Anda di halaman 1dari 30

Menilai Karya Melalui

Resensi
Oleh : Nurul Hikmah, S.Pd.,M.Pd.
NIP : 19820915 201001 2021
UPT : SMA Negeri 5 Parepare
Kompetensi Dasar Untuk Materi Resensi

• Membandingkan isi berbagai resensi untuk menemukan sistematika sebuah


resensi.
• Menyusun sebuah resensi dengan memperhatikan hasil perbandingan
beberapa teks resensi.
• Menganalisis kebahasaan resensi dalam dua karya yang berbeda.
• Mengonstruksi sebuah resensi dari buku kumpulan cerita pendek atau novel
yang dibaca.
Kompetensi Dasar Standar Kompetensi
• Membandingkan isi berbagai 1. Memahami isi dan sistematika resensi.
resensi untuk menemukan
sistematika sebuah resensi. 2. Membandingkan teks resensi.
1. Definisi Resensi Resensi menurut para ahli

1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI


(1991) resensi adalah pertimbangan atau
Resensi berasal dari bahasa pembicaraan buku, atau ulasan buku yang baru
Latin yaitu saja terbit. Sedangkan Gorys Keraf
mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan
revider/recensere/recensio yang atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya
berarti menimbang atau menilai atau buku” (Keraf, 2001). Dari pengertian
tersebut muncul istilah lain dari kata resensi
sebuah tulisan atau buku. Resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan
dilakukan untuk mengkaji kembali buku, dan ulasan buku.
isi buku, membahasnya, bahkan 2. Menurut Sitepu (2013), dikaji secara etimologi
memberikan kritik dan saran dari bahasa Latin (recensere atau revidere) dan
tentang suatu buku. Biasanya bahasa Inggris (review), resensi mengandung
makna dasar “memeriksa, mencermati,
resensi berisi tentang kelebihan, meninjau atau melihat kembali” sesuatu.
kekurangan, dan informasi ringkas Dengan pengertian dasar yang demikian, objek
resensi tidak hanya terbatas pada buku tetapi
mengenai sebuah karya, baik itu dapat berupa film, drama, pameran, dan
buku, film, atau karya lain. berbagai bentuk/tampilan tulisan.

3. Menurut (gorys keraf , 1994;274) – Resensi


didefinisikan sebagai sebuah tulisan atau ulasan
mengenai nilai sebuah karya atau buku.
Syarat Penyusunan Resensi

1. Ada beberapa syarat dal menyusun resensi antara lain :

2. Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan
tebal buku.

3. Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi


pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau isi.

4. Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.

5. Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan.


Tujuan Resensi
1. Memberikan pertimbangan kepada pembaca tentang
pantas atau tidaknya buku tersebut dibaca oleh
masyarakat
2. Memberikan informasi dan pemahaman yang
komprehensif tentang isi buku
3. Mengajak pembaca untuk berdiskusi mengenai masalah
atau fenomena yang diangkat oleh buku
4. Memberikan testimoni kepada calon pembaca yang masih
ragu untuk membeli atau membaca buku yang telah
diresensi tersebut
Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi
ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur,
bahasa, dan manfaat bagi pembaca.
Unsur-unsur Resensi

A. Judul B. Identitas Karya


Sama seperti jenis-jenis Bagian awal selalu
tulisan lain, resensi mesti menampilkan data lengkap
memiliki judul yang dari karya yang diulas.
menarik supaya orang mau Berikut adalah daftar data
membacanya. Judulnya yang harus selalu
haruslah selaras dengan dicantumkan ketika meresensi
masalah yang dibahas di sebuah karya, khususnya
bagian isi tulisan. untuk buku yang paling sering
menjadi objek resensi.
Data Karya/Buku:
1. Judul Buku 2. Pengarang

Jangan lupa menuliskan judul Apabila buku yang diresensi


buku secara lengkap, adalah buku lokal, kamu
termasuk subjudul dan cukup menuliskan pengarang
volume buku tersebut. dari karya tersebut. Namun,
jika buku tersebut
merupakan terjemahan,
selain menuliskan nama
pengarang, cantumkan pula
nama penerjemah buku.
3. Penerbit
5. Dimensi
Tulislah nama perusahaan
yang menerbitkan buku Yang dimaksud dengan
tersebut beserta lokasi kota dimensi adalah ukuran buku
penerbitan. tersebut, mulai dari
panjang, lebar, dan tinggi
4. Tahun Terbit buku; sekaligus jumlah
Pastikan tahun terbit yang halaman.
kamu tulis merupakan
waktu pencetakan buku
yang kamu resensi. Untuk
itu, cantumkan pula edisi
cetakan pada data ini.
6. Harga Buku B. Ikhtisar

