Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS LIMBAH

CAIR
Ika Hanstya Paramita (13.0468)
Sekti Pramono
Siti Sholichatun Mufidah (13.0492)
LIMBAH CAIR INDUSTRI
MINYAK KELAPA SAWIT
Limbah cair industri pengolahan kelapa
sawit dapat mencemari lingkungan yang
langsung dibuang ke badan air tanpa
pengolahan terlebih dahulu. Limbah ini
mengandung senyawa organik dan an-
organik.
Kandungan yang terdapat pada Limbah
Cair Industri Minyak Kelapa Sawit
BOD ( Biochemical Oxygen Demand ) yang
merupakan kadar senyawa organik yang dapat
dibiodegradasi dalam limbah cair dan COD
( Chemical Oxygen Demand ) yang merupakan
ukuran untuk senyawa organik yang dapat
dibiodegradasi atau tidak
TOC (TAOTAL Organic Carbon) dan
TOD (Total Oxygen Demand )yang
merupakan ukuran untuk kandungan
senyawa organik keseluruhan
Padatan tersuspensi dan teruapkan
(Suspended and Volatile Solids)
Kandungan padatan keseluruhan
pH alkalinitas dan kesamaan
Kandungan nitrogen dan postor
Kandungan logam berat
Dampak yang ditimbulkan oleh Pencemaran
Limbah Cair Industri Minyak Kelapa Sawit

1. Air menjadi keruh, berbau dan berwana


2. Air tidak dapat dimanfanfaatkan sesuai
peruntukannya, jika dimanfaatkan perlu
pengolahan khusus yang menyebabkan
peningkatan biaya pengoperasian dan
pemeliharaan.
2. Air sungai yang tercemar akan menimbulkan
banyak penyakit, karena air media penyebar
penyakit
3. Jumlah air bersih yang tersedia tidak cukup
4. Rantai makanan dalam air akan terganggu
akibat adanya pencemaran air. Beberapa jenis ikan
maupun tumbuhan akan mati. Apabila zat pencemar
tersebut beracun dan berbahaya akan terjadi
kenaikan suhu air maka beberapa jenis biota akan
mati, sehingga keseimbangan rantai makanan
terganggu.
Pembuangan Limbah Cair Minyak Kelapa
Sawit
Pengolahan Limbah Cair Minyaak Kelapa
Sawit
Proses pengolahan anaerobik adalah
proses pengolahan senyawa-senyawa
organik yang terkandung dalam limbah
menjadi gas metana dan karbon dioksida
tanpa memerlukan oksigen
Penguraian senyawa organik seperti karbohidrat, lemak
dan protein yang terdapat dalam limbah cair dengan
proses anaerobik akan menghasilkan biogas yang
mengandung metana (50-70%), CO2 (25-45%) dan
sejumlah kecil nitrogen, hidrogen dan hidrogen sulfida.
Reaksi sederhana penguraian senyawa organik secara
aerob :

Aaerobn
Bahan organik CH4 + CO2 + H2 + N2 + H2O
Mikroorganisme
Sebenarnya penguraian bahan organik dengan proses
anaerobik mempunyai reaksi yang begitu kompleks dan
mungkin terdiri dari ratusan reaksi yang masing- masing
mempunyai mikroorganisme dan enzim aktif yang berbeda.
Penguraian dengan proses anaerobik secara umum dapat
disederhanakan menjadi 2 tahap:
1. Tahap pembentukan asam
2. Tahap pembentukan metana
Langkah pertama dari tahap pembentukan asam adalah
hidrolisa senyawa organik baik yang terlarut maupun yang
tersuspensi dari berat molekul besar (polimer) menjadi
senyawa organik sederhana (monomer) yang dilakukan oleh
enzim-enzim ekstraseluler. Beberapa senyawa organik dan
enzim pengurainya
Pembentukan asam dari senyawa-senyawa organik sederhana
(monmer) dilakukan oleh bakteri-bakteri penghasil asam yang
terdiri dari sub divisi acids/farming bacteria dan acetogenic
bacteria. Asam propionat dan butirat diuraikan oleh acetogenic
bacteria menjadi asam asetat.
Pembentukan metana dilakukan oleh bakteri penghasil metana
yang terdiri dari sub divisi acetocalstic methane bacteria yang
menguraikan asam asetat menaji metana dan karbon dioksida.
Karbon dioksida dan hidrogen yang terbentuk dari reaksi
penguraian di atas, disintesa oleh bakteri pembentuk metana
menjadi metana dan air.
Proses pembentukan asam dan gas metana dari suatu senyawa
organik sederhana melibatkan banyak reaksi percabangan. Mosey
(1983) yang menggunakan glukosa sebagai sampel untuk
menjelaskan bagaimana peranan keempat kelompok bekteri
tersebut menguraikan senyawa ini menjadi gas metana dan karbon
tlioksida