Anda di halaman 1dari 65

BAB III

PENENTUAN BIAYA PESANAN


A. PENENTUAN BIAYA PESANAN
• Penentuan biaya pesanan dilakukan oleh perusahaan
yang melakukan produksi berdasarkan pesanan.
• Dalam penentuan biaya pesanan, biaya produksi
diakumulasi per pesanan dan dilakukan sejak
pesanan mulai dikerjakan sampai pesanan selesai
dikerjakan, biaya produksi diakumulasi per
departemen dan dilakukan per periode.
• Cara ini dimungkinkan karena metode biaya proses
digunakan oleh perusahaan yang menghasilkan
produk yang sama.
• Walaupun kartu biaya pesanan untuk setiap perusahaan
bisa berbeda tampilan dan isinya, kartu biaya minimal
berisi tiga elemen biaya produksi.
• Bagian atas kartu biaya pesanan terdiri atas nama
perusahaan, nomor pesanan, nama pemesan, kuantitas,
spesifikasi produk, tanggal pesan, tanggal mulai dikerjakan,
tanggal selesai dikerjakan, dan tanggal pesanan dijanjikan
selesai.
• Bagian inti kartu biaya pesanan terdiri atas biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead
pabrik yang dibebankan ke pesanan.
• Akun yang sering digunakan dalam pencatatan
biaya pesanan adalah akun-akun berikut ini.
1. Bahan.
2. Gaji dan Upah.
3. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.
4. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan.
5. Barang Dalam Proses.
6. Barang Jadi.
7. Harga Pokok Penjualan.
• Bagan alir biaya produksi untuk penentuan biaya
pesanan secara ringkas mencakup tahapan-tahapan
berikut.
– Pembelian bahan.
– Penggunaan bahan.
– Penggunaan biaya tenaga kerja.
– Pendistribusian biaya tenaga kerja.
– Penggunaan biaya overhead pabrik yang terjadi.
– Perhitungan pembebanan biaya overhead pabrik.
– Penyerahan pesanan ke gudang.
– Penyerahan pesanan kepada konsumen
B. AKUNTANSI BIAYA BAHAN
• Penyelenggaraan administrasi untuk bahan
antara satu perusahaan dan perusahaan yang
lain bisa berbeda.
• Ada perusahaan yang menggunakan satu akun
Bahan yang digunakan untuk mencatat semua
transaksi bahan baku dan bahan penolong
pabrik.
• Tetapi, ada juga perusahaan yang memisahkan
akun Bahan menjadi akun Bahan Baku dan akun
Bahan Penolong.
PEMBELIAN BAHAN
3.1 Jurnal Pembelian Bahan
• Perusahaan Kinanti membeli bahan baku dan penolong pabrik
seharga Rp140.000 secara kredit untuk memenuhi ketiga
pesanan tersebut. Akun yang digunakan untuk mencatat
persediaan bahan baku dan penolong hanya satu yaitu akun
Bahan. Perusahaan Kinanti mencatat persediaan bahan
menggunakan metode perpetual. Jurnal untuk mencatat
transaksi pembelian bahan adalah sebagai berikut :

Bahan Rp140.000
Utang Dagang Rp140.000
3.2: Jurnal Penggunaan Bahan Baku untuk
Produksi
Contoh berikut masih menggunakan data Perusahaan Kinanti.
Tanggal 10 Maret 2013, bagian produksi meminta bahan baku
sebesar Rp125.000. Bahan baku ini akan digunakan untuk
pesanan nomor 501 sebesar Rp50.000, pesanan nomor 502
sebesar Rp30.000, dan pesanan nomor 503 sebesar Rp45.000.
Penggunaan bahan baku ini selanjutnya akan dicatat ke dalam
akun Barang Dalam Proses dengan jurnal sebagai berikut

Barang Dalam Proses Rp125.000


Bahan Rp125.000
Contoh 3-3: Jurnal Penggunaan Bahan
Penolong Pabrik untuk Produksi
Bagian Produksi Perusahaan Kinanti meminta
bahan penolong pabrik sebesar Rp10.000 untuk
menyelesaikan semua pesanan. Penggunaan
bahan penolong ini tidak dapat ditelusur ke
pesanan. Oleh karena itu, akan dicatat dengan
cara berikut.
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp10.000
Bahan Rp10.000
C. AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA
• Umumnya, perusahaan menggunakan kartu
hadir dan kartu jam kerja. Kartu hadir digunakan
untuk mencatat kehadiran karyawan.
• Kartu jam kerja digunakan untuk mencatat waktu
yang digunakan karyawan untuk mengerjakan
pesanan tertentu. Kedua kartu ini merupakan
sumber bagi pencatatan biaya tenaga kerja.
• Perhitungan waktu ini digunakan untuk dapat
menentukan upah yang harus dibayar.
Biaya Tenaga Kerja
• Perusahaan harus membayar gaji dan upah karyawan karena mereka telah
bekerja untuk kepentingan perusahaan. Pembayaran gaji bisa dilakukan
harian, mingguan, bulanan, ataupun sesuai dengan kontrak yang telah
disepakati.

