Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN

DENGAN GANGGUAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN
DAN ELEKTROLIT
 KELOMPOK XI :

- Kadek Mega Asrini (P07120217027)


- Ni Luh Gede Dipa Lindayani (P07120217025)
- I Putu Yoan Sugiantara (P07120217026)
A. Pengertian
 Cairan dan elektrolit sangat berguna dalam mempertahankan fungsi tubuh
manusia. Kebutuhan cairan dan elektrolit bagi manusia berbeda-beda
sesuai dengan tingkat usia seseorang, seperti bayi mempunyai kebutuhan
cairan yang berbeda dengan usia dewasa. Kebutuhan cairan sangat
diperlukan tubuh dalam mengangkut zat makanan ke dalam sel. Di
samping kebutuhan cairan, elektrolit ( natrium, kalium, kalsium, klorida,
dan fosfat) sangat penting untuk menjaga keseimbangan asam – basa,
konduksi saraf, kontraksi muscular dan osmolalitas.
 Kondisi tidak terpenuhinyan kebutuhan cairan dan elektrolit dapat
memengaruhi sistem organ tubuh terutama ginjal. Procedure pemenuhan
kebutuhan cairan dan elektrolit dalam pelayanan keperawatan dapat
dilakukan melalui pemberian cairan per oral atau intravena.
Air tersimpan dalam dua kompartemen utama
dalam tubuh, yaitu :
 Cairan intraselular (CIS).
CIS adalah cairan yang terdapat dalam sel tubuh dan menyusun
sekitar 70% dari total cairan tubuh (total body water [TBW]). CIS
merupakan media tempat terjadinya aktivitas kimia sel
( Taylor,1989).
 Cairan eksktraselular (CES).
CES merupakan cairan yang terdapat di luar sel dan menyusun
sekitar 30% dari total cairan tubuh. CES meliputi cairan
intravascular, cairan interstisial, dan cairan transeluler.
Faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan
dan elektrolit

 Usia
 Temperatur lingkungan
 Kondisi stress
 Keadaan sakit
 Diet
Pengaturan keseimbangan cairan
Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme haus, hormone
anti-diuretik (ADH), hormon aldosteron, prostaglandin, dan glukokortikoid.
Rasa haus.
Mekanismenya adalah sebagai berikut:
I. Penurunan perfusi ginjal merangsng pelepasan rennin,yang akhirnya
menghasilkan angiotensin II.
II. Osmoreseptor di hipotalamus mendeteksi peningkatan tekanan ospotik
dan mengaktivasi jaringan saraf sehingga menghasilkan sensasi haus
III.Rasa haus dapat diinduksi oleh kekeringan local pada mulut akibat status
hiperosmolar.
Hormon ADH
Hormon aldosterone
 Prostaglandin
 Glukokortikoid
 Glukokortikoid
a. Intake cairan : Selama aktifitas dan temperature yang sedang seorang
dewasa minum kira-kira 1500 ml per hari, sedangkan cairan tubuh
kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per
hari diperoleh dari makanan, dan oksidasi selama proses metabolisme.
b. Output cairan : kehilangan cairan tubuh melalui empat rute (proses)
yaitu :
1. Ginjal
2. Kulit
3. Paru-paru
4. Feces
5. Gastrointestinal
Masalah –masalah gangguan keseimbangan
cairan dan elektrolit :
1. Hipovolemik adalah suatu kondisi akibat kekurangan volume cairan
extraseluler (CES) dan dapat terjadi karena kehilangan melalui kulit,
ginjal, gastrointestinal, pendarahan sehingga menimbulkan syok
hipovolemik.
2. Hipervolemi adalah penambahan atau kelebihan volume CES dapat terjadi
pada saat :
a. Stimulasi kronis ginjal untuk menahan natrium dan air.
b. Fungsi ginjal abnormal, dengan penurunan ekskresi natrium dan air.
c. Kelebihan pemberian cairan
d. Perpindahan cairan interstisial ke plasma
Pergerakan cairan Tubuh
 Cairan tubuh tidak statis. Cairan dan elektrolit berpindah dari
satu kompartemen ke kompartemen lain untuk memfasilitasi
proses proses yang akan terjadi di dalam tubuh, seperti
oksigenasi jaringan, respons terhadap penyakit, keseimbangan
asam basa, dan respon terhadap terapi obat. Cairan tubuh dan
elektrolit berpindah melalui difusi, osmosis, transportasi aktif,
atau filtrasi. Perpindahan tersebut bergantung pada
permeabilitas membrane sel atau kemampuan membrane untuk
ditembus cairan dan elektrolit.
 Difusi
Difusi adalah proses ketika materi padat,partikel, seperti gula di dalam cairan,
berpindah dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah,
sehingga distribusi partikel di dalam cairan menjadi merata atau partikel akan
melewati membrane sel yang perneabel terhadapat substansi tersebut.
 Osmosis
Osmosis adalah perpindahan pelarut murni, seperti air, melalui mebran
semipermeabel yang berpindah dari larutan yang memiliki konsentrasi solute rendah
ke larutan yang memiliki konsentrasi solute tinggi.
 Filtrasi
Filtrasi adalah proses berpindahnya air dan substansi yang dapat larut secara
bersamaan sebagai respons terhadap adanya tekanan cairan.
 Transpor aktif
Berbeda dari difusi dan osmosis, transport aktif memerlukan aktivitas metabolik dan
pengeluaran energy untuk menggerakkan berbagai materi guna menembus membrane
sel.
B. Tanda dan Gejala