Karena bertujuan • Setelah data karya lengkap,


memberikan pandangan barulah penulisan
kepada pembaca, harga dilanjutkan ke bagian
buku pun mesti pencantuman ikhtisar.
dicantumkan. Harus dibedakan antara
ikhtisar dan ringkasan isi.
Dalam menulis data buku, Ketika menulis ikhtisar
kamu tidak perlu berarti kamu bisa membuat
membuatnya dalam bentuk sinopsis cerita secara bebas,
uraian kalimat. Cukup tanpa urutan kronologis.
cantumkan semua data Sebaliknya, ringkasan mesti
secara lengkap dalam mengikuti urutan alur
bentuk daftar. karya secara tepat.
karya itu. Saat menulis D. Penilaian
ikhtisar, ingatlah untuk
tidak “membocorkan” Jika ikhtisar telah dibuat,
keseluruhan isi cerita, yang kamu bisa melanjutkan
bisa membuat resensi menuliskan bagian penilaian
tersebut dianggap spoiler. pada resensi tersebut.
Biasanya ikhtisar dibuat Cantumkanlah keunggulan
sampai bagian klimaks, dan kelemahan karya secara
tanpa menyinggung objektif, caranya dengan
masalah leraian ataupun melihat unsur intrinsiknya.
penyelesaian dari isi karya Sebagai contoh, kamu bisa
yang dinilai. menilai alur cerita maupun
gambaran penokohan yang
mengenai target pasar yang
kuat atau tidak. Bukan 5. Penutup
hanya masalah isi cerita,
jenis kertas yang digunakan Di bagian penutup resensi,
sampai harganya pun bisa kamu bisa memberikan
dikomentari. kritik dan saran terhadap
pengarang dan penerbit
karya. Tidak hanya itu,
kamu juga dapat
memberikan pandangan
Atau Unsur-unsur Resensi terdiri atas:
1. Judul resensi
2. Identititas resensi
3. Pendahuluan
4. Isi resensi
5. Keunggulan buku
6. Kekurangan buku
7. Penutup
Kalau ada yang kurang jelas bisa Ananda membuka link ini
https://www.gurupendidikan.co.id/resensi-adalah/
Fungsi Resensi

Fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku atau


film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk
mengetahuinya lebih lanjut
Fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk
kepentingan komersial ( keuntungan materi)
Fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis buku, penerjemah,
editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan serta
berbagai pengalaman dan sudut pandang tentang topik tertentu
yang dijadikan fokus resensi.
Berdasarkan isi sajian atau isi resensi,
Jenis-Jenis Resensi terdiri dari:

Resensi informatif
          Resensi informatif  hanya berisi informasi tentang hal-hal
penting dari suatu buku . pada umumnya , isi resensi informatife hanya
ringkasan dan paparan mengenai apa isi buku atau hal-hal yang
bersangkutan dengan suatu buku .
Resensi evaluatif
Resensi evaluatif  lebih banyak menyajikan penilaian peresensi
tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku .informasi
tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang
hanya dijadikan ilustrasi.
Resensi informatif –evaluatif
Resensi informatif-evaluatif merupakan perpaduan dua jenis
resensi tersebut . resensi jenis ini disamping menyajikan semacam
ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan
penilaian peresensi tentang isi buku . resensi jenis ketiga lah yang
dikatakan paling ideal karna bisa memberikan laporan dan
pertimbangan secara memadai.
Ada tiga macam teknik meresensi buku
yang dapat dilakukan, yakni :

