Anda di halaman 1dari 55

AZAS-AZAS

HUKUM ISLAM
PENGERTIAN “AZAS”:
ALAS
LANDASAN
KEBENARAN YANG MENJADI TUMPUAN
BERFIKIR
BUKTI UNTUK MENGUATKAN
RUJUKAN UNTUK MENGEMBALIKAN SUATU
MASALAH
TOLOK UKUR DALAM PELAKSANAAN SUATU
HUKUM
AZAS HUKUM
SETIAP SISTEM HUKUM PASTI MEMILIKI AZAS
YANG MENJADI DASAR ATAU TUMPUAN HUKUM
ITU
DARI AZAS DAPAT DILIHAT TENTANG:

1. APAKAH SUATU DASAR SUATU HUKUM KUAT


ATAU LEMAH
2. APAKAH PELAKSANAANNYA BERAT ATAU RINGAN
3. APAKAH DAPAT DIPERTAHANKAN ATAU TIDAK
4. APAKAH SESUAI DENGAN KEINGINAN
MASYARAKAT
PENGERTIAN
“AZAS HUKUM ISLAM”
ASAL KATA: BAHASA ARAB: ASASUN (DASAR, BASIS,
PONDASI)
AZAS HUKUM ISLAM BERSUMBER DARI: AL-QUR’AN,
AS-SUNNAH DAN YANG DIKEMBANGKAN MELALUI
IJTIHAD
AZAS HUKUM ISLAM: KEBENARAN YANG MENJADI
POKOK DASAR ATAU TUMPUAN HUKUM ISLAM
DAPAT DIBAHAS AZAS HUKUM ISLAM SECARA
UMUM, MAUPUN KHUSUS PADA MASING-MASING
BIDANG (RUANG LINGKUP)
AZAS-AZAS UMUM:
MELIPUTI SEMUA BIDANG DAN SEGALA LAPANGAN
HUKUM ISLAM
1. DAUD ALI:
a. KEADILAN,
b. KEPASTIAN DAN
c. MANFAAT
BERDASAR TIM PENGKAJIAN HUKUM ISLAM BADAN
PEMBINAAN HUKUM NASIONAL DEPARTEMEN
KEHAKIMAN
2. MASJFUK ZUHDI:
MEMBEDAKAN ANTARA AZAS DENGAN PRINSIP
PRINSIP: CITA-CITA YANG MENJADI POKOK DASAR DAN
LANDASAN HUKUM ISLAM
PRINSIP-PRINSIP HUKUM ISLAM
 TAUHID: ILLAHIAH: MENGHIMPUN SELURUH MANUSIA HANYA KEPADA
ALLAH
 KOMUNIKASI LANGSUNG KEPADA ALLAH: TIDAK ADA PERANTARA
(TAWASSUL)
 MENGHARGAI FUNGSI AKAL, SEHINGGA SESEORANG MENJADI
MUKALLAF (DIBEBANI KEWAJIBAN)
 PENYEMPURNAAN IMAN
 MENJADIKAN KEWAJIBAN (AGAMA) SEBAGAI PEMBERSIH JIWA,
MEMPERBAIKI DAN MENSUCIKAN, BUKAN MENGHANCURKAN DAN
MERUSAK
 MEMPERHATIKAN KEPENTINGAN AGAMA DAN DUNIA
 PERSAMAAN DAN KEADILAN (SESAMA MANUSIA DI HADAPAN ALLAH,
DIHADAPAN HUKUM, DIHADAPAN NEGARA)
 AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR (MENGAJAK KEBAIKAN MEMERANGI
KEJAHATAN)
 MUSYAWARAH
 TOLERANSI (TASAMUH)
 KEMERDEKAAN DAN KEBEBASAN
 GOTONGROYONG
AZAS UMUM I:
MENIADAKAN KESEMPITAN DAN KESUKARAN
DASAR:
1. AL HAJ AYAT 78: “DAN ALLAH TIDAK MENJADIKAN
UNTUK KAMU AGAMA SUATU KESEMPITAN”
2. AL BAQARAH 286: “ALLAH TIDAK MEMBEBANI
SESEORANG MELAINKAN SESUAI DENGAN
KESANGGUPANNYA”
3. AL BAQARAH 185: “ALLAH MENGHENDAKI
KERINGANAN BAGIMU DAN TIDAK MENGHENDAKI
KESUKARAN”
4. AL MAIDAH 6: ALLAH TIDAK MENGHENDAKI
MENJADIKAN SESUATU KESEMPITAN BAGIMU”
5. HADIST RIWAYAT BUKHARI DAN NASAI: “ AGAMA ITU
MUDAH”
6. “MUDAHKANLAH DAN JANGAN KAMU
MENYUKARKAN”
MENIADAKAN KESEMPITAN DAN KESUKARAN
MELAHIRKAN HUKUM RUKHSHAH: KELONGGARAN/ DISPENSASI
DALAM MENGHADAPI KEADAAN DARURAT

