Anda di halaman 1dari 16

PATOGENITAS DAN

GEJALA KLINIS MIKOSIS


SISTEMIK
MIKOSIS SITEMIK
Mikosis sitemik merupakan infeksi jamur dimana jalur awal
masuk ke dalam tubuh biasanya pada suatu lokasi profunda
seperti paru-paru, saluran pencernaan atau sinus paranasal.
Infeksi jamur ini memiliki kapasitas untuk menyebar melalui
aliran darah sehingga dapat menyebabkan suatu infeksi
generalisata. Pada prinsipnya terdapat dua varian utama
mikosis sistemik: (1) mikosis oportunistik dan (2) mikosis
respiratori endemik.
Mikosis sistemik oportunistik yang sering ditemukan pada
manusia adalah kandidiasis profunda/sistemik, aspergilosis
dan zigomikosis sistemik. Mikosis ini menyerang pasien yang
memiliki penyakit dasar yang berat seperti AIDS, atau
dengan kondisi neutropenia yang terkait dengan keganasan,
trasplantasi organ padat atau tindakan pembedahan yang
luas.
Mikosis respiratori endemik antara lain adalah histoplasmosis (tipe klasik
dan Afrika), blastomikosis, kokidioidomikosis, parakokidioidomikosis dan infeksi
yang disebabkan oleh Penicillium marneffei. Manifestasi klinis dari jenis infeksi
ini dipengaruhi oleh latar belakang kondisi pasien dan banyak terjadi pada pasien
dengan kondisi imunodefisiensi terutama AIDS. Namun, manifestasi klinis ini
memiliki pola klinis yang serupa pada semua jenis infeksi. Infeksi ini juga dapat
menyerang individu yang sehat. Infeksi ini terjadi pada daerah endemik dengan
batas area yang jelas yang ditentukan oleh faktor-faktor yang mendukung
kelangsungan hidup organisme penyebab tersebut di lingkungan, seperti faktor
iklim. Rute dari infeksi ini biasanya melalui paru-paru
HISTOPLASMOSIS
Jamur dari genus dimorfik Histoplasma menyebabkan
sejumlah infeksi yang berbeda pada hewan dan manusia.
Mulai dari histoplasmosis kuda atau farcy kuda, yaitu suatu
infeksi diseminata pada kuda yang disebabkan oleh
Histoplasma farciminosum hingga dua jenis infeksi pada
manusia yang dikenal sebagai:
1. Histoplasmosis klasik atau bentuk kecil.
2. Histoplasmosis Afrika.
1. HISTOPLASMOSIS KLASIK / BENTUK KECIL / HISTOPLASMOSIS
CAPSULATI.
Histoplasmosis terjadi akibat infeksi jamur dimorfik H. capsulatum var.
capsulatum. Infeksi dimulai sebagai suatu infeksi paru yang pada
sebagian besar individu bersifat asimtomatik dan dapat sembuh
spontan, satu-satunya bukti dari paparan adalah hasil tes reaksi kulit
intradermal positif terhadap ekstrak antigen jamur, histoplasmin.
Namun, selain itu terdapat gejala penyakit berupa infeksi pernapasan
dan histoplasmosis paru akut atau kronis, serta infeksi diseminata
yang dapat menyebar mengenai kulit atau membran mukosa
Epidemologi :
terjadi di banyak negara mulai dari Amerika sampai Afrika, India, dan
Timur Jauh. Di Amerika Serikat, penyakit ini endemik di Mississippi dan
lembah sungai Ohio.
Penyakit ini biasanya diperoleh pasien melalui inhalasi terhadap spora,
dan keadaan infeksi pernafasan dapat terjadi pada orang yang terpajan
lingkungan sarat spora ketika menjelajahi gua atau saat membersihkan
tempat yang sangat terkontaminasi dengan kotoran burung, tempat
hinggapnya burung-burung seperti ranting pohon dan bangunan tua
yang telah rusak.
Temuan klinis :
Spektrum histoplasmosis terdiri dari infeksi asimtomatis serta infeksi dengan gejala ringan dan berbagai
tipe diseminata yang menyebar secara progresif dengan variasi penyebaran melalui aliran darah hingga
ke beberapa organ. Lesi kulit dapat terjadi sebagai akibat dari pembentukan kompleks imun pada infeksi
primer (eritema multiforme) atau dari penyebaran langsung setelah diseminasi dari paru- paru. Walupun
jarang, infeksi dapat terjadi pada lokasi inokulasi ke dalam kulit. Sesuai dengan definisinya,
histoplasmosis bentuk asimtomatik tanpa
disertai adanya tanda-tanda atau keluhan, tetapi mereka yang terpajan biasanya memiliki hasil tes kulit
histoplasmin yang positif. Persentase reaksi tes kulit di masyarakat menunjukkan kemungkinan pajanan,
dan di daerah endemik ini bisa berkisar dari 5 % - 90 %. Kadang-kadang, nodul paru asimtomatik yang
diangkat pada tindakan eksplorasi bedah atau otopsi didapatkan mengandung histoplasma
 Histoplasmosis Paru Akut.
Pada histoplasmosis paru akut, pasien sering terpajan oleh spora
dalam jumlah Yang banyak seperti dapat ditemui di sebuah gua atau
pada saat setelah membersihkan daerah yang banyak burung. Pasien
yang disertai dengan keluhan batuk, nyeri dada dan demam, sering
disertai nyeri sendi dan eritema ruam toksik, eritema multiforme,
atau eritema nodosum. Ruam kulit ini tidak umum, terjadi pada
kurang dari 15 % dari pasien, tetapi kondisi ini mungkin dipicu oleh
suatu pengobatan infeksi akut. Pada foto toraks, sering tampak bintik
menyebar yang mungkin dapat menjadi kalsifikasi.
 Histoplasmosis Paru Kronis.
Biasannya terjadi pada orang dewasa dan terjadi dengan
disertai konsolidasi dan kavitasi paru yang sangat mirip
dengan tuberkulosis. Tidak tampak adanya keterlibatan
kulit
Slide Title
• Make Effective Presentations
• Using Awesome Backgrounds
• Engage your Audience
• Capture Audience Attention
Slide Title

Product A Product B
• Feature 1 • Feature 1
• Feature 2 • Feature 2
• Feature 3 • Feature 3