Risiko ketidakseimbangan volume cairan : Definisi


berisiko terhadap penurunan, peningkatan, atau
pergeseran cepat cairan intra vascular, interspisial,
dan/atau intraselular lain. Ini mengacu pada
kehilangan, penambahan cairan tubuh, atau keduanya
Faktor Risiko

 Bedah abdomen  Pankreatitis


 Asites  Merasakan berkeringat
 Luka bakar  Sepsis
 Obstruksi intestinal  Cedera traumatik
(mis.,Fraktur panggul)
Risiko Kekurangan Volume Cairan : Definisi beresiko
mengalami dehidrasi vascular, selular, atau intraselular
Faktor Risiko
 Kehilangan volume cairan aktif  Usia lanjut
 Kurang pengetahuan  Berat badan ekstrem
 Penyimpangan yang memengaruhi  Faktor yang memngaruhi
absorpsi cairan kebutuhan cairan (mis., Status
 Penyimpangan yang memengaruhi hipermetabolik)
akses cairan  Kegagalan fungsi regulator
 Penyimpangan yang memengaruhi  Kehilangan cairan melalui rute
asupan cairan abnormal (mis.,Slang menetap)
 Kehilangan berlebihan melalui rute  Agens farmaseutika (mis.,Diuretik)
normal ( mis., Diare)
Kelebihan Volume Cairan : Definisi peningkatan retensi cairan
isotonik Batasan Karakteristik
 Bunyi napas adventisius  Asupan melebihi haluaran
 Gangguan elektrolit  Distensi vena jubularis
 Anasarka  Oliguria
 Ansietas  Ortopnea
 Azotemia  Efusi pleura
 Perubahan tekanan darah
 Refleks hepatojugular positif
 Perubahan status mental
 Perubahan tekanan arteri pulmonal
 Perubahan pola pernapasan
 Kongesti pulmonal
 Penurunan hematokrit
 Gelisah
 Penurunan hemoglobin
 Perubahan berat jenis urine
 Dispnea
 Bunyi jantung S3
 Edema
 Penambahan berat badan dalam waktu sangat
 Peningkatan tekanan vena sentral
singkat
Kekurangan Volume Cairan : Definisi penurunan cairan
intravascular
Batasan Karakteristik
 Perubahan status mental  Peningkatan hematokrit
 Penurunan tekanan darah  Peningkatan suhu tubuh
 Penurunan tekanan nadi  Peningkatan frekuensi nadi
 Penurunan volume nadi  Peningkatan konsentrasi urine
 Penurunan turgor kulit  Penurunan berat badan tiba-tiba
 Penurunan turgor lidah ( Kecuali pada
 Penurunan haluaran urine  Haus
 Penurunan pengisian vena  Kelemahan
 Membrane mukosa kering
 Kulit kering
Kesiapan Meningkatkan keseimbangan Cairan : Definisi suatu pola
keseimbangan diantara volume cairan dan komposisi kimiawi cairan tubuh yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik dan dapat diperkuat.

