Anda di halaman 1dari 34

PELAYANAN RUJUKAN

RUMAH SAKIT

dr. Nur Rahmat Wibowo

Parindu, 04 Oktober 2019


Pendahuluan
 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal
5 ayat (2) bahwa setiap orang mempunyai hak dalam
memperoleh pelayanan Kesehatan yang aman,
bermutu dan terjangkau,
 pasal 30 ayat (1) menyatakan fasilitas pelayanan
Kesehatan menurut jenis pelayanannya terdiri dari
Pelayanan Kesehatan Perseorangan dan Pelayanan
Kesehatan Masyarakat, ayat (2) fasilitas-fasilitas
pelayanan Kesehatan terdiri dari pelayanan
Kesehatan tingkat pertama, tingkat dua dan tingkat
ketiga. Upaya-upaya Kesehatan, dalam hal ini upaya
Kesehatan perseorangan, diselenggarakan melalui
upaya-upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan,
pemulihan dan paliatif yang ditujukan pada
perseorangan, dilaksanakan secara menyeluruh,
terpadu, berkesinambungan, dan didukung sistem
rujukan yang berfungsi secara mantap
SISTEM PELAYANAN RUJUKAN RUMAH
SAKIT

Definisi:

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang


mengatur pelimpahan tugas dan tanggung
jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik
baik vertikal maupun horizontal

(sumber: Permenkes Nomor 001 tahun 2012)


SISTEM PELAYANAN RUJUKAN RUMAH
SAKIT

Definisi:

 Pasal 51
 Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan
praktik kedokteran mempunyai kewajiban :
merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain
yang mempunyai keahlian atau kemampuan
yang lebih baik, apabila tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan;

(sumber: UU No. 29 Th 2004 ttg Praktik Kedokteran)


KOMPONEN SISTEM RUJUKAN

Sistem Kesehatan
Fasilitas Awal
Proses Rujukan
Fasilitas Penerima
Pengawasan dan Peningkatan kapasitas

(Sumber: Pedoman Sistem Rujukan Nasional,


Kemenkes RI 2012)
ALASAN UNTUK MERUJUK

1. Keterbatasan fasilitas peralatan, sumber daya


manusia, atau keterampilan, yang bersifat
sementara atau permanen.
2. Perlu mendapatkan pelayanan medis dokter
spesialis atau dokter subspesialis.
3. Perlu pelayanan tambahan atau pelayanan
yang berbeda dari yang ada.

(Sumber: Pedoman Sistem Rujukan Nasional,


Kemenkes RI 2012)
ALASAN UNTUK MERUJUK

4. Butuh rawat inap dan pengobatan lebih lanjut


5. Perlu untuk mendapatkan pemeriksaan
diagnostik atau terapeutik lebih lanjut.

(Sumber: Pedoman Sistem Rujukan Nasional,


Kemenkes RI 2012)
TATA CARA RUJUKAN
1. Rujukan Vertikal
2. Rujukan Horizontal
RUJUKAN VERTIKAL
Rujukan vertikal merupakan rujukan antar
pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan dari
tingkatan pelayanan yang lebih rendah ke
tingkatan pelayanan yang lebih tinggi atau
sebaliknya
Rujukan vertikal dari tingkatan pelayanan yang
lebih rendah ke tingkatan pelayanan yang lebih
tinggi dilakukan apabila:
 pasien membutuhkan pelayanan kesehatan
spesialistik atau sub spesialistik;
 perujuk tidak dapat memberikan pelayanan
kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena
keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau
ketenagaan.
RUJUKAN VERTIKAL
 Rujukan vertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih
tinggi ke tingkatan pelayanan yang lebih rendah
dilakukan apabila:
 permasalahan kesehatan pasien dapat ditangani oleh
tingkatan pelayanan kesehatan yang lebih rendah
sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya;
 kompetensi dan kewenangan pelayanan tingkat
pertama atau kedua lebih baik dalam menangani
pasien tersebut;
 pasien membutuhkan pelayanan lanjutan yang dapat
ditangani oleh tingkatan pelayanan kesehatan yang
lebih rendah dan untuk alas an kemudahan, efisiensi
dan pelayanan jangka panjang; dan/atau
 perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan
sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan
sarana, prasarana, peralatan dan/atau ketenagaan.
RUJUKAN HORIZONTAL
Rujukan horizontal merupakan rujukan
antar pelayanan kesehatan dalam satu
tingkatan
Rujukan horizontal dilakukan apabila
perujuk tidak dapat memberikan pelayanan
kesehatan sesuai dengan kebutuhan
pasien karena keterbatasan fasilitas,
peralatan dan/atau ketenagaan yang
sifatnya sementara atau menetap.
Perujuk sebelum melakukan rujukan harus:
a)melakukan pertolongan pertama dan/atau
tindakan stabilisasi kondisi pasien sesuai indikasi
medis serta sesuai dengan kemampuan untuk
tujuan keselamatan pasien selama pelaksanaan
rujukan;
b)melakukan komunikasi dengan penerima rujukan
dan memastikan bahwa penerima rujukan dapat
menerima pasien dalam hal keadaan pasien
gawat darurat; dan
c) membuat surat pengantar rujukan untuk
disampaikan kepada penerima rujukan.
Penerima rujukan berkewajiban:
a)menginformasikan mengenai ketersediaan
sarana dan prasarana serta kompetensi
dan ketersediaan tenaga kesehatan; dan
b)memberikan pertimbangan medis atas
kondisi pasien
PROSEDUR RUJUKAN

Merujuk dan menerima pasien.


