Anda di halaman 1dari 51

Tinjauan Umum Sistem Syaraf

Perifer

Reseptor Syaraf Penghubung


Sensorik ke dan dari SSP

Ganglia yang Ujung-ujung


berikatan motorik
Reseptor
Sensorik
Apa itu Reseptor Sensorik ?

Reseptor sakit
Reseptor Setuhan
Temperatur
Reseptor yang rumit ? Reseptor
(organ indera) sensorik dan
Kulit
sel-sel lain
Otot Rangka
Tendon
Organ Viseral
Klasifikasi Reseptor Sensori

Stimulus
terdeteksi Lokasi

Mekanoreseptor Eksteroreseptor
Termoreseptor Interoreseptor
Fotoresptor Propioseptor
Nosiseptor
Klasifikasi Struktural

Ter’enkapsulasi’
Bebas Mekanoreseptor :
- korpuskel Meissner
Reseptor temperature dan
rasa sakit - korpuskel Pacini
- bulbus Krause
- korpuskel Ruffini
- muscle spindle
- organ tendon Golgi
- reseptor kinestetik sendi
Krause’s bulbs
Pacinian corpuscles
5 cm/sec to comfort

5 cm/sec
(Urat) Syaraf dan
Ganglia yang
Berkaitan
Urat syaraf
(Urat) Syaraf dikelompokkan menurut
arah konduksi impuls:
• Sensorik
(Urat) Syaraf  Bundel • Motorik
serabut neuron pada sistem
• Campuran (paling
syaraf perifer (PNS)
banyak)

Setiap serabut ditutupi oleh


endoneurium, fasikulus
Serabut eferennya dapat
serabut dibungkus oleh suatu bersifat somatik atau
perineurium, dan keseluruhan otonom
urat syaraf terikat oleh
epineurium.
Ganglia

kumpulan badan sel syaraf yang


berkaitan dengan syaraf-syaraf pada
PNS. E.g. ganglia (sensorik) akar dorsal
dan ganglia (motorik) otonom.
Bagaimana jika serabut
PNS rusak ??
Teregenerasi bila ………….

memfagositosis
makrofag masuk
fragmen serabut
daerah yang rusak
yang rusak

Sel Schwann selanjutnya melepaskan zat kimia (NGF,


membentuk saluran yang IGF) yang menyebabkan
mengarahkan ujung akson pertumbuhan kembali akson
(yang terputus) ke serta membantu proliferasi
sambungan asalnya. sel Schwann
Serabut pada SSP tidak
beregenerasi karena oligodendrit
tidak mampu membantu proses
perbaikan, makrofag umumnya tidak
ada (jumlahnya sedikit), dan terdapat
protein penghambat pertumbuhan di
sekitar jaringan.
Ujung (serabut
syaraf) motorik
Ujung Motorik
Syaraf Somatik Syaraf Otonom
(Terminal aksonal) (Varicosites)

• menyusun persambungan
neuromuskular dengan sel otot rangka.
• memiliki fungsi yang sama, tapi
strukturnya lebih sederhana
• Terminal aksonal mengandung vesikel
(kantung) sinaptik yang berisi • mempersyarafi otot polos dan
asetilkolin, yang bila dilepaskan kelenjar.
memberikan sinyal untuk kontraksi
otot. • Struktur ini tidak membentuk
• Pada celah sinaptik terdapat lamina persambungan neuromuskular
basal (struktur khas yang kaya akan khusus dan umumnya memiliki
glikoprotein) celah sinaptik yang lebih lebar.
SYARAF
KRANIAL
Tinjauan Umum
Ada dua belas pasang syaraf
kranial yang berasal dari otak, Syaraf kranial dinomori dari anterior ke
melewati tengkorak dan posterior sesuai dengan urutan munculnya
mempersyarafi kepala dan leher. pada otak. Penamaannya mencerminkan
struktur yang dipersyarafi atau fungsinya
Hanya syaraf vagus yang atau keduanya.
meluas sampai ke rongga
dada dan abdomen.
12 Pasang Syaraf Kranial
Nama Syaraf (Nomor) Sifat Fungsi
Olfaktori (I) sensorik berkaitan dengan penciuman
Optik (II) sensorik menyampaikan impuls visual
dari retina ke talamus
Okulomotor (III) motorik berasal dari otak tengah,
mempersyarafi empat otot
mata ekstrinsik, levator
palpebrae superioris, dan otot
silier intrinsik serta serabut
konstriktor iris; juga membawa
impuls proprioseptif dari otot
rangka.
Nama Syaraf (Nomor) Sifat Fungsi
Trokhlear (IV) motorik berasal dari otak tengah
dorsal, dan membawa impuls
motorik dan proprioseptor ke
dan dari otot oblik superior
bola mata.
Trigeminal (V) campuran berasal dari pons lateral;
syaraf sensorik utama wajah;
masing-masingnya memiliki tiga
divisi sensorik-oftalmik,
maksila dan madibula-cabang
madibula juga mengandung
serabut motorik yang
mempersyarafi otot untuk
mengunyah.
Nama Syaraf (Nomor) Sifat Fungsi
Abdusens (VI) motorik berasal dari pons dan
mempersyarafi fungsi motorik
dan proprioseptif otot rektus
lateral bola mata.
Fasial (VII) campuran berasal dari pons; otot utama
wajah; juga membawa impuls
sensorik dari kucup
pengecapan dari dua pertiga
lidah bagian depan.
Vestibulokokhlear (VIII) sensorik mengantarkan impuls dari
reseptor pendengaran dan
keseimbangan di telinga tengah
Nama Syaraf (Nomor) Sifat Fungsi
Glosofaring (IX) campuran berasal dari medula;
menghantarkan impuls sensorik
dari kuncup pengecapan lidah
bagian belakang, dari faring,
dan dari kemo- serta
pressoseptor badan dan sinus
karotid; mempersyarafi
beberapa otot faring dan
kelenjar parotid..
Vagus (X) campuran berasal dari medulla; hampir
semua serabut motoriknya
adalah serabut parasimpatik;
serabut eferen motorik ke,
dan sensorik dari faring,
laring, dan organ viseral rongga
toraks dan abdomen.
Nama Syaraf (Nomor) Sifat Fungsi
Aksesori (XI): motorik terdiri dari suatu akar kranial
yang berasal dari medula dan
suatu akar spinal yang berasal
dari korda spinalis bagian
leher; akar kranial
mempersyarafi eferen somatik
ke otot trapezius dan
sternokleiodomastoid leher
dan membawa aferen
proprioseptor dari otot yang
sama.
Hipoglosal (XII) motorik berasal dari medula; membawa
serabut eferen motorik
somatik ke, dan prorioseptif
dari otot lidah.
SYARAF
SPINAL
Tinjauan Umum
Syaraf spinal terbentuk oleh
penggabungan akar dorsal
dan ventral korda spinalis,
berukuran pendek, terbatas
31 pasang syaraf spinal (semuanya pada foramina
campuran, sensorik-motorik) intervertebral.
dinomori secara berurutan menurut
daerah tempat keluarnya syaraf.
Cabang tiap syaraf spinal termasuk rami
dorsal dan ventral, suatu cabang meninges,
dan rami communicantes (cabang SSO).
Persyarafan Daerah Tubuh Spesifik
Rami ventral T2-T12
Rami ventral, kecuali T2- menjadi syaraf interkostal Rami dorsal mempersyarafi
T12, membentuk pleksus yang mempersyarafi otot dan kulit tubuh bagian
yang mempersyarafi dinding dada dan posterior.
tungkai. permukaan abdomen.

Pleksus brakhial mempersyarafi bahu,


Pleksus serviks (C1-C4)
beberapa otot dada, dan tungkai atas;
mempersyarafi otot dan
berasal terutama dari C5-T1. Dari
kulit leher dan bahu. Syaraf
proksimal-distal, pleksus brakhial memiliki
freniknya mempersyarafi
akar, badan, divisi dan korda. Syaraf utama
diafragma.
yang keluar dari korda: aksila, muskulokutan,
media, radial dan ulnar.
Pleksus lumbar (L1-L4) memberikan suplai
motorik ke otot panggul anterior dan
medial, serta suplai ke kulit bagian
panggul anterior dan paha. Syaraf
utamanya adalah femoral dan obturator.

Pleksus sakral (L4-S4) mensuplai otot


posterior dan kulit tungkai bawah. Syaraf
utamanya adalah syaraf siatik besar,
terdiri dari syaraf tibial dan fibular.

Persendian dipersyarafi oleh syaraf yang


sama yang mempersyarafi otot yang bekerja
pada persendian tersebut. Semua syaraf
spinal kecuali C1 mempersyarafi segmen
spesifik kulit yang disebut dermatom.
Aktivitas Refleks
Komponen Lengkung Refleks
Suatu refleks adalah respons motorik tak
sadar dan cepat terhadap suatu stimulus.
Lengkung refleks memiliki 5 unsur:
reseptor, neuron sensorik, pusat
Refleks Spinal
integrasi, neuron motorik dan efektor.
Pengujian refleks spinal memberikan informasi tentang
integritas jalur refleks dan derajat eksitabilitas korda
spinalis.

Reflesk spinal somatik termasuk refleks: rentang


(‘stretch’), tendon dalam (‘deep tendon’), fleksor,
ekstensor bersilang (‘crossed extensor’), dan refleks
superfisial.
Refleks Spinal
Refleks tendon dalam, diinisiasi
oleh organ tendon Golgi karena
peningkatan tensi otot,
merupakan refleks polisinaptik.
Suatu refleks rentang, yang
Refleks ini menyebabkan
diinisiasi oleh rentangan spindel
relaksasi otot yang terstimulasi,
otot, menyebabkan kontraksi
dan kontraksi antagonisnya.
otot yang distimulasi dan
menginhibisi otot antagonisnya.
Sifatnya monosinaptik dan
ipsilateral. Refleks ini berfungsi
Refleks fleksor diinisiasi oleh stimuli
mempertahankan tonus otot dan
sakit. Sifatnya polisinaptik dan
postur tubuh. E.g refleks
ipsilateral serta protektif E.g menarik
patelar
tangan saat tertusuk
Refleks ekstensor bersilang terdiri dari
suatu refleks fleksor ipsilateral dan
suatu refleks ekstensor kontralateral.
E.g saat satu kaki menginjak pecahan
gelas: respons ipsilateral->angkat kaki;
Refleks superfisial (e.g.
kontralateral->kaki lain (otot ekstensor)
refleks plantar dan
menahan perpindahan beban tubuh.
abdominal) diawali oleh
stimulasi kutan. Refleks ini
membutuhkan lengkung
refleks korda dan jalur
kortikospinal.
Abnormalitas L4-S2->
Babinski’s sign.
Thank You