• CONTOH : Perusahaan Kinanti membayar gaji dan upah secara mingguan


tiap hari Sabtu. Tanggal 18 Maret 2013, Perusahaan Kinanti mencatat gaji
dan upah karyawan pabrik yang terutang sebesar Rp500.000 maka transaksi
ini akan dijurnal sebagai berikut.
Gaji dan Upah Rp500.000
Utang Gaji dan Upah Rp500.000

• Sabtu, 19 Maret 2013, gaji dan upah karyawan dibayarkan secara tunai.
Transaksi ini akan dijurnal sebagai berikut.
Utang Gaji dan Upah Rp500.000
Kas Rp500.000
Pendistribusian Biaya Tenaga Kerja
• Pendistribusian biaya tenaga kerja dilakukan
berdasarkan golongan biaya. Biaya tenaga
kerja langsung akan dibebankan ke akun
Barang Dalam Proses dan dicatat pada kartu
biaya pesanan.
• Sumber penentuan biaya tenaga kerja
langsung adalah kartu jam kerja. Biaya tenaga
kerja tidak langsung akan dibebankan ke akun
Biaya Overhead Pabrik sesungguhnya.
Barang Dalam Proses Rp450.000
Gaji dan Upah Rp450.000
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp50.000
Gaji dan Upah Rp50.000

• Dari jurnal di atas dapat dilihat bahwa akun Biaya Gaji dan
Upah menjadi bersaldo nol karena biaya gaji dan upah sudah
didistribusikan berdasarkan golongan biaya.
D. AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK

• Biaya overhead pabrik terdiri atas semua biaya


produksi yang tidak dapat ditelusur langsung ke
pesanan dan bukan merupakan biaya pemasaran
serta administrasi dan umum.
• Sebagai contoh adalah bahan penolong, tenaga
kerja tidak langsung, biaya depresiasi pabrik, dan
lain-lain. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya
terjadi diakumulasi ke dalam akun.
• Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke pesanan
dicatat di akun Biaya Overhead Pabrik Dibebankan.
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Terjadi
• Pencatatan biaya overhead pabrik
sesungguhnya tergantung pada jenis biayanya.
• Jika biaya overhead pabrik tersebut adalah
biaya bahan penolong dan biaya tenaga kerja
tidak langsung, pencatatannya dilakukan pada
saat terjadinya biaya tersebut.
• Jika biaya overhead pabrik tersebut adalah
biaya depresiasi dan asuransi pabrik,
pencatatannya dilakukan tiap akhir periode.
Pembebanan Biaya Overhead Pabrik
• Pembebanan biaya overhead pabrik ke pesanan tidak semudah
seperti pembebanan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.
• Biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dapat ditelusur secara
langsung ke pesanan dengan melihat bon barang, sedangkan untuk
biaya tenaga kerja dapat melihat kartu jam kerja.
• Permasalahan lain tentang biaya overhead pabrik adalah perilaku
biaya overhead pabrik yang berbeda-beda. Biaya depresiasi, biaya
asuransi, dan biaya pemeliharaan mesin berperilaku tetap
jumlahnya, tidak tergantung pada volume produksi.
• Permasalahan menyangkut biaya overhead pabrik menyebabkan
perusahaan harus mengambil kebijakan untuk dapat
membebankan biaya overhead pabrik ke pesanan. Kebijakan ini
diharapkan dapat dengan adil membebankan biaya overhead
pabrik.
• Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan dihitung dengan
cara mengalikan tarif biaya overhead pabrik dengan aktivitas
yang dikonsumsi sesungguhnya oleh pesanan.
E. AKUNTANSI UNTUK PESANAN SELESAI
DAN PENJUALAN
• Biaya pesanan yang sudah selesai dikerjakan akan dipindahkan
dari akun Barang Dalam Proses ke akun Barang Jadi. Biaya
pesanan yang belum selesai dikerjakan akan tetap berada pada
akun Barang Dalam Proses.
• Sebagai contoh, Perusahaan Kinanti di akhir bulan Maret 2013
mengetahui bahwa pesanan nomor 501 sudah selesai dikerjakan
dan langsung diambil pemesan dengan harga sebesar Rp350.000,
sedangkan pesanan nomor 502 belum selesai dikerjakan dan
pesanan nomor 503 sudah selesai dikerjakan tetapi belum
diambil oleh pemesannya. Perusahaan Kinanti, dengan melihat
kartu biaya pesanan untuk masingmasing pesanan, membuat
jurnal sebagai berikut. Jurnal untuk pesanan nomor 501 :
Barang Jadi Rp300.000
Barang Dalam Proses Rp300.000
(Ketika diserahkan ke gudang)

