Anda di halaman 1dari 44

DEKONTAMINASI, DESINFEKSI

dan STERILISASI

Materi 4
Pendahuluan
 Sterilisasi dan desinfeksi  kunci dalam
proses kontrol dan pencegahan hospital
infection
Pengertian
Dekontaminasi
merupakan proses membunuh
mikroorganisme sebelum dicuci

Alurnya: pensortiran perendaman

Contoh : perendaman dengan Chlorin


10%
Cleaning

 proses pembersihan alat dengan


cara mencuci dengan air bersih dan
mengalir  PEMBILASAN
Cleaning
Cara pencucian:
- manual
- mekanikal
- kombinasi manual dan mekanikal
Mekanikal:
- Ultrasonic Cleaning
- Washer- Sterilizer
Desinfeksi
 proses membunuh mikroorganisme
patogen bentuk vegetatif (kecuali spora
dan virus) yg dilakukan thd benda mati

Desinfektan zat kimia yg dipakai


untuk desinfeksi
Antisepsis
mencegah pertumbuhan atau aktivitas
mikroorganisme dgn cara menghambat atau
membunuh mikroorganisme thd permukaan jaringan
hidup/ kulit

Antiseptik  zat kimia yg dipakai untuk


antisepsis

Aseptik  hilangnya mikroorganisme


patogen
Sterilisasi
Proses destruksi/membunuh semua
bentuk kehidupan mikroorganisme
termasuk spora dan virus
Efektivitas metode sterilisasi
Efektivitas berbagai tergantung 4 faktor:
1. Jenis mikroorganisme yang ada
2. Jumlah mikroorganisme yang ada
3. Jumlah dan jenis materi organik yg
melindungi mikroorganisme
4. Jumlah retakan dan celah alat
DEKONTAMINASI
Rendam
Rendam dalam
dalam larutan
larutan klorin
klorin 0,5
0,5 %
% selama
selama 10
10 menit
menit

CUCI DAN BILAS


Gunakan
Gunakan deterjen
deterjen dan
dan sikat
sikat
Pakai
Pakai sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak terluka
sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak terluka oleh
oleh benda
benda tajam
tajam

Metode
Metode yang
yang dipilih
dipilih Metode
Metode alternatif
alternatif
Sterilisasi DESINFEKSI TINGKAT TINGGI

OTOKLAF PANAS KERING KIMIAWI REBUS / KUKUS


KIMIAWI
106
106 kPa
kPa 170
170 ˚C
˚C Rendam
Rendam Panci
Panci tertutup
tertutup Rendam
Rendam
121 ˚C
121 ˚C 60
60 menit
menit 10-24
10-24 jam
jam 20
20 menit
menit 20
20 menit
menit
30
30 menit
menit jika
jika
Terbungkus
Terbungkus
20
20 menit
menit jika
jika Tidak
Tidak terbungkus
terbungkus

DINGINKAN DAN KEMUDIAN SIAP DIGUNAKAN


Peralatan
Peralatan yang
yang sudah
sudah diproses
diproses bisa
bisa disimpan
disimpan dalam
dalam wadah
wadah tertutup
tertutup yang
yang didisinfeksi
didisinfeksi tingkat
tingkat tinggi
tinggi
Sampai satu minggu jika wadahnya tidak dibuka
Sampai satu minggu jika wadahnya tidak dibuka
METODE STERILISASI DAN
DESINFEKSI

 Metode Fisis

 Metode Kimia
Metode Fisis
 Panas
 Radiasi (gamma dan UV)
 Filtrasi
 Zat kimia dalam bentuk cair atau gas
Pemanasan
1. Pemanasan basah
- Suhu di bawah 1000 C  pasteurisasi
- Suhu 1000 C  air mendidih
- Suhu di atas 1000 C  autoklaf
Samb pemanasan basah…

1. Pasterurisasi
 Cara sterilisasi bakteri patogen dan non
patogen pada susu

 Caranya:
- Klasik Suhu 630 C, 30 menit
- High temperature short time (HTST) 
suhu 720C,15 detik  susu dpt disimpan dlm
lemari es
- Ultra high temperature (UHT)  1400 C, 3
dtk  susu dapat disimpan tanpa lemari es
Samb Pemanasan basah….. …….

2. Perebusan (boiling water)


 suhu 1000 C, selama 10-15 menit
Kelemahan: Hanya membunuh bakteri
bentuk vegetatif, spora (-),virus (-)
Bunuh spora: + kan 2% sodium
carbonat
Guna: alat2 kedokteran (konvensional),
makanan/minuman, dll
Samb Pemanasan basah….. …….
3. Autoklaf
 uap air dengan tekanan 1 ½ atm, suhu
1210C, selama 15 menit
Tujuan untuk membunuh bakteri dan spora
Guna: sterilisasi media mikrobiologi,
pakaian, instrument, alat intra vena,
larutan, alat suntik, spatel lidah, dll
Autoklaf
Pemanasan….
2. Pemanasan kering
1. Flamming (flambir)
memanaskan alat dg cara
melewatkan diatas api tanpa pemijaran
Guna untuk: skalpel, pinset dan mulut
tabung.
Samb Pemanasan kering…..

2. Pembakaran (red heat/incineration)


 cara ini 100% efektif tetapi mempunyai
keterbatasan

Guna untuk: mensterilkan osse, membakar


bangkai binatang percobaan dan
sampah medis dibakar dengan
incenerator
Samb Pemanasan kering….. ……
3. Udara panas (hot air sterilization/Oven)
 Pemanasan oven dg suhu tinggi 1600-1800
C, 1 jam
Caranya: dengan memanaskan udara dalam
oven dg listrik atau gas.

Guna untuk: mensterilkan alat2 dari glas spt


petridisk, pipet, tabung reaksi,
erlemeyer, alat suntik, perban, dsb
Radiasi

1. Radiasi sinar Gamma

panjang gelombang < 1 nm  daya


penetrasinya tinggi  bakteri vegetatif
dan spora
Mekanisme: terjadinya ionisasi molekul
air  radikal hidroksil yg reaktif 
merusak DNA  mati
Samb…
Guna: sterilisasi alat2 farmasi, alat2 disposible
(sarung tangan, spuit, benang jahit, kateter,
dll), vaccin dan makanan tahan lama
 Harus disertai cara pengamanan yang
khusus
Samb radiasi...

2. Radiasi sinar UV

panjang gel 220-290nm, paling efektif 260 nm


 daya penetrasi rendah  tidak dapat
digunakan pd material tertutup dan
endospora
Guna: untuk sterilisasi udara, ruangan
perawatan dan ruang operasi
 Kontak lama  merusak mata, luka bakar,
kanker kulit
Filtrasi
 Filtrasi/ menyaring
 Pemisahan bakteri dari cairan dan udara melalui filter dengan pori
kecil (0,22-0,45um)

Metode filtrasi digunakan jika pada metode heating, chemical, irradiation


dapat menyebabkan kerusakan pada subjek. Menggunakan membran filter
dengan pori-pori berukuran 0.2 µm (micrometer) yang biasanya dapat
menyaring dan menghilangkan mikroorganisme. Akan tetapi beberapa
virus dan phage dapat melewati filter ini sehingga perlu menjadi
pertimbangan sebelum melakukan sterilisasi.

- Filter cairan
Guna : untuk bahan yg tidak tahan panas,
spt: ekstrak, serum, enzim, toksin kuman

Sekarang Filter Membran  pori 8-0,025 um  sehingga semua


bakteri terbuang
Samb Filtrasi………..
- Filter udara
 Laminar flow bench
 High Efficiency Partulate Air (HEPA) 
ukuran pori-pori 0,3 um yg dipasang di ruang
operasi atau untuk ruang isolasi penderita
luka bakar/ penderita dengan inflantasi
Sterilisasi Gas

 gas Etilen Oksid (Ethylene Oxide


Sterilization dan Formaldehide
Guna: instrumen bedah yg sensitif panas dan
kelembaban
Mekanisme kerja:
Denaturasi protein  alkilasi gugus –SH,-
COOH atau –OH  alkylating agents
Samb Gas…
Kelemahan:
- Toksik/ karsinogen
- mudah meledak
- proses rumit
- waktu lama ( 2 jam dg aerasi 24 jam)
- butuh peralatan canggih
- butuh staf yg terlatih
- hrs dicampur gas lain yg tidak mudah
meledak (koarbon dioksid atau nitrogen)
Metode kimiawi

Penggunaan DESINFEKTAN
Jenis desinfektan yg digunakan di
rumah sakit:
 Fenol (karbol, lisol) dan kresol
 Halogen (hipoklorit dan klorin)
 Quatenary Ammonium Coumpund
(Sterimid, Benzalkonium Klorida)
 Diguanid ( klorheksidin)
Samb…
 Alkohol (Etil alkohol, Isopropanol)
 Aldehid (formaldehide/ formalin dan
glutaraldehide)
 Klorinat bifenol (heksaklorofen),
 Dll
Efektivitas Desinfektan
Efektivitas desinfektan dipengaruhi oleh:
 konsentrasi
 suhu
 jumlah kuman
 time of exprosure
 pH bahan kimia
 Mudahnya kontak dengan mikroorganisme
Evaluasi desinfektan
Ada 2 metode:
 1. Use dilution test
- menggunalkan 3 galur bakteri (Salmonella
cholaraesuis, Staph. aureus, P. aeruginosa)
biakan cair
- masukan cincin logam ke biakan cair  keringkan
- masukan kembali cincin logam ke dalam lar
desinfektan selama 10 menit suhu 20C
- cincin logam dipindahkan ke dalam medium cair 
inkubasi  ada pertumbuhan bakteri/ tidak
Samb evaluasi....

 2.Metode membran filter


- membran filter dicelupkan ke dalam lar
desinfektan
- tanam pd permukaan medium agar padat
yg telah diinokulasi dg bakteri tes
- Inkubasi  lihat pertumbuhan bakteri dg
adanya clear zone di sekitar kertas saring
Monitoring sterilisasi
 Indikator mekanik bag dari
instrumen mesin sterilisasi yg
memberikan catatan waktu, suhu,
tekanan  laporan atau grafik
waktu, suhu, tekanan

 Indikator kimia adanya perub


warna pd strip tape, kartu, vial
Samb…
 Indikator biologi  populasi
mikroorganisme spesifik dlm btuk
spora yg resisten
Cara kerja
 Bakteriostatik : mencegah
pertumbuhan bakteri

 Bakterisidal: zat yang bersifat


membunuh bakteri tidak hanya
mencegah mereka berkembang
biyak.
Mekanisme Kerja
 Merusak membran dan dinding sel
 Denaturasi Protein
 Merusak asam nukleat
 Merusak gugus sulfhidril bebas/ gangguan
sistem enzim
DEKONTAMINASI
Rendam
Rendam dalam
dalam larutan
larutan klorin
klorin 0,5
0,5 %
% selama
selama 10
10 menit
menit

CUCI DAN BILAS


Gunakan
Gunakan deterjen
deterjen dan
dan sikat
sikat
Pakai
Pakai sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak
sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak terluka
terluka oleh
oleh benda
benda tajam
tajam

Metode
Metode yang
yang dipilih
dipilih Metode
Metode alternatif
alternatif
Sterilisasi DESINFEKSI TINGKAT TINGGI

OTOKLAF PANAS KERING KIMIAWI REBUS / KUKUS


KIMIAWI
106
106 kPa
kPa 170
170 ˚C
˚C Rendam
Rendam Panci
Panci tertutup
tertutup Rendam
Rendam
121
121 ˚C
˚C 60
60 menit
menit 10-24 jam
10-24 jam 20
20 menit
menit 20 menit
20 menit
30
30 menit
menit jika
jika
Terbungkus
Terbungkus
20
20 menit
menit jika
jika Tidak
Tidak terbungkus
terbungkus

DINGINKAN DAN KEMUDIAN SIAP DIGUNAKAN


Peralatan
Peralatan yang
yang sudah
sudah diproses
diproses bisa
bisa disimpan
disimpan dalam
dalam wadah
wadah tertutup
tertutup yang
yang didisinfeksi
didisinfeksi tingkat
tingkat tinggi
tinggi
Sampai
Sampai satu
satu minggu
minggu jika
jika wadahnya
wadahnya tidak
tidak dibuka
dibuka