Anda di halaman 1dari 36

SISTEM

PERNAPASAN
MANUSIA
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
Pengertian Pernapasan

Proses pengambilan
oksigen (O²) yang
dibutuhkan tubuh dari
lingkungan untuk
metabolisme sel dan
mengeluarkan
karbondioksida (CO²)
yang dihasilkan dari
proses metabolisme
tersebut melalui paru
Ini adalah bagian dari ALAT-ALAT PERNAPASAN
MANUSIA dan letaknya di dalam tubuh. Mari kita
simak satu per satu!
Tempat keluar masuknya
Bagian ini disebut udara pernapasan, dan alat
Hidung pernapasan paling awal.
Hidung berguna untuk
menyaring debu,
melekatkan kotoran,
mengatur suhu udara
pernapasan, dan mencium
bau.
Bagian-bagian hidung:
Rongga hidung: awal udara
masuk;
Rambut halus: menyaring
debu;
Konka: menghangatkan
suhu;
Lendir: melekatkan kotoran
dan melembabkan udara.
Bagian ini disebut
Faring Merupakan
persimpangan antara
saluran makanan
(esofagus) dan saluran
respirasi (trakea).
Tiga bagian Faring :
1. Nasofaring (daerah
faring yang
membuka ke arah
rongga hidung);
2. Orofaring (membuka
ke arah rongga
mulut);
3. Laringofaring
(membuka ke arah
laring).
Bagian ini disebut
Terletak di bawah faring, dan
Laring
merupakan pangkal
tenggorokan

Tersusun oleh tulang rawan

Laring berfungsi untuk


menyalurkan udara dari faring
ke trakea
Terdapat glotis (lubang atau
celah), glotis akan menutup
oleh jaringan penutup bernama
epiglotis saat ada makanan
yang lewat
Laring juga di sebut sebagai
kotak suara karena memiliki
pita suara
INFO BIOLOGI

Terbentuknya suara terjadi karena


perpaduan kerja antara paru-paru, epiglotis,
dan pita suara.
Prinsipnya, suara dihasilkan oleh adanya
getaran. Saat berbicara, udara akan
dilewatkan melalui pita suara, lipatan pita
suara akan bergetar dan menghasilkan
suara. Getaran yang dihasilkan ini berbeda-
beda, maka suara yang dihasilkan tentu
berbeda juga. Kemudian untuk artikulasi
melibatkan lidah, rongga mulut dan rongga
hidung.
INFO BIOLOGI

Setiap orang memiliki pola suara yang


berbeda-beda karena pembentukan suara
seseorang bergantung pada tebal dan
panjangnya pita suara. Pita suara yang tebal
akan menyebakan orang tersebut
mengeluarkan suara yang tebal dan
nyaring, sebaliknya jika pita suaranya tipis,
orang tersebut akan mengeluarkan suara
tinggi. Selain itu, bentuk rongga mulut dan
rongga tenggorokan saat berbicara juga
mempengaruhi suara yang dihasilkan.
INFO BIOLOGI

Bisu disebabkan oleh gangguan pada organ-


organ pernapasan seperti tenggorokan, pita
suara, paru-paru, mulut, dan lidah. Namun,
pada umumnya bisu disebabkan oleh tuli
atau tuna rungu. Ketidak mampuan
berbicaranya disebabkan oleh ketidak
mampuannya mendengar. Jika penderita
bisu atau tuna rungu tidak dapat
mendengar sejak lahir, maka hampir tidak
mungkin baginya mempelajari keterampilan
artikulasi untuk menghasilkan bunyi yang
normal (berbicara).
INFO BIOLOGI

