga akan
berpengaruh besar terhadap devisa
negara.
Perkebunan karet menjadi ladang
penghasilan bagi para petani karet.
Hasil produksi tanaman karet pun
sangat menjanjikan. Petani karet
sangat menjaga tanamannya agar
kualitas yang dihasilkan pun tak
mengecewakan.
LANJUTAN…

Sayangnya, pasti ada beberapa tanaman karet yang terkena


hama dan membuat pohon karet ‘sakit’. Hama dan penyakit
tanaman karet yang menyerang akan memengaruhi kualitas dari
hasil karet.
TEKNIK PENGENDALIAN HAMA TANAMAN
KARET

Pengendalian
Secara Mekanis

Pengendalian
Secara
Hama Terpadu
Teknik
pengendalian
ada 4, yaitu:
Pengendalian
Secara Kultur
Teknis
Pengendalian
Secara
Kimiawi
1. Pengendalian Secara Mekanis

Teknik ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama :


1. Gropyokan (tikus)
2. Diburu (babi, rusa, kijang, dan tapir)
3. Perangkap (babi, rusa, kijang, tapir dan tikus)
4. Pemagaran (babi, rusa, kijang)
5. Sementara gajah mesti berkerjasama dengan pihak pemerintah
mengingat besarnya resiko yang timbul dalam pengendaliannya.
2. Teknik Pengendalian Secara Kultur Teknis

Teknik pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara :


• Pengolahan Lahan ( contoh: uret, tikus, rayap,siput )
• Tanaman Barier ( Contoh : Hama babi )
• Sanitasi (contoh: babi, rusa,kijang, tapir, tikus )
3. Teknik Pengendalian Hama Terpadu

Teknik Pengendalian Hama Terpadu


adalah Suatu Teknik Pengendalian yang
menggabungkan berbagai jenis teknik
pengendalian hama.

4. Teknik Pengendalian secara Kimiawi

Pestisida Pestisida
nabati kimia
HAMA TANAMAN KARET

Tikus Siput Uret Tanah Rayap

Kutu tanaman Babi Hutan Gajah


1. RAYAP

• Penyebab : Captotermes curvignathus


• Siklus hidup : Telur-nimfa-imago
Siklus Hidup Rayap (Captotermes curvignathus)
LANJUTAN…

• Gejala Serangan Rayap Pada


Tanaman Karet : adanya
terowongan yang berlikuliku
tempat sarang rayap

• Cara menyerang : di pembibitan


karet bisa menggerek batang dari
ujung stum sampai akar,
sehingga mata okulasi tidak bisa
tumbuh lagi. memakan akar
sehingga pertumbuhan tanaman
merana dan akhirnya mati.
CARA PENGENDALIAN RAYAP :

1. Cara Kultur Teknis

Membersihkan kebun dari tunggul


dan sisa-sisa akar. Membongkar
sarang rayap Ujung stum sampai
sedikit di atas mata okulasi
dibungkus/ditutup dengan plastik agar
rayap tidak bisa menggerek ujung
stum yang sudah kering.
2.Cara Mekanis

• Rayap dikendalikan dengan


dipancing atau diumpan agar
keluar dari stum.
• Umpan yang digunakan
adalah batang ubi kayu
(singkong) atau kayu sungkai.
• Umpan dipasang 20 – 30 cm
dari stum sebanyak 2 – 3
batang.
• Rayap lebih tertarik pada
kayu umpan karena kayunya
lebih lembut dari stum karet.
• Atau mengumpan rayap
dengan serbuk gergaji yang
sudah diberi racun.
3. Cara Kimiawi

