Anda di halaman 1dari 16

SIFAT KIMIA TANAH

Muhammad Ibrahim
Sapta Yulimelinia
Nanda Annisa
Torcha Adinto
A. PENGERTIAN TANAH
• Tanah terdiri dari komposisi kimia anorganik dari hasil

pelapukan batuan dan kimia organik dari hasil

dekomposisi bahan organik.

• Tanah yang berfungsi sebagai selimut bumi secara

geologis terletak di permukaan bumi yang proses

pembentukannya dipengaruhi oleh bahan induk, iklim,

topografi, makhluk hidup terutama vegetasi termasuk

biota tanah dan waktu pembekuan tanah.


B. SIFAT KIMIA TANAH
• Sifat kimia tanah menggambarkan karakteristik bahan kimia tanah

dalam lingkungannya yang sangat penting untuk memprediksi fungsi

tanah dari sudut pandang kelarutan dan ketersediaan unsur dalam

tanah.

• Proses kimia tanah merupakan proses reaksi kimia yang dapat

meningkatkan atau menurunkan tingkat ketersediaan unsur hara

tanaman di satu pihak dan toksisitas atau kontaminan di pihak lain.


1. KOLOID
Koloid tanah adalah partikel berukuran kurang dari 1um. Terdapat
dua jenis koloid yaitu koloid anorganik dan koloid organik.

Koloid anorganik diwakili oleh mineral kley, tapi tidak semua kley
berukuran koloid. Bila dibandingkan dengan kley yang berukuran < 2
nanometer, maka sebagian dari kley berukuran koloid. Mineral kley
silikat kaolinit umumnya merupakan besar sehingga sedikit yang
berukuran koloid, sedangkan mineral klry silikat montmorilonit lebih
sering berukuran koloid.

Koloid organik diwakili oleh humus


SIFAT DAN CIRI KOLOID ANORGANIK

1. Struktur
Koloid anorganik bersifat kristalin, yang terdiri dari unit kristal yang masing-
masing unit kristal tersusun dari lempeng tetrahedral dan lempeng
oktahedral.
2. Bentuk
Mineral silikat berbentuk pipih dan berlapis-lapis. Setiap lapis terdiri dari unit
kristal karena bentuknya yang pipih, maka luas permukaan persatuan bobot
menjadi tinggi.
3. Permukaan
Mineral kley silikat mempunyai dua jenis permukaan, yaitu permukaan luar
dan permukaan dalam. Permukaan luar terdapat di sekeliling partikel,
sedangkan permukaan dalam terdapat di sekeliling unit kristal.
SIFAT DAN CIRI KOLOID ANORGANIK

4. Muatan
Mineral kley silikat umumnya mempunyai muatan negatif. Untuk
menetralkan muatan negatif ini, maka koloid akan dikelilingi
oleh kation.
5. Substitusi Isomorfik
Substitusi isomorfik adalah penggantian kation bervalensi tinggi
oleh kation yang bervalensi lebih rendah di dalam unit kristal
mineral kley silikat.
2. pH TANAH
Reaksi tanah diukur dan ditulis dengan pH, sama dengan -log
[H+], berkisar antara 10-1 sampai 10-12 mol/liter. Makin tinggi
konsentrasi ion H, maka makin rendah -log[H+] atau pH tanah,
dan makin asam reaksi tanah.
2. pH TANAH
A.) Tipe Keasaman
Dalam tanah terjadi reaksi yang menunjukkan sifat kemasaman
atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH
menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+ ) di
dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ didalam tanah,
B.) Klasifikasi Tanah Berdasarkan pH.
Keasaman tanah di alam berkisar 3,5 dan 9,5. Keasaman yang
sangat kuat atau luar biasa (pH < 4,5) jarang terjadi, kecuali
tanah gambut atau tanah sulfat asam yang kemungkinan
memiliki pH 2,5 = 10 jarang dicapai.
2. pH TANAH
C.) Prinsip Reaksi Tanah.
Larutan penukar dapat berupa garam yang berasal dari asam lemah dengan
larutan basa lemah atau basa kuat yang dapat di hidrolisis (tanpa adanya CO2)
untuk ion tunggal menghasilkan perbedaan pH dalam larutan.
D.) Penyebab Keasaman Tanah.
Keasaman tanah disebabkan oleh ion H+ yang dihasilkan pada saat terjadi
pelindian kation-kation dalam tanah.
E.) Fungsi pH tanah
Menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman, pada
umumnya unsur hara mudah diserap akar tanaman pada pH tanah sekitar
netral, karena pada pH tersebut kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air.
3. KAPASITAS TUKAR KATION
Kapasitas tukar kation adalah jumlah maksimum kation yang
sanggup dipertukarkan oleh koloid. Jumlah ini dinyatakan
dalam jumlah miliequivalen kation yang dapat dipertukarkan
setiap 100 gram koloid atau bahan disingkat dengan cmole/kg
atau cmol kg.
Suatu tanah memiliki KTK cmol, kg, maka 100 gram tanah
tersebut sanggup menjerap atau menukarkan 1 me kation. Bila
yang dijerap adalah ion hidrogen, maka 100 gram tanah tersebut
sanggup menjerap 10 cmol Ca atau 200 mg Ca.
C. PENGAMBILAN SAMPEL KIMIA TANAH

