Anda di halaman 1dari 18

Teknologi Dan Rekayasa

Komponen Peralatan Keselamatan Jiwa di Laut


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Ditinjau dari fungsi dibagi menjadi tiga
bagian, yaitu :
1. Alat-alat penolong (live saving appliance).
a. Sekoci (live boat) beserta pelengkapannya.
b. Alat-alat peluncur dewi-dewi (davits).
c. Pelampung penolong (life buoy),
Baju penolong otomatis (live jacket or live belt),
Rakit penolong otomatis (inflatable life craft).
d. Dan lainnya.
2. Alat-alat pemadam kebakaran (Fire Appliances)
3. Tanda-tanda bahaya dengan cahaya atau suara
(light and sound signals).

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran

SEKOCI
Sebagian dari perlengkapan pelayan yang
harus dipenuhi pada syarat-syarat pembuatan
kapal, termasuk konstruksi, mekanis
perlengkapannya untuk menurunkan dan
mengangkat sekoci.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Jenis-Jenis Sekoci:
a) Ditinjau dari fungsinya:
 Sekoci penolong, untuk menolong awak
kapal apabila terjadi kecelakaan .
 sekoci penyeberang, untuk mengangkut
awak kapal dari tengah laut ke pantai atau
sebaliknya
 Sekoci meja, untuk memindahkan barang-
barang yang berat dan untuk mengangkut
perlengkapan perbaikan kapal.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
b) Ditinjau dari penggeraknya
 Sekoci penolong yang didayung
 Sekoci penolong bermotor kelas A
(kecepatan 6 mil per jam).
 Sekoci penolong bermotor kelas B
(kecepatan 4 mil per jam)
 Sekoci penolong yang berbaling-baling
yang digerakkan secara mekanis, yang
tidak termasuk sekoci penolong bermotor.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
c) Ditinjau dari bahan pembuatan:
 Sekoci yang dibuat dari kayu (lebih ringan)
 Sekoci dibuat dari baja (untuk keperluan
khusus, tidak mudah rusak, lebih kuat dan
lebih aman diturunkan di air namun lebih
berat dan lebih cepat berkarat)
 Sekoci dibuat dari lingering Aluminium
(campuran dari aluminium, magnesium dan
mangan, lebih ringan, tidak dapat berkarat,
dan tidak dapat terbakar)
 Sekoci dibuat dari serat gelas (fiber glass)
Mutunya lebih baik dari ketiga jenis di atas.
Teknologi dan Rekayasa
Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Menentukan Kapasitas (cubic capacity) Sekoci
menggunakan Simpson’s Rule:
Kapasitas = L2 / 12 (4A + 2B + 4C)
1 3
Luas bidang =1 / 3 . H (a  4b  2c  4d  e)
2 4
H / 12 (a  4b  2c  4d  e)
Daya Angkat Sekoci Penolong:
“Jumlah orang yang diizinkan untuk diangkut
dengan sekoci penolong harus sama dengan
jumlah terbesar yang dibuatkan dengan
membagi kapasitas kubik sekoci penolong”