• Menebarkan Furadan 3G di sekitar batang karet,


dengan dosis 5 – 10 gr per batang.
• Jika sudah menyerang tanaman, pengendalian
atau pemberantasannya adalah dengan
menggunakan insektisida
2. HAMA BABI HUTAN
Penyebab : Sub barbatus, Sus
scrofa vittatus
Gejala serangan :
• Perakaran rusak, daun
menjadi layu dan kering
• Tanaman muda tiba-tiba
tumbang
• Daun tanaman karet yang
masih muda tidak berbentuk,
bahkan bisa terjadi pohon
tanpa daun.
• Kulit dan batang
tanamanmuda tampak
terkerat serta tanah di
sekitarnya terbongkar.
PENGENDALIAN

• Dilakukan secara serentak dan terpadu dengan cara diusir, dibuat


pembatas, ditangkap, atau diracun.
• Kebun dipagar dengan kayu atau bambu setinggi 1,5 m, atau
membuat parit mengelilingi kebun, lebar bagaian atas 2 m dan
dasarnya 1,5 m.
• Dapat dilakukan dengan cara menakutinya, yaitu memukul kentongan
atau kaleng di areal kebun.
• Membersihkan kebun dari semak belukar
• Memburunya sampai ke hutan-hutan dekat kebun
• Diberi umpan racun , misalnya dicampurkan pada ubi kayu
3. HAMA KERA (BERUK)

Penyebab : Kera Macaca


fascicularis) dan beruk
(Macaca memestina).
Gejala: Pohon karet yang
masih muda tampak tidak
berdaun muda. Cabang dan
batangnya tampak seperti
digigit atau digerogoti
binatang.
PENGENDALIAN

• Tanaman pagar, menanam


tanaman pagar seperti salak,
Menaburkan kotoran ayam
• Diusir : Anjing sering dipakai
dalam memburu kera. Dengan
dentuman suara (bedil)
• Ditangkap dengan jerat kawat
atau jerat tali yang diletakkan
atau dipasang berdekatan dengan
umpan
• Dengan kimiawi, ditaburkan
kapur barus di sekeliling kebun
terutama kebun yang dekat
dengan hutan
4. TIKUS

• Penyebabnya : Rattus-rattus
argentiventer, Rattus
revicaudatus dan Rattus
exulans yang hidup di hutan
atau semak belukar
• Gejala serangan : Biji,
kecambah, dan daun bibit
dimakan habis. Kulit tanaman
muda terkelupas dan tampak
ada bekas gerekan.
LANJUTAN…

Saat perkecambaha karet

Tikus akan menjadi hama


karet saat:

Saat penyemaian bibit karet


PENGENDALIAN

• Kultur Teknis
Kebun karet dibersihkan dari semak
belukar.
• Cara Mekanis
Sarang tikus dibongkar dan tikusnya
ditangkap dengan bantuan perangkap
mekanis berumpan atau dengan perekat
Dimarat.
• Cara Biologi .
Dengan membuat rumah untuk burung
hantu (jenis Tito Alba)
• Cara Kimiawi
Tikus diracun dengan Racumin,
Warfarin, atau Tomorin sebanyak 1 gr/15
gr umpan.
Umpan yang biasa digunakan beras, ubi
kayu, jagung, ikan asin, minyak kelapa.
5. URET

Gejala Serangan :
Tanaman yang
terserangmenjadi layu,
berwarna kuning
bahkanmati akibat tidak
berakar lagi.

Penyebab :
Uret tanah Helotrichia
serrata, H. sufoflava, H.
fessa, Anomala varians,
Leucophalis sp dan
Exopholis sp
LANJUTAN…

• Warna uretnya putih hingga


kuning pucat
• Dewasanya memiliki
moncong atau tanduk
• Termasuk hama serangga
berbahaya pada tanaman
karet
• Hama ini memakan bagian
tanaman yang ada di dalam
tanah,
• Terutama menyerang
tanaman karet yang masih
berada dipembibitan, dimana
serangan bisa mencapai 30 –
50 %.
PENGENDALIAN

