Anda di halaman 1dari 20

ANASTESI

KELOMPOK 5
ANASTESI

Anastesi
Umum

Anastesi
Umum
Anastesi Umum
 Anestetika umum adalah  Anestetika digunakan pada
obat yang menimbulkan pembedahan dengan maksud
mencapai keadaan pingsan,
anestesia atau narkosa merintangi rangsangan nyeri
(Yun.an = tanpa, aisthesis (analgesia), memblokir reaksi
= perasaan), yakni suatu refleks terhadap manipulasi
keadaan depresi umum pembedahan serta menimbulkan
pelemasan otot (relaksasi).
dari berbagai pusat di SSP Anestetika umum yang kini
yang bersifat reversibel, tersedia tidak dapat memenuhi
di mana seluruh perasaan tujuan ini secara keseluruhan,
dan kesadaran ditiadakan, maka pada anestesia untuk
sehingga agak mirip pembedahan umumnya
digunakan kombinasi hipnotika,
keadaan pingsan. analgetika dan relaksansia otot.
Anastesi Lokal
 Anestetika lokal atau zat penghilang rasa setempat
adalah obat yang pada penggunaan lokal meritangi
secara reversible penerusan impuls saraf ke SSP
dan dengan demikian menghilangkan atau
mengurangi rasa nyeri, gatal-gatal, rasa panas, atau
dinggin, banyak persenyawaan lain juga daya
kerja demikian, tetapiefek tidak reversibel dan
menyebabkan kerusakan permanen terhadap sel-sel
saraf. Misalnya cara mematikan rasa setempat juga
dicapai dengan perbandingan yang kuat
protoplasma (fenol).
MEKANISME KERJA
Anastesi Umum Anastesi Lokal

Mekanisme kerjanya Anestetika lokal


berdasarkan perkiraan mengakibatkan kehilangan
bahwa anestetika umum rasa dengan jalan
dibawah pengaruh protein
beberapa cara. Misalnya
SSP dapat membentuk
hidrat dengan air yang
dengan jalan menghindari
bersifat stabil. Hidrat gas ini untuk sementara
mungkin dapat merintangi pembentukan dan
transmisi rangsangan di transmisi impuls melalaui
sinaps dan dengan demikian sel saraf dan ujungnya.
mengakibatkan anestesia.
Premedikasi Anastesi
 Meniadakan kegelisahan: sering digunakan morfin atau
petidin, juga sedativa seperti klorpromazin, diazepam atau
tiopental.
 Menghentikan sekresi ludah dan dahak yang dapat
mengakibatkan kejang-kejang berbahaya di tenggorok.
Yang banyak digunakan adalah atropin dan skopolamin
(bersama morfin).
 Memperkuat efek anestetik, sehingga anestetikum bekerja
lebih “dalam” dan/ atau dosisnya dapat diturunkan.
 Memperkuat relaksasi otot selama narkosa dapat dicapai
dengan pemberian pula relaksansia otot, seperti tubokurarin
dan gelamin (Flaxedil).
Posmedikasi Anastesi
Posmedikasi diberikan untuk menghilangkan
efek samping, seperti perasaan gelisah dan
mual. Untuk maksud ini digunakan
klorpromazin atau anti-emetikum lain,
misalnya ondansetron
GOLONGAN ANASTESI UMUM

Anestetika inhalasi

Anestetika intravena
GOLONGAN ANASTESI LOKAL
Senyawa-estar : kokain dan ester-PABA
(benzokain,prokain, oksibuprokain, tetrakain).
Senyawa-amida : lidokain dan prikokain,
mepivakain, bupivakain dan cinchokain.
Lainnya: fenol,benzilalkohol dan etilklorida.
Semua obat tersebut diatas adalah sentetis,kecuali
kokain yang alamiah
OBAT – OBAT ANASTESI UMUM
OBAT – OBAT ANASTESI UMUM
OBAT – OBAT ANASTESI UMUM
OBAT – OBAT ANASTESI UMUM
OBAT – OBAT ANASTESI UMUM
OBAT – OBAT ANASTESI LOKAL
OBAT – OBAT ANASTESI LOKAL
OBAT – OBAT ANASTESI LOKAL
EFEK SAMPING ANASTESI UMUM
 Menekan
  pernapasan yang pada anestesi dalam terutama
ditimbulkan oleh halotan, enfluran dan isofluran. Efek ini paling
ringan pada dan eter.
 Menekan sistem kardiovaskuler, terutama oleh halotan, enfluran dan
isofluran. Efek ini juga ditimbulkan oleh eter, tetapi karena eter juga
merangsang SS simpatis, maka efek keseluruhannya menjadi ringan.
 Merusak hati (dan ginjal), terutama senyawa klor, misalnya
kloroform.
 Oliguri (reversibel) karena berkurangnya pengaliran darah di ginjal,
sehingga pasien perlu dihidratasi secukupnya.
 Menekan sistem regulasi suhu, sehingga timbul perasaan kedinginan
(menggigil) pasca bedah.
EFEK SAMPING ANASTESI LOKAL

Efek sampingnya adalah akibat dariefek depresi terhadap SSP


dan efek kardiodepresifnya (menekan fungsi jantung) dengan
gejala penhambatan pernapasan dan sirkulasi darah. Anestetika
lokal dapat pula mengakibatkan raaksi hipersensitasi yang
sering kali berupa exantema, urticarial dan bronchospasme
alergi sampaio adakalanya shok anafilaktis yang dapat
mematikan.yang terkenal dalam hal ini adalah zat-zat
kelompok ester prokain dan terakai, yang kerena itu tidak
digunakan lagi dalam sedian lokal.reaksi hipersensitasi
tersebut diakibatkan oleh PABA (para anomi benzoic acid)