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Dewi-Dewi (Davits)
Definisi:
Alat untuk meluncurkan sekoci dari kapal ke
air.
Jenis-jenis Dewi-Dewi ditinjau dari cara
kerjanya:
 Dewi-dewi dengan sistim berputar (radial),
untuk menurunkan sekoci kerja.
 Dewi-dewi dengan sistim menuang /
brengsel (luffing davits).
 Dewi-dewi dengan sistim gravitasi (gravity
davits)
Teknologi dan Rekayasa
Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
PELAMPUNG PENOLONG (LIFE BUOY)
Bahan : styropor (polystyrel yang membusa)
yang tahan terhadap pengaruh bensin dan
minyak.
Ditinjau dari bentuknya:
 Bentuk lingkaran(lebih kuat dan praktis)
 Bentuk tapal kuda
Alat-alat apung (Buoyant Apparatus)
Adalah semua alat yang dapat terapung, yang
dapat menahan orang-orang sehingga dapat
tetap terapung.
Teknologi dan Rekayasa
Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Line throwing apparatus (jenis Schermuly)
Adalah alat-alat untuk melemparkan tali
(paling sedikit sejauh 230 m).
Fungsi:
untuk mengadakan hubungan tali antara kapal
yang dalam keadaan membutuhkan
pertolongan dengan kapal lain, atau antara
kapal yang kandas dengan si penolong
di daratan.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Alat-alat Pemadam Kebakaran
(Fire Appliances)
1. Air, alat pemadam yang baik karena akan
mendinginkan barang-barang di bawah derajat
panas sehingga akan melindungi barang lain yang
belum terbakar.
2. Busa, menutupi barang yang trebakar, sehingga
aliran udara terputus.
3. Bubuk, dapat digunakan untuk kebakaran cairan
atau gas, tidak berbahaya bagi kebakaran listrik,
tidak menimbulkan kerusakan pada barang
sekitarnya.
4. menutup aliran udara.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Sebab-sebab terjadinya kebakaran:
1. Barang padat, cair atau gas yang dapat
terbakar (kayu, kertas, textil, bensin,
minyak, acetelin dan lain-lainnya).
2. Suhu yang sedemikian tingginya, hingga
menimbulkan gas-gas mudah terbakar.
3. Adanya zat asam (O2) yang cukup untuk
mengikat gas-gas yang bebas. Ikatan-
ikatan ini diikuti dengan adanya gejala-
gejala kebakaran dan suhu yang tinggi
sehingga terjadi kebakaran. Bila
pengikatan ini berjalan dengan cepat maka
akan terjadi ledakan.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Kebakaran dapat dipadamkan dengan cara:
1. Menurunkan suhunya dibawah suhu
kebakaran.
2. Menutup jalan masuknya zat asam.
3. Menjauhkan barang-barang yang mudah
terbakar, untuk membatasi menjalarnya
api (cara yang terakhir ini jarang dilakukan
di atas kapal)
Kadang-kadang cara A dan B ini
dilaksanakan bersama.
Alat-alat pemadam api yang kecil dinamakan
pemadam cepat atau “Extinguisher”.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Syarat-syarat portable extinguisher :
1. Isi dari estinguisher yang dapat dijinjing
harus antara 9 sampai 13,5 liter dan
warnanya harus merah.
2. dicoba dan diperiksa secara teratur.
3. portable extinguisher dimana
dipergunakan untuk suatu ruangan yang
tertentu, harus ditempatkan dekat ruangan
itu.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Kebarakan dikapal dapat dibedakan:
1. Kebakaran pada barang biasa (kayu, kertas,
textil dan sebagainya), dimana pemadamnya
dengan pendinginnya dari air atau campuran
yang mengandung prosentase air yang
banyak.
2. Kebakaran dalam zat-zat cair yang mudah
terbakar (solar, bensin dan sebagainya),
dimana pemadamnya dilakukan dengan
menutup dengan busa, pasir dan sebagainya.
3. Kebarakan pada atau didekati instalasi
listrik, dimana alat pemadamnya tidak boleh
terdiri dari bahan yang dapat menghantar
aliran listrik.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
1. Pompa dan Pipa Kebakaran
2. Fire House (selang kebakaran), dari terpal
yang dianyam secara keliling tanpa adanya
sambungan dan dari karet
3. Hose Nozzle (payung air), dapat disetel/
diatur sebagai pancaran atau pancaran
siram.

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Peraturan atau persyaratan alat-alat
keselamatan pelayaran ”SOLAS”
diatur sesuai hasil Komperensi Internasional
tentang keselamatan jiwa di laut yang
diadakan di London pada tahun 1960
(International Convention for the Safety of life
at sen, 1960).

Teknologi dan Rekayasa


Alat-Alat Keselamatan Pelayaran
Persyaratan umum alat-alat penolong:
1. Alat-alat tersebut harus setiap saat siap
untuk dipergunakan jika kapal dalam
keadaan darurat.
2. Jika diturunkan kedalam air dapat
dilaksanakan dengan mudah dan cepat,
walaupun kondisi-kondisi yang tidak
menguntungkan, misalnya kapal trim 15o.
3. Penempatan masing-masing alat penolong
tersebut sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu satu sama lainnya pada
waktu digunakan

Teknologi dan Rekayasa