Teknik Meresensi Buku


Penjelasan teknik meresensi

Teknik Cutting and Glueing Meresensi buku dengan teknik ini berarti merekatkan potongan-
potongan tulisan. Potongan tersebut berupa materi yang menarik perhatian Anda yang terdapat
di dalam buku yang akan Anda resensi. Selain bagian materi yang menarik perhatian, bagian
yang dipotong itu hendaknya mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Kumpulan
potongan materi yang sudah terpilih itu, lalu disusun dan dirangkaikan ke dalam sebuah susunan
yang logis. Proses ini disebut tahap pelekatan atau penempelan. Yang harus dijaga dalam proses
ini adalah kesatuan dan kepaduan gagasan antara potongan yang satu dengan potongan lainnya.
Upayakan agar resensi Anda seolah-olah menghadirkan si penulis dalam menyampaikan
gagasan-gagasannya. Peran Anda dalam resensi itu hanya dalam konteks menyambungkan,
mengalirkan dan mengaitkan gagasan yang satu dengan yang lainnya.
Mengenai kesan dan pandangan Anda terhadap objek resensi harus terefleksikan dalam judul.
Selain itu, Anda dapat memasukkan kesan dan opini Anda pada kalimat/paragraf pada bagian
kesimpulan. Teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana dalam berlatih menulis resensi.
Teknik Focusing Teknik ini berkaitan dengan memusatkan perhatian kepada satu
aspek tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Pemusatan perhatian itu harus tetap
berpangkal pada sesuatu yang menonjol, dan menarik perhatian.
Bagian yang dianggap menonjol itu bisa terletak pada aspek tema, metode pembahasan
yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya penyajian, atau latar
belakang penerbitan buku tersebut.

Teknik Comparing Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan


pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan
sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar topik
atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda atau pengarang yang sama
mengenai topik-topik yang berbeda. Teknik ini tidak mungkin dilakukan tanpa kegiatan
membaca. Peresensi wajib membaca beberapa sumber yang berbeda. Semakin kaya
bacaan persensi, maka semakin kaya pula wawasan yang dapat dijadikan input bagi
kedalaman pembandingannya. Peresensi dapat menemukan kelebihan atau kekurangan
yang terdapat di dalam sebuah buku. Oleh karena itu, membaca beberapa sumber
bacaan itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menentukan kualitas resensi
Anda.
Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-
macam jenis, Seperti novel dan kumpulan cerpen.

Berdasarkan objek tanggapannya, ada pula yang berupa film,


drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karyakarya
lainnya.

Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang


kita dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari
resensi novel atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan
adalah tentang alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang
terdapat di dalam buku-buku cerita itu. Berbeda halnya apabila
resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan
berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas
wawasan kita tentang topik yang dibahas oleh buku itu.
Contoh Resensi
Resensi Novel
Cinta adalah Ketulusan
Identitas buku
Judul          : Dealova
Penulis        : Dian Nuranindya
Penerbit      : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman     : 304 halaman
Cetakan      : 12 tahun 2005
ISBN          : 979-22-0760-0
Pendahuluan
Pada awalnya novel ini hanya sekedar hobi menulis saja dan selalu ingin mencoba hal-hal yang
baru. Penulis mulai mengawali kegiatan menulis di masa SMP. Namun, sempat berhenti
beberapa tahun,hingga penulis mempunyai keinginan untuk meneruskan tulisannya lagi di
masa SMU. Cerita dalam novel ini merupakan imajinasi dari penulis sendiri. Tulisan ini
kemudian dikirimkan kesalah satu penerbit. Tanpa diduga novelnya diterbitkan dan menjadi
novel best seller di tahun 2005. Novel ini juga diangkat ke layar lebar pada tahun 2007.
Isi
Unsur instrinsik
Tema
Tema yang terdapat dalam  novel ini mengenai percintaan masa remaja
Alur dan tema cerita
Alur atau plot yang terdapat dalam novel ini adalah alur maju . misalnya dalam kalimat “esok
harinya,kedua orangtua Dira datang ke rumah sakit.”
• Latar atau seting

Latar atau seting yang terdapat dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar suasana. Latar tempat
meliputi sekolah, rumah, lapangan basket.latar waktu  meliputi pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari.
Latar suasana dalam novel ini berselimut gejolak hati para remaja yang berbaur dengan suasana suka dan duka.
• Penokohan

Karra : baik,supel, cuek, ramah.

Ibel : penuh perhatian, ramah, baik, mudah bergaul, sabar.

Dira : pintar, sombong, kasar, egois, acuh tak acuh, dan penyayang.

Finta : cerewet, baik, penuh perhatian, centil.

Iraz : penyayang dan penyabar.

Niki : cuek, pencemburu dan egois.

Dio : pintar, baik, dan sabar.