Hewan tidak dapat berbicara seperti manusia


karena hewan memiliki otak yang berbeda
dengan manusia, baik dalam struktur maupun
fungsi. Pada manusia ada bagian-bagian otak
yang dikhususkan untuk kebahasaan,
sedangkan pada hewan bagian-bagian ini tidak
ada. Selain itu, mulut manusia memiliki struktur
yang memungkinkan untuk mengeluarkan bunyi
yang berbeda-beda. Ukuran ruang, kelenturan
lidah, dan tipisnya bibir membuat manusia
mampu untuk menggerak-gerakkannya secara
mudah untuk menghasilkan bunyi yang
berbeda-beda.
Trakea berupa pipa yang
Bagian ini disebut
Trakea panjangnya ± 10 cm,
terletak sebagian di leher
dan sebagian di rongga
dada.
Trakea berfungsi sebagai
jalan masuk udara ke
paru-paru.
Dinding trakea tipis dan
kaku, dikelilingi oleh
cincin tulang rawan, dan
pada bagian dalam
rongga bersilia yang
berfungsi menyaring
benda asing yang masuk
ke saluran pernapasan.
Bagian ini disebut Bronkus merupakan cabang
Bronkus
trakea. Jumlahnya
sepasang, menuju ke paru-
paru kanan dan kiri.
Dinding bronkus terdiri atas
3 lapis, yaitu jaringan ikat,
otot polos, dan jaringan
epitelium. Dinding trakea
lebih tebal dan cincin
tulang rawan pada bronkus
tidak berbentuk lingkar
sempurna.
Bronkus berfungsi untuk
jalur O2 ke paru paru kanan
dan kiri atau jalur keluar
CO2.
Bagian ini disebut
Bronkiolus
Bronkiolus adalah
percabangan kecil-kecil
dari bronkus

Sel-sel epitel pada


bronkiolus berubah
menjadi sisik epitel

Pada bronkiolus ini sudah tidak


terdapat cincin tulang rawan

Bronkiolus akan berakhir


pada alveolus
Bagian ini disebut Di dalam paru-paru
Alveolus
terdapat kantong udara
sebagai tempat difusi gas
yaitu alveolus.
Alveolus berupa gelembung-
gelembung udara. Pada
bagian alveolus ini terjadi
pertukaran oksigen dari
udara bebas ke sel-sel darah
dan karbon dioksida dari
darah ke udara bebas.
Pertukaran tersebut terjadi
secara difusi yang
berhubungan dengan kapiler-
kapiler darah.
INFO BIOLOGI

Alveolus diselubungi oleh pembuluh darah


kapiler tempat terjadinya difusi oksigen dan
karbon dioksida. Pembuluh darah yang
menyelubungi paru-paru terdiri dari arteri
pulmonalis dan vena pulmonalis. Arteri
pulmonalis membawa darah yang kaya akan
karbon diksida dari bilik kanan menuju paru-
paru. Kemudian darah yang kaya oksigen
akan dibawa oleh vena pulmonalis dari paru-
paru menuju serambi kiri.
INFO BIOLOGI
Bagian ini disebut Terletak di rongga dada
Paru-paru tepat di atas diafragma.
Paru-paru kanan memiliki 3
gelambir dan paru-paru kiri
memiliki 2 gelambir.

Paru-paru dibungkus oleh dua


selaput (visceral dan parietal)
yang tipis, disebut pleura.
Diantara selaput pleura
dengan paru-paru terdapat
cairan pluuera, yang
berfungsi untuk melindungi
paru-paru dari gesekan pada
waktu mengembang dan
mengempis.
INFO BIOLOGI

Paru-paru dapat mengembang dan


mengempis saat bernapas karena tersusun
dari jaringan epitelium pipih selapis, di
mana jaringan ini berbentuk tipis dan
bersifat permeabel (dapat tembus) untuk
dilalui molekul atau ion terlarut secara
difusi. Selain itu, paru-paru juga tersusun
atas serat kolagen dan serat elastin,
struktur ini yang menyebabkan paru-paru
menjadi fleksibel sehingga memudahkannya
mengembang dan mengempis selama
bernapas.
MEKANISME PERNAPASAN MANUSIA

INSIPRASI
PERNAPASAN (Pengambilan Udara)
MANUSIA
EKSPIRASI
(Pengeluaran Udara)

PERNAPASAN DADA
(Otot antartulang
PERNAPASAN rusuk)
BERDASARKAN OTOT
YANG BERPERAN PERNAPASAN PERUT
(Otot Diafragma)
Terdapat 2 proses
pernapasan pada
manusia :