Batasan Karakteristik
 Menyatakan keinginan untuk  Risiko kekurangan cairan
meningkatkan keseimbangan cairan  Berat jenis urine dalam batas normal
 Turgor jaringan baik  Berat badan stabil
 Asupan adekuat untuk kebutuhan  Warna urine kuning jernih
harian  Haluaran urine sesuai dengan asupan
 Membrane mukosa lembap
 Tidak ada edema
 Tidak ada haus berlebihan
 
Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit : Definisi berisiko
mengalami perubahan kadar elektrolit serum yang dapat
menggangu kesehatan
Faktor Risiko
 Defisiensi volume cairan sindrom ketidaktepatan
 Diare sekresi hormon antidiuretik)
 Disfungsi endokrin Disfungsi ginjal
 Kelebihan volume cairan Efek samping obat (mis.,
 Gangguan mekanisme medikasi, drain)
regulasi (mis., Diabetes Muntah
insipidus,
Penurunan Fungsi Tubuh
C. POHON MASALAH
Gangguan pencernaan Gangguan mekanisme
regulasi

Masukknya makanan atau


minuman yang tidak adekuat Perluasan Isotonik

Retensi air dan Na yang


Mual, muntah diare,
abnormal
demam

Air dan elektrolit hilang Peningkatan air tubuh


dalam cairan tubuh normal total

Intake berkurang output


Kelebihan Volume cairan
berlebihan

Kekurangan Volume cairan


D. Pemeriksaan Diagnostik
• Pemeriksaan darah
• Pemeriksaan feses
Jika diduga ada intoleransi glukosa
• Pemeriksaan kadar urenum dan kreatinin darah untuk
mengetahui faal ginjal
• Dan pemeriksaan lain. Pemeriksaan elekrolit, darah lengkap,
pH, berat jenis urine dan analisis gas darah Hct, Hb, BUN,
CVP, darah vena (sodium, potassium, klorida, kalsium,
magnesium, pospat, osmolalitas serum), pH urine.
Pengkajian Keperawatan
Pengkajian riwayat keperawatan penting untuk mengetahui
klien yang berisiko mengalami gangguan keseimbang cairan dan
elektrolit. Pengkajian tersebut meliputi:
 Pengukuran klinis
 Berat badan.
 Tanda – tanda vital
 Asupan cairan
 Haluaran cairan.
 Status hidrasi.
 Proses penyakit.
 Riwayat pengobatan
Pemeriksaan fisik
a.Integument
b.Kardiovaskular
c.Mata
d.Neurologi
e.Gastrointestinal
Pemeriksaan laboratorium
a.Pemeriksaan darah lengkap
b.Pemeriksaan elektrolit serum
c.pH dan berat jenis urine
d.Analisa gas darah
Diagnosa Keperawatan

 Kekurangan volume cairan


 Kelebihan volume cairan
 Risiko kekurangan volume cairan
 Risiko ketidakseimbangan volume cairan
 Ganguan pertukaran gas
Rencana Keperawatan

1.Kekurangan volume cairan


2.Kelebihan volume cairan
3.Risiko ketidakseimbangan volume cairan