Tokoh tambahan : Abe, Amanda, Stanie, Rio, Aji, Orang tua Karra, Bi Minah, Orang tua Dira,
Dira,Adit, Orang tua Ibel, dan pak ketut.

Sudut pandang

Sudut pandang dalam novel ini penulis sebagai orang ketiga (penulis sebagai pencerita)

Gaya penulisan

Gaya penulisan novel ini penulis cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang dipakai oleh para
remaja. Pengungkapan perasaan setiap tokoh lebih banyak sesuai dengan karakter masing-masing
tokoh.

Amanat

Amanat yang ingin disampaikan novel Dealova ini adalah harus saling menghargai pasangan, jangan
terus larut dalam kesedihan, jangan terlalu membenci seseorang, dan hidup harus selalu maju.
Unsur Ekstrinsik
Nilai moral
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dilihat pada masing-masing tokoh
dalam cerita ini memiliki moral yang baik, tetapi ada beberapa tokoh yang
mempunyai moral kurang baik. Moral baik misalnya dalam tokoh Karra yang
selalu baik, dan ramah.
Nilai social
Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dibuktikan dari tokoh Karra yang tidak
 membeda-bedakan orang dalam pertemanannya.
• Kelebihan dan Kekurangan
• Kelebihan
Kelebihan dari novel ini adalah  penulis benar-benar jelas dalam
menggambarkan suasana hati yang dialami masing-masing tokoh dengan
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga dapat membuat
pembaaca masuk dalam cerita kemudian pembaca akan hanyut dalam isi cerita
dan turut merasakan perasaan tokoh tersebut
• Kekurangan
Kekungan dari novel ini hanya terdapat pada segi penggunaan bahasa saja.
Bahasa yang digunakan dalam novel ini mutlak bahasa remaja sehari-hari, jadi
kurang memberikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dalam aspek kosa
kata.
Sinopsis

Novel dealova ini menceritakan tentang seorang gadis tomboy dan jago main basket, dia bernama
Karra Rambutnya panjang, tidak seperti kebanyakan pemain basket yang lain. Dia memiliki wajah
yang manis dan seorang yang santai. Tapi kalu karra marah, semuanya bisa jadi gawat darurat.

Karra sangat beruntung, karena selain dia mempunyai seorang kakak laki-laki yang sangat
menyayanginya-namanya Iraz, teman-teman Iraz juga perhatian kepada Karra. Terutama teman Iraz
yang namanya Ibel, laki-laki yang jago main gitar dan menyukai warna biru. Ketika Iraz harus
melanjutkan studinya ke New York, Iraz mempercayakan karra kepada Ibel untuk menjaga adiknya.

Selama dengan Ibel, Karra menganggapnya hanya sebagai kakak saja. Setiap perhatian lebih yang
diberikan Ibel kepada karra selalu ditanggapi dengan sikap biasa dan wajar layaknya seorang kakak
yang memperlakukan adiknya dengan penuh perhatian. Di sisi lain, Karra disukai oleh Dira,
seorang siswa baru di sekolahnya yang juga sma-sama jago main basket. Sikap Dira yang selalu
membuat Karra kesal dan marah secara tidak sadar telah menghipnotisnya untuk selalu berada dekat
dengan Dira. Walaupun sering membuat Karra kesal, tetapi Karra merasa kehilangan.

 
Penutup
Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk mengetahui
bagaimana cara membuat resensi dari sebuah novel, drama, novel dan
sebagainya. Kepada para pembaca jika ingin lebih mengetahui tentang
bahasan ini bisa membaca buku tentang resensi.  Semoga apa yang
diulas di atas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.
Daftra Pustaka
Fau, Eodora Nirmala. 2020. Cara Menulis Resensi.
https://www.studiobelajar.com/cara-menulis-resensi/ (diakses 13 April 2020)
Prasetyawati, Asti. 2019. Perbedaan Resume, Resensi, dan Review.
http://kinibisa.com/artikel/detail/menulis/subdetail/buku/read/perbedaan-resu
me-resensi-dan-review
(diakses 13 April 2020)
Suherli, dkk. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK/MAK KELAS XI. Edisi
Revisi.Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Selamat mengerjakan tugas harian!!!
Semoga Ananda Sukses

Ingat, Baca terlebih dahulu petunjuk dan jangan lupa batas


waktu pengerjaan soal!