PROSES INSPIRASI DAN PROSES EKSPIRASI


Inilah Proses
Inspirasi... Bila otot diafragma
berkontraksi, maka
diafragmanya akan
mendatar. Otot
antartulang rusuk
berkontraksi sehingga
tulang rusuk terangkat.
Keadaan ini akan
menambah besarnya
rongga dada yang
mengakibatkan paru-paru
membesar dan tekanan di
dalam paru-paru mengecil.
Hal tersebut membuat
udara luar masuk ke dalam
tubuh.
Inilah Proses
Ekspirasi... Otot-otot dinding
diafragma mengendur
dan ditekan ke atas oleh
lambung. Otot
antartulang rusuk
relaksasi sehingga tulang
rusuk kembali ke posisi
semula. Keadaan ini
membuat rongga dada
mengecil yang
mengakbitkan paru-paru
mengecil dan tekanan di
dalam paru-paru
meningkat. Akibatnya
udara dapat terdorong
keluar paru-paru.
Selanjutnya, kita akan menjelajahi bagaimana
mekanisme pernapasan pada manusia
berlangsung berasarkan otot yang bekerja,

yaitu: pernapasan dada dan

pernapasan perut.
Mekanisme Pernapasan
Pernapasan Dada Pernapasan Perut
 Pernapasan yang  Pernapasan yang
mekanismenya mekanismenya
terjadi akibat terjadi akibat
kontraksi dari otot- kontraksi dari otot-
otot antartulang otot diafragma.
rusuk.  Dibedakan atas:
 Dibedakan atas: Fase Inspirasi dan
Fase Inspirasi dan Fase ekspirasi.
Fase ekspirasi.
Pernapasan Dada
Fase Inspirasi: Otot antar tulang rusuk berkontraksi 
tulang rusuk dan dada terangkat  volume rongga
dada membesar  paru-paru mengembang  tekanan
udara dalam paru-paru menurun  udara masuk

Fase Ekspirasi: Otot antartulang rusuk


relaksasi  tulang rusuk dan dada
kembali ke posisi semula  volume
rongga dada mengecil  paru-paru
mengecil  tekanan udara dalam paru-
paru membesar  udara keluar
Mekanisme Pernapasan
Pernapasan Dada

Udara
Udara
keluar
masuk
Tulang rusuk
terangkat karena
Tulang rusuk
kontraksi otot
turun karena
antartulang rusuk
otot antartulang
rusuk berelaksasi

Volume rongga
Volume rongga dada mengecil
dada membesar

INSPIRASI EKSPIRASI
Pernapasan Perut
Fase Inspirasi: Otot diafragma berkontraksi 
diafragma mendatar  rongga perut turun ke bawah
 volume rongga dada membesar  paru-paru
mengembang  tekanan di paru-paru mengecil 
udara masuk

Fase Ekspirasi: Otot diafragma


relaksasi  diafragma melengkung 
rongga perut kembali ke posisi semula
 volume rongga dada mengecil 
paru-paru mengecil  tekanan di
paru-paru membesar  udara keluar
Mekanisme Pernapasan
Pernapasan Perut

Udara
Udara keluar
masuk

Otot diafragma
kontraksi, diafragma
mendatar, volume
rongga dada
membesar

Otot diafragma
relaksasi, otot
perut kontraksi,
diafragma
melengkung ke
rongga dada,
volume rongga
INSPIRASI EKSPIRASI dada mengecil
MEKANISME
PERTUKARAN
O2 DAN CO2
a. Pengikatan O2
– Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 di dalam
darah.
– O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati
membran alveolus.
– Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb
yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin
(HbO2).
– Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam
plasma darah (2%).
– Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian masuk ke
jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke
seluruh tubuh yang membutuhkan.
Pertukaran Oksigen

Proses pertukaran oksigen dari alveolus ke dalam darah. Setelah berada


di darah, oksigen dibawa ke sel-sel tubuh yang membutuhkan.
b. Pengeluaran CO2
– Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di dalam
darah.
– Ketika O2 di dalam darah berdifusi ke jaringan, maka CO2 di
jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
– Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar (70%) CO2
akan diubah menjadi ion bikarbonat (HCO3–).
– 20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
– Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma darah.
– Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian oleh
jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru melalui arteri
pulmonalis.
– Di paru-paru, CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui
ekspirasi.
Pertukaran Karbondioksida

Proses pertukaran karbondioksida dari sel-sel jaringan ke dalam darah. Setelah


berada di dalam darah, karbondioksida di bawa ke alveolus untuk dikeluarkan.
Pertukaran Karbondioksida dan Oksigen
Sampai Jumpa....