Pengambilan sampel tanah adalah tahapan terpenting


di dalam program uji tanah. Hasil uji tanah tidak
berarti apabila contoh tanah yang diambil tidak
mewakili areal yang dimintakan rekomendasinya dan
tidak dengan cara benar. Oleh karena itu pengambilan
sampel tanah merupakan tahapan terpenting di
dalam program uji tanah.
C. PENGAMBILAN SAMPEL KIMIA TANAH

Peralatan untuk pengambilan contoh sampel tanah :


1. Alat untuk mengambil contoh tanah seperti bor tanah, cangkul,
sekop.
2. Alat untuk membersihkan bor, cangkul dan sekop seperti pisau
dan sendok tanah untuk mencampur atau mengaduk
3. Ember plastic untuk mengaduk kumpulan contoh tanah individu
4. Kantong plastic agak tebal yang dapat memuat 1 kg tanah, dan
kantong plastic untuk label.
5. Kertas manila karton untuk label dan benang kasur untuk
mengikat label luar
6. Spidol (water proof) untuk menulis isi label
7. Lembaran informasi contoh tanah yang diambil.
C. PENGAMBILAN SAMPEL KIMIA TANAH
Prosedur kerja :     
1. Lakukan pengambilan sampel tanah dengan menggunakan
auger / bor tangan dengan kedalaman 15 25 cm
2. Lakukan pengambilan tanah yang ada pada auger / bor
tangan dengan mengunakan sekop kecil
3. Lakukan pelabelan pada kemasan sampel, dengan rincian:
a. Tanggal pengambilan sampel        : ..
b. Lokasi pengambilan sampel          : ..
c. Jenis sampel                                  : Padatan / sampah /
tanah *)
d. Jenis pemeriksaan                          : Fisik / kimia /
mikrobiologi dan parasitologi*)
e. Nama petugas                               : ............... Tanda
Tangan : ...........
4. Masukan kemasan sampel yang sudah diberi label ke box
D. PENGUKURAN SIFAT KIMIA TANAH

Penentuan pH tanah dapat dilakukan secara


langsung di tempat atau diambil sampel tanah
kemudian di periksa di laboratorium. Untuk
pengukuran langsung di tepat dapat
menggunakan Soil Tester.
D. PENGUKURAN SIFAT KIMIA TANAH
Cara melakukannya dapat dilakukan dengan mengikuti langkah
berikut :
A.) Siapkan lahan yang akan diambil sampel tanahnya.
B.) Sebelum tanah dijadikan sampel atau diukur pH tanahnya, basahi
dulu tanah 2 jam sebelum dilakukan pengukuran
C.) Gali tanah yang akan dijadikan sampel dengan menggunakan
sekop atau auger sedalam 10 cm 20 cm
D.) Siapkan soil tester, masukan Soil tester ke dalam tanah yang
sudah digali, pastikan sensor pada alat soil tester masuk ke dalm
tanah.
F.) Diamkan selama 2 menit, biarkan sensor alat pada soil tester
bekerja
G.) Tekan tombol pH pada alat soil tester tersebut, amati jarum yang
terdapat dalam soil tester, tunggu sampai jarum penunjuk pH
berhenti
H.) Setelah jarum penunjuk pH berhenti, catat hasilnya pada lembar
kerja
TERIMAKASIH 😊