Piutang Dagang/Kas Rp350.000


Penjualan Rp350.000
(Ketika diserahkan ke konsumen)

Harga Pokok Penjualan Rp300.000


Barang Jadi Rp300.000
(biaya bahan baku sebesar Rp50.000, biaya tenaga kerja sebesar
Rp225.000, dan biaya overhead pabrik dibebankan sebesar Rp25.000)

Jurnal untuk pesanan nomor 503:


Barang Jadi Rp150.000
Barang Dalam Proses Rp150.000
(biaya bahan baku sebesar Rp45.000; biaya tenaga kerja sebesar
Rp75.000; dan biaya overhead pabrik dibebankan sebesar Rp30.000)
F. AKUNTANSI SISA BAHAN, PRODUK CACAT,
DAN PRODUK RUSAK
• Saat melakukan kegiatan produksi,
perusahaan dapat mengalami kerugian yang
disebabkan adanya sisa bahan (materials
scrap), produk cacat (defective goods), dan
produk rusak (spoilage goods).
• Apa pun penyebabnya, keadaan tersebut
harus dilaporkan.
Akuntansi Sisa Bahan
• Sisa bahan adalah bahan baku yang tersisa dari
proses produksi yang tidak dapat diikutsertakan
kembali dalam proses produksi dengan tujuan
semula, tetapi ada kemungkinan untuk digunakan
pada proses produksi dengan tujuan yang lain atau
dijual.
• Jika biaya sisa bahan atau kuantitas sisa bahan
meningkat secara signifikan dibandingkan periode-
periode yang lalu, perlu dilihat penyebabnya.
• Sisa bahan yang dapat dijual, perlakuan akuntansinya ada
empat macam alternatif yang dapat dipilih salah satu dan
diterapkan secara konsisten. Keempat macam alternatif
perlakuan penjualan sisa bahan tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Dikreditkan pada Penjualan Sisa Bahan dan di laporan laba
rugi dimasukkan sebagai Penjualan Sisa Bahan atau
Pendapatan Lain-Lain.
2. Dikreditkan pada Harga Pokok Penjualan sehingga akan
meningkatkan laba kotor.
3. Dikreditkan pada Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
4. Dikreditkan pada Barang Dalam Proses untuk sisa bahan
yang dapat ditelusur ke pesanan tertentu
Akuntansi Produk Cacat
• Produk cacat adalah unit produk yang tidak
memenuhi standar produksi dan dapat
iperbaiki secara teknis dan ekonomis untuk
dapat dijual sebagai produk baik atau tetap
sebagai produk cacat.
• Penyebab produk cacat ada dua macam.
Pertama, timbulnya produk cacat disebabkan
karena konsumen. Kedua, disebabkan karena
kesalahan saat proses produksi.
• Sebagai contoh, Perusahaan Mebel Indah memproduksi pesanan kursi kayu
dengan ornamen besi yang diberi nomor pesanan 900. Biaya yang
dibebankan untuk pesanan tersebut adalah sebagai berikut.
Biaya bahan Rp150.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp100.000
Biaya overhead pabrik dibebankan Rp50.000
Total biaya produksi Rp300.000
• Terjadi perubahan desain, yaitu ornamen besi diganti dengan ornamen kayu
sehingga timbul biaya perbaikan sebagai berikut.
Biaya bahan Rp50.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp20.000
Biaya overhead pabrik dibebankan Rp10.000
Total biaya produksi Rp80.000
• Perubahan Karena Permintaan Konsumen.
Jika perubahan tersebut disebabkan karena
permintaan konsumen, biaya perbaikan akan
dijurnal sebagai berikut.
Barang Dalam Proses Rp80.000
Bahan Rp50.000
Gaji dan Upah Rp20.000
Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Rp10.000
• Perubahan Karena Kesalahan Saat Proses
Produksi. Jika perubahan tersebut
disebabkan karena kesalahan saat proses
produksi, biaya perbaikan akan dijurnal
sebagai berikut.
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp80.000
Bahan Rp50.000
Gaji dan Upah Rp20.000
Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Rp10.000
Akuntansi Produk Rusak
• Produk rusak adalah unit produk yang tidak memenuhi standar
produksi dan tidak dapat diperbaiki karena secara teknis tidak
memungkinkan atau tidak ekonomis.
• Perlakuan akuntansi untuk produk rusak pada dasarnya sama
dengan produk cacat yaitu tergantung penyebab terjadinya produk
rusak.
• Jika produk rusak disebabkan oleh konsumen, biaya produksi produk
rusak dibebankan ke pesanan. Jika produk rusak masih dapat dijual,
hasil penjualan akan dikurangkan dari total biaya produksi.
• Jika produk rusak disebabkan karena kesalahan saat proses
produksi, biaya produksi dibebankan ke akun Biaya Overhead Pabrik
Sesungguhnya, dan jika produk rusak masih dapat dijual, hasil
penjualan akan dikurangkan dari biaya overhead pabrik
sesungguhnya.
• Perubahan Karena Permintaan Konsumen.
Jika perubahan warna tersebut disebabkan
karena permintaan konsumen maka
penjurnalan yang dilakukan pada saat pesanan
nomor 800 selesai adalah sebagai berikut.
Produk Rusak Rp5.000
Barang Jadi Rp545.000
Barang Dalam Proses Rp550.000
Jika perusahaan menjual dengan laba 50%, pesanan nomor 800
akan dijual seharga Rp817.500 (150% × Rp545.000). Saat
pesanan nomor 800 diserahkan kepada pemesan maka akan
dijurnal sebagai berikut.
Piutang Dagang Rp817.500
Penjualan Rp817.500

Harga Pokok Penjualan Rp545.000


Barang Jadi Rp545.000

Pada saat produk rusak terjual maka akan dijurnal sebagai berikut.
Kas/Piutang Dagang Rp5.000
Produk Rusak Rp5.000
• Perubahan Karena Kesalahan Saat Proses Produksi. Jika perubahan
warna tersebut disebabkan karena kesalahan saat proses produksi,
perlu dihitung terlebih dahulu biaya produksi per undangan, yaitu
Rp500 (total biaya produksi sebesar Rp550.000 dibagi dengan 1.100
undangan). Total biaya produk rusak adalah Rp50.000 (Rp500 dikalikan
dengan 100 undangan). Produk rusak dapat dijual dengan harga
sebesar Rp5.000 maka yang dibebankan ke akun Biaya Overhead
Pabrik Sesungguhnya sebesar Rp45.000 (Rp50.000 - Rp5.000).
Produk Rusak Rp5.000
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp45.000
Barang Jadi Rp500.000
Barang Dalam Proses Rp550.000
• Jika perusahaan menjual dengan laba sebesar 50%, pesanan nomor
800 akan dijual dengan harga sebesar Rp750.000 (150% ×
Rp500.000). Saat pesanan nomor 800 diserahkan kepada pemesan
maka akan dijurnal sebagai berikut.
Piutang Dagang Rp750.000
Penjualan Rp750.000
Harga Pokok Penjualan Rp500.000
Barang Jadi Rp500.000

Pada saat produk rusak terjual maka akan dijurnal sebagai berikut.
Kas/Piutang Dagang Rp5.000
Produk Rusak Rp5.000
PENENTUAN BIAYA PESANAN PADA
PERUSAHAAN JASA
• Perusahaan jasa menggunakan penentuan biaya
pesanan dengan berbagai variasi karena jenis jasa
yang ditawarkan antarperusahaan jasa berbeda-beda
dan pesanan yang diterima untuk satu perusahaan
jasa juga berbeda-beda.
• Perusahaan jasa yang dapat menggunakan
penentuan biaya pesanan adalah kantor akuntan
publik, kantor konsultan bisnis, kantor hukum,
bengkel reparasi dan pemeliharaan mobil, butik
konveksi, dan perusahaan pencucian baju.
• Untuk mengetahui penerapan penentuan biaya pesanan di
perusahaan jasa maka perlu dilihat karakteristik
perusahaan jasa. Beberapa perusahaan jasa seperti kantor
akuntan publik, konsultan bisnis, dan hukum mempunyai
proporsi biaya tenaga kerja dengan jumlah besar
dibandingkan dengan biaya-biaya yang lain.
• Untuk menghitung biaya yang terjadi pada pesanan klien,
semua biaya dicatat ke kartu biaya klien. Akumulasi biaya
per pesanan dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya
tenaga kerja dengan seluruh biaya lain yang terjadi yang
dibebankan seluruhnya ke pemesan
Contoh. Kartu Biaya Pesanan Kantor Akuntan
Publik
Daftar Istilah
1. Barang dalam proses adalah akun kontrol yang digunakan untuk
penentuan biaya pesanan.
2. Kartu biaya pesanan adalah kartu yang digunakan untuk mencatat
biaya produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead pabrik) untuk setiap pesanan.
3. Biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah akun yang digunakan
untuk mencatat biaya overhead pabrik yang terjadi.
4. Biaya overhead dibebankan adalah akun yang digunakan untuk
mencatat biaya overhead pabrik yang dibebankan ke pesanan.
Akuntansi Biaya Baldric.indb 66 7/31/2013 4:24:31 PM
5. Biaya pesanan adalah akumulasi biaya produksi yang dicatat untuk
masing-masing pesanan
SOAL
1. Jelaskan dua metode untuk mengakumulasi biaya produksi.
2. Penentuan biaya pesanan cocok digunakan oleh perusahaan
yang memiliki tipe produksi seperti apa?
3. Apakah fungsi kartu biaya pesanan?
4. Akun kontrol apakah yang akan digunakan untuk
mengakumulasi penentuan biaya pesanan?
5. Sebutkan tiga akun yang berhubungan dalam penentuan biaya
pesanan.
6. Jelaskan tahapan-tahapan yang diperlukan dalam penentuan
biaya pesanan.
7. Pendistribusian biaya tenaga kerja dilakukan berdasarkan apa?
8. Ada beberapa permasalahan yang terjadi menyangkut biaya
overhead pabrik maka untuk penentuan biaya pesanan supaya
tepat waktu, biasanya penentuan biaya overhead pabrik
didasarkan pada apa?
9. Sebutkan empat macam alternatif perlakuan akuntansi sisa
bahan.
10.Bagaimana akibat biaya perbaikan produk cacat yang disebabkan
karena permintaan konsumen terhadap biaya produksi?
11.Produk rusak yang disebabkan karena kesalahan saat proses
produksi akan dibebankan ke akun apa?
12.Sebutkan contoh perusahaan jasa yang dapat menggunakan
biaya pesanan.
Pilihan Ganda
1. Perusahaan Cantik memproduksi baju sesuai dengan spesifikasi dari
konsumen. Setiap konsumen mempunyai spesifikasi masing-masing. Oleh
karena itu, Perusahaan Cantik sebaiknya menggunakan metode
pengumpulan biaya…
a. Pesanan.
b. Proses.
c. Kesempatan.
d. Terkendali.

2. Perusahaan yang menggunakan metode biaya pesanan akan pencatat


pembebanan biaya overhead pabrik dengan cara…
e. Kredit ke akun Biaya Overhead Pabrik Dibebankan.
f. Kredit ke akun Barang Dalam Proses.
g. Debit ke akun Harga Pokok Penjualan.
h. Debit ke akun Biaya Overhead Pabrik Dibebankan.
3. Perusahan yang menggunakan metode biaya pesanan akan mencatat biaya
depresiasi peralatan pabrik dengan cara…
a. Kredit ke akun Barang Dalam Proses.
b. Debit ke akun Biaya Depresiasi.
c. Kredit ke akun Harga Pokok Penjualan.
d. Debit ke akun Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.

4. Metode biaya pesanan dalam aturannya memperlakukan produk jadi yang


belum terjual dengan cara…
e. Ditutup ke akun Harga Pokok Penjualan.
f. Merupakan bagian dari saldo akun Barang Dalam Proses.
g. Disesuaikan dengan overhead pabrik yang lebih dibebankan.
h. Merupakan bagian dari saldo akun Barang Jadi.
5. Perusahaan yang menggunakan metode biaya pesanan akan mencatat distribusi
biaya tenaga kerja langsung sebagai kenaikan dari akun…
a. Biaya Overhead Pabrik.
b. Harga Pokok Penjualan Sesungguhnya.
c. Barang Jadi.
d. Barang Dalam Proses.

6. Jika biaya overhead pabrik kurang dibebankan maka…


e. Biaya overhead pabrik sesungguhnya kurang dari biaya overhead pabrik
dibebankan.
f. Jumlah overhead pabrik yang dibebankan ke barang dalam proses kurang dari
biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
g. Tarif biaya overhead pabrik terlalu tinggi.
h. Akun biaya overhead pabrik akan bersaldo kredit pada akhir tahun.

7. Pemerolehan bahan penolong akan dicatat sebagai berikut.


i. Debit ke akun Bahan.
j. Debit ke akun Biaya Overhead Pabrik.
k. Debit ke akun Barang Dalam Proses.
l. Kredit ke akun Biaya Overhead Pabrik.
• Data untuk Soal No. 8 s.d. 10.
Perusahaan Flower menggunakan sistem biaya pesanan. Dua
pesanan (no. 111 dan no. 112) dikerjakan selama bulan Juni
2013. Pesanan no. 112 selesai dikerjakan, sedangkan pesanan
no. 111 sampai akhir Juni 2013 belum selesai dikerjakan.
Perusahaan menggunakan tarif biaya overhead pabrik 150% dari
biaya tenaga kerja langsung. Berikut ini kartu biaya pesanannya.
8. Akun Barang Dalam Proses…
a. Pada tanggal 1 Juni 2013 jumlahnya sebesar Rp42.000.
b. Terjadi peningkatan sebesar Rp11.000 antara tanggal 1 Juni 2013 dan 30 juni 2013.
c. Total sebesar Rp31.000 pada tanggal 30 Juni 2013.
d. Didebit sebesar Rp31.000 selama bulan Juni 2013.

9. Bulan Juni, Persediaan Barang Jadi didebit sebesar…


e. Rp31.000.
f. Rp24.500.
g. Rp24.000.
h. Rp42.000.

10. Perusahaan mempunyai biaya overhead sesungguhnya sebesar Rp17.500 selama


bulan Juni. Maka biaya overhead pabrik
i. Lebih dibebankan sebesar Rp500.
j. Kurang dibebankan sebesar Rp1.000.
k. Kurang dibebankan sebesar Rp5.500.
l. Lebih dibebankan sebesar Rp5.000
LATIHAN
Latihan 3.1.
PT Melati berproduksi atas dasar pesanan. Berikut ini transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengerjakan berbagai
pesanan pada bulan April 2013.
a. Membeli bahan secara kredit dengan harga sebesar
Rp40.000.000, termin 2/10, n/30.
b. Menggunakan bahan untuk proses produksi sebagai berikut.
c. Mengembalikan bahan yang tidak jadi dipakai ke gudang bahan sebagai
berikut.

d. Mencatat utang gaji dan upah seluruh karyawan bulan April sebesar
Rp38.600.000.
e. Mendistribusikan gaji dan upah bulan April sebagai berikut.

f. Biaya overhead pabrik yang terjadi, selain bahan penolong dan Tenaga kerja
tidak langsung, sebesar Rp10.500.000. Jumlah tersebut terdiri atas
depresiasi mesin Rp3.000.000 dan sisanya masih terutang.
g. Biaya overhead pabrik dibebankan ke produksi dengan tarif 60% dari biaya
tenaga kerja langsung.
h. Sebuah pesanan sudah selesai diproduksi dan ditransfer
ke gudang. Kartu biaya pesanan tersebut menunjukkan
data sebagai berikut.

i. Pesanan yang sudah selesai dikerjakan pada nomor 8


dikirim ke pemesan bersama dengan faktur tagihan
sebesar Rp85.000.000. Termin pembayaran 2/10, n/50.

• Diminta:
• Buatlah jurnal untuk mencatat semua transaksi tersebut.
Latihan 3.2.
Usaha PT Sinar bergerak di bidang percetakan. Pada Agustus
2013 perusahaan tersebut menerima dua buah pesanan:
1. Pesanan undangan yang diberi kode U-10 berjumlah 1.000
lembar undangan dengan harga per lembar Rp4.000.
Pesanan akan diambil tanggal 25 Agustus 2013.
2. Pesanan kartu ucapan yang diberi kode K-5 berjumlah 1.000
kartu ucapan dengan harga per kartu Rp2.000. Pesanan ini
akan diambil tanggal 8 September 2013.
Pada Agustus 2013 terjadi transaksi sebagai berikut.
1. PT Sinar membeli bahan secara kredit sebagai berikut.
2. Bagian Produksi meminta bahan dari Bagian
Gudang untuk digunakan dalam kegiatan
produksi.

3. Berikut ini adalah gaji dan upah karyawan


produksi yang terjadi selama sebulan.
4. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi selain bahan penolong
dan tenaga kerja tidak langsung adalah sebagai berikut.

5. Membebankan biaya overhead pabrik dengan tarif sebesar 150% dari biaya
tenaga kerja langsung kepada masing-masing pesanan.
6. Pesanan nomor U-10 selesai dikerjakan dan diambil pemesan. Pemesan
membayar secara tunai.
7. Pesanan nomor K-5 selesai dikerjakan tetapi belum diambil oleh pemesan.

Diminta:
a. Buatlah jurnal yang diperlukan untuk setiap transaksi yang terjadi.
b. Buatlah kartu biaya pesanan U-10.
Latihan 3.3.
Perusahaan Gemilang memproduksi mainan. Tanggal 1 Maret
2013, Gemilang mempunyai
akun dengan saldo sebagai berikut.

Akun Barang Dalam Proses didukung dengan kartu pesanan


sebagai berikut.
Selama bulan Maret, transaksi yang terjadi sebagai berikut.
1. Membeli bahan sebesar Rp5.000.000 secara tunai.
2. Biaya tenaga kerja tidak langsung sebesar Rp1.500.000
sedangkan tenaga kerja langsung dirinci sebagai berikut.

3. Bahan yang digunakan untuk kegiatan produksi sebesar


Rp9.000.000 dengan rincian sebagai berikut.
4. Mengembalikan bahan dari bagian produksi ke gudang sebesar
Rp1.000.000 yang terdiri atas bahan penolong sebesar
Rp250.000 dan bahan baku sebesar Rp750.000 (Pesanan no. 25).
5. Biaya overhead pabrik yang terjadi selain bahan penolong dan
tenaga kerja dirinci sebagai berikut.

6. Biaya overhead pabrik dibebankan dengan Menggunakan tarif


60% dari biaya tenaga kerja langsung yang terjadi di bulan
Maret.
7. Pesanan no. 24 sudah selesai kemudian ditransfer ke gudang.
8. Pesanan no. 23 dikirimkan ke pemesan. Pemesan membayar
tunai sebesar Rp17.500.000.
9. Pesanan no. 24 diambil pemesan dengan harga jual
sebesar 125% dari biaya produksi. Pemesan belum
membayar.
10. Penerimaan kas dari piutang dagang selama bulan
Maret sebesar Rp25.000.000.

Diminta:
Buatlah jurnal yang diperlukan.
Latihan 3.4.

PT Akasia menerima pesanan dari dua pelanggan pada tanggal 17


Februari 2013.
a. CV Dewi memesan 100 pasang sepatu. Pesanan ini diberi nomor
15. Harga jual per pasang sepatu sebesar Rp30.000.
b. CV Ani memesan 200 pasang sandal. Pesanan ini diberi nomor 16.
Harga jual per pasang sandal sebesar Rp15.000.

Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang berkaitan dengan pesanan


di atas.
1. Tanggal 18 Februari 2013 perusahaan membeli secara tunai.
a. Sebanyak 50 meter kulit dengan harga per meter sebesar Rp30.000.
b. Sebanyak 100 meter kulit imitasi dengan harga per meter sebesar
Rp5.000.
c. Sebanyak 200 gesper dengan harga per unit sebesar Rp500.
d. Sebanyak 400 sol dengan harga per unit sebesar Rp1.000.
e. Sebanyak 5 liter lem dengan harga per liter sebesar Rp20.000.
2. Bahan yang digunakan untuk produksi sebagai berikut.

3. Biaya tenaga kerja yang terjadi selama Februari adalah


sebagai berikut.
a. Tenaga kerja langsung per jam diberi upah sebesar Rp10.000.
b. Pesanan no. 15 menggunakan 25 jam tenaga kerja langsung.
c. Pesanan no. 16 menggunakan 40 jam tenaga kerja langsung.
d. Mandor yang melakukan supervisi digaji sebesar Rp500.000.
e. Gaji karyawan administrasi sebesar Rp300.000.
f. Gaji karyawan pemasaran sebesar Rp400.000.
4. Biaya overhead pabrik yang terjadi selain bahan penolong
dan tenaga kerja tidak langsung adalah sebagai berikut.
4. Biaya asuransi pabrik sebesar Rp250.000.
5. Biaya penyusutan mesin pabrik sebesar Rp150.000.
6. Biaya listrik pabrik sebesar Rp100.000.
7. Biaya sewa pabrik sebesar Rp500.000.
5. Biaya overhead pabrik dibebankan ke pesanan dengan tarif
80% dari biaya tenaga kerja langsung.
6. Pesanan no. 15 sudah diselesaikan dan ditransfer ke gudang.
7. Pesanan no. 15 diambil CV. Dewi dan dibayar secara tunai.

Diminta:
a. Buatlah jurnal untuk mencatat semua transaksi.
b. Buatlah kartu pesanan untuk kedua pesanan.
Latihan 3.5.

Perusahaan Kinarya memproduksi alat-alat tulis untuk pesanan


kantor-kantor besar. Tanggal 1 Maret 2013, Kinarya mempunyai
akun dengan saldo sebagai berikut.
1. Barang jadi sebesar Rp19.000.000
2. Barang dalam proses sebesar Rp44.000.000
3. Bahan sebesar Rp6.000.000
Akun Barang Dalam Proses didukung dengan kartu pesanan
sebagai berikut.
Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan Maret.
1. Membeli bahan sebesar Rp7.000.000 dengan termin n/30.
2. Menerima pesanan baru no. 207, yaitu penghapus sebanyak 1.000
unit.
3. Tenaga kerja tidak langsung sebesar Rp1.480.000 sedangkan tenaga
kerja langsung dirinci sebagai berikut.

4. Bahan yang digunakan untuk kegiatan produksi sebesar


Rp12.000.000 dengan rincian sebagai berikut.
5. Mengembalikan bahan dari Bagian Produksi ke Bagian
Gudang sebesar Rp2.500.000 yang terdiri atas bahan
penolong sebesar Rp500.000 dan bahan baku sebesar
Rp2.000.000 (Pesanan no. 204 sebesar Rp1.000.000, no. 206
sebesar Rp750.000, dan no. 207 sebesar Rp250.000).
6. Biaya overhead pabrik yang terjadi selain bahan penolong
dan tenaga kerja adalah sebagai berikut.

7. Biaya overhead pabrik dibebankan dengan menggunakan


tarif sebesar Rp4.300 per jam tenaga kerja langsung.
8. Pesanan no. 204 dan 206 sudah selesai diproduksi,
kemudian ditransfer ke Bagian Gudang.
9. Pesanan no. 204 dikirimkan ke pemesan dengan harga jual
sebesar Rp29.500.000. Pemesan belum membayar.
10.Pesanan no. 206 diambil pemesan dengan harga jual sebesar
130% dari biaya produksi. Pemesan membayar secara tunai.
11.Penerimaan kas dari piutang dagang selama bulan Maret
sebesar Rp15.000.000.

12.Diminta:
a. Buatlah jurnal yang diperlukan untuk semua transaksi
tersebut.
b. Buatlah kartu pesanan untuk keempat pesanan tersebut.
Latihan 3.6.
Perusahaan Makmur bergerak di bidang percetakan. Bulan ini,
perusahaan tersebut menerima 2 pesanan berikut.
1. Pesanan undangan yang diberi kode 71. Pesanan ini
berjumlah 1.500 lembar dengan harga per lembar sebesar
Rp2.250. Pesanan akan diambil pada 22 Oktober 2013.
2. Pesanan kartu ucapan yang diberi kode 72. Pesanan ini
berjumlah 750 kartu dengan harga per kartu sebesar
Rp1.500. Pesanan ini akan diambil pada 8 November 2013.
Bagian Produksi meminta bahan baku dari Bagian Gudang untuk
digunakan dalam proses produksi.

15 Oktober 2013 Membayar gaji dan upah karyawan sebagai


berikut.
1. Amir bekerja selama 30 jam, upah per jamnya sebesar Rp10.000
(Sebanyak 20 jam untuk pesanan no. 71 dan 10 jam untuk pesanan no.
72).
2. Badu bekerja selama 40 jam, upah per jamnya sebesar
Rp12.500(Sebanyak 20 jam untuk pesanan no. 71 dan 20 jam untuk
pesanan no. 72).
3. Cipto bekerja sebagai mandor. Ia menerima gaji sebesar Rp750.000.
19 Oktober 2013 Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi selain
bahan penolong dan tenaga kerja tidak langsung adalah sebagai berikut.
– Biaya listrik sebesar Rp500.000.
– Depresiasi pabrik sebesar Rp1.250.000.
– Sewa mesin cetak sebesar Rp750.000.
20 Oktober 2013 Membebankan biaya overhead pabrik dengan tarif 150% dari
biayatenaga kerja langsung untuk masing-masing pesanan.

21 Oktober 2013 Pesanan no. 71 selesai dikerjakan dan ditransfer ke gudang.


Pesanan no. 72 belum masih selesai dikerjakan.

22 Oktober 2013 Pesanan no. 71 diambil oleh pemesan dan dibayar secara
tunai.

Diminta:
a. Buatlah semua jurnal yang diperlukan untuk semua transaksi.
b. Buatlah kartu biaya pesanan untuk pesanan no. 71.
Latihan 3.7.

Perusahaan Konveksi Ceria selama satu periode menghasilkan


kain perca yang dapat dijual dengan harga sebesar Rp200.000.

Diminta:
Buatlah jurnal penjualan kain perca apabila diperlakukan sebagai
berikut.
a. Diakui sebagai penjualan sisa bahan.
b. Diakui sebagai pengurang harga pokok penjualan.
c. Diakui sebagai pengurang biaya overhead pabrik
sesungguhnya.
d. Diakui sebagai pengurang barang dalam proses.
Latihan 3.8.
Perusahaan Percetakan Indah Cemerlang memproduksi kalender meja dengan biaya
produksi sebagai berikut.

Terjadi perubahan rancangan sehingga timbul biaya perbaikan sebagai berikut.

Diminta
Buatlah jurnal untuk mencatat semua transaksi jika perubahan tersebut disebabkan
oleh
hal-hal berikut ini.
a. Permintaan konsumen dan pesanan tersebut dijual dengan harga sebesar 125% dari
biaya produksi.
b. Kesalahan saat proses produksi dan pesanan tersebut dijual dengan laba sebesar
30% dari biaya produksi
Latihan 3.9.
Perusahaan Cemerlang membuat seragam sebanyak 25 unit dengan harga
sebesar Rp3.000.000. Dalam proses pengerjaannya, terdapat 5 unit yang
rusak dan tidak dapat diperbaiki sehingga perusahaan harus membuat
seragam yang baru. Jumlah total seragam yang diproduksi sebanyak 30 unit.
Berikut ini adalah rincian biaya produksi yang dihabiskan untuk membuat 30
unit seragam. Catatan: lima seragam yang rusak dapat dijual dengan harga
sebesar Rp200.000.

Diminta:
Buatlah jurnal untuk produk rusak tersebut dengan kondisi sebagai berikut.
a. Kerusakan tersebut dikarenakan perubahan permintaan konsumen.
b. Kerusakan tersebut dikarenakan kesalahan pada saat proses produksi.