Merujuk dan menerima spesimen PROSEDUR
KLINIS
(pemeriksaan diagnostik
Merujuk pengetahuan dan
PROSEDUR
keahlian. ADMINISTRA
Pengawasan dan evaluasi. SI

(Sumber: Pedoman Sistem Rujukan Nasional,


Kemenkes RI 2012)
PROSEDUR RUJUKAN
Rujukan Pasien dari Puskesmas Ke RS
a. Prosedur Klinis (Puskesmas)

1. Melakukan anamnesis, PF dan pemeriksaan


penunjang yang diperlukan
2. Memberikan tindakan stabilisasi sesuai
standar
3. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan
PROSEDUR RUJUKAN
Lanjutan….
4. Pasien harus didampingi oleh tenaga
kesehatan
5. Pasien diantar dengan ambulans
6. Petugas dan pengantar tetap menungu sampai
pasien di IGD dan mendapat kepastian
pelayanan apakah akan dirujuk atau
ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan
setempat

(Sumber: Pedoman Sistem Rujukan Nasional, Kemenkes RI 2012)


PROSEDUR RUJUKAN

Rujukan Pasien dari Puskesmas Ke RS (lanjutan)


b. Prosedur Administratif (Puskesmas)

1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan medis


2. Membuat rekam medis pasien
3. Menjelaskan /memberikan informed consent
4. Membuat surat rujukan
PROSEDUR RUJUKAN
Lanjutan….
5. Mencatat identitas pasien pada buku register
rujukan
6. Menyiapkan sarana transportasi
7. Menghubungi rumah sakit yang akan dituju dan
menjelaskan kondisi pasien
8. Pengiriman dan penyerahan pasien disertai surat
rujukan ke tempat rujukan yang dituju

(Sumber: Pedoman Sistem Rujukan Nasional, Kemenkes RI 2012)


PRINSIP PELAYANAN RUJUKAN
KEGAWATDARURATAN

1. Menentukan kegawatdaruratan penderita


2. Menentukan tempat tujuan rujukan
3. Memberikan informasi kepada penderita dan
keluarganya
4. Memberikan informasi kepada tempat rujukan yang
dituju
5. Persiapan penderita
6. Pengiriman penderita
7. Tindak lanjut penderita

(Sumber: Pedoman Sistem Rujukan Nasional, Kemenkes RI 2012)


KEBIJAKAN RUJUKAN DI RUMAH
SAKIT
Faskes perujuk yang akan merujuk
pasien ke IGD wajib menghubungi IGD RS
terlebih dahulu.
Setiap perawat atau bidan perujuk wajib
melakukan serah terima dengan petugas
IGD RS (dokter, perawat atau bidan)
Setiap tatalaksana yang sudah dilakukan
terhadap pasien di faskes perujuk harus
tercatat lengkap dalam surat rujukan.
KEBIJAKAN RUJUKAN DI RUMAH
SAKIT
Lanjutan…

Faskes perujuk wajib menjelaskan kepada


pasien atau keluarga pasien mengenai
alasan merujuk dan tercatat dalam surat
rujukan
Rumah sakit berhak menolak rujukan yang
tidak sesuai peraturan yang berlaku
Setiap rujukan wajib mendapatkan
pendampingan dari tenaga kesehatan yang
kompeten di bidangnya dan mengetahui
kondisi pasien
KEBIJAKAN PELAYANAN
AMBULAN
PENDAHULUAN
Pelayanan ambulan merupakan pelayanan
transportasi pasien rujukan dengan kondisi
tertentu antar fasilitas kesehatan yang
disertai dengan upaya atau kegiatan untuk
menjaga kestabilan kondisi pasien untuk
kepentingan keselamatan pasien.
DASAR HUKUM
Peraturan Menteri Kesehatan No. 71
Tahun 2013 Pasal 29
Pelayanan Ambulan merupakan pelayanan
transportasi pasien rujukan dengan kondisi
tertentu antar Fasilitas Kesehatan disertai
dengan upaya atau kegiatan menjaga
kestabilan kondisi pasien untuk
kepentingan keselamatan pasien.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 001 TAHUN 2012
TENTANG
SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN
 Transportasi untuk rujukan dilakukan sesuai
dengan kondisi pasien dan
 ketersediaan sarana transportasi.
 (2) Pasien yang memerlukan asuhan medis terus
menerus harus dirujuk
 dengan ambulans dan didampingi oleh tenaga
kesehatan yang kompeten.
 (3) Dalam hal tidak tersedia ambulans pada
fasilitas pelayanan kesehatan
 perujuk, rujukan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), dapat dilakukan
 dengan menggunakan alat transportasi lain yang
layak.
KEBIJAKAN PELAYANAN
AMBULANCE
Pelayanan ambulance dilakukan selamaa
24 jam
No Kontak Rujukan RSUD
Landak

IGD
0563-2020654
0563-2022847