1. Cara Mekanis
larvanya dikumpulkan dan dibunuh agar tidak bisa lagi berkembang biak
2. Cara Kimiawi
Di Areal kebun Insektisida tersebut bisa juga ditaburkan di atas tanah
pada saat penyiapan areal pembibitan.
Menaburkan carbofuran misal Furadan 3G, atau Diazinon 10G atau
Basudin 10G di sekitar batang karet, dengan dosis 5 – 10 gr per batang.
6. KUTU

• Penyebab : Laccifer greeni, Laccifer lacca Ferrisiana virgata,


Planococcus citri
LANJUTAN…
• Gejala serangan :
Bagian pucuk batang dan daun
muda berwarna kuning,
mengering, dan akhirnya mati.
• Kutu ini menghisap daun karet,
ranting muda, dan pucuk
tanaman.
• Kutu ini mengeluarkan cairan
manis yang mengundang semut,
sehingga gejala serangannya
diketahui dari berkerumunnya
semut-semut di bagian tanaman
yang diserang.
• Cairan manis tersebut juga
memacu
• tumbuhnya jamur jelaga yang
berwarna hitam.
PENGENDALIAN

• Cara mekanis
Kutu-kutu diambil dan dibuang dari bagian tanaman yang diserang, dijaga
jangan sampai ada daun, pucuk, atau batang yang rusak karenanya.
• Cara biologis
Di kebun, dilepas musuh alami kutu, antara lain Coccinella sp.
• Cara kimiawi
Memberantas kutu dengan menyemprotkan insektisida
7. TUNGAU

Penyebab :
Hemitarsonemus sp., Paratetranychus sp.
Gejala Serangan :
• Daun tanaman berbentuk tidak normal, kerdil,
menguning, dan akhirnya gugur.
• Biasanya menyerang pada musim kemarau
PENGENDALIAN

• Cara Mekanis
Tungau yang ada di kebun dimatikan secara manual
• Cara Kimiawi
- Menyemprotkan akarisida berbahan aktif dikofol atau
piridaben.,
- Penyemprotan langsung ditujukan kepucuk serta
permukaan bawah daun
- Penyemprotan dilakukan dengan selang waktu 5 hari
- Untuk menekan perkembanganbiakan tungau, dapat
digunakan gas belerang dengan cara dihembuskan.
Dosis 5-10 kg/ha dengan metode blowing.
8. BELALANG

Penyebab :
sexava negricornis.

Gejala serangan :
• Tanaman tidak berdaun lagi,
karena habis dimakan belalang
• Bila daun muda habis, maka
daun tua yang dimakan belalang.

Pengendalian :
• Menyemprotkan insektisida
kimia
• Penyemprotan dilakukan 1 – 2
minggu sekali, tergantung
intensitas serangan
9. SIPUT
Siput (Achatina fulica)
merupakan binatang berbadan
lunak dan memiliki rumah
berbentuk spiral yang keras
untuk melindungi tubuhnya.
Pada musim hujan populasi
siput meningkat. Siput bersifat
hemafrodit 
Daun-daun karet diareal
pembibitan menjadi patah.
Didaun yang patah ini terdapat
alur jalan berwarna keperakan
mengkilap yang merupakan
jejak siput. Ditempat teduh
dapat ditemukan banyak sekali
telur.
10. GAJAH

Areal kebun karet mengalami kerusakan


berat dengan patah atau tercabutnya pohon-
pohon karet di dalamnya. Pohon yang
masih muda menjadi tidak berdaun dan
pohon-pohon dewasa tampak terkelupas
kulitnya. Areal kebun tampak porak
poranda. Penyebabnya adalah gajah
(Elephas maximus). Hidupnya bergerombol
5 – 15 ekor. Setiap kawanan gajah
berpindah-pindah tempat dengan
menempuh jarak yang sangat jauh. Pada
saat pindah inilah gajah merusak kebun
yang dilewatinya. Makanan gajah adalah
buah-buahan, dedaunan muda, dan kulit
pohon muda. Gajah termasuk hama pada
tanaman karet apabila merusak areal
perkebunan karet.
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH