Anda di halaman 1dari 26

``Konsep Bermain

Pada Anak
Latar Belakang
Aspek perkembangan anak dapat
ditumbuhkan secara optimal dan maksimal
melalui kegiatan bermain.

Daya pikir anak terangsang untuk


mendayagunakan aspek emosional, sosial
serta fisiknya

saat aspek perkembangan anak ditumbuhkan


sehingga anak-anak menjadi lebih sehat kaligus
cerdas

Aktivitas bermain tidak dapat dipisahkan


dari dunia anak baik saat sehat maupun
sakit
Definisi

Cara anak untuk mengungkapkan


perasaannya baik secara verbal maupun
non verbal dan belajar sesuatu yang baru,
sehingga ia mampu beradaptasi dengan
lingkungannya (Adriana, 2011).
Fungsi Bermain

1. Perkembangan sensorik motorik


2. Perkembangan intelektual
3. Perkembangan sosial
4. Perkembangan kreativitas
5. Perkembangan kesadaran diri
6. Perkembangan moral
7. Bermain Sebagai Terapi
Anak akan terlepas dari ketegangan dan
stress yang dialaminya, anak akan dapat
mengalihkan rasa sakitnya pada
permainannya (distraksi) dan relaksasi
Manfaat Bermain

Bermain merupakan cara yang efektif untuk


pengaturan stres pada anak yang
mengalami perawatan

Bermain merupakan hal yang utama bagi


kesehatan mental, emosional dan sosial
anak. Kebutuhan bermain tidak dapat
dihentikan meskipun anak dalam kondisi
sakit ataupun dirawat.
(Hockenberry & Wilson, 2007)
Karakteristik Bermain Sesuai
Tahap Perkembangan
Bayi
1 bulan
Visual Melihat jarak jauh 
gantungkan benda yg terang
Auditory Bicara/menyanyi
dengan bayi musik, radio, jam
Tactile Dipeluk/digendong
Kinetic  diayun, kereta untuk
jalan-jalan
2 – 3 bulan
 Visual Beri objek warna terang,
bawa bayi ke ruang berbeda,
letakkan bayi agar dapat
memandang sekitar
 Auditory bicara dengan bayi, beri
mainan yang berbunyi, ikut sertakan
dalam pertemuan keluarga
 Tactil  Belai waktu mandi, sisir
rambut dengan lembut, gosok
dengan lotion/bedak, berikan
pengurutan.
 Kinetic  jalan jalan dengan kereta,
gerakan berenang
4 – 6 Bulan
 Visual beri cermin, beri mainan
warna terang
 Auditoryajak bicara, ulangi suara
yang dibuatnya, panggil nama,
remas kertas dekat telinga, letakkan
mainan yang berbunyi dekat
telinganya.
 TactileBeri mainan berbagai
tekstur lembut, kasar, bermain air,
masukkan dalam bak mandi saat
mandi.
 Kinetic bantu telungkup, sokong
saat duduk
7 – 9 Bulan
 Visual Beri mainan warna terang,
bergerak, bunyi yang lebih besar, beri
cermin, ciluk baa, Bero bola diikat
 Audotory Panggil namanya, nama
bagian bagian tubuh, ajarkan tepuk
tangan, beri perintah sederhana.
 Tactile meraba bahan dengan berbagai
textur, main air mengalir.
 Kinetic Letakkan bayi dilantai,
berdirikan untuk menahan BB, letakkan
mainan agak jauh dan suruh untuk
mengambilnya
10 – 12 Bulan
 Visual Perlihatkan gambar terang, bawa
ke tempat berbeda, mis : Super market,
kebun binatang, tunjukkan bangunan
yang agak jauh, bermain bola
 Auditory Kenalkan suara binatang
tiruan, tunjukkan bagian tubuh dan
sebutkan
 Tactile Beri makanan yang dapat
dipegang, kenalkan suhu dingin atau
panas.
 Kinetic beri mainan yang dapat ditarik
dan didorong
Toddler (1-3 tahun)  
Jenis
permainan
 Mainan yang dapat didorong yang tepat
 Crayon dan kertas dipilih untuk
 Alat alat masak anak usia
 Balok dgn bermacam bentuk toddler
 Gambar gambar dlm buku adalah
“solitary
 Boneka/Bola
play dan
 Telepon parallel
play”.
Prasekolah (3-6 tahun)

 Peralatan Rumah tangga


jenis
 Buku dengan kata-kata simpel
permainan
 Sepeda roda tiga yang sesuai
 Alat-alat olah raga adalah
 Boneka “associativ
 Kapal terbang, mobil truk e play,
dramatic
play dan
skill play”.
Usia Sekolah (6-12 tahun)
 6 – 8 Tahun
 Kartu
 Boneka
 Alat-alat untuk menulis
 Alat Olah raga
 Sepeda
 Buku-buku

 8-12 tahun
 Buku
 Mengumpulkan perangko
 Main Kartu
 Olah raga (Renang, sepeda, sepatu roda,
pingpong)
Remaja (13-18 tahun)
 Sepak bola
 Basket
 Bermain Musik Karakteristik anak
remaja: kegiatan
 Bulu tangkis yang konstruktif
 Buku dan perkembangan
fisio-emosional,
menyalurkan minat,
bakat dan aspirasi
membantu remaja
untuk menemukan
identitas pribadinya
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi aktifitas
Bermain

Tahap
Perkembanga
n Anak

Alat dan Jenis Status


Permainan Kesehatan
Yang cocok Anak

Lingkungan
Jenis Kelamin
yang
Anak
Mendukung
Syarat Bermain
Perhatikan factor usia anak
Lama bermain
Pastikan mainannya aman
Dampingi anak
Bermain Di Rumah Sakit
INTRODUCTION
Saat sakit dan hospitalisasi menyebabkan
krisis dalam kehidupan anak (rasa takut,
cemas, perpisahan)

Anak yg mengalami hospitalisasi jangka


panjang atau berulang beresiko mengalami
keterlambatan perkembangan atau regresi

Perlu terapi bermain untuk mengurangi


dampak hospitalisasi dan mencapai tujuan
terapeutik pada anak
Permainan Terapeutik

Permainan teraupetik merupakan


permainan untuk menghadapi
ketakutan dan keprihatinan
pengalaman kesehatan pada anak
yang dirawat, yang biasanya
dilakukan oleh perawat
(Hockenberry & Wilson, 2007)

. Diberikan pada anak yang baru


pertama kali dirawat, perawatan
rutin, maupun anak dengan
perawatan jangka panjang.
• Fungsi
Menyediakan
Bermainhiburan
di Rumah Sakit
• Membantu anak merasa aman
terhadap lingkungan asing
• Mengurangi stres perpisahan
• Menghilangkan ketegangan
• Mendorong interaksi dan
mengembangkan sikap positif
terhadap orang lain
• Memberikan pengalaman
terhadap ide yang kreatif
• Memfasilitasi pencapaian tujuan
yang terapeutik
• Menempatkan anak pada posisi
Prinsip Permainan Pada Anak di Rumah Sakit

Permainan tidak boleh


bertentangan dengan pengobatan
Permainan tidak membutuhkan
banyak energi, singkat dan
sederhana
Permainan harus
mempertimbangkan keamanan
anak
Permainan harus melibatkan
kelompok umur yang sama
Melibatkan orang tua
Hal
Pentin
g
 Saat anak bermain, perawat atau tenaga
medis lainnya tidak boleh melakukan
prosedur teraupetik kecuali tidak
menimbulkan nyeri ex: mengukur tekanan
darah ( Wong, 2008)

 Materi bermain utk anak di rumah sakit


harus sesuai dengan usia, minat, &
keterbatasannya

 Alat bermain anak di ruang bedah, harus


disterilkan sebelum dan setelah digunakan
anak
Berikan anak
sesuatu untuk
didorong ;
toddler, mainan
tarik-dorong,
usia sekolah
mendekorasi
tiang infus
Napas Dalam

Meniup gelembung-gelembung dengan alat


peniup gelembung
Meniup baling-baling, peluit
Menarik napas dalam dengan meniup lilin
yang menyala
TERIMA KASIH

26