CONTOH:
1. TIDAK BERPUASA KARENA SAKIT, DALAM PERJALANAN,
HAMIL, MENYUSUI
2. PELAKSANAAN SHOLAT DALAM KEADAAN SAKIT
3. MAKAN MAKANAN YANG HARAM DALAM KEADAAN DARURAT
(AL-BAQARAH 173: SYARAT KEADAAN TERPAKSA, TIDAK
MENGINGINKANNYA, TIDAK MELAMPAUI BATAS)

HUBUNGAN DENGAN PRINSIP HUKUM ISLAM:MENJADIKAN


KEWAJIBAN (AGAMA) SEBAGAI PEMBERSIH JIWA,
MEMPERBAIKI DAN MENSUCIKAN, BUKAN MENGHANCURKAN
DAN MERUSAK
AZAS UMUM II:
MENYEDIKITKAN BEBAN
TUJUANNYA ADALAH AGAR KEWAJIBAN KEPADA MANUSIA TIDAK
MENYULITKAN ATAU MENYUSAHKAN

DASAR HUKUM:
1. ALMAIDAH 101: ‘JANGANLAH KAMI BERTANYA KEPADA NABIMU
HAL-HAL YANG JIKA DITERANGKAN AKAN MENYUSAHKANMU”
2. HADITS: “….DAN ALLAH MENDIAMKAN BEBERAPA HAL KARENA
RAHMAD UNTUKMU, MAKA JANGANLAH KAMU
MEMBAHASNYA”
3. HADITS:”SEBERAT-BERAT KESALAHAN ORANG ISLAM TERHADAP
UMAT ISLAM IALAH SESEORANG YANG MENANYAKAN SESUATU
YANG TIDAK DIHARAMKAN KEPADA UMAT. KEMUDIAN
DIHARAMKAN KEPADA UMAT ISLAM KARENA AKIBAT
DIPERSOALKAN”
AZAS UMUM III:
BERTAHAP DALAM MENETAPKAN HUKUM
TUJUAN AGAR MUDAH DIPAHAMI, MUDAH DILAKSANAKAN DAN
DISOSIALISASIKAN
CONTOH
1. SHOLAT: MULA-MULA 2 KALI SEHARI, PAGI DAN SORE MASING-MASING 2
RAKAAT, KEMUDIAN KEWAJIBAN 5 KALI SEHARI
2. SHAUM 3 HARI DALAM SEBULAN, SETELAH MEMASYARAKAT LAHIR
PERINTAH SHAUM RAMADHAN
3. LARANGAN MINUM KHAMR (AL BAQARAH 219: MANFAAT DAN DOSA; AN
NISA 43: SHOLAT DALAM KEADAAN MABUK; AL MAIDAH 90:
MENGHARAMKAN KHAMR)
4. LARANGAN RIBA (AN NISA, ALI IMRON, AL BAQARAH)
5. LARANGAN ZINA, SEMULA PELAKU HANYA DIOLOK-OLOK, DIKENAKAN
TAHANAN RUMAH (AN NISA 15-16) DAN DERA DAN RAJAM (AN NUR 2)
AZAS UMUM IV:
SEJALAN DENGAN KEPENTINGAN/ KEMASLAHATAN/ KEBAIKAN
UMAT MANUSIA

PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN HUKUM ISLAM SEJALAN


DENGAN KEMASLAHATAN UMAT
NASIKH MANSUKH (DIHAPUS ATAU DIUBAH)
AL BAQARAH 106: “ APA SAJA AYAT YANG KAMI
NASAKHKAN…..KAMI DATANGKAN YANG LEBIH BAIK
DARIPADANYA, ATAU YANG SEBANDING DENGANNYA”
Lanjutan…….
AZAS UMUM IV:
SEJALAN DENGAN KEPENTINGAN/ KEMASLAHATAN/ KEBAIKAN UMAT MANUSIA

 CONTOH 1: WASIAT (AYAT DI NASAKHKAN DENGAN AYAT DAN HADITS)


AL BAQARAH 180: “….JIKA ADA TANDA-TANDA MAUT, DAN AKAN MENINGGALKAN
HARTA, HENDAKLAH BERWASIAT UNTUK IBU-BAPAK, KARIB KERABAT SECARA
ADIL….”
AN NISA 11, 12 DAN 176: TENTANG BAGIAN AHLI WARIS
HADITS: “TIADA WASIAT UNTUK AHLI WARIS” (ADA PENDAPAT BAHWA HADITS INI
BUKAN MELARANG, WALAU TIDAK LAGI MEWAJIBKAN WASIAT TETAPI TETAP
DIPERBOLEHKAN)

 C0NTOH 2: KIBLAT (SUNNAH DINASAKHKAN DENGAN AYAT)


SEMULA ADALAH MENGHADAP KE BAITUL MAQDIS. SURAT AL BAQARAH 144:
MENGHADAP KE KA’BAH

 CONTOH 3: ZIARAH KUBUR (SUNNAH DENGAN SUNNAH)


HADITS: “AKU DULU PERNAH MELARANG KAMU ZIARAH KUBUR. KETAHUILAH,
SEKARANG SILAKAN KAMU BERZIARAH KUBUR”.
 NASAKH TELAH BERAKHIR DENGAN SELESAINYA WAHYU YANG
TURUN DAN WAFATNYA RASULULLAH, NAMUN BERDASAR
MOTIF/ALASAN YANG MELATAR BELAKANGI KETETAPAN
(ILLAT), MAKA HUKUM BISA BERUBAH MENGIKUTI ILLATNYA,
TERUTAMA DALAM BERMUAMALAH

 TIDAK BOLEH BERSIKAP JUMUD (BEKU PIKIRAN)

 CONTOH HUKUM YANG BERUBAH KARENA PERUBAHAN ILLAT


HUKUMNYA:

1. KHALIFAH UMAR BIN KHATHAB TIDAK MEMBERI PRAJURIT YANG IKUT


PERANG PAMPASAN PERANG KARENA NEGARA MEMBUTUHKAN
TAMBAHAN SUMBER PENDAPATAN ATAS BELANJA NEGARA YANG SEMAKIN
MENINGKAT.
2. KHALIFAH UMAR BIN KHATHAB TIDAK MEMBERI HAK MENERIMA ZAKAT
BAGI MUAALF KARENA ISLAM SUDAH KUAT, DAN TIDAK INGIN ORANG
MASUK ISLAM KARENA INGIN MENDAPAT ZAKAT
3. UMAR BIN ABDUL AZIS MENOLAK HADIAH, KARENA MENGANDUNG
UNSUR RASYWAH/SUAP. BERBEDA DENGAN JAMAN RASULULLAH, HADIAH
BENAR-BENAR HADIAH
AZAS UMUM V:
MEWUJUDKAN KEADILAN
DISEBUT SEBAGAI AZAS DARI SEMUA AZAS
DISEBUTKAN LEBIH DARI 1000 KALI DALAM AL-QUR’AN
SHAD 26: ALLAH MEMERINTAHKAN PENGUASA, PENEGAK HUKUM
SEBAGAI KHALIFAH YANG MENYELENGGARAKAN HUKUM
SEBAIK-BAIKNYA, BERLAKU ADIL TERHADAP SEMUA MANUSIA
AN NISA 135: ALLAH MEMERINTAHKAN MANUSIA UNTUK
MENEGAKKAN KEADILAN, SAKSI YANG ADIL, BAIK TERHADAP
DIRI, ORANG TUA DAN KERABAT
AL MAIDAH 8: AGAR MANUSIA BERLAKU ADIL TERHADAP SAKSI…
KASUS:
WANITA BANGSAWAN QURAISH YANG MENCURI
PELANA KUDA KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB YANG DICURI ORANG
YAHUDI, HAKIM MENOLAK KESAKSIAN HUSEIN
KEADILAN SEBAGAI AZAS
KEADILAN SEBAGAI TITIK TOLAK
KEADILAN SEBAGAI PROSES
KEADILAN SEBAGAI SASARAN
3 MACAM KEADILAN
KEADILAN HUKUM: SISTEM HUKUM YANG
BERLAKU ADIL, SERAGAM, UNIFIKASI PADA
SELURUH WARGA NEGARA TANPA ADA
DISKRIMINASI
KEADILAN SOSIAL: KEADILAN DALAM
MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG SAMA DALAM
BERKEHIDUPAN EKONOMI (HAK KITA HAK
MEREKA, KEWAJIBAN MEREKA KEWAJIBAN KITA)
KEADILAN PEMERINTAHAN: TIDAK ADA
PERBEDAAN KARENA FAKTOR BAHASA, SUKU
DLL
AZAS UMUM VI:
AZAS KEPASTIAN HUKUM
TIDAK ADA PERBUATAN YANG DAPAT DIHUKUM
KECUALI ATAS KETENTUAN YANG SUDAH DIATUR
DAN BERLAKU ATAS PERBUATAN TERSEBUT
DASAR
AL MAIDAH 95: “ALLAH MENGAMPUNI APA YANG
TERJADI DI MASA LALU”
BANI ISRAIL 15:”TIDAKLAH KAMI MENJATUHKAN
HUKUMAN, KECUALI SETELAH KAMI MENGUTUS
SEORANG RASUL UNTUK MENJELASKAN (ATURAN
DAN ANCAMAN HUKUMAN ITU”
TIDAK ADA HUKUMAN YANG BERLAKU SURUT:
PELAKSANAAN RIBA SEBELUM DILARANG
BUKAN PERBUATAN DOSA
HUKUM TIDAK BERLAKU BAGI YANG TIDAK
MENGETAHUI, LALAI, LUPA. (TETAPI ADA
KEWAJIBAN UNTUK MENCARI ILMU)
PEMBALASAN HARUS SESUAI DENGAN YANG
DILAKUKAN: HAKIM TIDAK BOLEH MARAH
DALAM MEMUTUSKAN SUATU PERKARA
TIAP MANUSIA MEMIKUL DOSANYA SENDIRI,
TIDAK MENGENAL DOSA TURUNAN, ANAK
HARAM ATAU HASIL PERZINAHAN TETAP
SEBAGAI BAYI YANG TANPA DOSA
AZAS UMUM VII:
KEMANFAATAN
DALAM MELAKSANAKAN KEADILAN DAN
KEPASTIAN HUKUM HARUS MEMPERTIMBANGKAN
KEMANFAATANNYA
TERKAIT DENGAN AZAS UMUM IV SEJALAN
DENGAN KEPENTINGAN/ KEMASLAHATAN/
KEBAIKAN UMAT MANUSIA
CONTOH:
PENCATATAN NIKAH
PPAW (PEJABAT PEMBUAT AKTA WAKAF)
KEMANFAATAN BUKAN HANYA UNTUK
PELAKU, TETAPI JUGA MASYARAKAT
ZINA: DERA, RAJAM
HUKUMAN BAGI PELAKU PERBUATAN MENUJU ZINA:
HUKUMAN YANG BERSIFAT MENDIDIK
LARANGAN MENYIMPAN UANG SEHINGGA
MENGURANGI FUNGSINYA
HUKUMAN MELEBUR UANG KARENA
MENGHENTIKAN FUNGSINYA
KHAMR, BUKAN SAJA BAGI PEMINUMNYA, TAPI
JUGA PENANAM, PEMETIK, PENGOLAH,
PENJUAL, PENYAJI
AZAS-AZAS HUKUM PIDANA
ISLAM
PERBUATAN PIDANA DIBERI HUKUMAN TERTENTU YANG
SESUAI DENGAN KEADILAN MENURUT PETUNJUK ALLAH
SIAPA YANG BERBUAT PIDANA, PERBUATAN APA YANG
DIPIDANA DAN BAGAIMANA HUKUMANNYA,
DIDASARKAN PADA KEIMANAN DAN AKAL SEHAT
MANUSIA UNTUK KEMASLAHATAN (KEMANFAATAN)
DUNIA AKHIRAT
ISLAM MEMANDANG HUKUMAN YANG DIJATUHKAN DI
DUNIA MENGHAPUSKAN SIKSA DAN DOSA DI AKHIRAT
DASAR HADITS: “HUKUMAN DUNIA (HADD)
MENGHAPUSKAN DOSA DI AKHIRAT”
KEJAHATAN PIDANA:
1. KEJAHATAN TERHADAP JIWA
2. KEJAHATAN TERHADAP KEHORMATAN
3. KEJAHATAN TERHADAP KETURUNAN/ KELUARGA
4. KEJAHATAN TERHADAP AKAL
5. KEJAHATAN TERHADAP AGAMA
6. KEJAHATAN TERHADAP KEPENTINGAN UMUM
KEJAHATAN TERHADAP JIWA-RAGA

PEMBUNUHAN
AL BAQARAH 178-178
AL ISRA 33
“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, DIWAJIBKAN
ATAS KAMU QISHAASH BERKENAAN DENGAN
ORANG YANG DIBUNUH, ORANG MERDEKA DENGAN
MERDEKA, ….”
KEJAHATAN TERHADAP HARTA

PENCURIAN
AL MAIDAH 38
“ LAKI-LAKI YANG MENCURI DAN PEREMPUAN
YANG MENCURI, POTONGLAH TANGANNYA
SEBAGAI PEMBALASAN BAGI APA YANG MEREKA
TELAH KERJAKAN…”
KEJAHATAN
TERHADAP KEHORMATAN

QADZHAF
AN NUR 4
“ORANG-ORANG YANG MENUDUH WANITA BAIK-
BAIK BERBUAT ZINA, DAN MEREKA TIDAK MEMBAWA
EMPAT ORANG SAKSI, MAKA DERALAH MEREKA
(YANG MENUDUH) DELAPAN PULUH KALI, DAN
JANGAN TERIMA KESAKSIAN MEREKA SELAMA-
LAMANYA…..”
KEJAHATAN TERHADAP KETURUNAN/
KELUARGA

ZINA
AN NUR 2: “PEREMPUAN BERZINA DAN LAKI-LAKI
BERZINA, DERALAH MASING-MASING….”
KEJAHATAN TERHADAP AKAL
MINUM KHAMR
DASAR: AL MAIDAH 90
HUKUMAN: RASULULLAH MEMBERI HUKUMAN
40 CAMBUK, ABU BAKAR 40 KALI, UMAR 80 KALI
KEJAHATAN TERHADAP AGAMA
MURTAD
AL BAQARAH 217: “AMAL MEREKA SIA-SIA….”
KEJAHATAN TERHADAP KEPENTINGAN
UMUM
MERAMPOK, MEMBUAT KERUSAKAN DI BUMI
AL MAIDAH 33:
“PEMBALASAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG
MEMERANGI ALLAH DAN RASULNYA DAN
MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI……”
MACAM-MACAM HUKUMAN
HUKUMAN AKHIRAT
HUKUMAN DUNIAWI
HUKUM BERDASARKAN NASH
 QISHAASH DAN DIAT/KERUGIAN:
 DALAM KEJAHATAN TERHADAP JIWA, SELAIN MASALAH PUBLIK JUGA
MENGANDUNG PRIVAT.
 MEMBERI RASA KEADILAN (EKONOMI KARENA KEMATIAN), JUGA

MENGHILANGKAN DENDAM.
 PEMBERIAN MAAF KELUARGA KORBAN TETAP MEMBERIKAN HAK KEPADA

HAKIM UNTUK BERWENANG MEMBERI HUKUMAN KEPADA PEMBUNUH,


BAHKAN SAMPAI HUKUMAN MATI.
 HADD: (MURTAD, ZINA, PENCURI, PERAMPOK, MINUM KHAMR)
HUKUMAN YANG TIDAK ADA DALAM NASH TETAPI BERDASAR
KEBIJAKAN HAKIM UNTUK MEWUJUDKAN KEMASLAHATAN
(TA’ZIR) DENGAN PERTIMBANGAN AKAL SEHAT DAN
KEYAKINAN YANG MENDALAM
AZAS HUKUM PIDANA ISLAM I:
AZAS LEGALITAS

TIDAK ADA PELANGGARAN DAN TIDAK ADA


HUKUMAN SEBELUM ADA HUKUM YANG
MENGATUR
AL ISRA 15, AL AN’AM 19
HUBUNGKAN DENGAN AZAS UMUM KEPASTIAN
HUKUM
AZAS HUKUM PIDANA ISLAM II:
KESENGAJAAN
SESEORANG DAPAT DIHUKUM KARENA
KEJAHATAN APABILA ADA UNSUR KESENGAJAAN
UNTUK BERBUAT JAHAT
TIDAK ADANYA KESENGAJAAN BERARTI KARENA
KELALAIAN, KELIRU ATAU LUPA, WALAU TETAP
BERSALAH DAN DIHUKUM, BUKAN HUKUMAN
KARENA KEJAHATAN, TETAPI HUKUMAN UNTUK
MENDIDIK DAN KEMASLAHATAN
 AN NISA 92: “BARANG SIAPA MEMBUNUH
MUKMIN KARENA TERSALAH, HENDAKLAH
MEMERDEKAKAN SEORANG SAHAYA…..”
AZAS HUKUM PIDANA ISLAM III:
HUKUMAN DIJATUHKAN APABILA KEJAHATAN
TELAH YAKIN DIPERBUAT
HATI-HATI DALAM MENGHUKUM,
MEMBIARKAN TIDAK MENGHUKUM DAN
MENYERAHKAN KEPADA ALLAH APABILA
KEKURANGAN BUKTI LEBIH BAIK DARIPADA
MENGHUKUM YANG TIDAK BERSALAH
HADITS: “TINGGALKAN MENGHUKUM DALAM
MASALAH SUBHAT, KARENA MEMAAFKAN LEBIH
BAIK DARIPADA SALAH DALAM MENGHUKUM”
ERAT KAITANNYA DENGAN AZAS PRADUGA
TIDAK BERSALAH
AZAS HUKUM PIDANA ISLAM V:
LARANGAN MEMINDAHKAN KESALAHAN
PADA ORANG LAIN
SETIAP JIWA TERAIT DENGAN APA YANG
DIKERJAKAN, DAN TIAP ORANG TIDAK MEMIKUL
KESALAHAN ORANG LAIN
HUBUNGKAN DENGAN AZAS KEPASTIAN HUKUM
AZAS HUKUM PERDATA
ISLAM
AZAS HUKUM PERDATA
1. AZAS KEBOLEHAN / MUBAH

SEGALA SESUATU BOLEH DILAKUKAN SEPANJANG


TIDAK ADA LARANGAN
CONTOH: TRANSAKSI JUAL BELI,
KONTAN,
ANGSURAN,
BAYAR DI MUKA BARANG KEMUDIAN,
BARANG DI MUKA BAYAR KEMUDIAN,
SEPANJANG TIDAK MEMENUHI LARANGAN MAGHRIB
(MAYSIR, GHARAR, RIBA)
AZAS HUKUM PERDATA
2. AZAS KEMALAHATAN HIDUP

AZAS YANG MENGANDUNG MAKNA BAHWA


HUBUNGAN PERDATA APAPUN DAPAT
DILAKUKAN SEPANJANG MENDATANGKAN
KEBAIKAN, BERGUNA BAGI KEHIDUPAN
MANUSIA SECARA PRIBADI DAN KELUARGA,
WALAUPUN TIDAK ADA KETENTUAN DALAM
ALQURAN
CONTOH: PENCATATAN WAKAF
AZAS HUKUM PERDATA
3. AZAS KEBEBASAN DAN KESUKARELAAN (AN NISA
29)

SETIAP HUBUNGAN PERDATA HARUS DILAKUKAN


SECARA BEBAS DAN SUKARELA
INFORMASI HARUS JELAS, TIDAK ADA PAKSAAN
MELARANG 1 AKAD UNTUK 2 JUAL BELI
AZAS HUKUM PERDATA
4. AZAS MENOLAK MUDHARAT DAN
MENGAMBIL MANFAAT

HINDARI HUBUNGAN YANG MENDATANGKAN


KERUGIAN DAN MUDHARAT BAIK BAGI
SENDIRI DAN MASYARAKAT
WALAU SUKARELA TETAP DILARANG:
PROSTITUSI,
PERDAGANGAN NARKOBA
AZAS HUKUM PERDATA
5. AZAS KEBAJIKAN

HUBUNGAN PERDATA HARUS


MENDATANGKAN KEBAJIKAN PADA KEDUA
BELAH PIHAK, TIDAK ADA PIHAK YANG
DIRUGIKAN

CONTOH: ISLAM MELARANG PERJANJIAN


UNTUNG-UNTUNGAN, TIDAK JELAS, SPEKULASI
AZAS HUKUM PERDATA
6. AZAS KEKELUARGAAN DAN KEBERSAMAAN

HORMAT-MENGHORMATI, TOLONG MENOLONG


MASING-MASING DALAM KEDUDUKAN
MUKHATARA
CONTOH: BUNGA DAN RIBA YANG TIDAK
MEMBERIKAN KEDUDUKAN SEIMBANG
SEBAGAIMANA PRINSIP BAGI HASIL
AZAS HUKUM PERDATA
7. AZAS ADIL DAN BERIMBANG
TANPA UNSUR PENIPUAN, PENINDASAN
HASIL SEIMBANG DENGAN USAHA
MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH
AZAS HUKUM PERDATA
8. MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN

KEWAJIBAN DILAKSANAKAN LEBIH DAHULU


DARIPADA HAK, UNTUK MENGHINDARI
WANPRESTASI
PEMBAYARAN / PELUNASAN UTANG HARUS
SEGERA DIDAHULUKAN
AZAS HUKUM PERDATA
9. LARANGAN MERUGIKAN DIRI SENDIRI DAN
ORANG LAIN

BUKAN SAJA PARA PIHAK YANG TIDAK BOLEH


MERUGI, PIHAK LUAR, MASYARAKAT JUGA TIDAK
BOLEH DIRUGIKAN
CONTOH: BAGI HASIL USAHA, SAMA-SAMA
UNTUNG, TETAPI MERUSAK LINGKUNGAN
AZAS HUKUM PERDATA
10. AZAS KEMAMPUAN BERBUAT DAN BERTINDAK

MANUSIA DIPANDANG MAMPU APABILA TELAH


MUKALLAF, MAMPU MENYANDANG HAK DAN
KEWAJIBAN

TRANSAKSI DENGAN ANAK-ANAK


AZAS HUKUM PERDATA
11. AZAS KEBEBASAN BERUSAHA

SETIAP ORANG BEBAS BERUSAHA


MENGHASILKAN SESUATU YANG BAIK BAGI DIRI
DAN KELUARGANYA
SETIAP ORANG PUNYA KESEMPATAN YANG SAMA
DALAM BERUSAHA TANPA BATASAN (KECUALI
ADA HAK-HAK YANG MENJADI MILIK UMUM)
AZAS HUKUM PERDATA
12. AZAS MENDAPATKAN SESUATU KARENA
USAHA DAN JASA

SESEORANG AKAN MENDAPAT HAK BERDASAR


JASA DAN USAHA YANG DILAKUKANNYA
SENDIRI MAUPUN DENGAN BEKERJASAMA
DENGAN ORANG LAIN
USAHA TERSEBUT TIDAK BOLEH DILAKUKAN
KARENA KEJAHATAN, KEKEJIAN, KEKOTORAN
DLL
AZAS HUKUM PERDATA
13. AZAS PERLINDUNGAN HAK

HAK YANG DIPEROLEH SECARA HALAL HARUS


DILINDUNGI

GAJI DIBAYARKAN LEBIH DULU


AZAS HUKUM PERDATA
14. AZAS HAK MILIK BERFUNGSI SOSIAL

ISLAM MENGAKUI KEPEMILIKAN PRIBADI,


TETAPI PADA TIAP HARTA ADA MILIK FAKIR
MISKIN, ATAU BERFUNGSI SOSIAL

MISALNYA: ZAKAT PENGHASILAN


AZAS HUKUM PERDATA
15. AZAS BERITIKAD BAIK HARUS DILINDUNGI

ORANG YANG MELAKUKAN PERBUATAN


BERTANGGUNGJAWAB ATAS RESIKO
PERBUATANNYA, JIKA ADA HUBUNGAN YANG
TIDAK DIKETAHUI ADA CACAT DI DALAMNYA,
MAKA HARUS DILINDUNGI DAN BERHAK
MENUNTUT ATAS KERUGIANNYA
AZAS HUKUM PERDATA
16. AZAS RESIKO DIBEBANAN PADA HARTA, BUKAN
PADA PEKERJA

MENILAI TINGGI PADA KERJA, BUKAN TERFOKUS


PADA HARTA

CONTOH: BAGI HASIL KERUGIAN ADALAH PADA


APA YANG DIMASUKKAN MASING-MASING PIHAK
AZAS HUKUM PERDATA
17. AZAS MENGATUR DAN MEMBERI PETUNJUK

SEMUA BERSIFAT MENGATUR DAN MEMBERI


PETUNJUK KECUALI YANG TELAH JELAS
KETENTUANNYA
HUKUM JUAL BELI ADAT BOLEH DILAKUKAN
SEPANJANG TIDAK MELANGGAR MAGHRIB
AZAS HUKUM PERDATA
18. AZAS TERTULIS DAN ADA SAKSI

AL BAQARAH 282


TERUTAMA PADA PERJANJIAN TIDAK TUNAI
SAKSI 2 LAKI-LAKI ATAU 1 LAKI LAKI 2
PEREMPUAN
SEBAIKNYA DIBERI RAHN UNTUK MENJAMIN
AZAS-AZAS HUKUM PERKAWINAN
KESUKARELAAN
PERSETUJUAN KEDUA BELAH PIHAK
KEBEBASAN MEMILIH
KEMITRAAN SUAMI ISTRI
UNTUK SELAMA-LAMANYA
MONOGAMI TERBUKA
AZAS-AZAS HUKUM KEWARISAN
IJBARI (BERLAKU DENGAN SENDIRINYA)
AZAS BILATERAL (DARI PIHAK LAKI-LAKI
MAUPUN PEREMPUAN)
INDIVIDUAL (DAPAT DIMILIKI SECARA
PERORANGAN)
KEADILAN DAN BERIMBANG (KESEIMBANGAN
ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN)
ADANYA KEMATIAN